
" kenapa abang , sampai di bawa ke kantor polisi pak Jeremy ? " pak jeremy salah satu pengacara yang menangani kasus rey . " bukan nya desi juga sudah memberikan kesaksiannya juga , kalo bukan abang yang menabrak motor mas danis . yang jelas kecelakaan itu pun terjadi , saat keadaan mobil tidak sedang dijalan kan , lalu bagaimana kita bisa menabrak motor mas danis ? " ujar shela dengan sedikit emosi menjelaskan kronologi kejadiannya pada pengacara .
setelah sampai kantor polisi , shela terlebih dulu menemui papa reyhan yang sudah lebih dulu berada di kantor polisi dengan di dampingi beberapa pengacara .
" jadi gini nona , ada beberapa orang saksi yang memberatkan tuduhan tuan rey , menjadi tersangka utama dalam kasus kecelakaan atas nama danis saputra . " salah satu pengacara menjelaskan sebab rey di bawa ke kantor polisi .
shela pun tampak terlihat gusar , saat mendengarkan penjelasan pengacara , yang mengatakan jika ada beberapa saksi yang telah memberikan kesaksian palsu pada pihak kepolisian untuk menjerat rey . shela pun langsung teringat perkataan sahabat nya , jika kecelakaan yang menimpa mantan kekasihnya banyak sekali ke janggalan . menurut pengamatan desi , seperti nya danis tidak hanya sekedar kebetulan lewat , tapi danis seperti nya ingin menyelamatkan mantan kekasih nya dari bahaya yang akan menimpa mobil yang sedang di tumpangi shela . desi pun bercerita jika mobil yang ditumpangi nya , seperti ada yang mengikutinya dari semenjak di rumah shela .
papa reyhan tahu , jika shela sebagai istinya merasakan kekhawatiran yang sama seperti dirinya . " kamu tenang dulu ! anak buah papa sedang berusaha mencari orang-orang yang telah bersaksi untuk memberikan kesaksian palsu , papa yakin mereka semua hanya orang - orang suruhan . " papa reyhan yang melihat kegusaran di wajah menantunya , langsung menenangkan dan memberi tahu informasi dan dugaan nya .
shela langsung beranjak , begitu mendapatkan informasi yang dia dapat dari pengacara nya . shela melangkah ke dalam untuk menemui rey suaminya . " papa reyhan , shela mau bertemu dengan abang dulu didalam , aku tinggal dulu pah . " ujarnya dengan melangkah masuk ke dalam .
begitu sampai ruang tunggu , shela langsung duduk di bangku yang sudah disediakan pihak kepolisian untuk menjenguk keluarga masing-masing . rey yang melihat istri nya , sedang menunggu dirinya pun , langsung memeluk shela dari belakang dan menyandarkan dagunya , dipundak sang istri . " dede , gimana keadaan kamu sekarang sayang ? maaf abang tidak bisa mengantar ke rumah sakit . " ujar rey saat berada di pelukan sang istri karena terlalu mengkhawatirkan nya .
__ADS_1
shela memutar badan nya , tanpa melepaskan pelukan rey . " duduk bang ! " shela menuntun rey untuk duduk di bangku samping tempat duduk nya .
rey pun menuruti perkataan istrinya untuk duduk disampingnya , shela menyandar kepala nya di bahunya , dengan tangan melingkar di pinggang rey . " abang , keadaanku baik - baik aja ko , abang tidak perlu khawatir dengan ke adaan ku . seharusnya , aku yang menanyakan keadaan abang , bukan sebaliknya . "
rey mengelus kepala shela yang sedang bersandar di bahunya . rey tahu , jika istrinya masih sangat terpukul , atas perginya danis mantan terindah nya . " kamu tahu sayang ? selama abang berada di sini , yang ada di pikiran abang cuma keadaan kamu . abang sungguh tidak perduli dengan keadaan abang disini , karena kamu pasti merasakan sedih yang luar biasa atas kepergian danis . "
shela mendongak keatas , melihat wajah rey , yang lebih mengkhawatirkan shela dari pada mengkhawatirkan nya . " emang aku baik
jauh di lubuk hatinya , shela masih sangat sedih atas kepergian mantan kekasih nya . bohong , jika shela mengatakan dirinya baik - baik saja .
shela masih menyandarkan kepala di bahu kokoh suaminya , tapi tangan usil rey malah meremas benda kenyal yang ada di dada shela . beruntung tidak ada orang lain yang melihatnya " kamu sengaja ? " bisik rey ditelinga shela .
" bukan nya abang , yang sengaja meremas dadaku . " sungut shela , saat menjawab tuduhan aneh suami nya . " bang boleh tidak , aku pergi melayat . " shela berbicara dengan sangat hati-hati , karena takut rey akan melarang diri nya datang ke rumah sang mantan untuk melayat .
__ADS_1
rey langsung memperhatikan wajah sang istrinya , saat dirinya mengatakan ingin melayat . rey tidak bermaksud melarang istrinya pergi ngelayat , tapi yang rey khawatir kan adalah sikap tante ratih terhadap istrinya nanti . " sebaiknya jangan dulu datang ke rumah tante Ratih , bukan maksud abang melarang dede berbuat kebaikan . tak menutup kemungkinan , tante Ratih akan berbuat yang tidak - tidak terhadap kamu , apa lagi nanti tidak ada abang . " rey memberi pengertian , agar shela mau mendengar kan ucapan nya .
penjaga mendekati shela dan rey yang masih asyik mengobrol , dengan shela terlihat masih nyaman bersandar di bahu kokoh suaminya . " maaf Pak , ibu mengganggu . jam besuk sudah habis , ibu bisa kembali esok hari . hayu pak ! " penjaga langsung menarik tangan rey dan membawanya masuk ke dalam lapas kembali . " aku tidak akan menunjukkan kesedihan ku di depan abang . " gumamnya , kemudian shela meninggalkan ruang besuk .
shela melihat mama diana sudah ikut bergabung dengan papa dan para pengacara .
" mah " ujarnya dengan mencium tangan mama diana secara Ta'zim .
" sayang , gimana keadaan rey didalam ? apa dia baik - baik saja ? " mama diana langsung menanyakan keadaan anaknya , karena shela baru saja menjenguk rey di dalam .
" keadaan abang di dalam baik mah . tapi bisakah suami saya bebas malam ini pak Jeremy ? "
Bersambung
__ADS_1