
" abang , kapan aku berangkat lagi bang ? aku kan gak enak sama sama pak indra , kalo aku mangkir terus . " shela terus merengek agar di ijin kan berangkat kembali , jangan sampai shela bertemu dengan danis kembali.
kedatangan bu Ratih yang mendadak kemarin pun cukup membuat hatinya resah , apa lagi jika harus bertemu dengan danis . bukan shela masih mencintai nya , tapi pertemuan pertama shela dengan danis saja sudah membuat pertengkaran pertama dengan suaminya , apa lagi jika sering bertemu .
rey membawa shela ke kantor nya , karena rey tidak ingin shela bertemu dengan keluarga sang mantan , terlebih jika bertemu dengan danis . rey juga khawatir tante Ratih datang ke rumah nya , untuk kembali membuat ulah .
shela langsung terlihat gugup saat rey tiba-tiba mendekati nya . " a abang mau apa ? bukan nya tadi pagi udah bang ? " ujar shela memundurkan badannya , dengan berpikiran yang tidak - tidak .
cup
" abang hanya mau minta vitamin , buat kekebalan tubuh abang . emang kamu pikir abang mau ngapain ? " ujar rey dengan sangat santai , seolah tidak melakukan apa pun . rey pun langsung kembali ke mejanya setelah mendapat vitaminnya dari istrinya . " kenapa bibirmu semakin manis aja sih de . "
shela melongo dengan terus menatap rey , karena apa yang di dalam pikirannya ternyata salah .
" kenapa de ? ko liatin abang nya gitu amat . emang tadi abang mau ngapain kamu ? "
shela tersenyum malu , karena dugaan nya ternyata salah . " aku kira abang itu pendiam , ternyata abang super super aktif . terutama sih bagian bibir nya yang nyosor mulu kaya soang . " ujarnya .
shela benar-benar malu karena sudah berpikir mesum saja , melihat rey mendekatinya tadi .
tapi shela bahagia karena akhir - akhir ini ,
bisa dikatakan komunikasinya dengan rey berjalan dengan sangat baik , apa lagi rey tipikal orang yang humble bagi shela . perlu di garis bawahi , hanya pada shela rey bersikap humble dan jahil .
rey melihat shela membenahi kerudung serta pakaiannya yang tak beraturan . " mau kemana sayang ? " ujar rey .
shela hanya melirik rey , tanpa menjawabnya , shela meneruskan kembali kegiatan nya memperbaiki make up nya .
melihat shela acuh , rey pun mendekati nya untuk kembali menjahili istrinya yang sedang memakai make up nya .
cup
__ADS_1
cup
cup
rey beberapa kali mengecup bibir ranum shela yang sedang memakai lipstik .
" abang nyebelin banget " sungut shela , karena rey sudah merusak make up nya .
rey tertawa dengan puas , setelah berhasil merusak warna merah di bibir shela yang sudah rapi . " kamu lucu de " ulah jahil rey membuat shela sangat kesal .
melihat lipstik nya yang berantakan , shela berlari ke kamar mandi , karena malu dengan penampilan nya , apa lagi rey malah tertawa . " abang nyebelin , aku kan mau ketemuan sama desi . " teriak shela dari kamar mandi .
ceklek
shela keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah rapi semua nya . shela berjalan melewati meja rey begitu saja dan langsung mengambil tasnya yang dia taruh di sofa . " pamit bang , mau ketemuan sama desi sekarang . " meski shela marah pada rey , tapi shela tetap berpamitan padanya .
" abang anterin de . "
" boleh , tapi catat dengan baik yah bang ! nanti malam abang tidur di luar . ingat , tidur di luar . " ujar shela dengan wajah yang sangat serius .
melihat wajah panik suaminya , shela pun menahan senyum nya . karena shela hanya berniat menggertak nya saja , meski shela masih kesal karena ulah jahilnya .
" sayang , jangan hukum abang kaya gitu . abang rela ngelakuin apa aja buat kamu , asal jangan nyuruh abang tidur diluar . " rey terus merengek , agar shela mengubah hukuman nya .
shela tak bisa menahan tawa nya lagi , melihat rey terus merengek padanya . " hahaha . makannya jangan jahil , kalo gak mau di jahili balik . " ujarnya , dengan keluar dari ruangan rey .
di dalam ruangan nya , rey masih memikirkan ucapan shela padanya . " berarti ancaman tadi , tidak sungguh - sungguh dede ucapkan dong . " gumamnya .
setelah mengerti maksud ucapan shela , rey langsung mengejar shela yang sudah lebih dulu keluar dari ruangan . " sayang , tungguin ! " rey sampai berteriak memanggil shela .
shela langsung menghentikan langkah nya , saat mendengar teriakan suaminya , padahal shela belum jauh dari nya . " gak usah teriak juga kali , manggilnya . emang ini di hutan apa . " sungut shela , saat rey sudah di dekatnya .
__ADS_1
rey meraih tubuh shela untuk memeluknya . " jangan mengancam abang seperti tadi yah sayang , abang bisa mati berdiri kalo beneran itu terjadi . "
shela melihat sekelilingnya , karena banyak pasang mata , yang melihat mereka berdua berpelukan . " bang , bisa lepasin gak ? malu banyak orang yang melihat kita bang .
rey tak mengindahkan ucapan shela , dia malah mengeratkan pelukan nya pada shela . " apa kalian melihat nya ? " tanya rey pada semua karyawan yang berada di ruangan yang sama dengan rey .
serempak menjawab " tidak pak " mereka pun kembali bekerja seperti tidak terjadi apa pun . " dengarkan sayang , mereka gak ada yang melihat kita . yu jalan lagi ! nanti temen kamu keburu pergi lagi . " ujar rey dengan meneruskan langkahnya .
rey pun mengantarkan shela , untuk bertemu dengan desi sahabatnya .
*****
ditempat lain .
" alhamdulillah , akhirnya ayah sadar juga " ucap syukur dina setelah ayah nya sudah membuka matanya setelah beberapa hari koma .
arfan benar-benar memberikan pengobatan yang terbaik untuk ayah dari perempuan yang dia cintai .
ayah langsung melihat sekeliling nya , setelah membuka matanya . " teteh , a ayah adda dimana se sekarang ? " ayah dina , bicara dengan terbata - bata .
mendengar ucapan ayahnya terbata - bata , dina pun meminta tolong pada arfan , yang berada di samping nya . " fan , kenapa bicara ayah seperti itu ? kamu bisa panggilin dokter sebentar ! "
melihat keadaan ayah nya , tanpa sadar dina meminta tolong pada arfan , seperti tidak pernah terjadi masalah apapun pada hubungan mereka .
arfan pun dengan patuh , memanggil dokter keluar , seperti yang dina suruh .
melihat arfan keluar dari ruangan nya , apa lagi dina malah menyuruh nya memanggil kan dokter untuknya , ayah pun langsung bertanya pada dina . " si siapa la laki-laki i itu teh ? "
dina benar-benar bingung menjawab nya . pasal nya , jika dina berkata jujur takut ayah nya kembali sakit , mengingat ayah nya orang yang paling marah dengan perbuatan arfan dulu .
" laki-laki itu , dia " dina sangat terlihat gugup menjawab nya .
__ADS_1
Bersambung...
jangan pernah lupa untuk dukung author dengan like , vote dan komentar nya** .