
“ Biar saja aku di penjara , lagian kamu kan punya rencpana mau ninggalin aku kan . Mungkin lebih baik aku hidup di dalam penjara , dari pada hidup tanpamu untuk kesekian kalinya . “ sindiran arfan untuk dina , membuat dina semakin merasa tidak karuan dan bimbang dengan keputusan yang ingin pergi dari nya . Dina kira arfan sudah melupakan masalah dengan nya , ternyata arfan masih terus membahasnya . “ hayu pulang sekarang atau mau nambah satu ronde lagi . “ arfan mengajak istri nya pulang setelah menyinggung dan menggoda nya sekaligus .
*****
Waktu terus berjalan , tanpa terasa usia pernikahan dina dan arfan sudah sampai 3 bulanan , tapi hubungan dina dengan mertuanya tidak ada perubahan . Meskipun fanny sering mengunjungi apartemen anaknya , tapi tidak pernah sekali pun fanny mengajak dina bicara apa lagi bertukar cerita selayaknya anak dan ibu . Fanny mengunjungi apartemen anaknya , hanya karena ingin bertemu ataupun mengajak sang cucu , tanpa menghiraukan ibunya . Dina sebenarnya sudah berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan ibu dari suaminya , tapi ibu dari suaminya sama sekali tak menganggapnya . Ya sudah lah , dina juga gak bisa memaksa orang untuk menyukai nya , terlebih ibu dari suaminya .
Saat ini arfan dan dina sedang menghabiskan malam minggu mereka berdua di ranjang kamar apartemen nya , karena seperti biasa maminya akan membawa azkal untuk menginap di rumah nya , setiap kali libur sekolah atau hari sabtu dan minggu . “ besok kan hari minggu , rencana nya aku sama rina mau ketempat shela . boleh yah A , aku kangen banget pengen kumpul bertiga lagi kaya dulu , semenjak shela hamil aku jarang banget ketemu shela , belum lagi sikap posesif kak rey sama shela , yang tidak mengijinkan shela bepergian kecuali dengan kak rey . “ cerita dina dengan mengusap - usap rambut arfan , sekaligus meminta ijin pada suaminya , saat arfan menidurkan kepalanya di pangkuan nya .
“ Kakak itu bersikap posesif , karena kakak gak mau terjadi sesuatu dengan mba shela dan calon anaknya . Lagian kalo kamu hamil juga , aku bakalan lebih posesif ngejagain ayang dan calon anak kita nanti . Mungkin saat ayang hamil azkal , aku hanya memberimu luka yang sangat dalam . Tapi aku janji untuk sekarang , aku tidak akan lagi melakukan hal bodoh . “ balas arfan dengan terus menciumi tangan dina yang ada di kepalanya .
Ucapan suaminya , benar - benar membuat dina dilema . pasalnya , karena perjanjian nya dengan fanny lah yang membuat dina harus memupuskan harapan sang suami untuk mempunyai keturunan lagi . “ Maafin aku a , karena aku tak bisa _____ tunggu deh , kenapa bulan ini tamu bulanan ku belum datang yah , padahal ini udah akhir bulan . masa iya aku hamil ? kan aku mengkonsumsi pil kontrasepsi dari mami juga rutin . Apa ini karena efek dari obat nya yah . “ benak dina saat memikirkan ucapan sang suami .
“ Awww sakit a . “ rintihan dina , saat arfan menggigit jarinya karena gemas melihat dina malah melamun .
“ Abisan ayang malah bengong lagi di ajak juga . mikirin apaan ? sampe - sampe suaminya yang ganteng ini di cuekin . Nanti aku digondol perempuan cantik , nangis bombay . “ ujar arfan dan langsung mendapat cubitan di hidung mancung nya .
__ADS_1
“ Alah , itu mah mau aa aja di gondol perempuan cantik . “ balas dina . “ aku diam itu , karena lagi mikirin cara agar besok aku diijinin ke tempat shela . “ dina berkilah , saat sang suami menyadari dirinya tengah melamun.
