Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
BAB. DINAR 18


__ADS_3

Saat dina kembali kekamar sang suami , dina melihat arfan sudah tertidur sangat pulas . “ selamat , selamat . sepertinya , tidak jadi dieksekusi siang ini . mending sekarang beberes kamar si Aa dulu deh , mumpung singa nya lagi obo ganteng “ gumam dina , dengan memakai kan selimut pada arfan .


Tanpa terasa waktu sudah sore , beberes di kamar suami nya sudah , mandi sudah , makan juga sudah , tinggal menunggu suaminya bangun . sambil menunggu arfan bangun , dina merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak menghilangkan rasa capeknya . tapi baru saja pantat dina menempel di kasur bulu yang dia ambil sendiri dari kamarnya , dina mendengar rengekan anaknya yang di godain sahabat dan adiknya . dina pun menghela napas panjang , karena dirinya gagal bersantai , dina keluar untuk melihat keadaan anaknya . “ Kalian gak ada kerjaan lain apa , selain jailin anakku terus ? “ ujar dina dengan geram , saat keluar dari kamar arfan yang berada di samping nya .


“ Prikitiw , pengantin baru keluar , dengan rambut yang baru keramas . “ rina langsung meledek dina , karena rina beranggapan dina habis melakukan ritual pengantin baru , saat melihat keadaan dina . pasalnya dina keluar dari kamar arfan dalam keadaan rambutnya di gerai dan terlihat masih sangat basah . padahal dina keramas bukan karena dina habis wik - wik sama arfan , tapi karena dina merasa badannya sangat berkeringat , setelah bebenah di kamar arfan .


“ Sembarangan maneh , orang nya juga lagi tidur . “ jawab dina , karena tak terima dengan ledekan sahabat nya .


Sementara disya hanya tersenyum mendengar kakaknya di ledek sahabat nya sendiri , tanpa ikut meledek dina . padahal mulut disya sudah sangat ikutan meledek kakaknya , tapi sayang disya masih terlalu takut dengan kakaknya .


“ Pasti dia kecapean karena habis mencangkul , kira - kira berapa biji yang di tanam si arfan sama kamu dina ? haha . “ rina benar-benar sahabat gak ada akhlak , dia terus menggoda dina dengan tertawa besar , sampai dina terlihat sangat malu . untung tidak ada orang lain lagi di teras kamar kontrakan dina , selain adik dan anaknya .


“ Emang nya papa lagi nanem apa sama mama ? “ azkal malah menyahuti ucapan rina , padahal dina terlihat sangat malu .


“ Hahahaha “ rina kembali tertawa cukup keras , saat azkal menyahuti ucapan nya . “ kamu ma____ “ rina tak menyelesaikan ucapan nya , karena dina membekap mulut rina .

__ADS_1


“ Disya , bawa azkal masuk ! “ dina langsung menyuruh adiknya membawa anaknya ke dalam , karena dina tak ingin azkal terkontaminasi ucapan unfaedah rina . “ sayang , masuk sama tante disya ! jangan dengerin omongan tante rina , dia hanya bercanda sama mamah ko . “ ujar dina , pada anaknya , azkal masih terlalu kecil jika mendengar pembicaraan rina yang mengandung banyak mudhorot nya .


Setelah disya membawa azkal masuk , dina baru melepas tangan nya dari mulut rina . “ kamu mau mengotori otak anakku dan adikku yang masih suci . “ ujar dina dengan geram pada sahabat nya yang bermulut lemes .


“ Naha tangan maneh bau sambal terasi yang ibu bikin tadi siang . “ keluh rina dengan mengalihkan ucapan dina .


Melihat ekspresi rina yang ingin muntah gara-gara ulahnya , dina seperti nya melupakan kekesalan nya pada rina .


“ Ko kamu tahu , aku abis makan sambal terasi bikinan ibu . “ jawab dina dengan tersenyum puas , karena berhasil membalas sahabat laknatnya . dina tahu , rina tidak menyukai sambal terasi .


Hoek


Hoek


Hoek

__ADS_1


Saat di depan pintu kamar arfan , dina menyempatkan meledek rina . “ rasain kamu . “ Ujar dina dengan menjulurkan lidah nya .


Saat masuk ke dalam kamar suami nya , dina menghela napas panjang , karena arfan masih belum ada hilal untuk membuka matanya . “ seperti nya si Aa capek banget , apa aku biarkan saja ? atau aku banguunin ? kalo dibiarkan nanti dia akan melewatkan waktu solat lagi . Tadi aja dia gak sholat dhuhur , masa iya dia harus melewatkan solat ashar juga . tapi kalo aku bangunin , kasian juga . karena Aa terlihat sangat lelah . “ gumamnya. dina seperti nya dilema mau di bangun kan atau tidak suaminya . akhirnya dina lebih memilih membiarkan arfan tidak , karena merasa kasihan . tapi sebelum keluar kamar , dina melihat selimut arfan yang sudah tidak beraturan lagi .


Tiba-tiba arfan menarik tangan dina , dengan keadaan mata masih terpejam , saat dina ingin membenarkan selimut arfan . jadilah sekarang dina berada di atas tubuh arfan , karena arfan menarik tangan dina sangat kuat . wajah dina saat ini sangat dekat dengan wajah arfan , yang terlihat masih menutup matanya . dina benar-benar takjub dengan makhluk ciptaan Allah yang berada di hadapan nya . arfan tidak hanya ganteng , tapi dia mempunyai kesempurnaan dalam wajah nya .


Setelah cukup puas memandang wajah suami nya , dina hendak beranjak dari atas tubuh arfan , tapi arfan malah memegang tengkuk leher dina langsung dan menempelkan bibirnya , pada bibir dina . dina melebarkan matanya , saat arfan melakukan hal itu . tapi hanya sebentar arfan mengecup nya . “ kenapa lama keluarnya , kamu mau membohongi ku . “ ujar arfan saat melepas kecupannya .


“ Aa sudah bangun ? kenapa gak langsung bangun untuk sholat . “ ujar dina saat arfan mengecup nya .


“ Kamu gak lihat rambut ku basah . “ jawab arfan .


Dina tidak menyadari rambut arfan yang sudah basah , karena yang dina perhatiin wajah sempurna suaminya .


wik - wik dinarnya episode selanjutnya saja yah

__ADS_1


wkwkwk


Bersambung


__ADS_2