
" aku pikir malam ini , malam spesial buat ku . ternyata , kenyataan nya tak sesuai harapan ku . " gumam shela dengan berbaring di kasurnya saat berada di dalam kamarnya .
shela memilih pulang ke rumahnya , bukan berarti shela tak peduli dengan ke marahan suaminya , shela terus menghubungi nomor suaminya , tapi rey sama sekali tak mengangkat . " coba kalo pas nyampe sini , minta anterin ke rumah abang , pasti gak akan kayak gini kejadian nya . " gumamnya , dengan melemparkan ponselnya .
*****
Di tempat lain .
dina saat ini berada di kontrakan nya , setelah pulang dari rumah sakit . karena yang menjaga ayah nya di rumah sakit , ibu serta disya adiknya . kemudian dina beralih melihat azkal , karena mendengar anaknya terus tertawa saat bermain mobil - mobilan dengan arfan . " seperti nya azkal sangat bahagia bermain dengan Papanya , dari tadi dia tertawa terus . " gumam dina dengan memperhatikan anaknya yang terus tertawa .
setelah memperhatikan anaknya , dina beralih melihat arfan yang sedang azkal .
" apa dia sudah berubah ? " gumamnya .
dina memperhatikan cara arfan berinteraksi dengan azkal , karena azkal terlihat bahagia . " coba kalo dulu sikap mu hangat seperti itu , mungkin kita sudah bahagia membesarkan anak kita . " gumam dina dengan menyanggah wajahnya .
arfan melihat ke arah dina , saat dina sedang memperhatikan nya . " kenapa juga dia melihat kesini . " gumam dina dengan langsung mengalihkan pandangannya ke arah televisi .
arfan tersenyum saat mengetahui dina terus memperhatikan dirinya . " tidur gih jagoan om , kalo sudah ngantuk mah . " ujar arfan , saat azkal mulai menguap .
azkal menganggukkan kepalanya , karena memang azkal sudah sangat mengantuk . azkal melangkah mendekati mamahnya , yang sedang melihat televisi . " mah tidur , azkal ngantuk . " ujarnya , dengan langsung naik ke pangkuan dina dan matanya langsung terpejam begitu memainkan rambut dina .
arfan menggelengkan kepalanya , melihat kelakuan anaknya . " biar aku yang membawa azkal ke dalam kamarnya . " ujar arfan dengan mengangkat azkal menuju kamarnya .
dina tak menolak permintaan arfan , karena memang dina belum sembuh total pada kakinya .
__ADS_1
dina pun mengekor arfan , masuk kedalam kamarnya . " taruh saja azkal di kasur . " dina menunjuk kasur berukuran kecil , untuk menaruh azkal .
arfan pun menurunkan azkal di kasur yang di tunjuk dina . kemudian mata arfan melihat sekeliling kamar , karena isi dalam kamar dina hanya ada lemari plastik dan kasur berukuran kecil . " kalo azkal tidur di kasur itu , lalu kamu tidur di mana selama ini . " tanya arfan dengan ambigu .
arfan sama sekali tak menyangka , tempat tinggal anak dan perempuan yang dia cintainya begitu kecil . sementara dirinya hidup dengan fasilitas yang lengkap dan mewah di rumah nya .
dina melangkah mendekati azkal , lalu melepas ikat rambut nya kemudian berbaring di samping azkal . " makasih sudah banyak membantu ku , nanti kalo pulang, tutup kembali pintunya ." ujar dina , dengan secara tidak langsung menyuruh arfan pulang .
" ina aku mau ke kamar mandi , boleh kah aku pinjam kamar mandinya . " arfan hanya beralasan ke kamar mandi , karena arfan enggan meninggalkan kontrakan dina .
