
“ Mamah cepetan ! sudah sore keburu kemaleman , nanti ayah sama eninnya sudah pada tidur mah . “ azkal sangat antusias sekali , saat arfan mengajaknya ke garut untuk bertemu dengan ayah serta eninnya .
“ Sabar coba , mama kan lagi beresin baju kamu dulu . “ jawab dina dengan memasukkan beberapa potong stel baju azkal kedalam ransel yang tidak terlalu besar .
Yang rencana awalnya berangkat hari minggu , arfan malah mengubah rencananya secara mendadak sore jumat ini . jadi dina baru ber siap - siap menyiapkan semua keperluan untuk semua nya sepulang dia dari pabrik .
“ Ina gak usah banyak - banyak , seperlu nya saja baju untuk azkal nya , kalo kurang kan kita bisa beli di jalan . " teriak arfan yang ikut - ikutan gak sabaran seperti azkal , arfan lupa kalo dirinya tak memegang uang atau pun ATM , karena dina lah yang memegang nya .
“ Iyah - Iyah pada gak sabaran banget sih , lagian siapa yang mendadak ngerubah rencana nya coba ? Aa tadi bilang apa ? beli keperluan di jalan , emangnya Aa ada uangnya mau beli di jalan tuh . “ cibir dina saking kesalnya dengan dua laki-laki yang terus berteriak kaya di hutan .
Dina keluar dari kamar nya , dengan menenteng tas ransel miliknya dan juga milik azkal , Dina pun membawa dua jaket miliknya dan juga milik azkal . “ tolong pakein azkal jaket dulu a ! aku nya juga mau pakai jaket dulu . “ dina memberikan jaket azkal pada arfan , sementara dirinya pun memasang jaket sendiri .
“ Sayang gak gerah apa , jaketnya sampai di double gitu ? kamu kaya mau ke luar negri tau , berlebihan . “ arfan heran saat melihat pakaian kekasihnya , pasalnya dina memakai switer yang agak tebal di lapisi jaket yang lumayan tebal juga .
“ Aku kan orang nya gampang masuk angin A , apalagi kalo kesananya naik motor , emang Aa mau ngobatin , kalo aku sakit ? “ dina beralasan yang sebenarnya , jika dirinya sering tumbang jika terlalu lama naik motor . dina mengira ke garut nya nanti memakai motor kesayangan Aa arfan , karena saat ini arfan hanya memiliki kendaraan beroda dua ini .
“ Jangan kan ngobatin sakit kamu , nikahin kamu juga Aa mau loh . lagian kata siapa coba ? kalo kita naik motor . Aa juga gak mau lah ada apa-apa sama kamu dan azkal “ jawab arfan .
“ Dih nyebelin banget sih , ngapa gak bilang dari tadi coba kalo kita gak naik motor ke garutnya . tahu naik bis mah , aku gak susah - susah nyari jaket ini dulu . “ sungut dina dengan melepas kembali jaket yang dia kenakan sebelum nya .
“ Kalo kalian bicara terus , kapan kita berangkat nya coba . “ sahut azkal dengan berkacak pinggang , karena tak kunjung berangkat .
__ADS_1
Melihat anaknya kesal , arfan malah semakin menggoda anaknya . “ hayu mah kita berangkat ! bossnya udah marah - marah terus . “ ujar arfan dengan menggandeng dina , agar pura - pura-pura meninggal kan azkal .
Melihat papa dan mamanya hendak meninggalkan nya , azkal pun langsung menangis mengira pada dan mamanya malah meninggalkan nya . “ mamah , papa jahat mau ninggalin azkal . “ adu azkal pada sang ibu dengan menangis tersedu - sedu .
Dina mencubit perut arfan , karena telah menggoda anaknya sampai nangis . “ kamu tuh jahil banget , masa anak sendiri mau di kerjain juga , udah tahu anak kamu itu cengeng . Langsung angkat aja azkalnya keburu kemaleman ! “ dina memarahi arfan karena arfan malah membuat azkal menangis .
