
Seperti dugaan shela , perubahan papa reyhan mulai di tunjukkan kembali , untuk menjemput mama diana ke rumahnya . saat di kantor polisi , papa reyhan beralasan ada pekerjaan . nyata nya , mobil pak jeremi tepat berada di belakang mobil rey setelah sampai .
Rey dan shela keluar dari mobil , di sambut mama diana yang sekalian menunggu suaminya untuk menjemputnya pulang , sekaligus menunggu rey yang bebas dari penjara di depan rumah shela . " akhirnya , kamu bebas sayang . " mama diana langsung memeluk rey dengan menitikan air mata bahagia , karena rey akhirnya bisa keluar dari penjara .
Di saat Rey dan mama diana berbincang , shela melihat papa reyhan turun dari mobil dan langsung mendekati rey dan mama diana , tanpa menoleh ke arah shela . " rey , kunci papa mana ? kita mau langsung pulang aja . hayu mah pulang sekarang ! " papa reyhan langsung mengambil kontak mobil dan melangkah kan kakinya ke arah mobilnya , setelah Rey memberikan kontak mobil pada papa reyhan .
" Sebentar pah ! sayang , mama pulang dulu yah . terimakasih kamu sudah nampung mama di rumah mu . " pamit mama diana , dengan mencium pipi kanan kiri menantunya .
" Is , mama curang hanya pamit sama menantu mamah aja . sebenarnya anak mama itu dede , apa aku sih mah ? " keluh rey , karena mamahnya hanya berpamitan pada istrinya saja .
Mendengar anaknya mengeluh , mama diana pun langsung mendekati rey dan menciumi semua wajah anaknya dengan gemas . " muach , muach , muach, muach ? "
Rey langsung membawa shela masuk kedalam rumah , begitu mendapatkan serangan mendadak dari sang mama . " hayu masuk sayang , ada ulat keket " ujar rey dengan berlari masuk kedalam rumah , setelah mendapat serangan mendadak dari mama diana .
Melihat tingkah suami dan mama diana , membuat shela sedikit terhibur karena ulah konyol suaminya . shela menggelengkan kepalanya dengan mengikuti suaminya masuk . " abang , itu mama masih di luar , gak sopan tahu ninggalin mama di luar . " shela protes begitu rey menarik nya kedalam rumah , bukan nya menunggu mama pulang dulu baru masuk rumah .
" Udah biarin , mama mau pulang ini . " ujar rey dengan menarik shela masuk kedalam salah satu kamar .
" Abang ini kamar..... " shela belum selesai menjelaskan , rey langsung membawanya masuk ke dalam kamar yang salah .
cek lek
Rey melongo , begitu masuk kamar sudah ada penghuninya yang sedang berciuman di atas ranjang . anehnya , kak tantri dan suaminya sama sekali tak terganggu dengan kegiatan mereka berdua di dalam kamar . setelah rey tersadar buru - buru menarik shela untuk keluar kembali , karena salah memasuki kamar kakak iparnya . rey menutup mata shela , sebelum kak tantri dan suaminya menyadari kehadiran rey dan shela di dalam kamarnya . tapi sayang , rey telat menutup mata shela karena shela sudah melihat nya , meski hanya sebentar .
" Abang ini kan kamar kakak , kenapa abang main masuk aja ke kamar kakak ? " ujar shela setelah berada di luar kamar kak tantri .
Rey menggaruk tengkuk leher nya , karena merasa tak enak dengan kaka iparnya . untung orang yang di dalam kamarnya , belum menyadari kehadiran rey dan shela yang masuk kedalam kamarnya . " kenapa gak bilang dari tadi , kalo ini kamar kak tantri . lalu kamar kamu yang mana sayang . " untuk mengalihkan rasa malunya , Rey mengalihkan kesalahan nya pada shela .
__ADS_1
" Makannya , jangan main tarik aja coba . untung mereka masih pakai baju . " sungut shela , karena rey malah menyalahkan nya . " lain kali kamarnya di kunci kak . " teriak shela , dibalik pintu kamar kakaknya . kemudian membawa Rey masuk ke dalam kamarnya .
" Ini kamar kamu sayang ? " tanya rey , dengan memperhatikan isi kamar minimalis istrinya .
