
permainan asisten Liu benar-benar membuat kelas Giselle tak berkembang, poin yang seharusnya mudah didapat malah sering terbuang dengan percuma.
akhirnya pertandingan pun ditutup dengan perolehan poin yang sangat jauh. aku, Winda Natasya, Mak Nyak, dan yang lain pun hanya terdiam saja melihat pembantaian oleh kelas asisten Liu.
" asisten mu kesurupan setan dari mana Marischka..??" seru Natasya sambil melihat dengan sedikit bergidik tak percaya ke lapangan.
" dasar....!" aku pun tersenyum mendengar celetukan Natasya.
" yaahh..."
" cedera mu ada hikmahnya juga yaa.." sambung Mak Nyak sambil tertawa kecil. kami pun melihat aneh ke arah Mak Nyak.
" maksudnya..??" sambung ku penuh tanya.
" iya kan kalau kita masuk final pasti kena bantai lagi kaya kelasnya Giselle.." seru Mak Nyak serius. seperti nya pernyataan Mak Nyak membuat Winda tak percaya.
" jadi kau takut nih sama asistennya Marischka..??" tanya Winda yang terlihat tersinggung dengan celetukan Mak Nyak.
" gak lahh....!!"
" ngapain takut..??" seru Mak Nyak dengan cepat. Mak Nyak yang sedikit terkejut dengan reaksi teman-teman lainnya pun merasa bersalah.
" truss tadi itu apa...??" tanya Winda penasaran. semuanya pun terlihat kecewa dengan sikap Mak Nyak yang terkesan pengecut.
" gak gituu...!!" jawab Mak Nyak dengan berusaha membela diri. namun tetap saja mereka terlihat kecewa dengan sikap Mak Nyak, aku pun bersikap bijak menenangkan mereka semua.
" sudahlah girls..."
" gak ada gunanya kita berdebat gak penting.." sambung ku sambil memegang tangan Winda dan Natasya sambil tersenyum manis.
" kalau mau, nanti kita ajak sparing kelas asisten Liu.." sambung ku santai. pernyataan ku membuat Winda dan yang lainnya sedikit bingung, sebenarnya mereka pun ingin mencoba permainan mereka, namun disisi lain kalau hanya latih tanding saja kurang greget.
" kita liat aja lah nanti..." jawab Winda dengan nada penuh keraguan.
" naahhh...."
" ketauan kan siapa yang takut.." sambar Mak Nyak dengan nada mengejek. dengan cepat Winda berdiri dari tempat duduknya dan melihat tajam ke arah Mak Nyak.
entah kenapa hari ini suasana jadi kacau balau, karena hal sepele saja sudah membuat mood mereka jadi berantakan.
" sudahlah Winn...!!"
" kayak kau gak tau Mak Nyak aja Win.." seru Natasya sambil menenangkan Winda yang terlihat mulai terpancing. akhirnya Winda mau duduk kembali di samping ku.
melihat Winda yang cemberut karena sempat terpancing emosi, aku pun menahan tawa yang melihat muka aneh Winda.
__ADS_1
" kenapa..??"
" gak lucu tau...!!" sambung Winda dengan mencubit perut ku yang sedang menahan tawa. aku pun cekikikan dan membuat Winda sudah gak ngambek lagi.
" ampun bang jago..." seru ku sambil menahan tangan Winda supaya tak menggelitik tubuh lagi. semua pun berangsur membaik moodnya setelah melihat aku dan Winda bercanda.
tak terasa pertandingan final basket cowok sudah akan di mulai, semua siswa antusias dengan pertandingan final ideal yang akan dipertandingkan. apalagi final kali ini melibatkan dua cowok idaman dan berprestasi di sekolah kami.
" aku akan memenangkan pertandingan ini untuk kamu.." seru Roby kepada ku sebelum turun ke bangku cadangan team kami tadi.
" idiiihh..."
" gak perlu lebay keles..." seru ku sambil membuang muka darinya wajah oriental Roby yang mirip idol dari Korea.
dengan sok cool Roby mulai pemanasan di lapangan basket, ternyata dia cukup terkenal di kalangan cewek kelas satu sekolah kami.
" kaakk Roby...!!"
" aku mendukungmu...!!"
teriakan dukungan untuk Roby terdengar di gedung olahraga, namun hal itu tak membuat dia merasa besar kepala. sikap cool nya makin terlihat di pemanasan, dia juga tak segan-segan untuk mengarahkan teman cowok lainnya untuk ikut arahan dari nya.
" cowok mu banyak penggemar ya..??" tanya Winda yang sudah membaik moodnya.
