Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
BAB. DINAR


__ADS_3

“ Kenapa jadi kamu yang marah sama aku sih ? “ tanya arfan , saat melihat dina terus menekuk wajahnya .


“ Pikir we olangan . “ dina menjawab dengan kesal . gimana dina gak kesal , arfan membawanya ke hotel dengan berdalih ingin membersihkan , apa yang sudah laki-laki bernama syiam itu pegang dari tubuh istri nya dan dina pun mengikuti kemauan suaminya pergi ke hotel , agar arfan tak lagi salah faham dengan nya . tapi , ujung - ujungnya arfan malah mengeksekusi dina sampai tulang - tulang dina terasa remuk . mungkin kalo sekali , dua kali dina masih bisa menikmati sentuhan arfan . tapi kalo berkali-kali arfan melakukan nya , tanpa istirahat , gedeg juga lah dina . apalagi arfan melakukan nya bukan hanya di ranjang saja , tapi seisi kamar hotel dia rasain .


“ Bisa kita pulang sekarang ! aa sudah cukup kan menghukum ku ? “ ujar dina dengan memberengut , karena dina tidak ingin berlama-lama dalam hotel berdua dengan suami mesumnya . selain itu , dina juga mengkhawatirkan keadaan azkal anaknya . “ aa bisa carikan ku baju untuk aku pulang ! atau aa mau aku pulang tanpa busana ? “ tentu dina hanya asal bicara saking kesalnya . karena ulah suaminya , baju dina basah kuyup , saat arfan memakan dina di kamar mandi .


Arfan melebarkan matanya , mendengar ucapan istri nya . “ lagian suruh siapa punya mu nagih banget sayang . “ jawab arfan, tanpa merasa bersalah . padahal dirinya lah , yang membuat baju atau seragam dina basah .


Sementara dina membersihkan diri di kamar mandi hotel , arfan mengambil ponselnya di atas nakas untuk menghubungi seseorang , agar mengantarkan pakaian istrinya dengan cepat . setelah beres dengan masalah pakaian dina , arfan langsung menghubungi rina untuk mengetahui keadaan anaknya yang dia tinggalkan sejak pagi . arfan pun mencemaskan ke adaan azkal , hanya saja nafsu nya tidak bisa arfan kendalikan , jika sudah dekat dengan istrinya . arfan pun tahu , keluarga istrinya sudah kembali ke kota asalnya siang tadi .


“ Hallo rina , ini aku arfan . “ ucap arfan dari sambungan ponselnya .


“ Apa , kalian berdua lupa kalo sudah anak . kamu tahu ? anak kamu itu , dari tadi ngerengek ingin sama mamahnya . apa kalian tidak bisa melakukan anu - anu nya di kontrakan saja , tanpa harus meninggalkan anak kalian . “ karena geram , rina pun langsung mencak - mencak saat arfan menelpon nya . pasalnya azkal terus menanyakan keberadaan ibunya , apa lagi dina belum kembali ke rumah setelah dari pabrik .


“ Terus sekarang azkal di mana rina ? “ tanya arfan dengan santai nya , padahal rina sudah marah - marah padanya .


“ Tidur . “ rina pun menjawab dengan singkat dengan nada bicara ketus , saking kesal nya dengan kedua manusia tidak tahu di untung ini .


“ Sebentar lagi kita mau pulang , nitip dulu rina ! azkal nya . “ arfan malah menitipkan kembali azkal pada rina , sebelum menutup telepon nya , padahal rina masih kesal .

__ADS_1


Cek lek


Dina keluar dengan memakai handuk kimono yang di sediakan pihak hotel . “ aa sudah memesan baju ku ? “ tanya dina dengan melangkah kan kakinya, mendekati suaminya yang masih betah duduk di tepi ranjang dengan arfan yang hanya mengenakan celana boxer nya saja .


“ Udah , mungkin bentar lagi datang . “ arfan menyimpan ponsel nya di atas nakas dan mengambil alih handuk kecil yang di pegang dina untuk mengeringkan rambut panjang nya .


