
Hari itu bertepatan dengan hari Jumat tanggal 13 Februari 1995.
hujan pada hari itu turun dengan derasnya di kota Den Haag, bersamaan dengan itu diriku terlahir di dunia ini.
oeek..,oeekk...,oeekk....!!
suara tangisanku yang keras seakan-akan memecah dan mengalahkan suara hujan pada malam itu dan membuat membuat siapapun yang berada di lorong rumah sakit tersebut pasti ikut merasakan kebahagiaan keluarga kami.
sesosok bayi perempuan cantik yang sempurna terlahir ke dunia ini. sehingga membuat kehidupan keluarga besar kami menjadi semakin lengkap dan indah.
" selamat tuan besar..!!"
" selamat tuan...!!"
ucapan selamat datang dari berbagai kalangan di dunia ini, pewaris tahta keluarga Kartika telah hadir untuk memenuhi berbagai ekspektasi para pemimpin yang bekerja di balik layar.
namun kebahagiaan yang indah itu harus segera pupus tatkala ibuku mulai menjadi sakit-sakitan, tepat setelah tak lama beliau melahirkan diri ku ke dunia ini.
uhuk...,uhuk...uhuk....!!
suara batuk ibuku terdengar di kamar nya yang berada di mansion keluarga Kartika, ayah dengan penuh kasih sayang memegang terus tangan ibuku.
" sayang....?!" panggil ibuku seraya tersenyum melihat ke arah ayah yang mulai berlinang air mata.
" jaga anak kita yaa..!?"
" jangan biarkan siapapun menyakiti anak kita..!?" seru ibuku sambil melihat ke tempat ayunan ku berada.
" tentu hany...!!" ayahku hanya bisa melihat ke wajah ibu sambil mencium kening nya dengan lembut.
" don't leave me alone hany...!!"
π’
ayahku berusaha dengan segala cara supaya istri tercinta nya tidak meninggalkan kami berdua untuk selamanya.
" gimana dok...??" tanya ayahku dengan penuh kekhawatiran di rumah sakit ternama. dokter itu hanya bisa menggelengkan kepala tanda tak sanggup lagi.
merasa jika segala sesuatunya telah ayahku usahakan namun tidak menemui hasil yang signifikan terhadap kesehatan ibuku. ayahku menjadi stres dan kadang membuat emosi nya tidak stabil.
sambil terus berusaha mencari berbagai alternatif pengobatan yang tepat untuk penyakit ibuku, ayah juga melaksanakan tugas sebagai pimpinan pengganti keluarga Kartika.
namun usaha ayah ku terasa percuma tatkala para dokter terbaik di dunia mulai menyerah dengan keadaan yang ibuku derita dan tidak ada dokter yang bisa menolong ibuku.
hanya beribu-ribu kata maaf yang terlontar dari mulut para dokter terbaik tersebut. mereka sudah menyarankan agar kami menyerahkan semuanya kepada yang kuasa.
tepat enam bulan semenjak diriku terlahir di dunia ini, ibuku pergi meninggalkan kami berdua untuk selama-lamanya.
kesedihan terpancar jelas di wajah para anggota dan dewan pengurus keluarga Kartika, malam itu menjadi malam tergelap keluarga besar kami.
aku yang belum tahu apa-apa hanya bisa menangis sejadi-jadinya. sedangkan ayahku begitu terpukul dengan kepergian ibu, sehingga beliau hanya bisa menangis dan bersedih sepanjang hari.
...* * *...
seiring dengan berjalannya waktu aku tumbuh menjadi anak yang tangguh, cerdas, dan oportunis.
aku bukanlah seorang anak manja layaknya seorang putri, yang apabila meminta sesuatu akan dituruti dengan mudah nya.
__ADS_1
walaupun keluarga Kartika tergolong keluarga super power.
yupz..
betul sekali..
akan aku ceritakan sedikit tentang keluarga Kartika.
keluarga Kartika adalah salah satu keluarga yang cukup terpandang di negeri kita, namun itu hanyalah di permukaan nya saja.
jauh lebih ke dalam, keluarga Kartika merupakan salah satu dari 5 keluarga penguasa dunia.
Keluarga kami bisa di sejajarkan dengan keluarga Rockefeller, keluarga Rothschilds, Morgans family, bahkan dinasti Al-Saud di jazirah Arab.
kenapa keluarga kami begitu dihormati di balik bayang??
kita flashback dulu ya ke masa kolonial kerajaan Belanda dan VOC.
...* * *...
aku mulai dari cerita kakek buyut ku.
kakek buyut ku adalah seorang tuan tanah yang cukup terpandang di sekitar Sunda kelapa (Jakarta sekarang).
beliau tergolong orang yang jeli dan cermat dalam melihat peluang, pada usianya yang masih muda beliau sudah memiliki banyak tanah dan koneksi di sekitar wilayah Nusantara.
tidak begitu lama, banyak pedagang dari Eropa mulai berdatangan ke Sunda kelapa (Jakarta sekarang).
melihat peluang besar itu, beliau mulai berteman dan memanfaatkan pengaruh dengan baik para pedagang dari Eropa tersebut, serta menawarkan diri menjadi penghubung dengan para raja-raja di sekitar Nusantara.
ya..
kita belajar sejarah sedikit.
itu karena pada abad tersebut bangsa Eropa sedang gencar-gencarnya menjelajah dunia,
hal itu dikarenakan dorongan untuk menemukan sumber rempah-rempah dan memunculkan minat menjelajah dunia di kalangan bangsa Eropa.
