
Brak
Papa reyhan membuka pintu ruangan rey , dengan kencang . " kenapa kamu , memecat bagian kantor dan bagian absensi , tanpa persetujuan papa terlebih dulu . apa hanya karena membela istrimu , kamu sampai memecat mereka semua ? kamu mau membuat pabrik papa bangkrut . " papa reyhan berkata dengan sergah ( suara yang keras )
Rey tersenyum sinis melihat papa nya , begitu marah hanya karena dirinya mengeluarkan beberapa karyawan nya . Rey pun berdiri dan mendekati papa nya , yang masih berdiri didekat pintu . " apa papa juga memindahkan istriku ke gudang , terlebih dulu meminta persetujuan ku ? apa papa merencanakan sesuatu ? " Rey menjawab ucapan papanya dengan sengit .
Rey benar - benar tak habis pikir , kenapa papanya tega berbuat seperti itu pada istrinya . Rey pikir papanya bisa menerima kehadiran shela sebagai menantunya , ternyata pikiran rey salah besar .
Melihat kemarahan suaminya , shela mendekati dan menggenggam tangan rey yang sudah mengepal tangan nya karena menahan emosi nya , luapan emosi Rey seperti ingin meledak setelah beradu argumen dengan papa reyhan . " abang tenanglah ! papa itu orang tua abang , tidak baik abang berbicara seolah papa itu rival abang . " shela mencoba memberi pengertian pada suaminya agar Rey tidak bersikap berlebihan pada papa reyhan .
Shela pikir , dengan dirinya tidak mengatakan apa pun tentang siapa yang telah memindahkan nya , tidak akan ada perdebatan antara suami dan mertua nya . ternyata shela salah , karena seperti nya rey sudah mengetahui siapa yang telah memindahkan nya tanpa shela memberitahu sekalipun .
Rey terlihat lebih tenang kembali , setelah shela menenangkan nya . " aku tidak tahu apa yang di ingin kan papa dengan melakukan tindakan seperti itu , tapi aku minta sama papa jangan lagi mengusik istriku , kalo papa masih menyayangi ku sebagai anakmu . "
__ADS_1
Shela masih terus menenangkan rey , dengan mengusap punggung tangan suaminya , yang masih sedikit emosinya .
" Apa kamu tahu , perempuan seperti apa yang menjadi istrimu ? istrimu itu kekasih dari danis sahabat kamu sendiri ? dia meninggalkan si danis hanya untuk menikah dengan mu , yang lebih dari segala nya dari pada danis , dia itu hanya perempuan licik yang ingin memanfaatkan mu saja . " papa reyhan terus mencerca shela , tanpa memikirkan perasaan shela sama sekali .
Karena terkejut dengan ucapan papa mertua nya , shela melepaskan tautan tangannya pada rey . Perlahan shela pun sedikit menjauhkan tubuh nya pada rey dan papa reyhan , yang terus memperdebatkan nya . shela sungguh tak percaya dengan pemikiran papa reyhan tentang dirinya , papa reyhan menganggap dirinya perempuan licik . Shela kira , papa reyhan memindahkan nya ke gudang hanya karena papa reyhan baru mengetahui dirinya mantan kekasih dari mas danis .
Rey menggeleng kan kepala mendengar ucapan papanya . papa reyhan pikir , rey tidak mengetahui jika istrinya mantan kekasih dari danis . " Papa tahu apa tentang istriku ? kalau memang dia perempuan yang seperti papa ucapkan , aku sungguh tak perduli . karena bagi rey , bisa memiliki shela adalah impian rey sejak dulu . jika karena ucapan papa , shela meninggal kan ku , rey tidak akan pernah menganggap papa orang tua rey lagi . Rey pikir papa orang yang sangat bijak menilai seseorang , ternyata papa hanya menilai seseorang dari yang papa dengar tanpa terlebih dulu membuktikan kebenaran nya . " setelah berkata seperti itu pada papanya , Rey membawa shela keluar dari ruangan nya dan meninggal kan papa reyhan .
Shela masih tetap diam , tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dengan mengikuti kemana rey membawa nya pergi . Saat di dalam mobil pun shela tetap tidak mengeluarkan sepatah kata pun , dia hanya memandangi jalanan dengan terus mengeluarkan air matanya . Shela pun tampak acuh , selama rey mengemudikan mobilnya .
" Aku ingin pulang ke rumah kakak . " shela hanya berucap dengan singkat .
" Abang akan mengantarkan mu ke tempat kak tantri , tapi bukan pulang ke rumah kak tantri , melainkan datang hanya untuk bertamu . karena , rumah kakak mu bukan lagi tempat untuk pulang , melain kan rumah kita tempat yang seharusnya untuk pulang . " ujar Rey , berharap istrinya mengerti .
__ADS_1
" Itu bukan rumah ku , melainkan rumah abang dan keluarga abang . karena aku sungguh tidak pantas berada di rumah abang , aku hanya perempuan licik yang hanya memanfaatkan keadaan abang yang sekarang . " shela menjawab dengan ucapan yang di lontarkan papa reyhan padanya .
Mendengar ucapan shela , rey kembali menjalankan mobilnya dengan cepat menuju rumah nya , bukan ketempat yang di ingin kan shela istrinya ketempat kakaknya .
" Kenapa abang malah membawa ku ke rumah mu ? kalo abang tidak mau mengantarku pulang ke rumah kenapa tidak menurunkan ku di jalanan . " ujar shela yang enggan pulang ke rumah nya .
Rey turun dari mobil nya , kemudian membukakan pintu mobil untuk istrinya , tapi shela enggan turun dari mobil , Rey pun menarik paksa tangan shela untuk turun dari mobilnya . Rey langsung membawa shela masuk kedalam kamar dan mendudukkan shela di sofa kamar nya . setelah mendudukkan shela , rey menuju ke lemari mengambil sesuatu untuk ditunjukkan pada shela . " lihat dan baca baik - baik berkas ini . " rey memberikan berkas pada shela .
Shela menerima dan langsung membacanya . Shela melebarkan matanya , saat tahu isi berkas nya seperti apa . " maksud abang apa ? kenapa abang mengalihkan semua harta abang padaku tanpa persetujuan dari ku . apa abang ingin melihat ku , semakin buruk dimata keluarga abang terutama papa ? " shela semakin salah faham dengan maksud rey yang mengalihkan hartanya atas nama dirinya .
Melihat respon istrinya yang tidak menyukai maksud dari tindakan nya , Rey merengkuh dan memeluk shela , karena sudah salah faham terhadap maksud nya . " Apa kamu pikir abang perduli , dengan semua yang papa katakan tentang dirimu ? tidak sayang , abang sungguh tidak perduli . Meski semua orang menilai mu buruk pun abang tak perduli , abang melakukan itu semua karena abang sangat mencintai mu sayang , abang gak punya maksud apa pun selain itu alasan nya sayang . " Rey terus meyakinkan istrinya yang salah faham terhadap dirinya .
" Kalo kamu ingin menenangkan diri ! disini lah tempat nya , karena sekarang rumah beserta aset yang abang punya itu sudah menjadi milikmu sayang . justru yang seharusnya pergi dari rumah itu abang , karena hidup abang sekarang berada di tangan mu sayang . "
__ADS_1
Bersambung