" segeralah ke kamar mandi , lalu pulang lah ! " dina memperbolehkan arfan menggunakan kamar mandinya .
arfan pun melangkah keluar kamar dengan terus memikirkan cara , agar dirinya bisa menginap di kontrakan dina . " bagaimana caranya , agar aku tetap di sini . mikir arfan , mikir arfan . " gumam nya , saat sudah di luar kamar .
dina melihat bayangan arfan yang berjalan bolak-balik di depan kamarnya . " kenapa dia masih di situ , bukannya pulang . " dina beranjak dari tempat tidur lalu melihat keluar .
arfan kaget , melihat dina keluar dari kamar . tapi dia langsung punya cara agar bisa menginap di kontrakan dina . " ina boleh kah aku menginap di sini ? kepalaku sangat sakit , kalo aku paksakan menyetir , emang kamu mau melihat ku kecelakaan . " arfan punya alasan yang cukup masuk akal .
" tidak bisa , kamu harus pulang ! aku gak mau seisi kontrakan salah paham dengan ku . " dina tetap menolak , meski alasan arfan cukup masuk akal .
" ina kamu tega banget dengan ku , kalo aku kecelakaan gimana coba , emang kamu mau tanggung jawab . " ujar arfan dengan nada memelas agar dina mengijinkan nya menginap .
' bener juga kalo dia kecelakaan gimana ? tapi tetap saja arfan tak boleh menginap di sini . apa aku suruh arfan tidur di atas aja yah , kan di atas masih ada kamar kosong . ' batin dina dengan memikirkan cara agar arfan tidak menginap di tempat nya .
" baiklah , ikuti aku ! " dina membawa arfan keluar kontrakan nya .
__ADS_1
dibelakang dina, arfan terus bersorak , karena berhasil membuat dina mengijinkan nya menginap . " ko keluar sih in ? aku kira kamu mengijinkan ku menginap . " ucap arfan dengan lemas , karena dina malah membawanya keluar .
dina tak menghiraukan ucapan arfan , dengan terus melangkah ke rumah pemilik kontrakan . dina masih melihat bapak pemilik kontrakan masih berada di depan rumah nya , dengan tiga orang penghuni kontrakan sedang mengobrol . " maaf Pak muslim mengganggu , bisa bicara sebentar . " ujar dina dengan pemilik kontrakan .
" eh neng geulis , tumben ada perlu dengan mas . " pemilik kontrakannya , terus tersenyum saat dina menghampiri nya . " mas kan sudah bilang , jangan memanggilku pak lagi , panggil mas saja . " ujarnya tanpa malu .
" ehem " arfan berdeham cukup keras saat pemilik kontrakannya malah menggoda dina .
semuanya melihat ke arah arfan , karena arfan cukup keras berdeham . " ingat umur pak , kalo mau menggoda kekasih ku , langkahi dulu mayat bapak mu . " ujar arfan dengan merangkul dina .
dina langsung menurunkan tangan arfan , yang merangkulnya .
kedua lelaki yang menemani pak muslim tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan arfan dan melihat penolakan dina saat arfan merangkul nya .
" kenapa kalian tertawa keras sekali sih , emang ada yang lucu ? " pak muslim langsung menegur kedua temannya yang menertawai nya .
" abis lucu , melihat kalian berdua di tolak neng dina . jadi pak muslim , mending pak muslim deketin mpok jamilah tukang uduk di pengkolan depan kontrakan aja , kan sama-sama janda tuh . dari pada ngarep neng dina , udah pasti bakalan ditolak , wong yang muda aja ditolak , apa lagi yang tua kaya pak muslim . " kedua teman pak muslim terus mengejek arfan dan pak muslim , karena dina menolak kedua nya .
arfan langsung naik pitam karena kedua orang itu terus menertawai nya . " hey berhenti tertawa kalian ! mau aku sumpal mulut kalian pakai sepatuku . kalian liat saja nanti , dina gak bakalan menolak ku , karena aku papa nya azkal . " ujar arfan dengan menunjuk kedua orang yang terus menertawai nya dengan bersikap jumawa .
" oh jadi ini mantan suami neng geulis ? ah masih gantengan aku waktu masih muda . " kini giliran pak muslim yang meledek arfan .
" udah stop , kenapa kalian jadi berdebat sih . bikin pusing kepala ku aja . " ujar dina dengan meninggalkan arfan di tempat pak muslim , tanpa terlebih dulu mengatakan tujuan nya .
**Bersambung....
__ADS_1
sekali lagi minta dukungan nya dong . dengan terus like , vote dan komentar nya** .