Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
59 . Keberadaan dina


__ADS_3

saat shela dan rina sedang menuju rumah arfan , untuk memastikan keberadaan sahabat nya .


arfan membawa dina pergi , saat arfan menemukan dina pingsan di harte depan rumah sakit , setelah dina menghubungi nya . arfan pun sengaja tidak kembali lagi ke rumah sakit , karena ingin merawat dina sendiri . " kenapa kamu nekat pergi dari rumah sakit na ? apa kamu tidak pernah memikirkan kondisi mu sekarang na . maafin aku na , maafin aku na , aku harus membawamu pergi . " ujar arfan dengan menciumi tangan dina , di villa milik keluarga nya .


" kenapa tangannya dingin banget " ujar arfan saat memegang tangan dina .


" dingin " ucap dina dengan menggigil .


" ya Allah ina , badan kamu panas banget . " karena panik , arfan langsung menuju ke dapurnya untuk mengambil air panas serta handuk untuk mengompres.


saat ingin mengompres , arfan terdiam . " bukan nya kalo orang ngompres itu di dahi , kalo dahinya ada perbannya, lalu taruh dimana kompresannya ? " gumam arfan , arfan pun kembali menaruh kompresannya di atas nakas .


" apa aku buat bubur , buat ina ? nanti aku suapin buburnya . " arfan langsung menuju ke dapur tanpa pikir panjang.


arfan melakukan sendiri karena di villa tidak ada pembantu , hanya ada penjaga dan tukang bersih - bersih itu pun belum datang . " pasti ina suka dengan bubur ku . " gumam arfan saat sedang mengaduk bubur.


setelah matang , arfan langsung membawa nya ke kamar . " makan dulu na , supaya cepat sembuh dan ketemu anak kita nanti .


aa..... " entah apa yang ada di dalam pikiran arfan , dina yang belum sadar malah ingin disuapi bubur oleh arfan .


" kenapa ina gak mau makan ? padahal bubur nya enak ko. " ucap arfan , dengan menyiapkan bubur nya pada mulut nya sendiri .


" kembali kan anakku , tolong kembali kan anakku . " dina terus mengigo .


arfan terus memperhatikan dina , yang mengigo . " apa karena panasnya terlalu tinggi , sampai ina terus saja mengigo . kenapa aku juga gak sekalian beli obat penurun panas , saat mampir ke apotik tadi . lalu gimana cara nya nurunin panas ina ? kompres gak bisa , obat pun gak ada . " gumam arfan.


arfan terus memikirkan cara untuk menurunkan panasnya . " apa aku harus melakukan skin to skin agar panasnya bisa turun ? tapi kalo melakukan itu , apa dina gak semakin membenciku yah ? " gumam arfan saat memikirkan cara itu pasti resiko nya besar .

__ADS_1


tanpa pertimbangan lagi arfan pun, memutuskan untuk melakukannya .


" lakuin ajalah , toh aku hanya ingin menurunkan panas ina , bukan mau macam - macam . " arfan pun memutuskan untuk melakukan cara skin to skin pada dina .


arfan mulai membuka bajunya , kemudian melemparnya ke sembarang arah . arfan pun mulai melepaskan baju yang dikenakan dina , dengan menutup mata nya . " kalo merem gini , gimana lepas pakaian dina . buka mata ajalah , toh dulu aku sudah pernah liat . " ujar arfan saat ingin melepaskan pakaian dina .


" dina maaf , aku hanya ingin melepaskan pakaian mu , semoga aku gak khilaf . " arfan terus bermonolog sendiri .


arfan melepaskan pakaian dina dengan menahan nafasnya , agar tidak khilaf .


" haduh , dadanya semakin besar nya . tahan , tahan arfan . " setelah melepaskan pakaian dina, arfan pun mulai metode skin to skin agar panas dina bisa turun . " maafin aku ina , aku cuman ingin menyembuhkan mu . " ucap arfan saat sedang melakukan metode skin to skin , dengan mata terkantuk-kantuk .


setelah beberapa saat arfan malah memejamkan matanya , karena semalam tidak tidur , arfan pun tidur dengan memeluk rina .


karena panasnya sudah turun , dina membuka matanya karena merasa berat seperti tertimpa tubuh- seseorang . dina yang kaget melihat arfan dihadapannya dengan memeluk erat tubuhnya , langsung histeris dan bangun . " tidak kkkk " teriak dina dengan melepaskan pelukan arfan .


dina pun menjerit kembali , setelah dirinya pun tak mengenakan pakaian " ahhhhhh "


arfan yang mendengar jeritan dina pun mengerjapkan matanya . " ada apaan sih ? " ucap arfan dengan mengucek matanya .


" arfan apa yang kamu lakuin sama aku , fan ? " teriak dina , saat melihat keadaan arfan dan dirinya tak memakai baju .


arfan langsung sadar setelah mendengar ucapan dina , dengan menutupi badan nya .


" arfan kamu jahat , lagi - lagi kamu melakukan nya padaku . " tangis dina, dengan memukul dada arfan .


" ina maafin aku , aku melakukan semua itu untukmu . " arfan mencoba menjelaskan , tanpa menghentikan pukulan dina padanya .

__ADS_1


" bajingan kamu arfan , kamu melakukan nya lagi padaku. " dina menyangka , arfan melakukan hal yg dulu .


arfan menyipitkan matanya , saat mendengar dina menuduh nya melakukan hal yang dulu pernah dia lakukan . " maksud kamu apa na ? " arfan menangkap tangan dina , yang sedang memukul nya .


" lepas bajingan . dasar laki-laki brengsek , aku tidak akan pernah memaafkan mu sampai kapan pun juga , meski aku mengandung lagi . " dina terus mencecar omongan kasar pada arfan , tanpa terlebih dulu mendengarkan penjelasannya .


dina bangun dari ranjang , kemudian mengambil bajunya yang berceceran di lantai .


" tunggu, mau kemana kamu na ? " arfan langsung memegang pergelangan tangan dina , saat dina hendak keluar dari kamar .


" lepas " dina menghempaskan tangan arfan, kemudian menerus kan jalan nya.


melihat dina memaksa untuk keluar , arfan pun terpaksa menggendong dina . " maaf na , aku terpaksa melakukan nya . " ujar arfan saat menggendong dina.


" turunin aku , arfan . " dina terus meronta saat di gendongan arfan . arfan menurunkan dina di ranjang kemudian langsung mengungkung badan dina .


" tenanglah aku akan menikahimu , untuk yang sekarang . " ujar arfan , tanpa menjelaskan kebenarannya terlebih dulu . mungkin dengan berbohong arfan bisa mendapatkan dina .


dina meludahi wajah arfan " lepas brengsek "


arfan yang merasa terhina , karena dina meludahi nya pun akhirnya berbuat nekat dengan mencium paksa bibir dina .


" mphhhh " karena dina sama sekali tidak membuka mulutnya , akhirnya arfan melepaskan pagutannya .


" kenapa lepas ? silahkan lanjutin , apa anda mau melakukan nya lagi ? anda belum puas kah ? "


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2