Perlakuan arfan , membuat dina lupa dengan kekesalan nya pada arfan . “ Emang jam segini , masih ada toko baju yang buka ? “ dina sudah bicara dengan biasa , tidak sekesal tadi . dina pun seperti meragukan ucapan arfan , karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam lebih . mana ada toko yang masih mau melayani pelanggan , saat sudah larut malam . “ aa bersih - bersih dulu atuh ih ! keburu larut malam kita pulangnya . kasian azkal , pasti dia nyariin aku . ibu , ayah sama disya kan udah kembali ke garut siang tadi . “ ujar dina , agar tidak memakan waktu banyak lagi .


Bukan nya bersih - bersih , arfan malah asyik memainkan dua bukit milik istrinya . sementara dina , hanya pasrah aja dengan ulah suami mesumnya . karena dina sudah lelah juga menyuruh arfan , untuk segera bersih - bersih . “ ko lama banget sih datang nya . “ gerutu dina , padahal baru beberapa menit menunggu , tapi terasa sangat lama .


Tok


Tok


Tok


“ Biar aa yang bukain , itu pasti baju kamu sudah datang . “ arfan bangkit dengan memakai celana panjang nya yang ada di lantai .


“ Biar aku aja atuh yang bukain pintunya , aa mandi atuh ih ! biar cepet . “ dina kembali meminta suami nya , untuk bersih - bersih terlebih dulu sebelum pulang ke kontrakan .

__ADS_1


Arfan malah melihat istrinya yang masih memakai handuk kimono dan menurut arfan , kimono yang di kenakan dina sedikit seksi , padahal panjang kimono nya di bawah lutut dina . “ tidak , kamu tunggu di sini aja ! biar aku saja yang bukain pintunya . “ arfan masih kekeh , dia tidak ingin ada yang melihat keadaan istrinya yang hanya memakai handuk kimono .


“ Terserah lah . “ ujar dina , saat arfan menuju pintu untuk membukanya .


Belum lama arfan kembali dan menenteng paper bag . “ Ini pakailah ! “ arfan memberikan paper bag pada dina .


“ Makasih , Aa gak mau bersih - bersih dulu apa ? “ dina terus saja menyuruh suami mesumnya untuk bersih - bersih dulu sebelum pulang , tapi arfan tak mengindahkan ucapan dina , dia malah mengenakan kemeja yang sudah dia lempar ke lantai .


“ Di kontrakan aja bersih - bersih nya . “ jawab arfan dengan mengancingkan kemeja nya .


“ Ih geuleh pisan . ya udah biar aku , yang ganti baju di kamar mandi saja . “ ujar dina , tapi tangan dina langsung di cekal oleh arfan .


“ Di sini aja ganti bajunya ! lagian aku sudah sering lihat dan rasain juga tubuh kamu . kenapa masih malu - malu sih . biar aku bantu pakai bajunya , biar cepet . “ ujar arfan dengan melepas tali kimono yang di kenakan dina .


Wajah dina langsung merona , saat arfan sudah membuka tali kimono nya . “ aku bisa sendiri . “ ucap dina dengan sedikit menjauh dari arfan .


Dina tergesa-gesa memakai bajunya , tanpa menyadari semua yang dikenakan nya sangat pas di tubuh nya . karena dina khawatir , arfan menginginkan nya lagi . apa lagi melihat tatapan mata arfan , seperti ingin memangsa nya lagi . “ udah kita pulang sekarang . “ dina sangat tergesa-gesa melakukan nya , hingga menjatuhkan kan tasnya dan semua isi yang ada di dalam tas dina pun berserakan .


“ Jangan terburu - buru gitu , kita pasti pulang “ ucap arfan dengan membantu memunguti , isi dalam tas istrinya yang berhamburan di lantai . Tapi ada yang menarik perhatian arfan , saat membantu memunguti isi tas istrinya . “ ini tablet apaan sayang ? kenapa ada di dalam tas kamu . “

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2