
“ Kenapa aku seperti mengenal suara dari istri tuan arfan ? “ ucap lsi karyawan perempuan dalam hatinya , saat baru saja masuk kedalam ruangan sang atasan untuk memberikan laporan minggu lalu dari ketua timnya , tanpa berani mengangkat wajahnya untuk melihat perempuan yang bersama bosnya . Padahal si karyawan perempuan itu sangat penasaran , siapa istri dari bosnya .
Cek lek
Azkal keluar dari kamar mandi dan melihat kedua orang tuanya yang kembali bermesraan , tidak seperti pagi tadi saat di meja makan . “ Mama sama papa lagi ngapain sih ? kaya anak kecil tahu . “ ucap azkal , saat melihat papanya memangku mamanya .
Melihat anaknya datang , dina pun beranjak dari pangkuan sang suami . Mungkin , jika azkal tidak muncul secara tiba-tiba , dina akan terus bermesraan dengan suaminya , apa lagi di depan karyawan perempuan suaminya yang baru saja masuk ke ruangan sang suami . “ Udah ke kamar mandi nya sayang ? “ ucap dina dengan melangkah kan kakinya untuk menghampiri anaknya . Tapi sebelum sebelum menghampiri azkal , dina terlebih dulu mendekati dan berdiri di belakang karyawan perempuan suaminya yang masih berdiri dekat pintu dengan menundukkan pandangan nya tanpa berani menatap ke depan . “ Hai vina sahabat ku . “ ujar dina , seperti mencibirnya . “ up salah sorry , sekarang kan kamu jadi karyawan dari suamiku yah . “ ujarnya dengan jumawa . Dina sangat puas melakukan hal itu , pada mantan sahabat dari sahabat nya rina .
Vina pun mengangkat wajahnya , untuk melihat pemilik suara yang menjadi penasaran Vina sejak tadi . “ KAMU “ ucap nya dengan melebarkan matanya saking kagetnya , orang yang di hadapannya adalah orang yang paling dia benci dulu . “ Ngapain kamu di sini ? bukan nya kamu itu sudah di pecat sama tuan arya secara tidak hormat dulu . “ cibir Vina dengan angkuh . sepertinya , vina belum ngeh dengan apa yang dina ucap kan padanya .
Melihat perdebatan istri dan karyawan nya , arfan mendekati istri dan karyawan perempuan nya yang masih berdebat di depan nya . “ Berani - berani nya kamu berprilaku seperti itu pada istri ku . apa kamu sudah bosan hidup . Pergi ke bagian absensi sekarang ! dan ambil surat pemecatan mu . Aku tidak ingin melihat wajahmu berkliaran di kantor ku . “ ucap arfan tanpa ingin di bantah , saat melihat karyawannya berani kurang ajar pada istri tercinta nya . Mungkin jika tidak ada azkal di ruangannya , arfan bisa melakukan hal lebih pada vina , sekalipun vina seorang perempuan .
Dina tersenyum senang , saat melihat suaminya membela diri nya , di depan musuh bebuyutan nya . Mungkin jika tidak ada azkal di ruangan ini , dina akan membiarkan suami nya membalas perbuatan Vina padanya dulu . “ Sudah stop A ! aku bisa mengatasinya sendiri . “ ucap dina dengan mencegah suaminya , agar tidak melakukan hal lebih pada vina , karena masih ada azkal di ruangan nya . “ Keluar dan patuhi , apa yang SUAMIKU perintah kan . “ ujar dina dengan menekankan kata suami dengan sengaja , agar dia tahu posisi nya sekarang .
Vina yang tidak terima dirinya di pecat pun , mencoba mencari celah keburukannya dina dulu . “ tuan tahu , siapa istri tuan dulu ? “ tanya vina dengan penuh percaya diri , vina pikir arfan pasti akan mempercayai kata - katanya dari pada dirinya “ dia hanya wanita murahan , yang punya anak tapi tidak tahu asal usul ayah dari anaknya siapa tuan . “ ucap nya . Vina sangat yakin , jika atasannya tidak mengetahui masa lalu dari istri nya .
