
setelah hampir setengah jam ku habiskan waktu ku di restoran hotel kami, tempat yang sejuk dan teduh membuat nyaman siapapun yang berada disana.
menu khas Nusantara dan menu khas barat tersedia lengkap di hotel kami.
dalam pemilihan menu makanan pun kami sesuai kan dengan berbagai karakter tamu yang datang di tempat kami.
hidangan yang disajikan oleh chef terasa nikmat dan membuat mood ku kembali lagi, masih ada satu jam lagi sebelum aku berangkat ke cabang hotel kami di Ubud
Kini aku meminta waiters hotel untuk membuatkan teh seduh dan beberapa biskuit makaroon untuk di nikmati.
" permisi..!! sahut ku dengan melambai ke arah waiters yang berjejer di sekitar minibar.
" baik nona..,"sapanya ramah sambil membawa buku menu.
dengan pelan aku pilih beberapa menu ringan yang ada di daftar menu hotel kami.
"saya meminta teh melati ini ya" sambung ku sambil menunjuk ke arah gambar teh.
" baik nona.." sambung nya ramah..
" sama.., emm...,"
" ini aja lah ," sahut ku sambil menunjuk menu biskuit macaroon yang warna-warni dan terlihat menarik.
" baik nona..," jawab waiters itu dengan ramah,
" sudah untuk sementara itu saja pesanan saya." seru ku sambil memberikan kembali menu makanan ke waiters tersebut.
setelah selesai memesan camilan aku raih gawai di dalam tas jinjing merah dan ku check ada kah email masuk ke nomor ku.
tak selang berapa lama pesanan ku datang.
" silahkan nona.." sahut nya sambil memberikan secangkir teh keatas meja dan biskuit makaroon kering di atas meja.
" terima kasih banyak..." sambung ku sambil tersenyum ke arah waiters.
kuletakkan gawai ku dan mulai rasakan menu yang ku pesan tadi.
dengan pelan ku angkat cangkir teh dan merasakan teh rasa melati mengalir pelan di tenggorokan ku.
ku letakkan cangkir teh itu di meja lagi, kini ganti biskuit makaroon kering berwarna warni yang tadi ku pesan mulai ku cicipi,
tak lupa ku pegang tablet dan mulai browsing tentang apa yang terjadi hari ini di seluruh dunia, dan tidak lupa ku lihat pergerakan bursa saham yang ada di kota-kota besar dunia.
tidak berselang lama asisten Liu datang menghampiri ku dan memberikan informasi jika mobil sudah siap
" dari mana saja kamu asisten Liu?? " sahutku ke arah asisten Liu berdiri.
__ADS_1
" maaf saya tadi mempersiapkan kebutuhan nona muda." jawab asisten Liu.
" owwhh.., "
" sudah sarapan kah asisten Liu??" tanyaku sambil menghabiskan teh hangat itu.
" sudah tadi pagi nona muda." jawab nya dengan cepat.
aku hanya diam saja, sebenarnya aku ingin sarapan bersama asisten Liu, sudah lama aku tidak melihatnya.
" baik.., ayo kita berangkat !" sambung ku lagi.
segera ku berdiri dan memasukkan gawai ku ke dalam tas jinjing merah ku, tidak lupa memberi tips untuk pelayanan yang memuaskan
sudah menjadi kebiasaan ku untuk memberikan tips walaupun itu di tempat usaha ku sendiri.
ya...
meskipun tips yang ku berikan tidak terlalu banyak, namun itu merupakan wujud apresiasi untuk karyawan ku yang sudah bekerja keras turut memajukan dan menjaga nama baik perusahaan.
kini aku dan asisten Liu berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke lobby hotel.
di sana sudah terparkir mobil SUV bermerk Bentley Bentayga salah satu favorit ku.
pintu sebelah kiri sudah terbuka dan asisten Liu mempersilahkan diriku untuk masuk terlebih dahulu.
asisten Liu memilih duduk di depan bersama sopir, dan memberikan privasi pada ku untuk mengecek lagi bahan meeting yang akan ku hadiri.
