
raut muka team Giselle yang awalnya terlihat sombong dan merasa diatas langit, kini sudah berubah drastis dan terlihat emosi. ku lihat beberapa pemain di bangku cadangan lawan yang cukup familiar.
" feeling ku kok gak enak.." gumam ku pelan sambil tetap fokus bertahan.
" kenapa..??" tanya Winda sambil mendekat ke arahku. aku hanya diam saja dan menggeleng kan kepala supaya tidak membuat Winda khawatir.
melihat aku yang menggelengkan kepala, Winda pun santai dan melanjutkan bertahan di posisi nya. Giselle lagi-lagi mulai memimpin pasukan nya untuk menyerang pertahanan kami, namun karena pressure ketat dari teman-teman ku, dengan mudah serangan berhasil dipatahkan.
pergantian pemain terjadi di pihak lawan, kulihat Dian masuk menggantikan satu temannya dan satu lagi pindahan dari kelas IPS1 yang memang jago dalam basket.
i got a bad feeling about that...
" Winda...?!"
" hati-hati..!!" seru ku sambil melihat serius ke arah Winda. dia hanya mengangguk tanda mengerti maksud ku.
kombinasi antara Giselle, Dian , dan dua pemain top yang membela ekstrakurikuler bola basket benar-benar membuat kami kerepotan. kecepatan permainannya pun hampir setara dengan permainan asisten Liu, namun untuk membongkar pertahanan kami tidaklah mudah membalikkan tangan.
kali ini kami benar-benar dibuat bertahan total, tidak ada celah untuk melakukan fast break lagi. Roby pun terlihat memutar otak untuk membendung serangan Giselle dan kawan-kawan.
" time out..!!" seru Roby sambil melihat ke arah wasit yang bertugas.
dengan segera kami berkumpul di bangku cadangan team, Roby dengan cepat memberikan instruksi untuk kami. dia punya ide untuk pertahanan yang efektif dari serangan cepat team Giselle.
" Winda...!!"
" pertahanan kali ini bergantung pada kamu sama Marischka..!!" seru Roby dengan serius. aku pun hanya mengangguk dan akan mengikuti arahan dari kapten Winda.
" Winda..!!"
" semangat...!!" seru ku sambil menepuk pundak Winda. tak terasa waktu time out sudah selesai, kami pun mengambil posisi yang Roby sarankan.
dengan segera kami membendung berbagai variasi serangan team Giselle. tampak team Giselle pun mulai kewalahan menghadapi pertahanan kokoh kami, awalnya mereka terlihat percaya diri, namun sekarang sudah terlihat frustasi Giselle dan teamnya.
priiittt...!!!
quarter kedua sudah berakhir, kali ini kami berhasil mempertahankan keunggulan poin kami. saat aku berjalan ke arah bangku cadangan team kami, lagi-lagi ku lihat mereka menyusun rencana untuk menghancurkan pertahanan yang kami bangun.
__ADS_1
" kenapa Marischka..??" tanya winda. aku yang terlihat memperhatikan ke arah Giselle hanya diam saja.
" woii...??" sambung Winda dengan menepuk bahuku. dengan sedikit kaget aku pun melihat ke arah Winda.
" ada apa..??" jawab ku sambil melihat Winda. dengan membuang nafas panjang Winda bertanya kembali kepada ku.
" kayaknya kamu gak fokus banget kali ini..??" tanya Winda sambil melihat ke arah mata ku.
" gak apa-apa kok..." seru ku santai sambil kembali ke tempat duduk cadangan team. Winda pun hanya melihat ku dengan tatapan mata tajamnya. seakan tak terjadi apa-apa, aku pun kembali mengambil air isotonik yang ada di dalam tas ku.
" kenapa Winda..??"
" keliatannya kok cemberut..??" tanya Natasya di samping ku. aku yang sedang minum pun hanya mengangkat bahu ku tanda tak tau.
setelah selesai minum aku bersihkan lagi muka dan lengan dengan handuk kering yang ku bawa tadi. Winda pun kembali menghampiri ku dan duduk di lantai depan ku, sambil membersihkan keringat kuberikan air isotonik yang milikku ke Winda.
Roby terlihat sedikit tenang kali ini, strategi yang dijalankan nya sudah mulai berjalan dengan lancar. sekarang tinggal mengulur waktu dan sesekali memanfaatkan celah untuk menyerang kembali.
priiittt....!!!
segera kami kembali ke lapangan basket, aku segera memposisikan diri sebagai center utama.
" oke girls..!!"
