Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
106. Bonus Chapter 6


__ADS_3

Rey belum menyadari , jika saat ini istrinya sedang tidak sadar kan diri . “ kenapa dede tiba-tiba teringat perkataan tante ratih , apa jangan - jangan saat ini dede sedang teringat dengan masa lalu ? “ ujar rey dengan memeluk shela .


“ De , ko gak jawab pertanyaan abang , kamu marah ? gara-gara abang ngebahas masa lalu kamu . Ya sudah abang minta maaf , abang gak akan ngebahas masa lalu kamu deh . “ Rey terus berbicara tanpa tahu keadaan shela yang sedang tidak sadar kan diri .


“ Ko masih diam aja sih , kan abang sudah janji gak akan ngebahas nya lagi . “ karena istrinya tak merespon , Rey pun merenggang kan pelukan nya untuk melihat keadaan istrinya . “ sayang kamu kenapa ? bangun sayang ! jangan buat abang khawatir seperti ini . “ rey langsung panik , begitu mendapati shela tidak sadarkan diri .


Rey pun merebahkan badan shela keranjang , kemudian langsung menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan istrinya . Setelah menghubungi dokter , Rey kemudian menghubungi tantri kakak dari istrinya serta arfan , untuk segera datang ke rumahnya , dengan menceritakan apa yang sudah terjadi dengannya . “ sayang bangun ! maafin abang , yang tidak bisa menjaga mu dari kedua orang tua abang . Abang pikir , dengan mengijinkan dede pergi jalan - jalan , dede bisa melupakan semua yang sudah terjadi hari ini . Tapi kenapa , malah membuat mu seperti ini . “ ujar Rey dengan lirih .


Rey merengkuh shela dengan berderai air matanya karena saking syoknya melihat keadaan istrinya yang pingsan saat berada di pelukan nya . Rey merasa sangat tidak berguna , saat orang tuanya menyakitinya , tapi dirinya tidak bisa menolong atau pun membelanya . Entah setan apa yang merasuki Rey , sehingga Rey terus menyalahkan orang tuanya , atas apa yang terjadi dengan istrinya .


Dog


Dog


“ Abang , maksud ku kakak ada di dalam kamar ? “ teriak arfan dengan menggedor - gedor pintu kamar utama nya , tapi rey masih bisa mendengar suara arfan dari kamar tamu yang ditempatinya .


Arfan dan dina balik lagi ke rumahnya rey , setelah rey menghubungi nya untuk segera datang , untungnya arfan belum terlalu jauh dari rumah rey .


Mendengar arfan menggedor - gedor pintu kamar yang salah , rey pun langsung melihat nya . “ fan , kakak di kamar tamu . “ Rey menjawabnya dengan sekilas, tanpa mengeluarkan tubuhnya untuk menyahuti panggilan arfan .


Mendengar suara rey yang mengatakan dirinya berada di kamar tamunya , arfan pun langsung menuju ke kamar tamu untuk melihat keadaan kakak ipar nya .

__ADS_1


Cek lek


Arfan menggandeng dina masuk kedalam kamar tamu , untuk melihat keadaan kakak iparnya . “ kak , bagaimana keadaan mba shela ? kenapa mba shela sampai pingsan seperti itu ? “ tanya arfan dengan melihat keadaan shela yang masih belum sadarkan diri .


Dina merenggangkan pegangan tangan arfan dan lebih mendekati sahabat nya yang masih tidak sadar kan diri . “ Pak rey , apa ada minyak angin ? untuk aku oleskan , agar shela bisa cepat sadar . “ menurut dina , mungkin dengan mengoleskan minyak angin di hidungnya , shela bisa cepat siuman .


Rey terlalu panik , sehingga tak kepikiran untuk mengambil kan atau mengoleskan minyak angin untuk menyadarkan istrinya .


“ Ada - ada minyak angin mah , aku cari dulu ke kotak P3k . “ jawab rey dengan gugup , kemudian rey langsung keluar mencari minyak angin yang ditanyakan dina .


