Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
77 . Sudah mulai menerima


__ADS_3

" azkal jangan prosotan di tangga seperti itu ! " dina berteriak , karena ngeri melihat azkal, bermain prosotan di tangga .


" mamah " panggil azkal dengan melambaikan tangannya .


azkal sama sekali tak menghiraukan ucapan mamanya , dia terus saja bermain di tangga ditemani lusi pembantu di rumah arfan .


dina saat ini berada di rumah arfan , setelah dari rumah sakit , arfan langsung membawa dina dan azkal ke rumah nya . arfan tidak mau anaknya tidur di kontrakan sempit , apa lagi yang punya kontrakan pak muslim si bangkotan yang mencoba jadi saingan nya .


" jangan khawatir ina , kan ada lusi yang menemani nya . " ujar arfan mencoba menenangkan dina .


meski azkal ditemani lusi , tetap saja dina merasa khawatir . dina pun bangun dari duduknya , hendak menghampiri azkal yang masih bermain di tangga .


melihat dina bangun , arfan mencoba mencegah nya . " mau kemana ? ko berdiri . " arfan mencegah dina , dengan memegang tangan dina .


dina menghempaskan tangan arfan . " lepas ! aku hanya ingin menyuruh azkal berhenti bermain di tangga , karena tangga bukan untuk bermain . "


" tunggu ! biar aku yang menyusul azkal . " arfan kembali meraih tangan dina , dengan menyuruh nya untuk duduk kembali .


arfan menghampiri azkal . " sudah stop bermain di tangga nya , karena om merasa terabaikan kalo azkal terus bermain dengan tangga . "


Azka pun berhenti bermain , dan mendekati dina yang sedang memperhatikan nya di sofa . " mah , kata om arfan kita bakalan tinggal disini , emang benar mah ? " ujar azkal saat sudah di pangkuan dina


arfan menelan ludah nya sendiri , saat ucapan yang dia ucapkan di rumah sakit , langsung azkal omongin ke dina . " aku tadi hanya asal bicara ina . " arfan memegang tengkuknya saat menjelaskan yang dia omongin ke azkal .


mata dina langsung menyorot tajam ke arah arfan . " emang om arfan bilang apa aja , sama azkal ? "

__ADS_1


" om arfan bilang , kita bakalan tinggal di rumah oma , soalnya kalo di kontrakan sempit , udah gitu ada si tua bangka yang gangguin mamah . emang tua bangka siapa mah ? om arfan juga bilang , kalo om arfan papa azkal satu - satu nya . " dengan polos nya azkal menceritakan apa yang arfan ucapkan .


dina mencubit punggung tangan arfan dengan keras saking kesal nya , karena arfan sudah bicara yang aneh - aneh pada azkal . " jangan di dengerin yah sayang omongan om arfan . "


arfan meringis saat mendapat cubitan dari dina . " awww " arfan dengan sengaja mengaduh dengan keras .


melihat arfan meringis kesakitan , karena ulah mamahnya , azkal pun mencoba menghentikan dina yang masih mencubit arfan . " mamah kasian om arfan nya , gimana kalo om arfan sakit , nanti kaya ayah tidur terus . " ujar azkal dengan turun dari pangkuan ibunya dan mengelus punggung tangan arfan .


arfan tersenyum senang saat mendapat perhatian dari azkal , arfan pun jadi punya ide agar dina dan azkal bisa tidur di rumah nya , setidaknya untuk malam ini . " azkal bobo di sini yah ! perut om masih sakit . azkal kan anak laki-laki mamah , jadi yang bertanggung jawab merawat om itu azkal . ini kan ulah mamah kamu , lihat tangan om sampai biru . " ujar arfan sampai menunjukkan tangan nya yang biru karena cubitan dina .


dina mendengus sebal melihat akting kesakitan nya arfan .


azkal pun langsung melihat punggung tangan arfan yang terkena cubitan mamahnya , emang terlihat biru .


dina menggelengkan kepalanya melihat kelakuan arfan yang mencoba membohongi anaknya yang masih polos . " azkal kita pulang sekarang . " dina pun mengajak azkal untuk pulang , karena dina sudah muak melihat arfan yang mencoba mencari perhatian nya .


" mah tunggu ! biarin azkal merawat om arfan mah . kata enin , azkal harus menjaga mamah dan bertanggung jawab dengan mamah . jadi kalo mamah melakukan kesalahan biar azkal yang bertanggung jawab , sebagai anak laki-laki mamah .


dina meneteskan air matanya , mendengar penuturan anaknya . ' maafin mamah azkal , mamah dulu begitu buta , sampai hati mamah mengabaikan mu . mamah dulu juga begitu bodoh , karena mamah pernah ingin melenyapkan permata seperti mu . ' batin dina dengan merengkuh badan kecil anaknya .


dina benar - benar menyesali perbuatan nya dulu , karena tanpa sadar dirinya pernah ingin melenyapkan azkal , saat azkal masih balita .


dina pernah mengalami gangguan psikosis , pasca melahirkan azkal . cukup lama dina mengidap psikosis , sampai usia azkal beranjak 2 tahun lebih dina baru dinyatakan sembuh .


melihat dina menangis tersedu-sedu , arfan pun ikut bergabung memeluk dina dan azkal .

__ADS_1


ucapan azkal , benar - benar pukulan telak buat arfan . karena seharusnya yang bertanggung jawab dengan azkal dan dina itu dirinya , bukan azkal . " papa bangga sama kamu azkal , azkal bisa menjaga mamah , sementara papa hanya memberi luka pada mamah mu . " ujar arfan saat memeluk kedua orang yang di sayanginya .


dina sama sekali tak menolak pelukan arfan , karena dina sangat rapuh, jika teringat masa lalunya .


melihat arfan pun menangis , azkal pun melepaskan pelukan mereka . " kenapa semua nya pada nangis sih ? " ujar azkal ditengah kesedihan kedua orang dewasa itu . " om arfan juga tadi ngomong apaan sih azkal enggak ngerti ? "


suasana haru pun jadi ambyar , karena ungkapan polos azkal .


mereka berdua pun langsung tersenyum , mendengar ungkapan azkal .


arfan menggaruk- garuk kepalanya , karena seperti nya dirinya salah berbicara . " apa aku salah bicara yah tadi sama azkal , aku pikir azkal mengerti apa yang ku ucapkan . " ujar arfan dengan berbisik ditelinga dina .


hubungan dina dan arfan semakin dekat , semenjak dina mengalami kecelakaan . ungkapan arfan yang ingin merawat nya , membuat dina berpikir kalo arfan sudah berubah . apa lagi melihat kedekatan arfan dan azkal , dina mulai menerima permintaan maaf arfan . dina pun seperti nya melupakan rasa trauma nya pada arfan .


melihat dina bisa tersenyum padanya , arfan berpikir kalo dina sudah menerima dirinya . arfan pun memberanikan diri merangkul dina dari samping dengan hati - hati .


dina langsung berdehem saat arfan mulai berani merangkul nya . " ehem " arfan langsung menurunkan tangan nya , saat dina berdehem .


arfan terlihat kikuk saat dina menolak nya .


**Bersambung....


jangan lupa like, vote dan komentarnya biar aku lebih semangat .


Terima kasih**

__ADS_1


__ADS_2