Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
98 . Cerita masa lalu


__ADS_3

Flashback


" Selamat ulang teteh . semoga dengan bertambah nya umur teteh , teteh selalu bahagia dan semakin dewasa ke depannya . " dina mendapatkan kejutan dari keluarga nya setelah dina pulang dari sekolahnya .


Mendapatkan kejutan dari keluarga nya , dina mengubah wajah masamnya menjadi tersenyum . " makasih yah . teteh kira kalian melupakan hari ulang tahunku , seperti ar maksud ku teman-teman teteh di sekolah . " dina hampir menyebut nama arfan didepan keluarga nya .


" Ayah sama ibu , gak mungkin ngelupain ulang tahun teteh atuh , pan teteh anak kesayangannya ayah . " saut disya yang hanya asal bicara saja .


" Ko ngomong nya gitu sih , emang selama ini ayah sama ibu memperlakukan kita beda ? " dina menjawab dengan rasa tidak enak hati pada adiknya .


" Ulah didengekeun omongan adik kamu , dia mah hanya asal bicara . teteh geura ganti baju gih ! ibu sudah masakin masakan kesukaan teteh , khusus di hari ulang tahun teteh . " ujar ibu .


Disya cengengesan dan mengacungkan kedua jarinya , tanda perdamaian . " bercanda doang , teteh mah serius pisan sih . tapi , kalo sampai ibu atau ayah melakukan itu sama disya , disya akan langsung laporkan ke nini . " gurau disya .


Dina menggelengkan kepala melihat kejahilan adiknya . " pan nini udah meninggal , kumaha ngelaporin nya dodol . " saut dina , dengan mencubit kedua pipi adiknya .


" Nyeri atuh teh . si teteh mah ke adik satu - satunya tuh , meuni di siksa wae lain di sayang ih . " sungut disya dengan memegang kedua nya .


" Ayah tersenyum bahagia melihat tingkah laku kedua anaknya . Meskipun mereka sering berdebat , tapi mereka saling menyayangi satu sama lainnya . ' mudah - mudahan kedua anakku tetap saling menyayangi dan saling menjaga satu sama lain . ' batin ayah mendoakan kedua anaknya .


" Sudah - sudah kalian geura ganti baju . " ibu menyela perdebatan kedua anaknya .


Dina dan disya pun menuruti omongan ibunya untuk berganti terlebih dulu , sebelum menyantap makan siangnya .


Keluarga dina termasuk , keluarga berada . karena ayah dina mempunyai pabrik pengelolaan dodol , meski tak sebesar pabrik keluarga dari arfan .


Setelah berganti pakaian , dina langsung bergabung dengan kedua orang tuanya , serta adiknya yang sudah menunggu . " banyak banget makanan nya bu , apa gak berlebihan kalo buat makan kita berempat . " dina melihat beraneka ragam makanan khas sunda tersaji dimeja makan .


" Kata siapa berempat saja , tuh lihat mereka . " ayah menunjuk para karyawan pabrik nya yang berada di ruang tamunya . sekitar 30 orang , memenuhi ruang tamu rumah dina .


Dina melihat kearah yang ditunjuk ayahnya . " ayah ngundang semua karyawan pabrik ? " ujar dina dengan kaget , saat melihat ruang tamunya di penuhi karyawan pabriknya .

__ADS_1


" Kenapa gak sekalian dirayakan saja ulang tahun teteh , biar dapat kado banyak sekalian


. kalo disya yang ulang tahun mah , dirayakan diluar we ah , ulah di imah wae bosen . " celetuk disya saat melihat , banyak para karyawan nya yang datang ke rumah nya .


" jiga orang beunghar we , make dirayakan sagala . Pan ayah mah , cuma pengen syukuran buat teteh kamu . " ayah langsung menjawab omongan anak bungsunya .


" Udah - udah makan yu ! ibu sudah buatkan makanan yang banyak buat kalian semua , terutama buat teteh yang berulang tahun .


Setelah selesai makan , dina langsung masuk ke dalam kamar kembali . tapi belum lama masuk kamarnya , dina keluar lagi dari kamarnya dengan membawa tas selempang nya . " Ayah , ibu teteh mau ketemu teman - teman teteh sebentar . " pamit dina , pada kedua orang tuanya , saat kedua orang nya sedang sibuk berbincang - bincang dengan karyawan nya yang mereka undang .