*****
Bukan nya langsung menuju terminal , arfan terlebih dulu mampir ke rumah kakak sepupunya . entah apa yang ingin arfan lakukan di rumah rey , padahal hari semakin sore .
“ Papa ngapain kita mampir ke rumahnya tante shell ? emang nya tante shell sama om rey mau ikutan kita ke garut apa ? “ tanya azkal , saat arfan malah menghentikan motor nya di halaman rumah rey , tepat di belakang mobil rey .
“ Sebentar - sebentar , aku mau ambil sesuatu dulu sama kak rey , bukan mau minjem uang ko , tapi yang lainnya . mau nunggu di sini atau mau ikutan ke dalam ? “ tanya arfan pada dina dan azkal yang terus cemberut .
“ Nunggu di sini aja . “ dina menjawab dengan enggan , karena arfan gak langsung berangkat , malah mampir lagi .
Arfan mengangguk dan meninggal kan dina dan azkal di dekat motor nya . “ loh bukannya ini mobil mami ? “ gumam arfan saat melihat mobil maminya terparkir di depan mobil rey .
Arfan pun langsung masuk ke dalam rumah , tanpa mencari tahu dulu keberadaan mobil maminya yang ada di depan . karena tidak ada siapa pun , arfan langsung menuju kamar sang tuan rumah nya . pintu kamarnya rey terlihat terbuka lebar , arfan pun langsung masuk kamar begitu saja tanpa tahu ada siapa saja yang berada di dalam kamar . “ kak rey pinjem mobilnya , aku ma.... “ arfan tidak meneruskan ucapan nya , karena di dalam kamar tidak hanya ada rey dan Shela tapi juga ada mama diana serta maminya yang sudah lama tidak arfan temui .
Fanny langsung menengok kearah pintu , saat mendengar suara anak yang dia rindukan . Fanny pun mendekati arfan , dengan mata berkaca - kaca saat arfan tiba-tiba muncul di hadapan nya . bukan fanny tidak perduli lagi dengan anaknya , tapi Arya suaminya yang selalu melarang nya untuk bertemu dengan arfan . “ arfan , kamu kemari sayang . “ fanny langsung memeluk anaknya yang sudah lama tidak dia jumpai .
__ADS_1
Arfan tak membalas pelukan maminya , bukan arfan tak merindukan maminya . tapi arfan merasa sudah di asingkan kedua orang tuanya , hanya karena diri nya lebih memilih hidup dengan wanita di cintainya . Setelah beberapa saat arfan merenggangkan pelukan maminya . “ maaf mi , arfan sedang buru - buru . “ arfan mendekati rey untuk meminjam mobil pada Rey . “ kak pinjem mobilnya , mau nganter anak aku ke garut . “ arfan langsung meraih kontak mobil rey , yang ada di atas nakas .
“ Kamu mau ke garut ? lalu dimana dina sama cucu ku fan ? “ sahut fanny dengan menanyakan keberadaan dina dan azkal .
“ Emang ada perlu apa , kamu pergi ke garut fan ? “ mama diana pun ikut bertanya .
Arfan mengabaikan pertanyaan dari mami dan tantenya dan hendak meninggalkan kamar kakak sepupunya , karena dina dan anaknya sudah menunggu di luar .
“ Mau ngelamar dina kali . “ bukan arfan yang menjawab melainkan rey .
“ Abang gak usah sotoy deh . “ bisik shela memarahi suaminya , karena rey menjawab tidak tahu sikon.
“ Benar kamu mau melamar dina fan ? kenapa kamu tidak memberitahu mama dulu fan ? “ fanny malah percaya ucapan rey .
“ Buat apa arfan memberitahu mami , bukan nya kalian sudah melupakan posisi ku sebagai anak kalian . “ arfan langsung bergegas , setelah menjawab ucapan maminya.
“ Arfan tunggu ! “ fanny mengejar anaknya hingga keluar “ fan , arfan , mami mohon .“
“ Dina azkal tunggu ! “
Bersambung
__ADS_1