
fanny membawa arfan dan dina ke ruang tamunya , karena fanny benar - benar penasaran dengan omongan suaminya mengenai dina . " dina , mami boleh tanya sesuatu sama kamu ? " ujar fanny dengan rasa tidak enak hati .
fanny sebenarnya tidak terlalu percaya , tapi untuk membuktikan benar tidaknya ucapan suaminya , fanny pun akhirnya bertanya langsung pada yang bersangkutan . " apa dina mengenal laki-laki yang bernama Syiam saat masih bekerja di PT . ANGKASA ? " fanny langsung to the poin bertanya , agar keraguan nya hilang .
dina terperanjak kaget saat mendengar pertanyaan dari maminya arfan , karena tiba-tiba orang tua arfan bertanya tentang syiam , padahal dina sama sekali tidak punya masalah apa pun dengan syiam setelah syiam putus dengan sahabat nya rina . " aku mengenalnya nyo , maksudku mami . " dina menjawab dengan gugup . bukan gugup karena pertanyaan nya , tapi gugup karena arya terus memperhatikan nya .
dina membenarkan ucapan mami fanny , karena memang dina mengenal syiam mantan kekasih sahabat nya .
fanny kaget dengan jawaban dina yang mengenal syiam , berarti benar ucapan suaminya , kalo dina itu perempuan pembuat masalah . dina ribut dengan teman satu departemen nya , cuma karena berebut seorang lelaki bernama syiam .
" mamah dengar sendiri kan , dia mengenal nya . berarti dia itu perempuan nakal , karena hanya berebut seorang lelaki yang bernama syiam , perempuan ini sampai berantem dengan temannya . " ujar Arya dengan terus ngejudge dina .
deg
' berebut si syiam , apa aku tidak salah dengar ? kenapa tuan Arya beranggapan kalo aku berebut syiam dengan Vina waktu itu . padahal satu departemen ku juga tahu , kalo aku berantem dengan nya , karena aku gak Terima sahabat ku satu - satunya dipermainkan oleh si Vina dan syiam kurang ajar itu . ' batin dina tidak menyangka sekali atas ucapan Arya padanya .
perkataan arya benar - benar membuat dina menyadari satu hal , bahwa sampai kapan pun dina tidak akan bisa bersatu dengan arfan .
arfan mengepal tangannya , begitu papi nya menyebut dina perempuan nakal . arfan tidak Terima papinya sendiri menjelek - jelekkan dina , sekali pun yang di ucapkan papi nya benar , tapi arfan sungguh tidak mempermasalahkan semua itu . " siapa yang papi maksud perempuan nakal ? "
" kenapa kamu gak tanya langsung sama kekasih mu , kenapa sampai papi menyebutnya perempuan nakal ? " Arya dengan cepat menyahuti ucapan anaknya .
__ADS_1
melihat respon papi nya , seperti tidak menyukai dina , arfan bangkit kemudian membawa dina untuk berdiri . " aku tidak perduli jika kalian tidak merestui hubungan kami , aku tidak akan mengulang kebodohan ku 5 tahun lalu . tapi kalo sampai kalian menyakiti dina ku dan menyuruh nya pergi dari ku , maka siap - siap lah kalian mengubur jasad ku , karena aku tidak akan bisa hidup tanpa nya lagi . " ancaman arfan membuat dina kaget , dina sama sekali tidak menyangka arfan sampai melawan kedua orang tua nya hanya demi dirinya .
fanny tersenyum bangga dengan sikap anaknya , yang begitu keras memperjuangkan dina . berbanding terbalik dengan arya , justru Arya semakin tidak menyukai dina , karena arfan sekarang berani melawan nya .
arfan menggandeng dina pergi dari ruang tamu , menuju kamarnya untuk menjemput azkal yang sedang berada di kamar nya bersama lusi pengasuh azkal .
dina menghentikan langkah nya saat sudah didepan pintu kamar , dina pun menghempaskan pegangan tangan arfan. " kamu tuh apa - apaan bicara seperti tadi di hadapan kedua orang tuamu ? apa kamu pikir , aku akan bangga dan terharu melihat mu melawan orang tua mu ? kamu salah fan , kamu malah membuat ku semakin buruk di mata kedua orang tua mu . " dina tidak habis pikir , kenapa arfan sampai melawan kedua orang tuanya .
arfan mengambil kedua tangan dina . " aku tahu , kamu tidak akan suka jika aku melawan kedua orang tua ku , itu sebabnya aku memilih mu . "
dina kembali melepaskan tangan arfan dan memilih bersedekap tangan , agar arfan tak bisa meraih tangannya . " kamu ini ngomong apa . kita ini tidak ada hubungan apa pun , kenapa kamu memilih ku ? "
dina malah menutup matanya , saat arfan memajukan wajahnya seperti ingin mencium nya .
cek lek
" kalian sedang apa ? " ujar azkal saat keluar dari kamar , karena ingin menyusul mamahnya ke bawah .
dina langsung mendorong arfan , saat melihat anaknya keluar dari kamar . " tidak sedang apa - apa , hayu pulang sekarang ! " ujar dina dengan gugup , kemudian menggandeng tangan azkal .
dina benar - benar sampai malu , kenapa juga dirinya sampai menutup matanya . cuma karena arfan menggoda dirinya , dengan lebih mendekatkan wajahnya .
__ADS_1
" hayu " ujarnya dengan melangkah bersama mamanya .
tentu arfan mengikuti kemana dina pergi , karena arfan benar - benar tidak mau kehilangan dina lagi . " kenapa kamu tadi menutup matamu ? kamu pikir aku akan mencium mu . " arfan berbisik di telinga dina , saat sedang menuruni anak tangga . " nanti aku kasih ciuman beneran , kalo kamu sudah merasa bahagia . " arfan kembali berbisik
dina menghentikan langkah nya secara tiba - tiba dan berbalik ke belakang , melihat arfan . " aku bahagia , kalo kamu tidak lagi mengganggu ku . " ujar dina , dengan memungkiri isi hatinya .
arfan meraih pinggang dina dengan satu tangan , karena satu tangannya iya gunakan untuk menutupi mata azkal , agar tidak melihat nya . " tapi aku akan membuat mu hidup lebih lebih bahagia lagi dengan hidup bersamaku nanti . " ujar arfan dengan mengecup kening dina .
" om ko mataku di tutup sih , nanti kalo jatuh gimana coba . " azkal langsung menyahutinya , karena arfan menutupi matanya saat berada di tangga .
mendengar ucapan azkal , arfan langsung melepas dina dan mengangkat tubuh anaknya kedalam gendongan nya . " siap bos , kita jalan lagi . "
sampai bawah arfan hanya melewati kedua orang tuanya yang sedang duduk di sofanya , tanpa berniat untuk berpamitan .
" seperti itu lah jika berhubungan dengan perempuan gak benar . " sindir Arya , saat arfan hanya melewati nya saja.
arfan langsung menghentikan langkah nya , saat Arya kembali menyebut dina perempuan tidak benar .
" kalo kamu menginginkan azkal , papi akan bantu . tapi tinggal kan perempuan ini ! "
Bersambung
__ADS_1