
dina terlihat kesal , karena sesampainya di kontrakan arfan langsung nyelonong masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan badan nya di samping azkal yang tertidur saat di perjalanan . " ngapain malah tiduran di situ ? sana pulang ! bukan nya , orang tua mu menyuruhmu agar menjauhi perempuan nakal seperti ku , kenapa kamu malah mengikuti ku . emang kamu mau di coret dari kartu keluarga , kemudian tidak dapat warisan karena kamu membangkang perkataan tuan Arya . " dina terus saja berbicara tanpa melihat arfan yang sudah sampai ke pulau kapuk .
arfan sama sekali tak memperdulikan ocehan dina , dia malah menutup matanya dan memakai henset di telinganya agar tak mendengar ocehan dina , yang sedari tadi membahas tentang orang tuanya yang tak menyetujuinya . " jadi , dari tadi aku ngomong sendiri . " ujarnya , setelah tahu arfan malah tertidur disaat dirinya sedang ngecamblung tidak karuan .
dina menggoyang kan tangannya di depan mata arfan untuk memastikannya , tapi tak ada pergerakan matanya . kemudian dina menepuk pundak arfan , tetap sama arfan tidak terusik dengan tindakan dina yang menepuk pundak nya . " seperti nya dia benar - benar tidur . cepat sekali dia tertidur , padahal baru juga beberapa menit sampai . " ujar dina dengan mengamati wajah arfan yang sedang tertidur .
tanpa di sangka , dina mengangkat tangannya , kemudian meraba wajah arfan dimulai dari dahi , turun ke hidung mancung nya , terakhir turun bibirnya . dina masih merasakan perasaan yang sama , saat meraba wajah arfan , meski wajah itu sedikit ditumbuhi bulu di dagunya . " seandainya dulu kamu bersikap manis seperti sekarang , mungkin aku tidak akan mengalami keadaan sulit . " gumamnya , dengan terus meraba bibir arfan dengan ibu jarinya .
cup
dina mengecup bibir arfan sekilas , setelah puas memandang nya , dina pun keluar dari kamar untuk membersihkan badan nya .
cek lek
dina menutup kamarnya , kemudian langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badannya . karena sudah sore hari , dina harus cepat menyelesaikan ritual mandinya , sebelum azkal terbangun
arfan membuka matanya , setelah dina keluar dari kamar , tanpa dina ketahui arfan terbangun , saat dina menyentuh wajah nya dan mencium sekilas bibirnya . " maafin aku ina , seandainya dulu aku langsung mempertanggung jawab kan perbuatan ku
, mungkin kita sudah hidup bahagia sekarang . tapi aku janji , setiap penderitaan yang ku torehkan padamu , akan ku ganti dengan rasa bahagia yang akan berikan . sekali pun aku harus melawan papi , akan ku lakukan asal kita selalu bersama . " gumamnya , dengan terus memegang bibir yang telah di kecup dina .
arfan kembali menutup mata , dengan posisi tangan masih belum beranjak dari bibirnya , setelah mendapat kecupan sekilas dari dina .
setelah mandi , dina terlebih dulu menanak nasi untuk makan anaknya dan tamu yang tak di undang itu . berhubung dina tidak bisa memasak , dina membeli lauknya di tempat langganannya . tapi sebelum nya dina ke kamar rina terlebih dulu , untuk meminjam motor sahabat nya karena dina tak punya kuda besi beroda dua.
dog
dog
__ADS_1
dog
dina menggedor - gedor pintu kamar rina dengan sangat keras seperti rentenir yang sedang menagih hutang , padahal dina hanya meminjam motornya untuk membeli lauk .
cek lek
rina membuka pintu dengan kesal , karena dina telah mengganggu tidur nya , karena baru tertidur setelah pulang dari pabrik . " naon , meuni gandeng pisan sia teh . " sungut rina setelah membukakan pintunya .
huwaaaah
rina masih menguap dengan berdiri di depan pintu dan bersedekap tangan . " mau ngapain ? "
dina langsung nyelonong masuk kamar rina , kemudian mengambil kontak motor , yang rina taruh seperti biasa di rak televisi . " pinjem motor nya sebentar , aku gak punya lauk buat makan anakku . " dina langsung keluar lagi, setelah mengambil kontak motor rina .
