Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Di Nusa Lembongan


__ADS_3

kapal boat kecil yang ku naiki sudah bersandar dengan pelan di dermaga Jungut batu pulau Lembongan.


aku dan asisten Liu beranjak turun dari boat kecil kami,


" pak nanti langsung saja balik ke yacht ya..!!" seru asisten Liu ke juru mudi kapal boat kecil kami.


" baik asisten Liu.." sambung sang juru kemudi dengan tersenyum.


segera setelah turun dari kapal boat kecil aku dan asisten Liu berjalan ke arah gapura besar dekat dengan bibir pantai.


kami berdua berhenti sejenak di gapura itu sambil berteduh dari sengatan matahari.


" terus..., kemana nih kita selanjutnya..??" tanyaku kepada asisten Liu sambil melihat ke arah asisten Liu..


" eemm...," asisten Liu nampak kebingungan.


aku yang lihat asisten Liu kebingungan tertawa lepas.


" jadi kamu juga gak tau nih harus kemana?!" sambung ku dengan gelak tawa yang sedikit ngakak dan tidak pernah.


memang sih trip kali ini dadakan, jadi wajar lah jika asisten Liu juga kebingungan.


asisten Liu yang masih celingak-celinguk bingung harus kemana, akhirnya punya ide setelah melihat ada deretan resort yang tidak jauh dari dermaga.


" bagaimana jika kita resort yang di sana nona muda..?? sambung asisten Liu sambil menunjuk ke arah barisan resort yang berada di belakang ku.


aku membalikkan badan dan kulihat beberapa resort yang menarik di sana.


" boleh juga.." sambung ku sambil mengangguk tanda setuju.


" sebentar asisten Liu.." kini ku cari gawai yang berada di dalam tas jinjing merah.


setelah ku nyalakan gawai ku, sambil duduk ku cari beberapa resort yang bagus dan sesuai dengan seleraku.


" kita kesini saja asisten Liu" sambung ku sambil menunjukkan gawai ku ke asisten Liu.


" baik nona muda.." jawabnya dengan cepat dan antusias.


dengan segera dia menelpon nomor resort yang ada di gawai ku.


setelah beberapa saat asisten Liu menelpon resort yang ku maksud, dia memberitahu ku jika kamar yang tersisa di resort tinggal yang deluxe ocean view saja.


" ya..,gak papa asisten Liu.."


" dari pada kita terjebak dan kepanasan disini.." sambung ku sambil memasukkan gawai ke dalam tas jinjing merah ku.


setelah selesai dengan urusan booking kamar asisten Liu memberitahu jika ada yang menjemput setengah jam lagi.


" ya sudah kita santai saja disana" seru ku sambil menunjuk ke arah warung es kelapa muda yang terlihat menyegarkan.


" baik nona muda.." sambung asisten Liu dengan senyum manis khas dirinya.


kami berdua pun mulai berjalan ke arah warung kelapa muda itu.


tidak begitu jauh kami berjalan tiba-tiba ada yang menabrak ku dari belakang, tabrakan nya begitu keras sehingga membuat ku terdorong dan tersungkur di atas batako yang sedikit keras.


" anda tidak apa-apa nona muda.??" tanya asisten Liu yang bergegas membantu ku untuk segera berdiri.


" dasar anak-anak bodoh !! " hardik asisten Liu ke arah rombongan anak laki-laki di belakang nya.


aku yang masih terduduk melihat kearah mereka, dan mulai dibantu berdiri oleh asisten Liu

__ADS_1


" maaf.., maaf..."


" maafkan kami nona.. " seru salah satu anak itu sambil berjalan ke arah ku dan asisten Liu.


" sudah lah gak papa asisten Liu," sahut ku menenangkan asisten Liu yang masih marah.


rombongan laki-laki itu tampak merasa bersalah, namun tidak dengan salah satunya.


" sudah lah biarin aja mereka.." sahut laki-laki itu dengan nada yang sedikit memprovokasi..


" sialan..!!" sahut asisten Liu dengan nada marah, asisten Liu yang sudah terprovokasi hendak menghampiri anak laki-laki yang berkata sombong tadi.


" sudah lah asisten Liu.."


" percuma kita layani mereka.." sambung ku dengan nada santai.


ku pegang tangan asisten Liu dan mengajaknya untuk pergi menjauh dari kumpulan anak laki-laki gak jelas itu.


sesampainya di warung es kelapa muda yang kami tuju, segera aku mencari tempat duduk yang nyaman, serta ku pegangi kelapa muda yang ku pesan tadi dipangkuan ku.


setelah itu ku letakkan kelapa muda tadi di atas meja dan memeriksa lutut ku yang kurasakan sedikit nyeri.


asisten Liu yang melihat sedikit darah di lutut ku mulai panik dan mendatangi ku sambil membawakan tisu yang dimiliki pemilik warung.