__ADS_1
Arfan mengepal kedua tangan nya dan rahangnya pun mulai mengeras menahan emosi , mendengar apa yang di lontarkan karyawannya tentang istri nya . “ Sayang , ajak Azkal masuk ke kamar . “ pintanya , karena arfan akan memberi pelajaran pada mantan karyawan nya , tanpa di lihat anaknya .
Melihat di wajah suaminya yang tidak ingin di bantahnya , dina pun langsung membawa azkal masuk ke dalam kamar , tanpa bernia membantahnya . “ sayang , ikut mama dulu ke kamar . “ ucap dina , dengan menggandeng tangan anaknya , masuk ke kamar yang berada di ruang kerja suaminya . “ kamu mainan ponsel mama dulu yah ! “ ucap dina dengan memberikan ponsel nya pada azkal , agar azkal tidak melihat apa yang akan di lakukan papanya nya pada mantan temannya itu . “ pakai earphone nya sekalian . “ dina pun memasang earphone di telinga azkal , agar azkal tidak mendengar perdebatan papa dan mantan temannya itu .
Di dalam ruang kerja , ternyata arfan sedang memberi pelajaran pada mantan karyawannya , setelah dina membawa azkal masuk ke dalam kamar . “ Tadi kamu ngomong apa ? istri ku perempuan murahan . Berani sekali kamu mengatakan istriku perempuan murahan . “ ujar arfan dengan mencekik leher mantan karyawannya , arfan sungguh tidak perduli dia perempuan atau pun laki-laki . karena bagi arfan , siapa pun yang telah menyakiti istri tercinta nya , apa lagi melakukan nya di depan mata arfan sendiri .
Dina yang baru keluar dari kamar pun langsung berlari mendekati sang suami , saat melihat apa yang di lakukan arfan pada vina . “ Aa lepasin ! Vina bisa mati , kalo aa mencekik nya seperti itu . “ ujar dina dengan memeluk arfan dari belakang , untuk menghentikan aksi sang suami . padahal arfan pun tidak terlalu kuat mencekik nya , mungkin karena arfan laki-laki , jadi terasa begitu kuat .
Uhuk
__ADS_1
Uhuk
Uhuk
Vina batuk - batuk , karena napasnya hampir habis , setelah mendapat serangan brutal dari atasannya . Jika dina tidak muncul , mungkin dirinya akan mati di tangan sang atasan . Vina tak menduga , sang atasan akan melakukan hal ini padanya . Vina pikir dia akan mudah merusak hubungan dina dengan sang atasan , jika dirinya memberitahu masa lalu dari dina padanya .
Brug
Vina keluar dengan tergesa-gesa dari ruangan arfan , setelah napasnya kembali pulih . “ sialan kamu dina , tunggu pembalasan ku . Mungkin jika syiam lebih menyukai mu , aku bisa terima . Tapi , saat aku kehilangan pekerjaan gara-gara kamu , aku tidak akan tinggal diam sekarang . “ gumam vina , di balik pintu ruangan arfan , saat berhasil keluar .
“ Aa tadi hampir saja membunuhnya . kalo aku telat datang nya , mungkin si Vina sudah mati di tangan aa . “ ujarnya dengan memberengut , setelah vina keluar .
“ Aku ini sedang membelamu , kenapa malah di marahi sih . “ balas arfan . “ seharusnya , kamu biarkan saja aku membunuhnya sekalian . “ ucapnya lagi .
“ Kalo aa masuk penjara , gara-gara membunuhnya gimana coba ? “ balas dina dengan memberengut .
“ Biar saja aku di penjara . Toh kamu juga , berencana mau ninggalin aku kan . “ balas arfan , seperti arfan tidak bisa melupakan masalah dengan istrinya begitu saja .
**Bersambung...
__ADS_1
Maaf jika alur cerita nya masih menceritakan tentang dina dan arfan 🙏🙏🙏 , mudah - mudahan kalian tidak bosan membacanya**.