Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Rumah Natasya


__ADS_3

" assalamualaikum..!!" seru Natasya sambil melepaskan sepatu sekolah yang dipakai nya.


" wa'alaikum salam...!!" jawab ibu Natasya sambil menyambut kami berdua.


ibu Natasya begitu ramah dalam menyambut kepulangan anaknya, terutama saat diberi kabar jika aku akan menginap di rumah nya.


" owh.., ini nak Marischka..?!" seru ibu Natasya dengan antusias.


" assalamualaikum Bu...!!" sambung ku sambil tersenyum manis ke arah ibu Natasya.


" cantiknya...!!"


" ayok masuk nak..!!" ajak ibu Natasya dengan ramah.


" baik Bu.." jawab ku cepat.


" duh.., kalau aku pulang aja gak pernah disambut seperti ini..!" sambung Natasya dengan sedikit jengkel.


" gak jelas kau Nat..!!" seru ibu Natasya dengan bercanda.


aku tertawa saat mendengar ibu Natasya sedikit bercanda dengan kami.


" sudah ayo masuk...!!"


ibu Natasya segera berjalan masuk ke dalam ruang keluarga yang terdapat sebuah tv flat dan sofa panjang untuk sekedar duduk bersama.


disana sudah ada kakak perempuan Natasya yang sedang santai melihat tv dan memainkan gawai nya. kedua adik Natasya duduk di bawah lantai dan segera membuka bungkusan martabak yang kami bawa.


" lho kok sudah dibuka..??" sambung ibu Natasya yang kini nampak berdiri diantara Diana dan Ferdian.


dengan refleks adik Natasya melihat ke arah ibunya dengan ekspresi bersalah.


" tunggu kakak lah..!!" sambung Natasya sambil sedikit memukul pelan punggung Ferdian.


" maaf kak.., tadi kak Diana yang suruh buka..!!" jawab Ferdian sambil menunjuk jarinya ke arah Diana yang duduk sambil melihat bungkusan martabak manis.


" lho.., kok aku..?!" sambung Diana sambil melihat tajam ke arah Ferdian.


" kan memang kak Diana yang suruh buka..!!" jawab Ferdian dengan sedikit ngeyel.


aku tersenyum saat melihat adik Natasya bertengkar satu sama lain. rasanya agak iri saat melihat keluarga Natasya yang sedikit rame dan ceria. kadang hal itu membuat ku ingin juga merasakan keceriaan yang sama.


" sudah lah..!!"


" berisik tau kalian..!!" bentak kakak perempuan Natasya yang dari tadi duduk di sofa ruang keluarga.


dengan segera Ferdian dan Diana diam membisu, aku sedikit kaget dengan perubahan suasana saat kakak Natasya membentak mereka berdua.


Natasya yang melihat ku dengan ekspresi sedikit kaget, langsung mengajak ku kedalam kamar nya.


" sudah lah ayo Marischka...!!" ajak Natasya sambil menarik ku ke dalam kamar nya.


dengan segera kami masuk ke dalam kamar Natasya. di dalam kamar Natasya terdapat meja belajar yang serasi dengan warna kamarnya. tidak lupa beberapa poster idol group dari Korea dan beberapa boneka Minion yang dia suka.

__ADS_1


dengan segera ku letakkan bungkusan baju yang ku pegang dan tas punggung ku sambil duduk di kasur springbed yang ada di kamar Natasya.


" kamar mu asik ya Nat..?!" seruku sambil tersenyum ke arah Natasya yang kini sedang mencari baju santai di lemari bajunya.


" yupz..." jawab nya sambil mencari sesuatu di tumpukan bajunya.


" kamu mau ganti baju apa mandi dulu Marischka..??" sambung Natasya sambil tersenyum manis ke arahku.


ku lihat Natasya mengambil handuk baru dari tumpukan bajunya dan memberikan itu ke diriku.


" kalau gitu mandi dulu lah aku.." jawab ku sambil berdiri dan mengambil handuk yang diberikan Natasya.


" oke.." sambung Natasya.


" antar aku ke kamar mandi ya...!!" seru ku sambil tersenyum ke Natasya.


" idih.., manja betul..!!" jawab Natasya cepat.


" mana aku tau kamar mandi mu cantik..!!!" sambung ku, sambil memeluk pinggang Natasya dengan manja.


" iya.., iyaa...!" jawab nya sambil melepaskan tangan ku di pinggangnya.