" ada kendala nona..?" tanya asisten Liu sambil membalikkan badannya dan memperhatikan lembaran kertas yang ku baca.
" tidak.."
" tidak ada kendala.." jawab ku sambil terus memperhatikan bahan presentasi yang ku minta.
...* * *...
tepat setengah sepuluh siang kami tiba di pelataran parkir mobil hotel Elliot cabang Ubud.
segera mobil kami menuju pelataran parkir lobby hotel, kali ini perjalanan kami cukup lama, dikarenakan jalanan Bali yang padat bila kondisi sedang long weekend kali ini.
di sana kami sudah ditunggu oleh beberapa jajaran manajemen hotel Elliot cabang Ubud.
tepat setelah mobil kami berhenti, sekuriti hotel berinisiatif untuk membukakan pintu terlebih dahulu.
segera setelah itu asisten Liu menghampiri pintu mobil yang telah terbuka sebelumnya dan mempersilahkan ku untuk turun dari dalam mobil.
" silahkan nona muda.." serun asisten Liu sambil menerima semua berkas yang ku berikan lagi ke dirinya.
__ADS_1
beberapa dokumen tadi kini sudah berada dengan rapi di dalam tas jinjing hitam yang asisten Liu persiapkan.
segera aku keluar dari mobil SUV bermerk Bentley Bentayga itu.
ku langkahkan kaki ku menuju para direksi yang telah berjajar dengan rapi di dekat pintu lobby hotel.
" gimana kabarnya pak Freddy ?" sahut ku sambil mengangkat tangan kanan ku hendak bersalaman dengan pak Freddy.
pak Freddy ialah orang yang bertanggung jawab dan mengekepalai manager di hotel Elliot cabang Ubud.
" Alhamdulillah, baik kabar saya Bu.." sambut pak Freddy dengan tersenyum.
balas senyum ku ke beliau sambil mengangguk kan kepala, tampak gurat keriput di sekitar mukanya menandakan jika beliau tidak lah muda lagi.
" Bu Tika..,baik kabar nya??" sambung ku bersalaman dengan wanita paruh baya disamping pak Freddy
setali dengan pak Freddy, Bu Tika juga salah satu pimpinan di cabang hotel Elliot, beliau sudah lama mengabdi kepada perusahaan kami.
" Alhamdulillah baik juga kabar saya Bu.." jawab bu Tika sambil tersenyum.
aku pun menganggukan kepala ku saat melihat Bu Tika yang tampak tetap cantik walaupun sudah menginjak usia senja.
" pak Asril gimana kabarnya ??" tanya ku sambil mengalihkan jabat tangan ku ke seseorang di samping Bu Tika
nah kalau pak Asril ini masih tergolong baru di jajaran manajemen Elliot hotel, sebelum nya dia menggantikan posisi salah satu manajemen yang memasuki masa pensiun.
" baik Bu Marischka.." jawab nya sambil menundukkan kepala nya dan dengan senyum buaya khas dirinya.
" owh..., baik-baik.." sambung ku sambil tersenyum dan menganggukkan kepala.
para manajemen yang lain pun tersenyum dengan kehadiran ku, sudah lama aku tidak mengunjungi cabang hotel di Ubud.
namun kehadiran ku di sana karena adanya laporan keuangan yang tidak beres, sebenarnya sayang sih jika aku mampir kesana dengan keadaan yang marah dan tidak puas.
" namun aku tahu jika kondisi sedang tidak baik-baik saja..." sambung ku dengan nada yang lebih serius.
kali ini ucapan ku membuat para direksi seakan ditiupkan hawa dingin sehingga membuat mereka menjadi sedikit serba salah.
" ayo segera kita mulai ke ruang rapat." sahutku cepat ke arah para manajemen hotel Elliot.
" baik nona Marischka.." jawab mereka kompak dan sedikit ragu.
segera kami berjalan menuju ruang rapat yang berada di lantai dua, sana telah siap semua karyawan di berbagai divisi.
# Author
_ to be continued
__ADS_1