Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
46 . kembali bersama


__ADS_3

saat ini shela sedang menunggu kedua sahabat nya di kantin untuk makan siang . shela ingin menyelesaikan masalah tadi pagi yang belum selesai , karena jam kerja sudah dimulai.


" shell , nunggu siapa? pasti lagi nunggu kedua dayang - dayang kamu ? " Ririn menghampiri shela yang duduk sendirian.


" nanti keburu dingin makanan nya , jangan diaduk - aduk terus ! paling sebentar lagi juga mereka datang . " Ririn melihat shela hanya mengaduk - aduk makanan nya saja, dengan wajah muram.


" iya mba nanti aku makan " shela masih menatap pintu masuk berharap kedua temannya segera datang.


" tuh mereka datang " tunjuk Ririn saat melihat dina dan rina datang.


" apa perlu mba pindah tempat duduknya , agar kalian bisa leluasa seperti bias a . " ucap Ririn kaget .


" loh ko mereka duduk disana? " Ririn melihat dina dan rina malah duduk didepan. biasanya, shela dan teman - temannya duduk dipojok belakang tempat dirinya duduk.


" apa karena ada mba disini ? jadi mereka duduk disana ? " Ririn kemudian berdiri dan beralih kemeja dina dan rina duduk.


" seperti nya mereka belum bisa memaafkan ku " . gumam shela ,saat melihat kedua teman nya malah duduk didepan.


shela pun memilih pergi dari kantin tanpa memakan makanan nya lebih dulu.


" shell , mau kemana ? bukan nya kamu tadi nunggu mereka datang ? " Ririn bertanya saat shela melewati meja kedua teman shela.


" mau kembali keruangan mba Ririn, udah kenyang . " jawab shela.


" bukannya kamu belum makan sama sekali , gimana mau kenyang coba . tadi juga mba liat kamu , hanya mengaduk - aduk saja makanan nya. perlu mba bawain keruangan makanan nya? kalo kamu sakit, nanti mba yang diomelin kakak kamu shell. " omel Ririn saat shela tak memakan makanan nya.


" terserah mba aja, aku kembali keruangan dulu mba. " ucap shela lemas, kemudian shela keluar dari kantin.


" sebenarnya ada apa dengan kalian ? dari tadi shela nunggu kalian, sampai dia tak makan sama sekali tuh makanan nya. " gemas Ririn, saat shela keluar dari kantin.


" mba udah deh , mending gak usah ikut campur urusan kita . " sahut dina saat Ririn sudah banyak bicara.


" kamu tuh dina, dikasih tau malah kaya gitu. mba hanya gak mau liat kalian berantem , kaya anak kecil saja. " kesal Ririn , saat dina menyela omongan nya.


melihat sikap dina , Ririn pun menyudahi aktifitas makannya dan kembali keruangan.


" mending mba keruangan, males banget disini. "


" din, kamu masih gak percaya dengan penjelasan shela tadi pagi ? " tanya rina, saat melihat dina masih bersikap dingin setelah kepergian Ririn dari kantin.


" entah lah rin, aku masih sangat kecewa dengan shela . " jawab dina, dengan mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


" bukannya kalian berdua sama aja ? harusnya yang marah itu aku loh din, karena kalian sama sekali tidak menghargai ku. " ujar rina .


" kata siapa sama, jelas berbedalah. kalo aku sedang berusaha melupakan masa lalu ku, kalo dia kan berusaha menyembunyikan sesuatu dari kita. " jawab dina.


" sebenarnya kamu marah, karena shela menyembunyikan pernikahan nya atau karena apa? " tanya rina . padahal rina pun tak mempermasalahkan soal pernikahan shela.


" sebenarnya aku kecewa sama shela karena,,, " dina tak meneruskan ucapannya.


" udah ah , balik ke departemen saja ! kamu gak akan ngerti isi hatiku. " jawab dina. kemudian berdiri, hendak keluar dari kantin.


" kalo kamu gak cerita, aku mana tahu isi hatimu seperti apa din? aku bukan paranormal , yang tahu isi hati seseorang seperti apa. " sungut rina kemudian mengikuti dina keluar dari kantin.


saat ingin ke toilet, shela berpapasan dengan kedua sahabat nya. dina sama sekali tidak menyapa shela , hanya rina yang menyapa shela.


" shell , mau ke toilet juga ? " sapa rina.


" iya rin, sok duluan aja rin ! mumpung kosong yang itu. " ucap shela dengan lebih mendahului rina.


