
Dari kejauhan mata rey memerah melihat danis memegang tangan istrinya . entah apa yang di lakuin danis pada istrinya , rey tidak begitu jelas melihat nya . yang rey lihat , danis terus memegang tangan istrinya .
" danis " seseorang berteriak memanggil danis dari belakang tubuh danis .
" bella . " danis melihat bella begitu marah , karena dirinya meninggal kan nya sendiri di toko pakaian yang berada di dalam moll yang mereka datangi .
rey urung menghampiri istrinya , saat bella pun berada di sana , dengan raut muka kesal . rey lebih memilih menjadi penonton , tapi pandangannya tetap ke arah istrinya .
melihat kedatangan bella , shela memanfaatkan nya , untuk bisa lari dari danis , meski danis masih memegang cincin nikahnya .
" bukannya kamu bilang mau ke toilet , kenapa kamu malah berdua dengan mantan pacarmu ? apa kalian sudah janjian sebelumnya ? " ujar bella , dengan suara lantang nya .
" ini kesempatan ku untuk kabur , sebelum mereka menyadari nya . " gumam shela , saat melihat danis dan bella berdebat .
rey tersenyum dari kejauhan , saat shela berusaha kabur dari mantan kekasih nya, menuju mobilnya .
" hayu desi kita pergi ke mobilku segera , sebelum mas danis menyadari nya . " shela mengajak pergi desi dengan terburu - buru .
desi mengikuti shela ke arah mobil . " shell , kamu gak kenapa - napa kan ? " desi merasa tidak enak , karena tidak bisa membantunya .
shela langsung ke dalam mobil begitu sampai . " brug " shela menutup pintunya , setelah desi masuk . " mang jalan mang ! " shela langsung menyuruh menjalankan mobilnya , agar danis tak lagi mengejarnya .
desi melihat ke arah supir . " mang sule ganti baju ? " tanya desi saat sudah di dalam mobil , melihat baju yang dikenakan supir sahabat nya berbeda dari yang sebelumnya dia pakai .
shela tak terlalu merhatiin supir yang membawa mobilnya , karena pikiran shela hanya pada cincin yang di ambil danis . " desi , gimana caranya aku bisa mendapatkan kembali cincinku ? " ujar shela dengan menyender kepalanya di bahu desi .
desi mengusap kepala shela . " maafin aku shell , aku gak bisa nolongin kamu , saat danis mengambil cincinnya . tapi aku baru tahu ternyata danis kasar banget , untung kamu gak berjodoh dengan nya . "
shela memeluk tangan desi , dengan kepala masih menyender di bahu sahabat nya . " kamu tahu des ? cincin itu pemberian langsung dari mamah mertuaku , dia bilang itu warisan turun temurun dari nenek nya , kenapa aku ceroboh sekali . " cerita shela dengan lirih .
__ADS_1
mobil yang membawa shela , memutar balik kembali dengan kecepatan penuh .
" ko putar balik sih mang sule mobilnya ? aku kan mau ambil motor dulu . " ujar desi saat menyadari mobil yang membawanya , malah putar balik , bukan ke alun - alun .
shela baru menyadari pengemudi mobilnya bukan supirnya , melainkan suaminya sendiri saat mobilnya sudah masuk ke area parkiran . " abang " panggil shela saat mobil sudah berhenti dan rey langsung turun dari mobil tanpa menengok ke belakang ke arah shela .
shela langsung keluar dari mobil menyusul suami nya , yang terlihat marah . " abang tunggu ! dengerin penjelasan ku bang . " ujar shela dengan mengejar rey .
desi yang melihat adegan seperti itu jadi tak enak hati . " coba kalo aku membantu shela , ke jadiannya gak akan seperti ini .
sementara danis masih berdebat dengan bella diarea parkir .
" bugg " rey langsung menghajar danis begitu sampai . " kembali kan cincin itu " rey mencengkram kerah baju danis .
" rey kamu tuh apa - apaan datang - datang langsung menghajar danis . " bella mencoba melerai nya .
" cincin apa maksud mu rey ? " ujar danis dengan mengusap darah yang keluar dari mulut nya .
danis kaget , saat shela tiba - tiba datang dan memeluk pinggang rey .
" bukan nya kamu mantan danis ? kenapa memeluk rey seperti itu , apa jangan - jangan kalian punya hubungan ? " ujar bella , seperti mewakili pertanyaan danis .
desi hanya bisa menyaksikan pertengkaran antara mantan dan suami dari sahabat nya dari kejauhan .
" prok , prok , prok . " danis bertepuk tangan begitu menyadari nya . " waw , berarti aku selama ini punya sahabat pengkhianat . " ujar danis dengan merogoh kantung nya . " apa ini cincin yang kamu maksud ? " danis memperlihatkan cincin nya .
rey kembali memukul danis begitu cincin istrinya , berada di tangan nya . " brengsek , brengsek kembalikan cincin istriku . " teriak rey , dengan terus memukuli danis dengan membabi buta .
" rey jangan , danis bisa mati kalo kamu terus pukuli seperti itu . " ujar bella dengan memegang tubuh danis .
__ADS_1
sementara shela memegang rey dengan memeluk pinggang nya . " bang aku mohon jangan seperti itu . " ucap shela dengan lirih .
rey pun berhenti memukuli danis begitu istrinya memohon dengan menangis , kemudian rey melepaskan pelukan shela dan mengambil cincin yang berada di tangan danis , dan pergi menuju mobilnya , tanpa mengajak shela pulang .
shela menatap kepergian rey dengan menangis tersedu-sedu , karena rey dengan tega meninggalkan nya .
desi langsung menghampiri sahabat nya , begitu suaminya meninggalkan nya . " hayu shell , kita pulang . " ajak desi dengan merengkuh shela dari samping .
" apa yang harus aku lakukan sekarang des ? abang sangat marah pada ku . " ujar shela dengan menangis di bahu sahabat nya .
desi menyetop taksi yang kebetulan lewat . " yu shell , itu taksinya udah berhenti . tapi kita ke alun - alun dulu ambil motorku , nanti aku anterin pulang nya pakai motorku . " ujar desi saat menaiki taksi .
" nanti anterin aku ke rumah saja des . " pinta shela saat berada dalam taksi .
shela terus menatap jendela dengan pandangan kosong , tanpa menanggapi ucapan desi yang terus berbicara sendiri .
desi menghentikan ucapan nya , setelah menoleh ke samping dan melihat shela terus menghapus air mata nya dengan terus memandang jendela mobil . " shell " desi membawa shela ke dalam pelukannya .
shela menangis dalam pelukan sahabat nya . " desi apa abang akan memaafkan ku ? aku ceroboh des , aku gak bisa jaga pemberian keluarga suamiku ? ujar shela dalam tangis nya .
desi menepuk punggung shela . " seperti nya , suamimu sudah berhasil menggeser danis di dalam hati mu . mau aku antarkan ke tempat suamimu shell ? " desi sengaja menawarkan diri , agar sahabat nya bisa tenang .
shela melepas rangkulan desi . " tapi aku gak tahu tempat tinggal abang disini des . " jawab shela dengan lirih .
desi menepuk jidat nya , setelah mengatakan , kalo dirinya tidak tahu tempat tinggal suaminya sendiri . " sumpah Demi apa shell , kamu gak tahu tempat tinggal suamimu ? gimana kalo dia kabur , terus kamu hamil shell ? " desi langsung parno sendiri .
shela melongo mendengar ucapan aneh sahabat nya .
**Bersambung....
__ADS_1
minta dukungannya dong, dengan like, vote, komentarnya .
Terima kasih**