Ting


Tong


“ Oke Aa bukain pintunya dulu , kamu tak apa ? Aa tinggalin sebentar untuk membukakan pintunya . “ ujar arfan , dengan menuruti ucapan dina untuk membuka pintu .


Dina menjawab dengan menganggukkan kepalanya , tanda setuju . “ cepat atuh Aa bukain dulu pintunya .


Belum lama arfan keluar , rey masuk dengan tergesa-gesa sambil membawakan botol minyak angin . “ ini minyak anginnya dina . “ rey menyerah kan minyak nya pada dina .


Dina pun langsung mengoleskan minyak anginnya di hidung shela , agar shela segera siuman dari pingsan nya . “ Pak rey jangan terlalu khawatir , shela hanya pingsan pak . “ ucap dina , karena rey terlihat sangat panik dan tegang .

__ADS_1


Cek lek


Tantri masuk ke dalam kamar dengan wajah khawatirnya , setelah mendapat telepon dari rey , jika saat ini adiknya sedang pingsan . “ rey , dina bagaimana keadaan dede sekarang ? sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan dede , kenapa bisa , sampai dia pingsan seperti ini ? “ tanya tantri dengan mendekati adiknya yang masih belum siuman . “ rey kamu bisa jelaskan pada kakak , apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan adikku ? jawab lah rey , kenapa kamu diam saja ! “ tantri pun meninggikan suaranya pada adik ipar nya , karena saking paniknya .


Shela melenguh dan membuka matanya dan melihat kakak dan sahabat nya , berada di dekatnya . “ kakak , dina kalian ada sini ? “ ucap shela dengan memegangi kepala nya yang masih terasa pusingnya .


Rey langsung mendekati istrinya dan merengkuh nya , begitu istrinya sadar . “ sayang , akhirnya kamu siuman juga . Apa kepala nya masih pusing ? atau apanya yang sakit ? “ tanya rey dengan suara parau.


Arfan datang dengan membawa dokter langganan nya , tapi rey melupakan jenis kelamin sang dokter langganan nya . “ kak ini dokter nya sudah datang . “


Dokter nya pun langsung memeriksa keadaan shela yang sudah sadarkan diri . Tapi rey mencegah dokter yang akan memeriksa keadaan shela , karena dokter nya berjenis kelamin laki-laki . “ Tunggu dokter ! kenapa anda tidak membawa assisten perempuan anda untuk memeriksa istri saya , saya tidak ingin istri saya di pegang - pegang laki-laki lain , meskipun anda seorang dokter . “


“ Pak reymon , saya hanya ingin memeriksa istri bapak , bukan untuk memegangnya . “ jawab sang dokter .


“ Abang gak usah ribet deh jadi orang , dokter fito itu hanya ingin memeriksa keadaan mba shela , kenapa abang , eh maksudku kakak malah mencegah dokter fito untuk memeriksa mba shela . “ balas arfan dengan geram melihat ke posesifan kakak sepupunya pada sang istri .


“ Iya kamu tuh kenapa sih , dokter nya juga hanya ingin memeriksa keadaan shela . kenapa kamu melarangnya sih ? kalo kamu sudah tidak bisa menjaga adikku , kembalikan dia padaku ! aku juga bisa menghidupi adikku mah . “ tantri menimpali nya dengan ketus .


“ kenapa kakak ngomongnya seperti itu sih kak pada abang ? “ bela shela dengan berbicara lemah .


“ Jadi gimana pak reymon ? apa istri bapak , jadi saya periksa , atau tidak ? tapi mohon maaf Pak , saya harus memegang istri bapak untuk di periksa , karena saya gak mungkin tahu istri bapak sakit apa , kalo saya tidak memegangnya . “ jawab sang dokter , dengan memberi pengertian pada rey .

__ADS_1


“ Maaf dokter fito , saya tetap tidak bisa melihat istri saya di pegang laki-laki lain , meski anda menjalankan tugas anda sebagai dokter . Mungkin besok , aku akan bawa istriku kerumahsakit yang dokternya perempuan . Tapi bapak tidak usah khawatir , saya akan tetep membayar full anda dokter . “ rey masih kekeh dengan pendirian nya .


Bersambung


__ADS_2