" tetap fokus dan jaga keunggulan poin kita..!!" seru Winda dengan mode seriusnya. kali ini permainan dimulai dengan tempo yang pelan, lagi-lagi lawan kami coba men-drive bola hingga masuk ke pertahanan kami.
" dapat...!!!" seru ku sambil melompat dan mulai memblokir alley-oop lawan. lompatan ku yang lebih tinggi membuat lawan kesusahan melewati ku.
namun bukannya jengkel saat aku berhasil memblok serangannya, terlihat mereka malah santai dan tersenyum sambil melihat ke arah ku.
" ayo..., ayoo...!!" seru Giselle dengan bertepuk tangan, ku lihat raut wajah mereka berubah menjadi lebih serius.
bola berhasil kami dapatkan kembali, dengan segera mereka pun kembali ke tempat pertahanannya. Natasya pun mulai mencari celah pertahanan mereka, saat mulai menusuk ke dalam pertahanan lawan, dengan sengaja salah satu team Giselle menabrak Natasya hingga dia tersungkur.
what the f*ck...!!
" Natasya..!!!!" seru ku sambil berlari ke arah dia jatuh. semua pemain kami pun berkumpul di tempat Natasya terjatuh.
__ADS_1
" kau gak apa-apa Nat..?!" tanyaku sambil jongkok di depannya. terlihat Natasya hanya memegangi pergelangan kakinya, setelah dirasa sudah tidak ada yang bermasalah, Natasya berdiri lagi.
" aman.., aman...!?" seru Natasya sambil berdiri dan memastikan lagi pergelangan kakinya sudah tidak apa-apa.
aku pun melihat Natasya yang menggerakkan pergelangan kaki kirinya dengan cara diputar-putar. wasit pun memberikan free throw dua kali untuk team kami, dari dua lemparan Natasya cuma berhasil memasukkan satu.
saat lemparan kedua, Natasya sengaja membentur kan bola ke ring basket supaya bisa ku rebound. dengan melompat lebih tinggi aku berhasil merebut bola itu dan memasukkan bola itu ke ring, tiga poin tambahan untuk kami.
" nice play Nat..!!" seru Winda sambil menepuk tangan Natasya. aku pun kembali lagi ke posisi semula, Winda memberikan isyarat jempol ke arah ku. permainan pun dilanjutkan dengan team Giselle memulai menyerang kembali ke jantung pertahanan kami.
" oke girls.."
" keep focus defense.." seru Winda sambil merentangkan kedua tangannya supaya lawan segan melewati nya.
team Giselle mulai menunjukkan aksinya mendribel bola melewati Natasya dan salah satu temanku. namun dengan cerdiknya Mak Nyak berhasil men-steal bola itu dari tangan lawan kami.
" fast break..!!"
dengan cepat kami semua membantu Mak Nyak mendribel bola menuju ke garis pertahanan lawan. terlihat center lawan sudah berada di depan Mak Nyak, dengan ragu Mak Nyak pun memutuskan untuk menghentikan langkahnya dan menunggu Natasya dan Winda membantu nya.
kesempatan kami mencetak poin harus terhenti karena center lawan sudah siap dengan serangan balik.
" Mak Nyak..!!" seruku sambil meminta bola dan berada di garis tiga angka.
" block...!!!" seru Giselle dengan cepat. mendengar perintah Giselle di dengar oleh Dian, tanpa pikir panjang Dian berlari cukup kencang dan berusaha mengeblok lemparan ku.
karena kecepatan berlari Dian yang terlihat tak terkontrol dan asal lari, dengan kerasnya Dian menabrak tubuhku. kami berdua jatuh saling bertumpuk, dengan sedikit pusing aku pun mulai sadar.
lutut ku terasa nyeri dan sedikit mati rasa, melihat ku yang terjatuh bersama Dian, Winda, Natasya, Mak Nyak bergegas menghampiri ku yang kali ini sudah bermuka sedikit pucat.
sambil bercucuran keringat aku seakan tidak merasakan apa-apa di lutut ku.
" kau tak apa-apa Marischka..??" tanya Winda dengan khawatir. masih dengan terduduk aku melihat lutut ku yang kali ini terlihat makin bengkak.
" Marischka...?!" seru Natasya khawatir sambil memegang lutut ku. kali ini aku membaringkan tubuhku dan mulai menangis.
aku tak tau harus berkata apa-apa lagi, kali ini aku kecewa dan membuat air mataku mengalir dengan perlahan.
__ADS_1
# Author.
_to be continued