" bukan aku yang ingin ke toilet shell, tapi tuh dina. " jawab rina, dengan menunjuk dina yang sedang menunggu didepan pintu toilet.


" din ini kosong , ngapain nunggu yang ada orang nya." ucap rina ,agar dina pindah.


" iss nyebelin banget sih kamu din. shell udah kamu masuk aja ! gak usah peduliin si dina. " ujar rina.


shela pun masuk ke toilet, seperti yang dikatakan rina.


setelah shela dan dina masuk ke toilet, rina mempunyai ide agar kedua temannya bisa berbaikan kembali , dengan mengunci pintu toilet shela dan dina.


" loh kenapa pintunya ke kunci dari luar . rina, kamu masih diluar tidak ? " teriak shela saat pintunya tidak bisa dibuka dari dalam toilet.


" rina pintu toilet ku juga tidak bisa dibuka. kamu apakan pintu toilet nya? " dina pun sama berteriak dari dalam toilet.


" aku gak akan bukain pintu kalian , sebelum kalian baikan terlebih dulu . " jawab rina dari luar.


" rina, cepat buka pintunya ! kamu gak usah aneh - aneh deh rina " jawab dina , saat rina tak mau membuka pintunya.


" rina, aku lagi banyak banget pekerjaan. kamu jangan bercanda dong ! " ucap shela, agar rina membuka pintunya.


" pokoknya aku tidak akan membuka pintunya, sebelum kalian janji akan berbaikan dulu . " ucap rina dengan tegas.


" rina, iya aku janji akan berbaikan lagi dengan dina. " janji shela, saat rina tak kunjung membuka pintunya.

__ADS_1


dina masih berpikir didalam toilet . apa dirinya bisa memaafkan shela , setelah shela kembali membawa masa lalunya yang coba dina kubur selama ini.


" dina, kenapa lama sekali menjawab nya ? apa kamu tidak akan berbaikan kembali dengan shela? " tanya rina, saat dina tak kunjung menjawabnya.


rina menghela napas panjang, karena rina gagal menyatukan kembali kedua temannya. rina pun membuka pintu toilet shela terlebih dulu, kemudian pintu toilet dina.


" terserah kalian sajalah. " ucap rina dengan lemas , kemudian hendak pergi meninggalkan kedua temannya yang sudah dibuka kan pintunya .


" rina , makasih kamu sudah berusaha menyatukan kami lagi. " ujar shela, kemudian mengikuti rina pergi.


" shela, rina, tunggu ! " dina menghampiri kedua temannya, yang hendak pergi .


" shela, maafin aku atas sikap ku shell ! " ucap dina, dengan meraih tangan shela.


" din, maafin aku juga ! aku janji gak akan menyembunyikan sesuatu lagi dari kalian. " balas shela dengan memeluk dina.


" janji yah shell ? satu lagi kamu harus berjanji pada ku ! " ujar dina , disela - sela pelukan nya dengan shela.


" kamu mau berjanji , kalo kamu tidak akan membantu arfan untuk bertemu dengan ku dan azkal? " dina meminta shela berjanji agar shela tidak membantu arfan.


" dina, aku sama sekali tidak membantu arfan. tapi aku akan tetap berjanji tidak akan membantunya, jadi kamu tenang saja. " janji shela pada dina.


" kalian jahat banget sih , pelukan gak ngajak - ngajak . " sungut rina , saat kedua temannya sudah kembali berbaikan dan berpelukan.


dina dan shela pun, merentang kan tangan nya untuk memeluk rina.


" makasih rina " ucap shela dan dina , ditengah berpelukan nya mereka bertiga.


" shela , ternyata kamu disini ! dari tadi mba cariin kamu. " ucap Ririn, setelah melihat shela berada ditoilet sedang berpelukan dengan kedua sahabat nya.


" emang ada apa mba nyariin aku? " ucap shela dengan melepaskan pelukannya kemudian melihat kearah Ririn.


" shela , dari tadi pak reymon nyariin kamu. dia sudah marah - marah sama mba dan pak indra, gara-gara kamu tak kunjung kembali keruangan. " Ririn menjelaskan pada shela.


dina dan rina saling melihat, kemudian dina dan rina melihat shela dengan berbarengan.


" buruan gih kamu menghadap abang kamu. " ucap rina dengan berbisik ditelinga shela.


shela jawab dengan menganggukkan kepala nya. " hayu mba, kita keruangan. " ajak shela pada Ririn.


'" dina, rina, aku kembali keruanganku dulu . " pamit shela pada kedua temannya.

__ADS_1


__ADS_2