
semenjak datang dari kantor depan . shela bukan nya bekerja , malah melamun memikirkan omongan arfan. " tapi kalau dipikir - pikir misalnya aku jadi dina , aku juga tidak akan mudah memaafkan perbuatan arfan . " gumam shela.
Ririn yang duduk disebelah shela, hanya menggelengkan kepalanya melihat shela melamun . bukan nya mengerjakan pekerjaan yang menumpuk, malah melamun di atas berkas yang sedang dikerjakan nya. " shell, kenapa malah melamun sih? bukannya dikerjakan juga. " Ririn menegurnya, karena shela terus melamun.
shela yang ditegur Ririn, hanya cengengesan gak jelas.
" dih malah cengengesan, bukan nya dikerjakan ! coba kalo ketahuan pak indra, pasti disuruh lembur lagi kamu tuh shell. "
" mba jangan bilang - bilang pak indra . kalau mba laporin aku sama pak indra , nanti aku juga mau aduin mba sama kakak . " ujar shela , menimpali omongan Ririn.
Ririn paling takut sama tantri , karena dipabrik tantri dikenal manager perempuan satu - satunya yang galak dan judes . apalagi kalo urusan pekerjaan tantri bisa dua kali lipat galaknya. berbeda kalau berada di rumah , tantri menjadi orang yang sangat penyayang dan tidak pernah marah .
" dasar anak kecil mah, mainnya aduan . " sungut Ririn, karena shela memanfaatkan nama kakaknya.
" udah cepat dikerjakan tuh berkasnya . "
shela tersenyum kecil setelah berhasil menggoda rekan kerjanya. " mba meremehkan anak kecil kaya aku . lagian tuh yah mba, kecil - kecil gini juga bisa bikin anak kecil lagi . " shela tertawa sendiri, karena geli dengan kata-kata nya . " coba kalo abang dengerin kata - kata ku barusan, pasti langsung abis aku . apalagi sekarang , dia lagi rajin - rajinnya minta DP gara-gara aku tidak menolak nya. " batin shela , kalo memikirkan tentang suaminya.
" tuh anak malah ketawa, mendengar omongan nya sendiri . kenapa ketawa shell ? geli mendengar omongan mu sendiri. "
shela berhenti tertawa setelah Ririn meledek nya. " mba Ririn , gak tahu aja kalo aku sudah menikah dengan abang rey . coba kalo aku kasih tahu , bisa jantungan kayanya mba Ririn. "
batin shela lagi.
**
tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu , tapi shela belum selesai mengerjakan tugasnya .
" shela mba pulang dulu, jangan lupa selesaikan dulu laporan nya. " Ririn meledek shela, karena shela belum selesai juga mengerjakan pekerjaan nya sampai jam pulang.
shela menggembung kan pipi nya setelah Ririn meledek nya.
Dret...
Dret....
tanda pesan masuk dari rey , shela pun langsung membuka pesan dari suaminya.
" dede cantik, abang tunggu diparkiran. " pesan masuk dari rey.
__ADS_1
" abang duluan aja pulangnya ! takut masih lama pulangnya, soalnya aku belum beres dengan pekerjaan ku. "
" perlu abang kesana de ? "
" gak perlu bang . dede akan segera membereskan nya , nanti aku kesana . "
" beneran abang gak perlu kesana de? "
shela tak membalas pesan rey.
" de, abang kesana yah? "
" apa perlu abang marahin pak indra? agar tidak memberikan kamu pekerjaan yang banyak lagi. " pesan rey, tapi shela tidak membalas lagi.
setelah shela tak membalas pesan - pesannya, rey memutuskan untuk menjemput istrinya ke departemennya . setelah sampai departemen, rey melihat shela masih berkutat dengan laporan - laporan produksi di ruangan nya . " de, masih belum beres juga? " ucap rey , dengan memindahkan kursi yang biasa Ririn tempati .
" abang ko malah kesini. " shela hanya melihat sekilas rey, kemudian melanjutkan kembali pekerjaan nya.
" habis kamu tidak membalas pesan abang lagi. " jawab rey , dengan terus memandang istrinya. karena rey duduk didepan istrinya, yang sedang sibuk dengan laporan di mejanya.
" nanti abang marahin pak indra, karena sudah kasih kamu banyak pekerjaan sama kamu. " rey masih memandangi istrinya, tanpa disadari shela.
" yang harusnya dimarahin tuh abang kali . coba kalo abang tidak membawaku ke kantor depan , pasti pekerjaan ku sudah beres dari tadi. " shela menjawab tanpa mengalihkan pandangan nya pada laporan yang dibuatnya.
" alhamdulillah akhirnya beres juga . " ucap shela, kemudian langsung membereskan semua laporan yang berserakan di mejanya.