" apaan sih ini anak..., peluk-peluk gak jelas..!" sambung nya, sambil berusaha melepaskan pelukan ku yang dari tadi masih memeluk pinggang Natasya.


hehehe...


dengan segera aku melepaskan pelukan ku dan Natasya keluar dari kamar dan segera menuju kamar mandi.


setelah sampai di kamar mandi ku minta Natasya untuk berjaga di depan kamar mandi nya. awalnya sih dia menolak, tapi karena ini permintaan dari sahabat baiknya mau tak mau harus dituruti.


setelah selesai aku dan Natasya membersihkan diri dan berganti baju yang kami beli tadi. aku dan Natasya memutuskan untuk duduk santai di teras rumah.


aku dan Natasya duduk di lantai keramik di teras depan, dengan ditemani segelas teh hangat dan martabak manis yang di pilih oleh Natasya tadi.


kami berdua mengobrol santai disana, Natasya bertanya banyak hal. baik tentang pelajaran sekolah Mario, asisten Liu, ataupun yang baru tadi sore bertemu di lapangan basket, yaitu si Roby.


tak selang berapa lama kemudian ayah Natasya pulang dari tempat kerjanya di salah satu pabrik tekstil.


deru mesin motor matic terdengar jelas saat memasuki garasi rumah Natasya. aku dan Natasya kompak melihat ke arah motor ayahnya, dengan segera ayah Natasya membuka penutup helm dan tersenyum ke arah kami yang sedang santai di teras.


" assalamualaikum...!" seru ayah Natasya sambil melepaskan helm dan meletakkan nya di kaca spion.


" wa'alaikum salam..!" jawab kami kompak.


dengan segera ayah Natasya turun dari motor dan melepaskan perlengkapan berkendara nya.


" lho..., nak Marischka masih disini..?!" tanya ayah Natasya dengan ramah.


" iya pak.., rencananya mau menginap semalam..!" jawab ku sambil tersenyum balik ke arah ayahnya Natasya.


" owwhh..."


" sudah ijin orang rumah kan..?!" tanya ayah Natasya masih dengan senyum ramahnya.

__ADS_1


" sudah ijin lah pak...!!"


" masak ya belum ijin..?!" sambar Natasya dengan cepat dan sedikit jengkel.


aku sedikit terkejut saat mendengar Natasya menjawab pertanyaan ayahnya dengan sedikit jengkel, padahal maksud pertanyaan ayah Natasya baik dan tidak ada yang salah.


" ya sudah kalau begitu.." jawab ayah Natasya dengan sedikit salah tingkah.


kulihat ekspresi ayah Natasya sedikit kecewa mendengar kata-kata dari anak perempuan nya itu. segera setelah itu ayah Natasya masuk ke dalam rumah.


" kau kenapa sih Nat..??" seru ku sedikit kesal.


" habisnya..., kadang bapak agak aneh sih.." jawab nya sedikit serius.


" husstt..., gak boleh gitu Nat..!!" sambung ku sambil memukul pelan lengan Natasya.


tidak selang begitu lama ada suara motor berhenti di depan pagar rumah Natasya. setelah mematikan mesin motor dengan segera sesosok laki-laki turun dari motor dan mulai masuk ke halaman rumah Natasya.


" kaaakk...!!!" teriak Natasya ke dalam rumah, namun tidak ada respon dari dalam rumah.


" kak...!! ada kak Rian datang..!!" sambung Natasya lagi kini lebih jelas.


" iyaa..!!" jawab kakak perempuan Natasya dari dalam. kulihat sosok yang bernama Rian itu datang mendekat ke tempat duduk kami berdua.


" ada kakak mu Nat..?!" tanya Rian, saat mendekat ke tempat kami dia melihat ku dengan tatapan mata kagum.


" ada di dalam..!" jawab Natasya dengan santai.


tidak begitu lama kakak perempuan Natasya keluar dari dalam rumah dan melihat Rian dari pintu masuk.


" ada apa..??" seru kakak perempuan Natasya dengan nada ketus dan melihat pria itu dengan tatapan tajam.


" aku ingin bicara sebentar Nadia..!!" jawab Rian dengan nada memelas.


aku dan Natasya sedikit canggung dengan situasi ini, kami berdua hanya diam membisu sambil memainkan gawai masing-masing.


" gak perlu..!!" sambung kakak perempuan Natasya yang bernama Nadia.


" tapi..." belum selesai Rian bicara, dengan cepat Nadia langsung memotong pembicaraan Rian.


" sudahlah...!!"


" kamu gak liat ini sudah malam kah..?!" sambung Nadia dengan nada yang lebih serius dan terlihat emosi.


Rian terlihat sedikit terkejut dengan perkataan Nadia. tampak dia semakin lesu dan tidak tau harus berbuat apa.


" besok aja kau kesini...!"


" lagian ada tamu di rumah.., gak enak didengar..!" seru Nadia sambil melihat ke arah ku.


Rian dengan spontan melihat ku yang sedang duduk di lantai. dia paham maksud perkataan Nadia dan mulai berjalan keluar dari parkiran rumah Natasya.


# Author.

__ADS_1


_to be continued


__ADS_2