“ Kenapa harus hari minggu sih yang ? kan kamu tau sendiri , aku itu sengaja meluangkan waktu di hari minggu untuk kalian berdua . “ balas arfan , seolah tidak mengijinkan istrinya pergi .
Dina menanggapi ucapan suami dengan menaikkan ujung bibirnya , karena ucapan suami nya tidak sesuai dengan ke nyataan yang ada . Memang setiap hari minggu arfan selalu menghabiskan waktu di apartemen nya , di sela - sela kesibukan nya setelah menjabat sebagai presdir . tapi suaminya itu bukan menghabiskan waktu untuk keluarga kecilnya , tapi menghabisi dirinya . Karena setiap hari minggu , azkal akan menghabiskan waktu di kediaman papi maminya . Bukan karena tidak ikhlas menjalankan kewajiban pada suaminya , tapi suaminya itu selalu saja punya ide mengurungnya di kamar untuk meminta haknya . “ boleh yah a ? aku ketempat shela besok sama rina , kalo aa mau ikut juga boleh ko . “ dina terus merayu suaminya , agar suaminya mengijinkan dina pergi . Dina sengaja merencanakan ke rumah shela di hari minggu , agar dirinya bebas di kungkungan arfan .
“ Baik lah , tapi janji dulu padaku ? “ arfan mengijinkan istrinya ke rumah kakak sepupu nya , tapi dina harus berjanji terlebih dulu .
“ Iya aku janji , akan mengabulkan apa yang Aa minta . “ balas dina dengan tersenyum senang , karena suami posesif nya itu akhirnya mengijinkan nya pergi .
“ Janji yah malah ini dan di lanjut kan pagi , ayang akan memimpin permainan . “ balas arfan dan seketika senyum dina hilang , mendengar permintaan suaminya .
“ Ya udah syukur deh kalo gak mau , berarti ayang memilih di dalam kamar seharian dengan suami tampanmu . “ balas arfan dengan tersenyum , karena berhasil menggoda istrinya .
Dina mendengus kesal , karena kedua pilihan suaminya , sama - sama membuat dirinya babak belur .
__ADS_1
*****
Hari minggu pun tiba , dengan sangat terpaksa dina memilih pilihan yang pertama . Dari pada harus seharian melayani suaminya yang tidak ada puas - puasnya , yang ada rencana berkunjung ke rumah sahabat nya akan berantakan . “ Aa ih udah , jangan di tambahin lagi . “ keluh dina , saat suami nya kembali menghisap leher jenjang nya . Padahal saat ini , dina sedang bersiap - siap sebelum rina menjemput nya . Ralat bukan menjemput tapi nebeng mobil nya arfan . karena arfan memilih ikut dengan dina ke rumah kakak sepupunya .
“ Habis kamu harum banget yang . Apa kamu di kamar aja , jangan ke rumah kak rey . “ ujar arfan dan dina langsung berbalik badan menghadap suami yang menyebalkannya tapi cinta mati .
“ Kan aku sudah memenuhi persyaratan aa , pagi juga udah 3 kali malah aa minta nya . masa sekarang mau minta lagi , aa mau di sana aku di ketawain rina sama shela , gara-gara jalan ku kaya pinguin . belum lagi leher ku udah kaya kena penyakit kulit tahu , merah - merah semua . “ sungut dina dengan merengek , agar suami mesumnya tak menambah kekesalan nya .
Cek lek
“ Mama “ azkal masuk ke dalam kamar orang tuanya secara tiba-tiba . “ Mama sudah siap pergi yah ? “ tanya azkal , saat melihat ibunya sudah berpakaian rapi .
“ Azkal mau pulang sekarang ko gak bilang papa sayang ? “ tanya arfan saat azkal tiba-tiba sudah pulang , karena biasa nya maminya akan mengantarkan azkal keesokan harinya setelah pulang sekolah nya .
“ Iya sayang , ko kamu tumben sudah pulang ? “ sahut dina .
__ADS_1
“ Oma bilang , akan mengajak mama pergi , papa juga katanya suruh di ikut . “ jawab azkal
Bersambung