
“ Dina , azkal tunggu ! “ fanny yang mengikuti arfan keluar dan melihat dina serta anaknya sedang menunggu arfan di dekat motornya .
Merasa ada yang memanggil , dina pun langsung menoleh kebelakang berbarengan dengan arfan yang menarik tangannya . “ Aa seperti nya nyonya fanny memanggilku tadi ? “ ujar dina dengan melangkahkan kakinya mengikuti arfan .
“ Sudah biarin saja . bukan nya kamu tadi minta cepat - cepat , agar tidak terlalu malam sampai nya . “ itu hanya alibi arfan , agar maminya tidak mengejar nya . arfan tahu , maminya pasti akan memintanya untuk kembali ke rumah . arfan langsung membawa dina masuk ke dalam mobil yang dia pinjam dari rey , kemudian arfan membuka pintu belakang mobilnya untuk azkal .
“ Kamu pinjam mobil pak rey , untuk ke garut ? “ dina mulai membuka suaranya , saat arfan masuk kedalam mobil dan memasang kan seatbelt untuk dina .
“ Iya pah , kita beneran ke rumah enin pakai mobil om rey yang bagus ini pah ? “ azkal pun ikut menyahut pertanyaan mamanya .
Dari luar fanny tampak mengetuk - ngetuk pintu kaca mobil . “ Arfan mami mohon , ijinkan mami berbicara dengan dina , mami juga ingin bertemu dengan cucu mami . “ kekeh fanny , dengan membawa - bawa nama anaknya , agar arfan mau turun dan mendengarkan ucapan nya terlebih dulu .
__ADS_1
Melihat fanny yang terus memohon , dina pun tak sampai hati membiarkan nya . apa lagi ada azkal , yang bukan ranahnya mengerti urusan orang dewasa . “ Turun ! selesai kan masalahmu dulu dengan ibumu . apa Aa gak liat di belakang ada anak kita yang sedang menonton oma nya yang terus memohon di luar . azkal sedang memperhatikan dan meniru gerak gerik kita sebagai orang tua , kamu mau menjadi contoh yang tidak baik buat anak kamu ? “ dina hanya tidak mau , azkal sampai berprilaku yang sama kelak .
Fanny menghela nafas dengan lega , setelah arfan turun dari mobil . “ syukur lah kamu masih menganggap ku sebagai orang tua . “ ujar fanny . karena arfan hanya turun sendiri , fanny menuntun tangan dina agar turun juga dari mobil . “ bisa turun sebentar ! mami juga ingin berbicara sama kamu , sebagai sesama ibu. “ dina pun akhirnya , mengikuti permintaan fanny untuk turun dari mobil dan berbicara seperti yang fanny ingin kan .
“ Sebelum nya mami minta maaf sama kamu dina , bukan mami tidak menyetujui hubungan kalian . Tapi bisa kah kamu mengembalikan arfan , di tempat yang seharusnya pantas dia tempati ? “ fanny dengan sengaja berbicara dengan halus di awal nya , agar dina mengerti apa yang ingin fanny utarakan . “ bukan nya kamu juga seorang ibu , pasti kamu bisa merasakan apa yang kurasakan saat seorang ibu jauh dari anak kita dan lebih memilih orang lain di banding kan orang tua yang melahirkan dan membesarkan nya . apa jangan - jangan kamu tidak bisa merasakan apa yang kurasakan , karena kamu kan ibu yang pernah ingin melenyapkan kan anak kamu sendiri , makannya sekarang kamu bisa bahagia di atas penderitaan kami . “ fanny bukan memohon sebagai seorang ibu , melainkan mengupas masa lalu kelam dina .
Deg
Ucapan yang di lontar kan nenek dari anaknya , membuat dina seperti di hantam batu besar , karena apa yang di lontar kan nenek dari anaknya itu benar adanya .
“ Apa yang mami katakan , dina gak mungkin seperti itu , dia sangat menyayangi anak nya melebihi nyawanya sendiri . “ bela arfan dengan terus mendekapnya , agar rasa trauma nya tak kembali kambuh . arfan hanya tahu dina mempunyai rasa trauma yang berat terhadap nya , tanpa tahu kondisi dina seperti apa dulu . “ apa mami pikir dengan cara murahan seperti ini , aku akan kembali pada kalian dan menjauhi ibu dari anakku ? “ arfan terus membela ibu dari anaknya , tanpa tahu fakta yang sebenarnya .
__ADS_1
Sementara dina yang masih syok dengan ucapan fanny , langsung mengingat bagaimana dulu dia ingin melenyapkan kan anaknya yang masih bayi di dekapan arfan . “ aku ingin melenyapkan anakku , aku pembunuh anak ku . “ ucap dina dengan tangis . detik kemudian , dina melepaskan dekapan arfan dan masuk ke dalam mobil . “ maaf kan mama sayang , maaf kan mama yang pernah ingin melenyapkan mu . “ tangis dina dengan memeluk anaknya yang pernah dia ingin lenyap kan .
Melihat dina seperti itu , membuat fanny yakin jika perkataan suaminya tentang dina yang pernah mengalami gangguan jiwa benar adanya . Arya langsung mencari tahu semua tentang dina , saat arfan lebih memilih pergi dari rumah dan tinggal dengan wanita yang telah melahirkan cucunya . “ apa perempuan seperti itu yang ingin kamu jadi kan pendamping hidup , sampai kamu rela meninggal kan orang tua dengan segala fasilitas yang kami punya . “ ujar fanny saat melihat keadaan dina .
Azkal yang bingung dengan sikap ibunya , yang tiba-tiba menangis di dekapan nya pun membuka suaranya , saat dina mulai mengendurkan pelukan nya . “ mamah kenapa ? apa papa sama oma yang membuat mama menangis ? “ meskipun azkal masih berumur 5 beranjak 6 tahun , tapi azkal tahu kondisi ibunya seperti apa dulunya , azkal pu menuntun ibunya untuk turun dari mobil .
“ Ina kamu tidak apa - apa kan ? “ tanya arfan saat dina serta azkal turun dari mobil .
“ Hayu mah , kita pulang saja . azkal janji akan selalu menjaga mama sampai besar nanti “ ucap azkal tanpa mengindahkan ucapan arfan .
“ Biar papa yang mengantar kalian pulang , belum saat nya azkal menjaga mama sayang . “ ujar arfan dengan mengambil alih menuntun dina .
__ADS_1
Melihat sikap arfan yang terlalu perhatian dengan dengan dina , membuat fanny semakin geram . “ arfan , kenapa kamu tidak mendengar kan ucapan mami . apa kamu akan tetap menikahi perempuan yang pernah mengalami gangguan jiwa ?
Bersambung