kenapa rempah-rempah menjadi primadona di kalangan masyarakat Eropa??
hal itu dikarenakan kebutuhan rempah-rempah di seantero Eropa meningkatkan dengan drastis nya, sehingga harga rempah-rempah di Eropa hampir setara dengan harga emas waktu itu.
kamar dagang terbentuk di berbagai kota di penjuru Eropa.
kamar dagang yang terbentuk di berbagai kota Eropa berlomba membiayai ekspedisi demi mencari rempah-rempah yang tumbuh subur di bumi belahan timur.
seiring dengan berjalannya waktu bangsa-bangsa dari Eropa tersebut saling berebut untuk bisa mendapatkan rempah-rempah dari Nusantara kita.
sehingga menimbulkan banyak korban jiwa yang berjatuhan di antara bangsa Eropa tersebut.
walaupun dengan susah payah dan tidak mudah, akhirnya para pedagang dan kerajaan Belanda tersebut menguasai hampir mayoritas perdagangan rempah-rempah di seantero Nusantara.
bahkan pelabuhan pelabuhan dagang strategis berhasil dikuasai oleh kerajaan Belanda.
walaupun kerajaan Belanda sudah menguasai dan memonopoli perdagangan rempah seantero Eropa, justru terjadi friksi dan konflik di antara para pedagang dari Belanda sendiri.
persaingan harga terjadi di antara pedagang dari Belanda itu sendiri, sehingga harga rempah di Eropa menjadi fluktuatif dan tidak terkontrol.
__ADS_1
kesempatan itulah yang membuat kakek buyut ku dan sahabat baiknya Johan Van Oldenbalveldt berinisiatif untuk mempertemukan dan mempersatukan kongsi-kongsi dagang yang ada di Belanda.
enam kongsi-kongsi dagang terbesar itu diantaranya berasal dari Amsterdam,Zeeland, Delft, Rotterdam, Hoorn, dan Enkhuizen.
namun tidak semua sepakat dengan penyatuan dan peleburan tersebut, terutama wakil dari Zeeland.
mereka terlampau curiga dengan dominasi dari rumah dagang dari Amsterdam, namun berkat campur tangan pangeran Maurits, akhirnya kamar dagang itu mau bersatu dan sepakat membentuk VOC ( Vereenigde Oostindishce Compagnie)
kamar dagang pusat ini dipimpin oleh satu dewan pengurus yang terdiri dari tujuh belas utusan dari enam kamar dagang yang telah dilebur sebelumnya.
para pemimpin itu dikenal sebagai Heeren Zeventien atau tujuh belas tuan.
Bukan Sunda empire ya...
hehehe...
π
perusahaan tersebut sukses besar di wilayah Hindia Belanda dan koloni nya, bahkan saking suksesnya perusahaan membukukan laba yang fantastis, melebihi perusahaan EIC ( East India Company ) yang merupakan perusahaan dagang dari negeri ratu Elizabeth
masa keemasan perusahaan VOC tidak berlangsung selamanya, korupsi yang merajalela serta biaya perang yang terjadi di seantero Nusantara membuat perusahaan yang tadinya mencatat kan laba, kini berangsur collapse dan membukukan kerugian yang tidak sedikit.
mengetahui bahwa akan terjadi kebangkrutan pada perusahaan itu, keturunan dari kakek kami mulai merubah haluan perusahaan yang Keluarga Kartika kelola.
dari perusahaan yang bergerak di perbankan kini menjadi perusahaan minyak dan gas bumi.
kepiawaian dalam melihat celah membuat keluarga kami makin dikenal di kalangan aristokrat dan bangsawan Eropa, kebetulan waktu itu pula emas hitam atau minyak bumi menjadi primadona baru di dunia.
memasuki era dekade akhir tahun 1880-an, keluarga Kartika dan keluarga Du Pont bekerja sama dalam memproduksi dinamit untuk keperluan pertambangan yang juga makin marak di wilayah Amerika bagian Utara.
tidak hanya untuk keperluan pertambangan, dinamit tersebut juga sering dipakai dalam berbagai aspek lainnya.
keluarga Du Pont dan keluarga Kartika juga menyediakan sekitar dua juta kilogram serbuk mesiu bagi pasukan Angkatan Darat Union semasa perang saudara di Amerika.
Keluarga Kartika dan keluarga Du Pont memang dikenal banyak terlibat dalam perang-perang penting, kesediaannya menyediakan serbuk mesiu dalam jumlah yang besar.
kami tidak terlibat secara langsung dalam perang dunia pertama, tetapi berhasil mengubah cukup besar arah perang yang sedang berlangsung.
ya...
π
mungkin ada diantara kalian merasa apa yang Keluarga kami lakukan tidak lah etis atau salah, tapi ya itulah.
...πΈbisnis tetaplah bisnis..πΈ...
memasuki pasca era setelah perang dunia kedua, banyak negara-negara baru bermunculan.
kami keluarga Kartika dan lima keluarga berpengaruh lainya berinisiatif untuk mendirikan bank sentral di hampir semua negara di dunia.
dengan berbagai trik dan intrik kami hampir menguasai dan mengontrol semua pemerintahan dan ekonomi di seluruh dunia serta membentuk tatanan dunia baru.
sekarang kami keluarga Kartika menjadi salah satu keluarga penggengam dunia dari balik layar.
π
#Author.
__ADS_1
_to be continued.