" sialan si dina , mau pinjam motor kaya mau nagih hutang aja , gedor pintunya kenceng banget . untung dia sahabat ku , coba kalo bukan , aku timpuk kepalanya pakai batu bata . " sungut rina dengan menutup pintunya kembali .
setelah mendapat lauk yang di ingin kan nya , dina langsung kembali ke kontrakan untuk segera menyiapkannya . tapi saat di parkiran motor kontrakan , dina berpapasan dengan pak muslim pemilik kontrakan . " halo neng geulis , abis beli apa neng ? kok tidak minta tolong sama mas , untuk mengantarkan neng geulis . padahal mas selalu siap mengantarkan neng geulis, kemana pun neng geulis pergi . " sapa pak muslim .
" eh pak muslim , maaf pak aku duluan , takut azkal bangun dan mencari ku . " alasan dina , untuk menghindar dari bapak pemilik kontrakan . dina merasa risih dengan sikap berlebihan pak muslim padanya , karena dina melihat pak muslim semakin gencar mendekati nya .
dina langsung masuk ke kontrakannya , meninggalkan pak muslim yang masih mengamatinya . dina mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi setelah terlebih dulu menuju dapurnya , untuk menaruh makanan yang iya bawa ke dalam lemari penyimpanan makanan .
cek lek
arfan keluar dari kamar mandi , hanya menggunakan handuk milik dina , saat dina sedang menyimpan makanan ke dalam lemari .
" ina , ada makanan tidak ? perutku sangat lapar . " arfan mendekati dina , saat hanya menggunakan handuknya saja .
__ADS_1
dina berbalik untuk melihat arfan . " ahhhhh " dina menjerit saat melihat roti sobek arfan terlihat sangat jelas .
arfan langsung membekap mulut dina dengan tangan besar nya , agar dina tidak kembali menjerit . " jangan kencang - kencang , nanti azkal bangun ina .
dina melepas tangan arfan yang berada di mulut nya . " kamu ngapain hanya memakai handukku saja , kenapa gak pakai baju ? "ujar nya dengan mengecilkan volume suara nya , agar tidak mengganggu tidur anaknya .
arfan cengengesan " gak ada baju lagi , aku lagi nunggu baju - baju ku yang sedang meluncur kemari . "
" maksudnya , kamu lagi pesan baju secara online ? " dina mengira arfan memesan bajunya , secara online .
" tidak , assisten ku sedang membawa koperku kemari , karena aku diusir oleh papi ku sendiri . " ucap arfan dengan wajah dibuat sedih .
" maksudnya , kamu mau tinggal di sini gitu ? " mendengar penuturan arfan yang diusir orang tuanya .
" iya aku mau numpang tinggal sama kamu in , boleh yah ? aku sekarang sudah miskin , tidak punya apa pun , jadi aku mohon ijinkan aku tinggal disini . " arfan menangkup kan kedua tangan nya , agar dina mengijinkan nya tinggal di sini .
" tidak , kamu harus kembali ke rumah mu . pulang lah van ! lalu menjauh lah dari hidup ku . "
" kamu masak na , aku sangat lapar , boleh aku duluan makannya . " arfan mengalihkan pembicaraan , agar dina tak menyuruhnya kembali ke rumah .
" van , aku mohon kembali lah ke rumah van . " dina menaikan volume suara nya , karena arfan malah mengalihkan pembicaraan .
" tidak mau . aku sangat lapar , jadi kasih aku makanan sedikit aja . " rasa lapar arfan , hanya sebuah alibinya , agar dina tidak terus mendesaknya kembali ke rumah .
" arfan , aku mohon sama kamu , pulang dan kembalilah pada orang tuamu . " dina meninggikan suaranya .
Bersambung
__ADS_1