Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Taruhan


__ADS_3

gemuruh penonton yang memadati gedung olahraga pun menambah kesan meriah pertandingan kali ini. kedua team memperlihatkan permainan yang cepat dan cenderung keras.


kedua team tahun lalu memang sama-sama berada di semifinal, namun kelas 2 IPS1 berhasil kami kalah di semifinal. permainan mereka memang terlihat berbeda kali ini, setelah salah satu pemain intinya pindah jurusan ke kelas IPA 2, kelasnya Giselle berada.


permainan cepat asisten Liu benar-benar membuat pertahanan tim lawan kocar-kacir. apalagi tidak hanya itu, ada juga teman asisten Liu yang jago dalam bermain.


paket komplit nih..


aku menikmati permainan mereka, kulihat kiri kanan ku team lain pun senang saat melihat permainan yang intens.


" bagaimana..??"


" seru..??" seru suara pria di belakangku dengan tone ngebass nya yang sudah ku kenal.


" apaan sihh...??"


" ganggu dehhh..." sambung ku judes. tanpa menghiraukan Roby, aku tetap fokus saja melihat ke arah pertandingan.


merasa tidak ku hiraukan kehadiran nya, Roby pun pindah dan kali ini duduk disamping ku. kali ini dengan gaya sok cool nya itu, dia mulai menarik perhatian siswa lainnya.


mulai deehhh...


" menurut mu siapa yang akan menang..??" tanya Roby serius. kali ini dia terus memperhatikan jalan nya pertandingan di lapangan, aku diam saja tak tertarik sama Roby.


" wooiii..??" tanya Roby dengan sedikit jengkel karena ku abaikan.


" apa lagiii...??" tanyaku dengan jengkel. namun Roby terus saja mengganggu ku dan berusaha mendapat perhatian ku.


" mau taruhan..??" tanya Roby dengan nada suara serius. aku pun hanya tersenyum dan tidak memperdulikan lagi ajakan Roby.


" berani gak..??" desak Roby sambil sedikit memprovokasi.


" apaan sih...??"


" gak jelas banget sih permintaan mu itu..??" jawab ku sambil tersenyum sinis ke arahnya. Roby yang mendengar kata-kata ku tadi tetap berusaha untuk mengajak ku dalam taruhan yang dia rencanakan.


" takuutt...??" seru Roby lagi dengan muka yang mengejek.


" keluarga Kartika tidak pernah takut ya..!!" jawab ku dengan sedikit terprovokasi oleh kata-katanya.


" oke...!!" jawab Roby dengan nada penuh kemenangan. kali ini dia tertawa kecil dan mendongakkan kepalanya ke atas gedung olahraga.


" jadi...??"


" taruhan apa kita..??" tanyaku basa-basi sambil melihat ke arah matanya. sambil membetulkan posisi duduknya, Roby sambil tersenyum puas melihat ku.

__ADS_1


" ini berhubungan dengan team basket kita.." seru Roby dengan santai. aku yang awalnya tidak tertarik, namun entah kenapa kali ini aku sedikit tertarik.


" maksudnya..??" tanyaku sedikit penasaran.


" jadi.., siapapun yang berhasil membawa team nya masing-masing ke final dan juara.."


" berhak meminta dua permintaan ke pihak yang kalah..." seru Roby dengan santai dan penuh keyakinan.


" nggak ah..."


" nanti kau minta aneh-aneh ke aku.." sambung ku dengan memasang muka aneh ke arah Roby. mendengar kata-kata ku yang absurd, dia pun tertawa kecil.


" persyaratan lainnya gak boleh minta yang tidak sesuai dengan hatinya..."


" maksudku boleh menolak permintaan itu asal bertentangan dengan hati mu..." seru Roby sambil memasang muka yang terlihat meyakinkan.


aku pun sempat berfikir untuk menolak ajakan taruhan dari nya, namun setelah memikirkan beberapa opsi dan keuntungan yang akan kudapatkan nanti, akhirnya aku menyetujui taruhan dari Roby.


" deal...??" tanya Roby sekali lagi sambil menjulurkan tangannya sebagai tanda setuju. aku pun sedikit ragu saat akan menerima kesepakatan ini.


" deaall...!!" jawab ku yakin. wajah Roby terlihat puas kali ini, dia mulai memikirkan beberapa opsi pilihan yang menguntungkan bagi dirinya kelak.


" inget ya...!!"


" gak boleh curang dan aneh-aneh..!!" seruku sambil melihat dengan tatapan serius ke arah Roby.


" karena seorang Sugara gak akan main kotor.." seru Roby dengan penuh keyakinan. aku tersenyum kecut melihat antusias dari Roby, aku selalu berfikir jika anak ini penuh dengan ambisi dalam menjalankan perannya.


