Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Si Penganggu


__ADS_3

terlihat Roby pun seakan siap dengan konsekuensi dari perkataan nya. aku sebenarnya juga marah dengan perlakuan Roby terhadap ku, tapi aku lebih memilih mereka berdua tidak bertengkar.


" sudahlah kalian berdua..!"


" seperti anak kecil saja..!!" seruku kesal sambil mendorong Roby dengan kuat sehingga dia hampir jatuh.


dengan jengkel aku segera berjalan menjauh dari Mario dan Roby yang masih sibuk dengan debat kaleng nya.


sialan tuh anak, baru juga masuk sudah buat perkara.


selama perjalanan kembali ke kelas aku menggerutu tidak jelas dalam hati. terutama tentang si Roby yang sok kegantengan dan selalu menggangguku.


...* * *...


segera aku sampai di lorong kelas di lantai tiga, kulihat kelas kami sudah sepi seakan ada guru yang mengajar disana.


lho tumben kok sepi ya..??


entah kenapa perasaan ku tidak enak saat mendekati ruang kelas. dengan mengendap-ngendap aku sampai di daun pintu yang terbuka.


ku lihat siswa lainnya sudah duduk dengan rapi dan terlihat fokus ke arah depan. aku berhenti dengan ragu tepat di depan daun pintu yang terbuka. sambil berkata pelan ke arah teman kelas ku yang duduk di paling depan aku bertanya kepada nya.


" ada siapa..??" seruku pelan dengan isyarat mulut dan tangan ke arah teman kelas ku.


" kepala sekolah..!!" jawab nya pelan kearah ku yang berada di luar.


aduh.., mati aku..!!


sebenarnya aku dilema saat mendengar jika yang ada di kelas ku kepala sekolah. apalagi jika tadi sama Bu Jumiati kami dilarang keras untuk keluar dari dalam kelas dan belajar mandiri dulu.


tanpa sadar tangan ku ditarik dari belakang oleh Roby yang sama-sama keluar kelas tadi. dengan reflek aku membalikkan badan dan membuat ku sedikit terkejut dan hampir terjatuh.


" duh apaan sih..!!" seru ku sambil berusaha melepaskan tangan ku dari cengkeraman tangan Roby.


" lepasin bodoh..!!" sambung ku dengan jengkel.


namun Roby tak bergeming dan terus saja menarik ku. tak selang berapa saat kami berdua sudah sampai di depan tangga turun.


" lepasiinn...!!!" seru ku lebih kesal dan dengan reflek aku memukulkan minuman dalam kantong kresek yang kubeli tadi ke tubuh Roby dengan keras.


baakkk...!!


suara keras terdengar saat botol minum tadi mengenai punggung Roby. dan bersamaan dengan itu semua botol minuman ku jatuh dan berhamburan di lantai.


" siapa kamu..?!!"


" berani-beraninya menarik ku dengan kasar..!!" seruku dengan emosi dan jengkel.

__ADS_1


kulihat dengan emosi Roby yang berada di depan ku. kedua tangan ku kini sudah mengepal seakan siap memukul wajah gantengnya dengan keras.


namun Roby hanya diam saja dan menatap ku dengan tatapan mata yang tajam. mungkin dia juga berusaha memprovokasi ku supaya aku memukul wajahnya dan membuat dia minta ganti rugi kepada ku.


kami pun diam saja dan saling menunggu. namun entah kenapa kini sudah mereda emosi ku, dan mulai berpikir lebih jernih lagi.


" sudahlah..!!"


" capek meladeni kamu..!!" seruku dengan nada tinggi dan berjalan turun ke tangga di depan belakang Roby.


namun Roby dengan cepat menghalangi jalanku, seakan melarang ku untuk turun.


" minggir..!!" seruku dengan suara pelan tapi memperlihatkan jika aku tidak suka dipermainkan.


mendengar ancaman ku Roby tetap saja tidak memperdulikan nya dan malah berusaha memprovokasi ku.


