
" aku harus kembali ke kelas..!" sambung ku sambil sedikit salah tingkah saat suasana kami yang sedikit membuat ku dag-dig-dug.
" tunggu..!!" seru Roby sambil mulai mendekatkan dirinya ke arah tempat ku berdiri dan sudah dekat ke pintu keluar ruang perawatan.
aku hanya diam membatu dan tidak merespon apa pun saat Roby dengan beraninya memeluk ku dari belakang.
" terima kasih.." bisik nya pelan penuh perasaan sehingga membuat ku hanya diam saja.
setelah sadar dari lamunanku, dengan segera aku mendorong tubuh Roby yang telah beraninya memeluk ku.
" minggir...!!!" seru ku sambil mendorong tubuh Roby dan membuat terdorong cukup jauh.
dengan segera aku bergegas keluar dari ruang perawatan dengan perasaan yang bercampur aduk. entah aku marah atau tersinggung atau..
duuhhh....
apaan sih Marischka.. >.<
perasaan yang harusnya ku buang jauh-jauh dari angan ku yang terdalam. aku berjalan semakin cepat untuk segera kembali masuk ke dalam kelas.
dengan segera aku sudah berada di dalam kelas lagi dan mengambil tempat di samping bangku Natasya.
" dari mana saja kau..?!" tanya Natasya sambil melihat ku aneh karena mimik muka ku yang tampak merah.
" dari UKS.." sambung ku cepat sambil melihat ke arah Natasya yang berada di samping ku.
" kau sakit..?!" tanya Natasya intens.
" nggak..!"
" memang kenapa..?!" jawab ku cepat sambil terlihat panik dan berusaha menutupi sesuatu.
aku segera mengambil buku pelajaran yang berada di dalam tas ku. dengan segera aku mempersiapkan segala sesuatu yang ku butuhkan untuk kembali belajar.
disaat mulai tenang, tiba-tiba Roby juga mulai masuk ke dalam kelas. terlihat beberapa siswa kaget melihat muka Roby yang terlihat sedikit babak belur.
dengan segera Roby menuju ke tempat duduk ku dan memberikan buku yang ku pinjam di perpustakaan sekolah tadi.
duh sialan..
sontak semua membisu saat Roby mendatangi kursi ku. aku pun mulai sedikit jengkel karena dia sangat memperlihatkan jika dia hanya ingin membuat ku kesal dan malu.
" makasih..!!!" seru ku kesal sambil mengambil buku yang dia sodorkan tadi. ku lihat beberapa siswa perempuan mulai berbisik satu sama lainnya.
setelah selesai urusan nya, Roby mulai kembali beranjak meninggalkan tempat duduk ku dan kembali ke tempat duduk nya yang berada di ujung belakang kelas kami.
" sialan...!!" seru ku pelan penuh dengan kemarahan.
" ehmm..."
" aku mau penjelasan mu sepulang sekolah nanti..!" sambung Natasya dengan antusias dan penuh penasaran.
__ADS_1
" aduuhh.., kepo deh ihhhh.." jawabku kesal. seakan tau jika temannya marah, Natasya hanya melihat ku dengan tatapan mata yang aneh.
" apaan sih...?!" sambung ku kembali kesal sambil melihat ke arah Natasya.
hehe..., dan Natasya pun hanya tertawa kecil.
tak selang berapa lama guru mata pelajaran selanjutnya datang. dengan segera kelas kami pun menjadi lebih tenang.
...* * *...
pelajaran terasa cepat hari ini, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore saja. seperti biasa, aku mulai meninggalkan ruang kelas dan menuju ke gerbang sekolah bersama Natasya.
" jadi...?!"
" langsung pulang nih kamu..?!" tanya Natasya sambil mengunyah makanan ringan yang dia beli di kantin sekolah tadi.
" iyaa..."
" kebetulan ada yang keperluan.." jawab ku sambil menggandeng tangan Natasya yang sibuk dengan makanan ringan nya.
" okeh.." jawab Natasya santai.
aku pun tersenyum sambil melihat ke arah Natasya. lagi-lagi hari yang padat harus ku lalui dengan sempurna. mengingat aku merupakan pewaris tunggal yang menyandang nama Kartika.
sesampainya di depan gerbang sekolah, ternyata Natasya sudah ditunggu oleh orang tuanya. dengan sedikit berlari Natasya menghampiri tempat bapaknya menunggu.
" Marischka aku duluan ya..!" seru Natasya sambil menaiki motor ayahnya.
