
" seperti nya anakku , tidak akan mudah mendapatkan mamah nya azkal , sebelum keluarga mamah nya azkal bisa memaafkan kesalahan arfan . dan yang ku cerna dari omongan cucuku , seperti nya seluruh keluarga dari mamah nya azkal sangat membenci arfan , sampai - sampai ayah dari mamah azkal pun mendoktrin pikiran azkal . aku tidak mau melihat anakku menderita lagi , aku harus cari cara supaya anakku bisa bersatu dengan mamahnya azkal . " tante fanny terus berpikir gimana caranya agar arfan bisa diterima keluarga dina .
" oma kita sudah sampai rumah enin " azkal langsung turun dengan riang ketika sampai rumahnya , tanpa mengerti oma nya yang sedang melamun .
" ko nyonya fanny belum turun ? apa nyonya fanny kaget melihat rumah dina , yang tak sebesar rumahnya . " gumam rina, saat melihat nyonya fanny tak kunjung turun dari mobilnya dan terus melihat arah jendela .
" sopan tidak yah ? kalo aku berbicara keras atau menyentuh nyonya fanny ? tapi aku kan cuma mau menyadarkan lamunannya nyonya fanny . " nyonya fanny maaf , kita sudah sampai di rumahnya dina . " ujar rina dengan sedikit keras, agar nyonya fanny sadar dari lamunannya.
namun saat akan menyentuhnya , nyonya fanny tersadar , rina pun menurunkan kembali tangannya .
" yah ada apa ? loh azkal mana rina ? " nyonya fanny langsung mencari azkal , saat azkal sudah tidak duduk di samping nya lagi .
' lagian liat rumah si dina sampai segitunya , sampai gak sadar gitu azkal sudah turun duluan . mungkin nyonya fanny syok kali yah , cucunya tinggal di rumah sederhana itu. rina mencibir nyonya fanny dalam hatinya .
" azkal sudah turun sejak tadi nyonya , saat nyonya melamun, maksudku saat nyonya masih berdiam diri di mobil . " rina masih berbicara canggung dan formal , padahal tante fanny sudah memperingati nya .
padahal nyonya fanny terus mengajak ngobrol rina , sampai tante fanny menyuruh rina memanggilnya tante agar tidak canggung lagi , tetep aja rina masih merasa canggung , saat berbicara padanya .
rina dan nyonya fanny turun dari mobilnya , kemudian melangkah ke arah azkal yang sedang membuka pintu rumahnya .
" oma rumah eninnya dikunci , azkal gak bisa masuk jadinya . " teriak azkal saat mendapati rumah mamahnya terkunci .
" kan di kunci azkal , ya ga bakal bisa masuk . nanti tante rinn tanya orang disekitar sini . " rina pun mencari tetangga yang lewat sekitaran rumah dina .
" tante tanya aja sama bu ipon , tuh rumah nya . " usul azkal dengan menunjukkan rumah tetangga dekat nya .
" oke " ujar rina dengan memberikan jempol , saat azkal memberinya saran .
rina pun menuju rumah yang di tunjuk azkal .
tok ..
tok..
tok..
ceklek
" siapa yah ? " tanya seseorang dari dalam rumah .
" punten bade naros , keluarga pak endang pada kemana yah ? ko rumah nya sepi , pintunya pun terkunci semua . " tanya rina pada tetangga dekat rumah dina .
__ADS_1
" saha nyya? aya keperluan naon ? sareng keluarga pak endang ? " tetangga dina , melihat rina dari ujung kaki hingga kepalanya .
" abdi rerencangan dina , abdi kamari nganter azkal , hoyong ketemu mamahnya ceunah bu " ujar rina , saat tetangga dina bertanya keperluan nya mencari keluarga dina .
" oh rencang na dina . tadi teh ibu ningali dina uwih , bareng teman lelakinya . tapi dina keluar dei sareng ceu imah , dianterkeun lalaki nu nganter dina tea . ke rumah sakit meureun , nganterkeun dina . sigana dina teh habis kecelakaan , jalan geh nyampe di papah kitu ke ceu imah . " tetangga dina menjelaskan apa yang dia liat , tapi tidak berani bertanya .
" ya sudah bu , hatur nuhun . " ucap rina kemudian pergi meninggalkan rumah tetangga dina .
" nyonya fanny , kata tetangga yang tadi saya tanya , mereka pergi ke rumah sakit nganterin dina bu . " rina beranggapan dina masuk rumah sakit kembali , saat mengetahui info dari tetangganya .
" ya sudah kita langsung ke rumah sakit aja , mungkin arfan meminta uang buat biaya rumah sakit mamahnya azkal . azkal hayu ! katanya mau ketemu sama mamah kamu . " ujar nyonya fanny .
mereka bertiga pun naik mobil kembali , menuju rumah sakit yang dituju .
" oma , tante rinn , emang siapa yang sakit ? ko kita ke rumah sakit . " azkal bertanya saat mobil yang ditumpangi nya masuk ke halaman rumah sakit , yang sebelumnya azkal pun pernah di rawat ke rumah sakit umum ini .
rina dan tante fanny langsung saling pandang , saat azkal bertanya siapa yang sakit . mereka masih bingung jika berbicara jujur , azkal pasti sedih kalo tahu mamahnya yang sakit .