" Iyah , ini kamar masa remaja ku . kenapa kamar aku sempit yah bang ? seukuran dengan walk in closed nya abang di rumah . "
meski kamar shela hanya seukuran walk in closed nya di rumah , tapi kamar istrinya cukup nyaman karena penataan kamarnya cukup rapi . kamar shela di dominasi warna kesukaan shela , yaitu warna ungu . " bukan hanya rumah ku , tapi rumah kita sayang . tapi kalo perlu , balik nama kamu nanti nya . seneng banget warna ungu sayang , sampai perabotan di kamarmu juga warna ungu loh . " rey bertanya , karena hampir isi dalam kamar istrinya berwarna ungu . " Rey terus memperhatikan isi kamar istrinya .
" De , kamar mandinya mana ? ko gak ada . " Rey bertanya , karena tak melihat kamar mandi di dalam kamar shela .
" Kamar mandinya di luar bang . abang mau apa nyari kamar mandi emang nya ? "
Bukan nya menjawab terlebih dulu . tapi , Rey langsung menarik shela kedalam pangkuan nya . " nanti mandi junub nya gimana ? kalo kamar mandinya di luar . " rey memberi tahu alasan mencari kamar mandi , tepat dibelakang telinga shela .
Shela langsung meremang bulu kuduk nya , karena rey sengaja berbisik tepat dibelakang telinganya , Rey pun seperti nya sudah mengetahui kelemahan shela .
****S******etelah itu eng ing eng sensor - sensor takut gak lulus review ah** . singkat ajalah , pasti juga udah pada tahu kelanjutan mereka .
Setelah kegiatan panas disiang bolong mereka selesai , shela memberanikan diri untuk bicara dengan rey , dengan hati - hati agar tak melukai perasaan suaminya . " abang , siang ini kita ke makam mas danis bisa tidak bang . " shela berbicara , saat berada di pelukan sang suami , setelah kegiatan mereka .
" Kalo sore gimana de ? abang tidur dulu , sekalian nunggu mobil abang . " Rey menjawab dengan biasa , tanpa marah atau tersinggung seperti yang di takutkan shela .
Shela bernapas dengan lega , karena suaminya tidak seperti yang shela pikirkan . " abang istirahat lah ! aku mau mandi dulu . " ujar shela , dengan mendudukkan diri dan beranjak dari tempat tidur .
" Nanti bangunin abang , kalo sudah waktunya sholat . " pinta rey dengan memejamkan matanya , karena mata rey sudah tidak bisa di kompromi setelah kegiatan panasnya .
Shela mengambil baju gantinya di lemari , sebelum keluar untuk membersihkan badannya di kamar mandi . sampai dapur , shela melihat kakaknya memasak dengan rambutnya yang terlihat masih basah . " siang ini gerah banget loh sumpah , sampai - sampai pada keramas di siang bolong . " shela menyindir kakaknya , tanpa sadar dirinya pun bakalan keramas juga di siang hari .
__ADS_1
Tantri menggelengkan kepala nya mendengar ucapan adiknya , tanpa memperhatikan keadaan shela , karena shela keburu masuk kamar mandi .
" Kakak punya cadangan shampoo tidak kak ? " teriak shela dari dalam kamar mandi , karena tidak ada shampoo di dalam kamar mandi.
" Ambil sendiri di lemari , suruh siapa siang - siang keramas . " tantri membalas omongan shela sendiri .
Mendengar jawaban dari kakak nya shela akhirnya keluar dengan hanya memakai handuk untuk mengambil shampoo yang ada di tempat penyimpanan sabun . " jahat banget sih , aturan mah ambilin . " sungut shela , menuju lemari tempat penyimpanan sabun .
Melihat keadaan adiknya , tantri mendekati shela yang sedang mengambil shampoo di lemari . " dede , coba lihat kakak deh . " ucap tantri tepat di belakang shela .
Shela menuruti ucapan kakak nya dengan berbalik badan . " ada pa sih kak ? "
" waw , benar - benar ganas suami kamu loh . badan kamu , sampai kaya macan tutul gitu loh . " melihat keadaan adiknya , tantri pun mulai mengolok -olok adiknya yang rese .
shela langsung berlari ke kamar mandi , karena saking malu . " kakak jahat banget sih "
wkwkwk
Tantri tertawa dengan keras , setelah berhasil menjahili adiknya .
Dog
Dog
Dog
" Keluar kalian dasar pembunuh "
__ADS_1
Bersambung