
" azkal jangan prosotan di tangga seperti itu ! " dina berteriak , karena ngeri melihat azkal, bermain prosotan di tangga .
" mamah " panggil azkal dengan melambaikan tangannya .
azkal sama sekali tak menghiraukan ucapan mamanya , dia terus saja bermain di tangga ditemani lusi pembantu di rumah arfan .
dina saat ini berada di rumah arfan , setelah dari rumah sakit , arfan langsung membawa dina dan azkal ke rumah nya . arfan tidak mau anaknya tidur di kontrakan sempit , apa lagi yang punya kontrakan pak muslim si bangkotan yang mencoba jadi saingan nya .
" jangan khawatir ina , kan ada lusi yang menemani nya . " ujar arfan mencoba menenangkan dina .
meski azkal ditemani lusi , tetap saja dina merasa khawatir . dina pun bangun dari duduknya , hendak menghampiri azkal yang masih bermain di tangga .
melihat dina bangun , arfan mencoba mencegah nya . " mau kemana ? ko berdiri . " arfan mencegah dina , dengan memegang tangan dina .
dina menghempaskan tangan arfan . " lepas ! aku hanya ingin menyuruh azkal berhenti bermain di tangga , karena tangga bukan untuk bermain . "
" tunggu ! biar aku yang menyusul azkal . " arfan kembali meraih tangan dina , dengan menyuruh nya untuk duduk kembali .
arfan menghampiri azkal . " sudah stop bermain di tangga nya , karena om merasa terabaikan kalo azkal terus bermain dengan tangga . "
Azka pun berhenti bermain , dan mendekati dina yang sedang memperhatikan nya di sofa . " mah , kata om arfan kita bakalan tinggal disini , emang benar mah ? " ujar azkal saat sudah di pangkuan dina
arfan menelan ludah nya sendiri , saat ucapan yang dia ucapkan di rumah sakit , langsung azkal omongin ke dina . " aku tadi hanya asal bicara ina . " arfan memegang tengkuknya saat menjelaskan yang dia omongin ke azkal .
mata dina langsung menyorot tajam ke arah arfan . " emang om arfan bilang apa aja , sama azkal ? "
__ADS_1
" om arfan bilang , kita bakalan tinggal di rumah oma , soalnya kalo di kontrakan sempit , udah gitu ada si tua bangka yang gangguin mamah . emang tua bangka siapa mah ? om arfan juga bilang , kalo om arfan papa azkal satu - satu nya . " dengan polos nya azkal menceritakan apa yang arfan ucapkan .
dina mencubit punggung tangan arfan dengan keras saking kesal nya , karena arfan sudah bicara yang aneh - aneh pada azkal . " jangan di dengerin yah sayang omongan om arfan . "
arfan meringis saat mendapat cubitan dari dina . " awww " arfan dengan sengaja mengaduh dengan keras .
melihat arfan meringis kesakitan , karena ulah mamahnya , azkal pun mencoba menghentikan dina yang masih mencubit arfan . " mamah kasian om arfan nya , gimana kalo om arfan sakit , nanti kaya ayah tidur terus . " ujar azkal dengan turun dari pangkuan ibunya dan mengelus punggung tangan arfan .
arfan tersenyum senang saat mendapat perhatian dari azkal , arfan pun jadi punya ide agar dina dan azkal bisa tidur di rumah nya , setidaknya untuk malam ini . " azkal bobo di sini yah ! perut om masih sakit . azkal kan anak laki-laki mamah , jadi yang bertanggung jawab merawat om itu azkal . ini kan ulah mamah kamu , lihat tangan om sampai biru . " ujar arfan sampai menunjukkan tangan nya yang biru karena cubitan dina .
dina mendengus sebal melihat akting kesakitan nya arfan .
azkal pun langsung melihat punggung tangan arfan yang terkena cubitan mamahnya , emang terlihat biru .
dina menggelengkan kepalanya melihat kelakuan arfan yang mencoba membohongi anaknya yang masih polos . " azkal kita pulang sekarang . " dina pun mengajak azkal untuk pulang , karena dina sudah muak melihat arfan yang mencoba mencari perhatian nya .
" mah tunggu ! biarin azkal merawat om arfan mah . kata enin , azkal harus menjaga mamah dan bertanggung jawab dengan mamah . jadi kalo mamah melakukan kesalahan biar azkal yang bertanggung jawab , sebagai anak laki-laki mamah .
dina meneteskan air matanya , mendengar penuturan anaknya . ' maafin mamah azkal , mamah dulu begitu buta , sampai hati mamah mengabaikan mu . mamah dulu juga begitu bodoh , karena mamah pernah ingin melenyapkan permata seperti mu . ' batin dina dengan merengkuh badan kecil anaknya .
dina benar - benar menyesali perbuatan nya dulu , karena tanpa sadar dirinya pernah ingin melenyapkan azkal , saat azkal masih balita .
dina pernah mengalami gangguan psikosis , pasca melahirkan azkal . cukup lama dina mengidap psikosis , sampai usia azkal beranjak 2 tahun lebih dina baru dinyatakan sembuh .
melihat dina menangis tersedu-sedu , arfan pun ikut bergabung memeluk dina dan azkal .
__ADS_1
ucapan azkal , benar - benar pukulan telak buat arfan . karena seharusnya yang bertanggung jawab dengan azkal dan dina itu dirinya , bukan azkal . " papa bangga sama kamu azkal , azkal bisa menjaga mamah , sementara papa hanya memberi luka pada mamah mu . " ujar arfan saat memeluk kedua orang yang di sayanginya .
dina sama sekali tak menolak pelukan arfan , karena dina sangat rapuh, jika teringat masa lalunya .
melihat arfan pun menangis , azkal pun melepaskan pelukan mereka . " kenapa semua nya pada nangis sih ? " ujar azkal ditengah kesedihan kedua orang dewasa itu . " om arfan juga tadi ngomong apaan sih azkal enggak ngerti ? "
suasana haru pun jadi ambyar , karena ungkapan polos azkal .
mereka berdua pun langsung tersenyum , mendengar ungkapan azkal .
arfan menggaruk- garuk kepalanya , karena seperti nya dirinya salah berbicara . " apa aku salah bicara yah tadi sama azkal , aku pikir azkal mengerti apa yang ku ucapkan . " ujar arfan dengan berbisik ditelinga dina .
hubungan dina dan arfan semakin dekat , semenjak dina mengalami kecelakaan . ungkapan arfan yang ingin merawat nya , membuat dina berpikir kalo arfan sudah berubah . apa lagi melihat kedekatan arfan dan azkal , dina mulai menerima permintaan maaf arfan . dina pun seperti nya melupakan rasa trauma nya pada arfan .
melihat dina bisa tersenyum padanya , arfan berpikir kalo dina sudah menerima dirinya . arfan pun memberanikan diri merangkul dina dari samping dengan hati - hati .
dina langsung berdehem saat arfan mulai berani merangkul nya . " ehem " arfan langsung menurunkan tangan nya , saat dina berdehem .
arfan terlihat kikuk saat dina menolak nya .
**Bersambung....
jangan lupa like, vote dan komentarnya biar aku lebih semangat .
Terima kasih**
__ADS_1