" azkal ikutin tante aja ! nanti juga tahu sendiri siapa yang sakit . soalnya tante sama oma aja belum tahu siapa sakit , makannya kita kesini cari tahu . yuk turun ! " rina masih mengira dina lah yang di rawat .
" bukan mamah kan yang sakit ? awas yah tante , kalo bohongin azkal . " tanya azkal dengan menyelidik .
" udah hayu turun dulu azkal nya , kita cari tahu sama-sama siapa yang sakit . " usul oma fanny saat melihat cucunya malah berdebat dengan rina .
bug
bug
mereka bertiga pun turun dari mobilnya , menuju resepsionis untuk bertanya tentang dina .
" maaf teh mau tanya ? apa disini ada pasien bernama dina azkalita , umurnya 24 tahun . " rina bertanya saat sudah sampai depan meja resepsionis .
" sebentar , saya cari dulu " jawab resepsionis itu dengan melihat buku pasien hari ini .
" seperti nya tidak ada pasien yang bernama dina azkalita hari ini , kemarin pun tidak ada pasien yang bernama dina azkalita . " ujar resepsionis, saat tidak ada pasien yang bernama dina azkalita di buku catatan pasien .
tante fanny pun kaget saat mendengar tidak ada pasien bernama dina azkalita di rumah sakit ini . " ini bener rumah sakit umum kan ? " nyonya fanny tidak percaya , saat bagian resepsionis berkata tidak ada pasien yang bernama dina .
" iya bener bu , ini rumah sakit umum . " jawab resepsionis nya .
" jadi gini tadi itu ...... " ucapan nyonya fanny terpotong karena teriakan azkal yang memanggil orang yang di kenalinya .
__ADS_1
" tante disya " panggil azkal dengan keras . kemudian mendekati disya yang membawa kantong makanan.
" azkal , kamu sama siapa kesini ? " disya langsung menggendong keponakan nya .
" mohon maaf Bu , sampai kan pada cucu ibu agar tidak lagi berteriak di dalam rumah sakit , karena akan mengganggu ketenangan pasien . " ujar resepsionis nya , saat azkal berteriak memanggil tante nya .
" nanti aku ingatkan , makasih mba . hayu rina , kita susul azkal ! " nyonya fanny dan rina pun meninggal kan meja resepsionis , kemudian mendekati azkal yang sedang di gendong disya.
" teh rina , azkal kemari bareng teh rina ? " sapa disya saat rina mendekati nya .
" azkal bareng teteh kesininya , syukur deh kita ketemu kamu di sini disya . terus dina gimana dis ? " rina langsung bertanya keadaan sahabat nya .
" teteh , di ruang operasi teh rina. " jawab disya dengan lirih .
" tante rinn bohong , katanya mamah gak sakit . " ujar azkal dengan menangis , karena mendengar mamahnya berada di rumah sakit ini .
karena kaget mendengar sahabat nya masuk ruang operasi , rina pun menjatuhkan dirinya ke lantai . " dina kenapa nasibmu seperti ini . "
melihat ponakan dan rina menangis seperti itu , disya pun jadi heran. " ada apa dengan kalian berdua ? kenapa malah menangisi teteh ? yang dioperasi tuh ayah , bukan teteh . "
" maksudnya gimana sih disya ? kamu bilang tadi dina berada di ruang operasi . " tanya rina dengan menghapus air matanya, kemudian berdiri kembali .
" maksudku , teteh di ruang tunggu , menunggu ayah selesai operasi bersama teman lelakinya dari jakarta ceunah teh . sedangkan aku menunggu ibu yang dirawat di IGD . " disya menjelaskan keadaan yang sebenarnya .
rina merasa lega , setidaknya bukan sahabat nya yang berada di dalam ruangan operasi .
" kenapa semua nya pada sakit . kata tante shell mamah sakit , kata tante disya ayah sama enin sakit , huaaa sakit semua . " tangisan azkal pecah , saat semua orang yang di dekat nya sakit .
" udah cep - cep , sekarang azkal mau ke mamah dulu atau ke enin ? " tanya disya dengan mendiamkan ponakannya yang sedang menangis .
" tante disya , aku mau ketemu mamah dulu . tante shell bilang , mamah juga lagi sakit . " ujar azkal dengan keadaan masih menangis .
" kalo azkal mau ke mamah diem jangan nangis lagi ! nanti mamah kamu marah sama tante lagi melihat kamu menangis , nanti mamah kira kamu di apa - apain sama tante . teh rina bawa siapa teh ? " tanya disya saat melihat orang yang tidak di kenalinya berdiri di samping rina .
" tante disya itu oma nya azkal tahu , azkal punya oma saat mamah pulang . " azkal mengenalkan nyonya fanny terlebih dulu , sebelum rina menjawab nya.
disya memicing kan mata melihat nyonya fanny , saat azkal mengenalkan nyonya fanny sebagai Oma nya .
" oma siapa maksud kamu ? kamu itu tidak punya nenek lain selain enin azkal , jadi jangan sembarangan menyebut oma pada orang . "
Bersambung.....
__ADS_1