
saat shela dan rina sedang menuju rumah arfan , untuk memastikan keberadaan sahabat nya .
arfan membawa dina pergi , saat arfan menemukan dina pingsan di harte depan rumah sakit , setelah dina menghubungi nya . arfan pun sengaja tidak kembali lagi ke rumah sakit , karena ingin merawat dina sendiri . " kenapa kamu nekat pergi dari rumah sakit na ? apa kamu tidak pernah memikirkan kondisi mu sekarang na . maafin aku na , maafin aku na , aku harus membawamu pergi . " ujar arfan dengan menciumi tangan dina , di villa milik keluarga nya .
" kenapa tangannya dingin banget " ujar arfan saat memegang tangan dina .
" dingin " ucap dina dengan menggigil .
" ya Allah ina , badan kamu panas banget . " karena panik , arfan langsung menuju ke dapurnya untuk mengambil air panas serta handuk untuk mengompres.
saat ingin mengompres , arfan terdiam . " bukan nya kalo orang ngompres itu di dahi , kalo dahinya ada perbannya, lalu taruh dimana kompresannya ? " gumam arfan , arfan pun kembali menaruh kompresannya di atas nakas .
" apa aku buat bubur , buat ina ? nanti aku suapin buburnya . " arfan langsung menuju ke dapur tanpa pikir panjang.
arfan melakukan sendiri karena di villa tidak ada pembantu , hanya ada penjaga dan tukang bersih - bersih itu pun belum datang . " pasti ina suka dengan bubur ku . " gumam arfan saat sedang mengaduk bubur.
setelah matang , arfan langsung membawa nya ke kamar . " makan dulu na , supaya cepat sembuh dan ketemu anak kita nanti .
aa..... " entah apa yang ada di dalam pikiran arfan , dina yang belum sadar malah ingin disuapi bubur oleh arfan .
" kenapa ina gak mau makan ? padahal bubur nya enak ko. " ucap arfan , dengan menyiapkan bubur nya pada mulut nya sendiri .
" kembali kan anakku , tolong kembali kan anakku . " dina terus mengigo .
arfan terus memperhatikan dina , yang mengigo . " apa karena panasnya terlalu tinggi , sampai ina terus saja mengigo . kenapa aku juga gak sekalian beli obat penurun panas , saat mampir ke apotik tadi . lalu gimana cara nya nurunin panas ina ? kompres gak bisa , obat pun gak ada . " gumam arfan.
arfan terus memikirkan cara untuk menurunkan panasnya . " apa aku harus melakukan skin to skin agar panasnya bisa turun ? tapi kalo melakukan itu , apa dina gak semakin membenciku yah ? " gumam arfan saat memikirkan cara itu pasti resiko nya besar .
__ADS_1
tanpa pertimbangan lagi arfan pun, memutuskan untuk melakukannya .
" lakuin ajalah , toh aku hanya ingin menurunkan panas ina , bukan mau macam - macam . " arfan pun memutuskan untuk melakukan cara skin to skin pada dina .
arfan mulai membuka bajunya , kemudian melemparnya ke sembarang arah . arfan pun mulai melepaskan baju yang dikenakan dina , dengan menutup mata nya . " kalo merem gini , gimana lepas pakaian dina . buka mata ajalah , toh dulu aku sudah pernah liat . " ujar arfan saat ingin melepaskan pakaian dina .
" dina maaf , aku hanya ingin melepaskan pakaian mu , semoga aku gak khilaf . " arfan terus bermonolog sendiri .
arfan melepaskan pakaian dina dengan menahan nafasnya , agar tidak khilaf .
" haduh , dadanya semakin besar nya . tahan , tahan arfan . " setelah melepaskan pakaian dina, arfan pun mulai metode skin to skin agar panas dina bisa turun . " maafin aku ina , aku cuman ingin menyembuhkan mu . " ucap arfan saat sedang melakukan metode skin to skin , dengan mata terkantuk-kantuk .
setelah beberapa saat arfan malah memejamkan matanya , karena semalam tidak tidur , arfan pun tidur dengan memeluk rina .
karena panasnya sudah turun , dina membuka matanya karena merasa berat seperti tertimpa tubuh- seseorang . dina yang kaget melihat arfan dihadapannya dengan memeluk erat tubuhnya , langsung histeris dan bangun . " tidak kkkk " teriak dina dengan melepaskan pelukan arfan .
dina pun menjerit kembali , setelah dirinya pun tak mengenakan pakaian " ahhhhhh "
arfan yang mendengar jeritan dina pun mengerjapkan matanya . " ada apaan sih ? " ucap arfan dengan mengucek matanya .
" arfan apa yang kamu lakuin sama aku , fan ? " teriak dina , saat melihat keadaan arfan dan dirinya tak memakai baju .
arfan langsung sadar setelah mendengar ucapan dina , dengan menutupi badan nya .
" arfan kamu jahat , lagi - lagi kamu melakukan nya padaku . " tangis dina, dengan memukul dada arfan .
" ina maafin aku , aku melakukan semua itu untukmu . " arfan mencoba menjelaskan , tanpa menghentikan pukulan dina padanya .
__ADS_1
" bajingan kamu arfan , kamu melakukan nya lagi padaku. " dina menyangka , arfan melakukan hal yg dulu .
arfan menyipitkan matanya , saat mendengar dina menuduh nya melakukan hal yang dulu pernah dia lakukan . " maksud kamu apa na ? " arfan menangkap tangan dina , yang sedang memukul nya .
" lepas bajingan . dasar laki-laki brengsek , aku tidak akan pernah memaafkan mu sampai kapan pun juga , meski aku mengandung lagi . " dina terus mencecar omongan kasar pada arfan , tanpa terlebih dulu mendengarkan penjelasannya .
dina bangun dari ranjang , kemudian mengambil bajunya yang berceceran di lantai .
" tunggu, mau kemana kamu na ? " arfan langsung memegang pergelangan tangan dina , saat dina hendak keluar dari kamar .
" lepas " dina menghempaskan tangan arfan, kemudian menerus kan jalan nya.
melihat dina memaksa untuk keluar , arfan pun terpaksa menggendong dina . " maaf na , aku terpaksa melakukan nya . " ujar arfan saat menggendong dina.
" turunin aku , arfan . " dina terus meronta saat di gendongan arfan . arfan menurunkan dina di ranjang kemudian langsung mengungkung badan dina .
" tenanglah aku akan menikahimu , untuk yang sekarang . " ujar arfan , tanpa menjelaskan kebenarannya terlebih dulu . mungkin dengan berbohong arfan bisa mendapatkan dina .
dina meludahi wajah arfan " lepas brengsek "
arfan yang merasa terhina , karena dina meludahi nya pun akhirnya berbuat nekat dengan mencium paksa bibir dina .
" mphhhh " karena dina sama sekali tidak membuka mulutnya , akhirnya arfan melepaskan pagutannya .
" kenapa lepas ? silahkan lanjutin , apa anda mau melakukan nya lagi ? anda belum puas kah ? "
Bersambung
__ADS_1