" oke.., kita lihat aja nanti..!!" sambung ku dengan tidak kalah berambisi.


aku pun mulai memikirkan apa saja yang bisa ku dapat dari Roby, toh iya dari kekayaan dan kekuasaan keluarga kami jauh di atas mereka. kulihat dia pun melamun saja dan tidak fokus ke pertandingan yang seru di lapangan.


" Marischka...!!" seru suara perempuan dari ujung kiri pintu masuk gedung olahraga. dengan spontan aku pun menoleh ke arah Natasya dan yang lainnya.


nampak kapten Winda menutupi mulut Natasya, mungkin mereka tak mau jika mereka mengganggu ku yang sedang asyik menyaksikan pertandingan.


" sini Nat..!!" seru ku sambil melambaikan tangan ke arah Natasya dan yang lainnya.


" gak ah..."


" nanti ganggu kalian..!!" jawab Natasya sambil cekikikan dengan yang lainnya. aku yang mulai paham arti tawa mereka, sontak melihat ke arah Roby yang duduk di samping ku.


" pindah..!!" seruku sambil mendorong tubuh Roby yang kali ini melihat pertandingan basket. namun tubuh Roby yang besar dan atletis tidak mudah membuat nya terdorong.


" apaan sih..!!" seru Roby dengan sedikit kesal. aku yang terlihat berusaha mendorong tubuh Roby malah membuat mereka salah paham.

__ADS_1


ciieeeee...!!


mereka pun dengan kompak meneriakkan kata-kata dukungan kepadaku. mendengar kata-kata dari mereka, aku pun terkejut dan berusaha meluruskan kesalahpahaman ini ke mereka dengan tatapan mata ku.


" ihhhh dasar gak peka..!!!" seruku sambil menepuk pundak Roby dengan keras. dengan segera aku pun berdiri dan beranjak ke tempat duduk mereka yang ada di lantai teratas tribun penonton.


" minggir...!!" dengan segera aku berdiri dan melangkahkan kakiku ke tempat Natasya.


" kemana..??" tanya Roby dengan segera saat aku mulai bergeser dan melangkahkan kakiku.


" bukan urusan mu...!!" seruku ketus. kali ini aku bersikap aneh ke Roby, hal itu karena membuat mereka salah paham terhadap ku.


dengan segera aku berkumpul bersama teman sekelas ku lagi, mereka pun ternyata sepakat untuk melihat pertandingan basket kelas asisten Liu.


" baru sampai..??" tanyaku ke arah mereka yang sedang duduk. entah kenapa malah terkesan salah tingkah sendiri, apalagi kalau bukan gara-gara aku dan Roby duduk bersama.


" dari tadi sihh..." seru Natasya dengan santai. aku pun sedikit terkejut karena dari tadi tidak melihat mereka ada di tribun penonton.


" masak sih..??" jawab ku sambil bermuka aneh ke arah mereka.


" iyaa Marischka....!"


" kamu aja yang gak fokus melihat kami gara-gara ada Roby disamping mu...!" seru Natasya dengan tersenyum dan terlihat malah menggoda ku.


" ihhhh..., najis...!!" seru ku dengan bermuka masam ke arah mereka.


hahaha...


mereka malah tertawa kecil melihat ku bersikap aneh dan terlihat lucu. melihat mereka tertawa aku pun ikut nimbrung di atas tubuh Natasya yang duduk tepat di depan ku.


" ihhhh..., berat Marischka...!!" keluh Natasya dengan sedikit jengkel karena ku tindih dia dengan tubuh ku.


setelah berhasil bebas dari tindihan ku, Natasya kembali mengomel karena tubuh nya kecil dan tak sebesar tubuhku. teman-teman ku yang mendengar keluhan Natasya malah membuat mereka tertawa.


saat kami bercanda satu sama lain, Roby datang ke tempat kami duduk. lagi-lagi dengan gaya sok cool nya dia berdiri di depan kami.


" seragam basket mu kupinjam dulu..!!" seru Roby sambil memasukkan baju olahraga ku di tas ransel miliknya.


" hhaaahhh...??" dengan bermuka kesal aku melihat ke arah Roby yang ada didepan kami. aku langsung teringat tas kertas yang kubawa tadi masih ketinggalan di samping bangku nya Roby.


" gak.., gak boleh...!!" seruku dengan kesal dan berdiri tepat dihadapan Roby.


" kembalikan cepat...!!" sambung ku sambil mengulurkan tangan ke arah Roby berdiri. teman-teman ku hanya diam saja saat melihatku berdebat dengan Roby.


# Author

__ADS_1


_to be continued


__ADS_2