" hayu bang pulang sekarang " shela langsung mengajak pulang suaminya , tanpa meladeni omongan rey terlebih dulu.
" hayu " rey berdiri kemudian menggandeng tangan shela, untuk pulang.
" ngapain menggandeng tanganku bang ? kaya truk aja gandengan. " shela berusaha berbicara santai dengan rey, dengan melepaskan gandengan tangan suaminya.
" masa aku kalah sama truk yang punya gandengan sih de. " sungut rey . karena shela melepaskan tangan rey, yang sedang menggandeng tangan istrinya.
" sinian ah tangan nya ! kita gandengan lagi, biar kaya truk yang punya gandengan.
" seperti nya aku salah bicara tadi. " batin shela.
" bang lepasin ! nanti orang pabrik tahu, kalo abang menggandeng tangan ku seperti ini . "
__ADS_1
" emang kenapa kalo mereka tahu tentang hubungan kita ? kamu marah atau masih belum terima tentang pernikahan kita? " rey malah faham dengan ucapan shela.
" susah juga kalo ngomong sama orang yang sudah dewasa , mau jawab takut salah faham lagi . " batin shela dengan menghela napas panjang.
" udah deh, terserah abang mau ngelakuin apa. " jawab shela dengan pasrah.
" lagian bagus dong kalo orang - orang pabrik tahu, jadi aku tidak susah membuat STEMPEL buat kamu de. kan kalo mereka tahu tentang hubungan kita, barang tentu harus mikir seribu kali lipat untuk mendekati mu. " jelas rey , tanpa melepaskan pegangan tangan nya pada shela istrinya.
" mau langsung pulang atau mau mampir kemana dulu? " tanya rey saat sudah sampai parkiran.
" hem.... bang boleh mampir ke tempat dina ? " ucap shela dengan ragu , karena shela takut rey menolak permintaan nya.
" kenapa ngomong nya gugup gitu? abang pasti anterin kemanapun perginya kamu de . " ucap rey, dengan membukakan pintu mobilnya untuk istrinya.
" makasih bang sudah di bukain pintunya ." ucap shela karena rey membukakan pintu mobilnya untuk shela masuk.
" sama - sama dede cantik " jawab rey, kemudian mengitari mobilnya menuju pintu pengemudinya.
" seatbelt dipasang dulu de " ucap rey saat masuk mobilnya ,karena istrinya malah sibuk membenarkan krudung nya.
" maaf bang lupa. " ucap shela .lalu memasang seatbelt nya terlebih dulu , sebelum melanjutkan kembali kerjaan nya .
didalam mobil shela membuka obrolan dengan membicarakan tentang arfan. " bang tadi aku ketemu arfan , setelah keluar dari ruangan abang dilantai dasar. " cerita shela.
" terus ngomong apa sama kamu de? " rey menanggapi omongan istrinya.
" dia minta maaf padaku bang . awalnya aku menghindari nya , tapi dia mengejarku bang. abang tahu, dialah yang telah menghancurkan kehidupan dina ? arfan juga tidak mau sama sekali bertanggung jawab atas anak yang dikandung dina dulu . " shela masih bercerita tentang arfan pada rey.
rey hanya menyimak cerita istrinya, tanpa mau berkomentar . karena rey tahu apa yang dialami arfan selama 5 tahun ini, hidup arfan penuh dengan penyesalan.
" tapi bang setelah dia menangis dan bersujud dihadapan ku, aku melihat kalo arfan sudah berubah dan bersungguh - sungguh meminta maaf dengan tulus pada dina. arfan juga meminta bantuan ku untuk mendekatkan nya pada dina, tapi aku menolak nya karena aku sudah berjanji pada dina agar tidak membantunya. menurut abang, aku benar tidak dengan tindakan ku yang tidak memilih membantu arfan ? " shela terus membicarakan arfan.
" kalo menurut abang tindakan mu sudah benar . biarlah arfan berusaha sendiri untuk mendapatkan maaf dari dina, supaya dia benar - benar sadar dengan kesalahan nya dulu yang memilih abay dengan perbuatan nya . " saran rey pada istrinya.
rey bahagia melihat shela mulai membuka diri
padanya, apa lagi shela sekarang tak menolak dengan sentuhan - sentuhannya.
" teruslah terbuka pada abang, menceritakan apa pun pada abang , abang dengan senang hati mendengarkan dan memberi saran jika dibutuhkan. meski abang tahu dede belum mencintai abang , tapi abang senang karena dede sudah bisa menerima pernikahan kita. " batin rey dengan menciumi tangan shela satunya.
__ADS_1
" kalo jalan mobilnya selambat ini , kapan kita sampai kontrakan dina bang ? " lirik shela, karena rey terus menggenggam tangannya kemudian terus menciumnya. sampai - sampai rey memperlambat jalan mobilnya, karena fokus nya pada tangan shela.
Bersambung......