" dasar sialan anak-anak tadi.." sahutnya dengan nada kesal.


dengan segera aku mengusap luka ku dengan tisu,


" sudah lah asisten Liu.." sambung ku sambil tersenyum manis.


aku pun hanya tersenyum melihat kedongkolan asisten Liu didepan ku.


sambil tersenyum sedikit tertawa ku perhatikan terus asisten Liu dengan wajah nya yang masih terlihat kesal.


asisten Liu yang melihat ku tertawa kini terlihat malu karena tingkahnya sendiri.


tidak selang begitu lama ada telpon masuk di gawai asisten Liu, dengan segera dia meminta ijin untuk menjawab panggilan itu.


aku pun hanya menganggukkan kepala tanda setuju, asisten Liu sedikit menjauh dari ku.


...* * *...


ku nikmati hembusan angin pantai yang sangat menyejukkan, sambil bermain gawai aku pun menikmati kelapa muda yang terasa menyegarkan tenggorokan ku.


tidak selang beberapa lama asisten Liu datang menghampiri ku dan memberikan informasi jika mobil jemputan dari resort sudah datang.


" mohon maaf nona muda..."


" jemputan dari resort sudah datang." sambung asisten Liu.


aku pun hanya tersenyum dan mengangguk tanda mengerti ke asisten Liu.


dengan segera asisten Liu membayar kelapa muda yang ku nikmati tadi kepada pemilik warung, tidak lupa dia mengembalikan tisu kering yang dia pinjam tadi


" mari nona.." ajak asisten Liu, aku pun hanya tersenyum saat melihat dia dengan tampang serius nya.


" asisten Liu.." seru ku.


" ya nona muda..??" jawabnya asisten Liu dengan cepat.


" beberapa lama kamu bersamaku..?" tanyaku dengan lebih serius.

__ADS_1


pertanyaan itu membuat asisten Liu sedikit kaget dan tidak menyangka.


" sudah hampir sepuluh tahun nona muda" jawabnya mantap, aku kembali tersenyum saat mendengar jawaban asisten Liu.


" emm.., boleh aku meminta sesuatu kepadamu..??" tanya ku sambil melempar senyum ke arah asisten Liu.


" tentu.., apa saja nona muda," jawabnya mantap.


" kalau begitu bisakah asisten Liu memanggil ku dengan nama depan saja," seru ku sambil mulai berdiri dan menghadap langsung ke muka asisten Liu.


asisten Liu yang mendengar permintaan serius ku langsung terlihat kaget dan tidak percaya.


" maaf nona muda..."


" saya tidak bisa menurutinya walaupun itu permintaan dari anda.." jawabnya dengan cepat.


" sudah menjadi aturan jika pengawal seperti kami tidak boleh berlaku tidak sopan ke pada keluarga Kartika." sambung nya lagi kini lebih serius.


aku hanya tersenyum melihat asisten Liu mulai panik dan berwajah gak jelas.


" tidak apa-apa, kan aku yang meminta nya.."


" jadi kamu harus patuh dengan perintah ku." sambung ku lagi dengan sedikit berkata manja.


" tapi nona..."


belum selesai asisten Liu melanjutkan pembicaraan,namun dengan segera ku potong.


" eitss.., ingat aku tidak pernah menerima penolakan.."


" terutama darimu " sambung ku dengan tegas, pernyataan ku barusan membuat asisten Liu semakin bimbang.


" tapi nona...!!"


dengan pura-pura tuli aku pun mulai berjalan ke arah gapura khas Bali dan meninggalkan asisten yang masih berdiri dengan keraguannya.


" tunggu nona..."


aku pun diam saja sambil masih berjalan santai, asisten Liu mengikuti ku dari belakang.


" baik nona muda.., saya akan turuti perintah anda.." sahut nya dengan sedikit ragu.


aku mulai berhenti dan tersenyum saat mendengar kata-kata asisten Liu barusan.


" oke..."


" mulai sekarang panggil saja Marischka.." sambil aku berbalik dan tersenyum ke arah asisten Liu.


dengan wajah kaget asisten Liu menjawab ku, tampak asisten Liu masih ragu.


" bbaa..., baik nona Marischka " sambung nya ragu.


" eitss..."


" ingat tanpa ada embel-embel 'nona' nya.." sambung ku


" baik Marischka.." lanjutnya yang kini terdengar lebih mantap.


" nah..,gitu kan lebih enak didengar.." seru ku dengan nada puas.


kami berdua berjalan beriringan menuju tempat parkir mobil yang sudah menunggu kami..

__ADS_1


# Author


_ to be continued


__ADS_2