" Jangan lama - lama teh , petang harus sudah ada di rumah . " pesan ayah , saat dina mencium tangan mereka .


Dina keluar dengan mengendarai motor matic kesayangan .


" Ayah perhatikan , akhir - akhir ini ina sering keluar bu . meskipun tidak pernah pulang malam , tapi ko ayah khawatir dengan pergaulan ina yah bu . Ayah juga terus kepikiran ina , padahal ayah percaya ina gak bakal berlaku di luar batas . " keluh ayah , saat dina sudah tak terlihat di rumahnya .


" Mungkin itu hanya perasaan ayah yang terlalu mengkhawatirkan ina . nanti ibu tanya ina , kenapa dia sering keluar dan dengan siapa saja dia berteman . " ujar ibu .


*****


Arfan menghubungi dina , agar bisa menemuinya di sebuah kafe biasa mereka datangi .


Dina sampai membohongi kedua orang tuanya , untuk menemui kekasih yang sangat dia cintai . Cinta dina buat arfan , benar - benar membuat dina tidak pernah berpikir panjang untuk ke depannya . " Udah lama Aa nunggu nya ? ko Aa gak pesan makan atau minum sih ? " tanya dina , saat melihat meja di depan arfan terlihat masih kosong .


" Gak , aku mau langsung ajak kamu pergi . " arfan berbicara , dengan pandangan mata ke ponsel nya .


Dina sama sekali tidak merasakan sikap acuh arfan padanya , karena dinab pun lebih memilih tidak memperdulikan sikap arfan padanya . " emang Aa mau ngajak kemana sih A ? jangan jauh - jauh nanti aku dimarahin sama ayah ku , kalo kita terlalu lama pergi . " pinta dina .


Arfan memasukkan ponsel nya , kemudian memandang dina dengan serius . " sebenarnya kamu beneran cinta tidak dengan ku ? apa kamu hanya membohongi ku saja ? " arfan mengetes dina , agar dina mau mengikuti nya .


" Cintalah . kalo gak cinta , ngapain juga aku sampai ngebela - belain membohongi kedua orang tua ku , agar bisa bertemu dengan kamu A . " jawab dina dengan sangat yakin .

__ADS_1


" Kalo cinta sama aku , ikut dan jangan banyak tanya . " arfan meninggal kan dina yang masih berpikir .


Setelah berpikir , dina lebih memilih mengikuti arfan dari pada mengikuti pesan ayah nya . " Aa tunggu atuh ! "


" Katanya cinta , tapi kok lama mikir nya . " ucap arfan dengan menaiki mobilnya .


Dina bimbang kembali . seandainya dina ikut mobil arfan , lalu bagaimana dengan motor nya . karena dina membawa motor nya , agar mempercepat waktu bertemu dengan arfan .


Tin


Tin


Suara klakson mobil arfan , menyadarkan dina dari rasa bimbang nya . " Aa gimana dengan motor ku ? " ucap dina dengan sedikit tidak enak , melihat wajah arfan yang sudah memerah .


" Naik ! " arfan langsung menyuruh dina naik ke mobil nya , tanpa memperdulikan keluhannya dina .


Melihat wajah arfan , dina pun menciut dan langsung menaiki mobil arfan , tanpa bertanya apa pun lagi .


Setelah cukup lama berkendara , arfan menghentikan mobilnya di depan sebuah villa . " turun ! kita sudah sampai . " arfan turun dari mobil tanpa menunggu dina terlebih dulu .


Brugg


Arfan menutup pintu mobilnya , diikuti dina keluar dari mobil . " hayu masuk " ajak arfan dengan suara tak sedingin biasanya .


" Ini villa siapa Aa ? seperti nya kosong . " tanya dina dengan sedikit gugup .


Arfan menggandeng dina masuk kedalam villa . " ini villa keluarga ku . " Ujar arfan dengan mengunci pintunya .


Cetak


" Loh , kenapa pintunya di kunci A ? dina mulai sedikit was - was setelah arfan mengunci pintunya .

__ADS_1


" Aku hanya ingin bukti darimu , seberapa besar kamu mencintai ku ? "


Bersambung


__ADS_2