...* * *...
pertandingan basket cowok segera dimulai, kami pun mulai berdiri dan berteriak-teriak heboh dalam mendukung perjuangan Roby dan yang lainnya.
priiittt...!!
dengan segera wasit melempar bola keatas di tengah lapangan, Mario dan Roby terlihat saling berhadapan untuk menangkap bola itu. dengan segera Roby melompat dan mendapatkan bola lemparan dari wasit.
psyware sudah terasa sejak pemanasan tadi, memang sih kelas kami tidak ada pemain basket yang berbakat. hal itu karena rata-rata cowok di kelas kami merupakan pemain sepakbola dan bola voli.
namun semenjak kedatangan Roby di kelas kami, permainan basket cowok kelas kami pun patut diperhitungkan. hal itu karena Roby berhasil memaksimalkan fisik teman cowok kami dan membuat permainan yang lain berkembang dengan pesat.
" Fitra..!!" seru Roby yang berhasil membuat space untuk dia melakukan three points shoot.
three points...!!
dengan cepat Mario membalas serangan kejutan dari Roby, kali ini dia dengan cepat men-drive bola hingga ke pertahanan kami. namun ada teman cowok yang berposisi di center dan berhasil memblok pergerakan Mario.
" Mario...!!!" seru seorang teman cowok Mario yang bebas dan terbuka. melihat Mario akan mempasing bola itu ke temannya yang bebas, teman sekelas ku dengan cepat berhasil memotong bola pasing tadi dan segera mempasing lagi bola itu ke arah Roby.
walaupun bola nya sedikit jauh dari jangkauan, namun Roby berhasil mendapatkan bola itu dan berlari ke arah ring Mario.
__ADS_1
dengan sok jago Roby melompat dengan tingginya sehingga membuat slam dunk. pertunjukan Roby membuat seisi gedung olahraga berteriak penuh kekaguman.
" waaaaaoowwwww...!!"
" Slam dunk...!!!" seru komentator dari pengurus OSIS yang mengiringi pertandingan final kali ini.
" cowok mu keren Marischka..!!" seru Winda yang spontan berdiri dan bertepuk tangan setelah melihat atraksi Roby.
" gila kau Win..!" seru ku yang hanya duduk saja sambil menutupi sebelah muka ku dengan tangan kanan.
" memang iya kan..?!" tanya Winda kali ini melihat ke arah Natasya yang ada di samping kiri ku. aku hanya menggeleng kan kepala sambil melihat ke arah Natasya yang tertawa.
pertandingan pun dilanjutkan dengan posisi team kami yang sedang bertahan. kali ini Mario tak ingin meladeni permainan cepat Roby, dia terlihat memperlambat tempo permainan dengan mendribel bola dan sedikit bermain-main di depan mereka.
" gak usah kepancing...!"
" tetap fokus dan tutup pergerakan mereka..!!" seru Roby yang memimpin team basket cowok. mereka pun mengikuti instruksi Roby dan segera mencari celah lagi untuk melakukan counter attack.
defense..., defense...!!
sorakan siswa kelas kami benar-benar menggema di seluruh gedung olahraga, kelas Giselle pun tampaknya tak ingin kalah dalam mendukung Mario.
lagi-lagi dribel Mario yang berusaha untuk membongkar pertahanan kami dengan mudah dipatahkan oleh Fitra dan yang lainnya. namun team masih dalam tekanan dari kelas Mario, dengan cepat Roby pun memutuskan untuk memaksa Mario bermain cepat.
kali ini Fitra yang notabene pemain voli berusaha melompat dan memblok lagi usaha teman Mario untuk memasukkan bola ke dalam ring basket.
" Fitra..!!" dengan cepat Roby sudah berlari untuk fast break. Fitra yang sudah hafal kemauan dan maksud Roby, dengan cepat dia melempar bola itu ke arah Roby.
kali ini Roby berhasil mendapatkan bola itu dengan sempurna dan memasukkan bola itu dengan aley-oops yang cantik.
gemuruh penonton pun makin menjadi setelah Roby berhasil menambah poin lagi sehingga membuat poin kelas kami makin menjauh dari kelas Mario.
" kapan kalian jadian Marischka..??" goda Winda yang kali ini sudah duduk lagi disamping kanan ku.
" apaan sih...?!" seru ku dengan sedikit jengkel, namun entah kenapa aku malah terfokus melihat Roby yang ada di lapangan.
Roby pun berjalan menuju ke pertahanan sambil tersenyum melihat ke tempat duduk ku. hal itu malah membuat Winda dan Natasya berusaha mencomblangi ku dan Roby.
😖
risih tau..
# Author.
_to be continued
__ADS_1