Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
BAB. DINAR 15


__ADS_3

“ Terimakasih nyonya . “ Ucap dina , saat fanny menghentikan mobilnya di depan kontrakan nya .


Fanny mengantarkan dina ke kontrakan , setelah dina mendatangi kediaman nya , dengan dina masih mengenakan kebaya pengantin nya . “ Kamu harus selalu ingat dengan perjanjian kita dina , jangan pernah melanggar nya , jika tidak ingin mendapat konsekuensinya . “ jawab fanny , dengan nada bicara yang angkuh .


“ Saya akan selalu mengingat nya nyonya . sekali lagi terimakasih karena sudah mengembalikan anakku , permisi nyonya . “ ujar dina kemudian turun dari mobil nyonya fanny . sebelum turun , dina sempat ingin mencium tangan nyonya fanny . tapi , nyonya fanny menepis tangan dina yang ingin bersalaman dengan nya .


Fanny langsung menjalankan mobilnya , meninggalkan halaman kontrakan dina , setelah dina dan azkal turun dari mobilnya .


Saat tiba di depan kontrakan , dina dan juga azkal mendengar suara orang mengobrol dari dalam kamarnya . “ Mah di dalam ada siapa ? ko kaya suara enin di dalam . “ azkal langsung menanyakan nya , saat mendengar suara orang yang dia rindu kan berada di dalam .


Dina pun buru - buru membuka pintunya , saat mendengar suara orang tuanya berada di dalam .


Cek lek


Azkal langsung berbinar , saat melihat enin dan juga ayah berada di dalam kontrakan


“ Enin , ayah . “ azkal langsung berlari senang saat melihat kedua orang tua dari mamahnya , berada di dalam kamar kontrakan nya .


Dina tak kalah berbinar dari anaknya , saat melihat kedua orang tua nya . “ Ayah , ibu . kapan kalian sampenya ? apa disya gak ikut kalian ? “ ujar dina , setidaknya , dina bisa melupakan kejadian dengan fanny mertua nya , setelah kedatangan kedua orang tua nya .


Ayah dan ibu saling melihat dengan heran , dengan pertanyaan anaknya . “ teteh emang gak tau ? kalo kita sampai dari sore hari dan langsung ketempat akad teteh dengan nak arfan . disya juga ikut , tapi dia ikut dengan rina . bukan nya teteh pergi sama nak arfan , terus nak arfan nya kemana teh ? “


“ Emang tadi ke rumah oma nya , mama dianterin sama papa ? bukannya hanya sendiri mah . “ azkal menyahut obrolan nenek dan mamanya , karena setahu azkal , mamanya hanya seorang diri menjemput nya .


“ Oma siapa yang azkal maksud ? emang azkal tadi gak menemani mama , saat acara akad nya mama sama papa arfan ? “ ayah dan ibu dina jadi semakin bingung dengan ucapan yang di lontarkan cucu nya .

__ADS_1


“ Ibunya arfan maksud azkal bu , soalnya saat akad tadi , azkal bersama dengan nyonya fanny bu . “ dina langsung berusaha memberikan alasan yang pas , agar ibunya tak bertanya lebih dalam lagi .


“ Nyonya fanny , ibunya nak arfan teh ? tapi kenapa teteh manggilnya nyonya , bukan ibu atau yang biasa arfan manggil ibunya .


Dina baru sadar , kalo dirinya baru saja kelepasan memanggilnya nyonya saat di depan ibunya . “ Mungkin teteh masih belum biasa saja bu , padahal mami sudah menyuruh teteh memanggilnya seperti arfan memanggilnya . “ kilah dina .


“ Ya sudah , nanti teteh harus biasain manggil yang benar . satu lagi , jangan manggil suami hanya namanya saja teh , atau tanpa embel-embel di depan nya . meski umur suami seumuran atau di bawah teteh , tetap teteh harus menghormati nya . “ pesan ibu pada anak sulungnya yang baru akan berumah tangga .


“ Mah , bukannya saat di mobil tadi , oma melarang mama memanggil mami . “ sahut azkal . tentu azkal mendengar semua yang di ucap fanny pada dina , karena fanny berbicara cukup keras di dalam mobil .