" minggir kataku..!!!" dengan reflek aku mendorong tubuh Roby yang tinggi dan proporsional dengan keras. sehingga membuat dia membentur dinding dengan sedikit keras.


dengan segera aku berjalan dan turun dari tangga lantai tiga. tanpa memperdulikan Roby aku sudah berada di lantai satu.


sialan tuh anak...


hari ini untuk pertama kalinya aku membolos di jam mata pelajaran tertentu dan tidak berada di kelas. sehingga aku binggung untuk memutuskan mau kemana.


duh mau kemana nih..


akhirnya aku putuskan untuk pergi ke kantin saja dan menunggu untuk jam pelajaran selanjutnya.


ternyata di kantin juga ramai dengan siswa yang selesai berolahraga. kulihat jam tangan dan mengingat lagi mata pelajaran selanjutnya.


masih ada satu jam lagi akan ada jam pelajaran biologi di kelasku. saat di kantin sekolah aku malah kebingungan mau berbuat apa.


sudah lah, mumpung di kantin aku makan dulu aja..


aku pun berjalan menuju salah satu counter penjual makanan di kantin sekolah. kulihat beberapa tempat duduk sudah penuh dengan siswa yang selesai berolahraga.


" buk.., bakso nya satu porsi ya..!!" seru ku ke arah ibu kantin yang sudah paruh baya.


" baik non.." jawab ibu itu sambil memberitahu ke laki-laki yang membantu ibunya dalam berjualan.


" minum nya apa non..?" tanya ibu itu dengan ramah.


" es jeruk aja buk.." jawab ku dengan senyum manis ku.


setelah selesai memesan bakso, aku mencari tempat duduk yang kosong. tampak ada beberapa siswa pria yang mengobrol sambil melihat ke arah ku. tapi seperti biasa, aku cuekin aja mereka.


sambil menunggu pesanan datang aku melihat-lihat kotak tisu dan beberapa menu makanan yang familiar kurasakan.

__ADS_1


ku dengar juga beberapa murid berbicara tentang class meeting yang akan diadakan sebentar lagi. yaitu kegiatan sekolah kami yang mengadu keterampilan dalam bidang olahraga.


duh ada acara class meeting lagi..


aku jadi sedikit nostalgia saat class meeting tahun lalu yang cukup melelahkan. seperti biasa kelas kami di bidang olahraga cukup unggul dan kuat.


banyak siswa dikelas kami yang menjadi tulang punggung di ekskul tertentu. hal itu yang menjadikan kelas kami sangat diperhitungkan pada setiap gelaran class meeting.


" silahkan nona..!" seru ibu kantin itu sambil meletakkan mangkok bakso dan segelas es jeruk tepat dihadapan ku.


" owh.., terima kasih banyak Bu..." sambung ku sambil tersenyum dan membetulkan posisi mangkok bakso ku.


seperti biasa aku menambah beberapa sendok sambal, karena aku memang suka makanan pedas. tapi jika di rumah jarang mendapat makanan pedas yang aku inginkan.


aku begitu menikmati rasa bakso yang bercampur dengan pedasnya sambal bakso.


" wah-wah..."


" ada tuan putri nih..!!" seru suara nyinyir dari belakang ku. awalnya aku diam saja dan kupikir teguran itu untuk anak lain.


namun dengan beraninya suara nyinyir itu mendekati ku dan menepuk pundak ku.


" tumben putri kita makan makanan rakyat..?!" sambung nya lagi seakan merendahkan ku.


dengan spontan aku melihat ke belakang dan mendapati beberapa cewek yang ternyata geng nya Dian si wakil cheers sekolah kami.


sialan...


aku pun diam saja saat melihat sosok yang ada di belakang ku, padahal sudah ku bela-belain untuk membolos dari mata pelajaran matematika dan berusaha rileks, namun sudah dua kali aku diganggu hari ini.


" seperti biasa mulut mu seperti tidak pernah disekolahkan ya Dian..?! jawabku sambil tetap berusaha menikmati makanan di mangkok ku.


" waaooww..?!"


" kamu pintar ngomong ya sekarang Marischka..?!" balas Dian dengan nada yang tetap merendahkan ku.


memang sih Dian termasuk dari keluarga berada dan kaya di kota Bogor, sehingga membuatnya manja dan arogan kepada semua siswa yang dianggapnya kalangan bawah.


" sudah lah, jangan memancing ku sekarang..!!" ancam ku dengan mengebrak meja makan dan berdiri langsung menghadap ke mukanya Dian


gertakan ku membuat semua siswa yang berada di kantin sekolah melihat ke arah kerumunan kami. banyak dari mereka tampak antusias saat aku dan Dian saling bertatap muka dengan aura emosi.


" sudah nona muda.., sudah...!!"


" jangan ribut di kantin ya non..!!" seru ibu kantin yang berjaga di tempat ku membeli bakso tadi.


aku dan Dian kompak melihat ke arah ibu kantin tersebut, entah kenapa kata-katanya langsung membuat aku dan Dian diam saja dan tampak lebih reda amarah kami berdua.

__ADS_1


# Author


_to be continued


__ADS_2