" okey...!" sambung ku cepat sambil memberi isyarat tangan.
sesampainya di sana, seperti biasa aku berdiri sambil melihat gawai ku dan sesekali celingak-celinguk melihat jalan yang padat karena jam pulang sekolah.
" mau pulang..?" tanya pria dengan suara ngebass yang kukenal memanggilku dari belakang.
karena sudah familiar aku pun hanya diam saja tidak menghiraukan. melihat ku yang diam dan terkesan cuek saja, Roby segera melanjutkan langkahnya tepat di depan ku berdiri.
dengan segera dia masuk ke dalam mobil sport keluaran dari pabrikan Eropa tersebut. dengan sedikit melirik ke arah ku berdiri dia mulai masuk, mungkin jika di slow motion seperti cowok cool yang doyan pamer kekayaannya.
Entah kenapa aku tertarik melihat kedalam kabin penumpang yang ada di dalamnya. tanpa kusadari Roby melihatku dan mulai menurunkan kaca bagian penumpang mobil nya.
" ayo..?!" ajak Roby sambil menyandarkan tubuhnya ke bangku penumpang.
bertepatan dengan itu, mobil keluarga ku datang menjemput dan parkir tepat di samping mobil Roby.
heehh...
aku pun melangkah kan kaki ke arah mobil keluarga ku. Roby yang awalnya kege-eran saat aku berjalan mendekat ke arah mobilnya, dengan segera membukakan pintu penumpang.
" makasih..." seruku sambil tersenyum sedikit mengejek nya.
Roby hanya bengong saja saat aku berjalan melewati depan mobilnya dan menuju ke mobil berjenis Rolls-Royce yang terparkir disamping mobil nya.
__ADS_1
aku melihat ke arah Roby yang berada di kursi pengemudi, entah kenapa aku merasa puas melihat muka bengong yang dia perlihatkan.
" kita langsung pulang saja pak.." perintah ku ke sopir keluarga kami. dengan segera mobil keluarga berjalan menyusuri jalanan padat kota Bogor.
...* * *...
mobil akhirnya sampai juga di mansion utama keluarga Kartika. setelah berhenti di depan pintu rumah, dengan segera aku masuk dan menuju ke kamar tidur ku.
" selamat sore nona muda.." sambut Alfred ramah sambil memberikan beberapa dokumen penting ke diriku.
" sore tuan Alfred.." jawab ku sambil menerima dokumen tadi.
suara langkah kaki begitu terdengar di dalam mansion keluarga Kartika, mengingat akhir-akhir ini para pimpinan keluarga sedang disibukkan dengan kegiatan diluar negeri, sehingga urusan dalam negeri diserahkan ke diriku yang masih belia.
" nona muda ada pertemuan dengan orang dari parlemen pukul tujuh malam nanti.." seru Alfred yang berjalan tepat dibelakang ku.
" baik aku mengerti.." sambung ku sambil kembali mengecek dokumen yang Alfred berikan.
" dimana pertemuan nya..?!" tanyaku penasaran ke arah tuan Alfred sambil berhenti tepat di depan kamar ku.
" Pullman Ciawi hotel nona..." jawab tuan Alfred ramah.
" baik.., aku mengerti..."
" kalau begitu akan ku pelajari dulu dokumen nya..." sambung ku sambil membuka pintu masuk kamar ku.
" baik nona muda..." seru tuan Alfred sambil tersenyum dan mempersilahkan ku untuk mempelajari dokumen yang dia berikan.
dengan segera aku menutup pintu dan melangkahkan kakiku ke kasur yang terlihat empuk, dan dengan segera aku merebahkan tubuh ku di atas nya.
saat aku merebahkan diri, ku perhatikan lagi dokumen yang berada di tangan kanan ku ini.
hufftt...
kerjaan lagi, kerjaan lagi...
dalam istirahat singkat ku di atas kasur, entah kenapa aku mengingat lagi peristiwa di sekolah tadi, terutama saat Roby memelukku dari belakang.
aku mengingat lagi pelukan hangat nya dan entah kenapa membuatku makin tidak karuan.
apaan sih kamu Marischka...
dengan segera aku bangun dari tempat tidur ku supaya melupakan kejadian tadi, dengan segera aku mulai berganti baju ke yang lebih santai.
📞 " tuan Alfred.."
📞 " aku minta Camilan dan teh hangat untuk ku nikmati...!" sambung ku ditelpon ke tempat tuan Alfred standby biasanya.
📞 " baik nona muda.." jawab tuan Alfred ramah.
sambil santai dan menunggu pesanan ku datang, aku kembali mengamati data-data yang tuan Alfred berikan kepada ku.
__ADS_1
# Author.
_to be continued