“ Maksud azkal gimana sayang ? “ tanya ibu dengan bingung .


“ Bu teteh mau ke kamar dulu ganti baju , ibu gak lihat teteh masih memakai kebaya . “ ujar dina dengan mengalihkan ucapan azkal .


“ Ya sudah teteh ganti baju dulu sanah . “ ujar ibu , seolah melupakan ucapan azkal yang tadi sempat dia tanyakan .


Sementara di luar kontrakan , terlihat rina dan disya beristirahat di depan kamar kontrakan dina . “ teh rina , kumaha atuh mun ibu sareng ayah nanyakeun teh dina ? “ ujar disya dengan lunglai karena tak berhasil menemukan kakak nya , padahal disya dan rina sudah mencari dina kemana-mana .


“ Teteh juga bingung nanti harus jawab apa sama orang tua kamu . lagian kakak kamu tuh bikin repot aja sih , pake acara kabur segala . “ jawab rina . rina pun tak habis pikir , kenapa dina malah kabur diacara ijab kobul nya .


Cek lek .


Rina dan disya kompak melihat kearah pintu , karena mendengar suara pintu terbuka . mengetahui ibunya yang keluar , rina dan disya kompak saling melihat dan menelan ludah nya , karena kaget sekaligus belum mempunyai alasan tentang perginya dina di hari akad nikah nya .


“ Kenapa kalian terlihat kaget begitu , saat ibu keluar ? emang nya ibu setan . “ ujar ibu , saat melihat ekspresi rina dan disya yang kaget , saat dirinya keluar untuk membeli sesuatu .

__ADS_1


Belum sempat rina dan disya menjawab , secara tiba-tiba azkal muncul . “ Enin mau kemana ? azkal ikut . “ pinta azkal yang tiba-tiba muncul . azkal keluar dengan pakaian yang sudah di ganti yang baru oleh dina .


“ Azkal “ panggil rina dan disya secara berbarengan . mereka berdua tak kalah terkejut saat melihat azkal berada di sini .


“ Ada apa dengan kalian ? tadi saat ibu keluar , kalian berdua terlihat terkejut . azkal keluar pun , kalian juga tak kalah terkejut nya . “ tanya ibu dengan terheran - heran melihat sikap disya dan rina .


“ Azkal sama siapa balik ke kontrakan ? “ rina mulai membuka suaranya .


“ Sama mama . “ jawab azkal dengan jujur .


“ Apa ,,,,, mama . “ saking kagetnya , mereka berdua kembali kompak berujar .


“ Sebenarnya kalian kenapa sih ? “ ibu kembali bertanya , karena sikap rina dan disya terlihat aneh .


“ Tante rinn , sama tante disya gak percaya ? azkal pulang sama mamah . “ azkal malah mengira , kedua tantenya tidak mempercayai ucapan nya .


Tanpa menjawab pertanyaan ibu dan anak azkal terlebih dulu , rina di ikuti disya dibelakang rina , masuk ke dalam kamar untuk bertemu dengan dina .


Cek lek


Rina membuka pintu kamar dina . “ ya Allah dina , kamu tega banget buat kita ke payahan , gara-gara mencari kamu dina . bisa gak sih , kalo ada masalah jangan kabur - kaburan seperti ini lagi . “ rina terus mencerca dina karena saking geramnya pada sahabat nya .


“ Iya ih teteh meuni tegaan pisan . nyaho hente teh ? aku , teh rina sama bu diana keliling cari teteh . lagian teteh kenapa sih ko teteh kabur , bukan nya teteh bersedia menikah dengan aa arfan? “ disya pun menambahkan cercaan nya , karena disya pikir kakaknya sudah sangat keterlaluan dengan kabur di hari akad nya .


“ Apa sih kalian berdua , dateng - dateng langsung ngoceh aja sih . “ jawab dina dengan meneruskan dandan nya , tanpa menghentikan nya .

__ADS_1


“ Bisa tidak , jangan dulu ngebahas masalah itu , kalo masih ada ayah dan ibu di sini . “ jawab dina .


Bersambung


__ADS_2