Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Senja yang indah


__ADS_3

setelah kami ber selfie ria di tengah yellow Bridge, aku dan asisten Liu berjalan menuju ke sisi lain jembatan itu.


sebelum sampai asisten Liu dan aku berhenti untuk mengambil beberapa foto dulu dengan angle yang lain.


" kau coba dari sana Liu" seru ku yang sedang mengatur posisi yang tepat untuk asisten Liu.


" oke.."


" ganti gaya lain Liu..?! "


" yang lebih serius Liu..!" perintah ku sambil melihat ke gawai asisten Liu dan mencari tata pencahayaan yang baik.


namun asisten Liu tampak sudah mulai capek mendengar instruksi dari ku.


" lho kenapa kok gak mau senyum??"


" mana ekspresi nya..??" seru ku sambil menirukan gaya salah satu sponsor rokok.


" ihhhh.., capek sudah Marischka.." seru asisten Liu dengan gaya merengek seperti anak kecil. aku tertawa melihat tingkah kekonyolan asisten Liu.


" wadduuhh..., modelnya kok sudah capek.." goda ku sambil tersenyum saat melihat asisten Liu menghampiri ku.


" sudah lah ayok lanjut lagi.." seru asisten Liu sambil menarik tangan ku.


aku dan asisten Liu berjalan menuju ke ujung jembatan yang satunya. sesampainya di ujung jembatan kami berdua turun ke pantai yang berada di bawah jembatan.


aku pun turun dari jembatan dan sedikit bermain air laut di bibir pantai, sedangkan asisten Liu sedang asik dengan gawai nya sendiri.


" woii ayo turun..!!" seru ku kepada asisten Liu sambil menyiramnya dengan air laut.


" ihhhh nggak ah..!!"


" malas aku sama air laut buat lengket..." seru asisten Liu dengan nada jijik.


ku lihat asisten Liu masih asyik terus dengan gawai nya. jadi aku bermain air sendiri disana.


kulihat beberapa kerang yang menarik, dengan penasaran aku mulai mengambil kerang-kerang itu untuk ku jadikan koleksi.


saat sedang asyik bermain air dan mencari kerang di bibir pantai, asisten Liu memanggil ku dengan sedikit berteriak dan terdengar panik.


" Marischkaaa..., tuan besar menghubungi mu tadi..!!" teriak asisten Liu sambil menunjuk ke gawai yang dipegangnya.


" haahh..???"


" iyaa baik...," dengan segera aku berjalan menuju tempat asisten Liu dan duduk disampingnya.


" tuan besar menelpon kamu tadi..!?" seru asisten Liu dengan nada yang panik.


" tumben ayah nelpon...??!" sambung ku.


" mungkin ada urusan mendadak Marischka.." sahut asisten Liu. dengan segera aku ambil gawai ku di dalam tas punggung hitam ku.


ku lihat memang ada tiga kali ada panggilan masuk dari ayahku.


segera setelah itu, aku pun menelpon balik ayahku.


tuut..., tuut..., tuuut...!


namun belum ada jawaban dari ayahku, kucoba untuk yang kedua kalinya. tidak begitu lama ayah mengangkat telpon dari ku.


📞 " selamat sore ayah.., "sapa ku dengan sopan.


📞 " hmm..., kau dimana..?? " tanya ayahku dengan suara besar khas dirinya.

__ADS_1


📞 " saya ada di Bali ayah..."


📞 " ada yang perlu ku urus di hotel ayah.." jawab ku dengan sedikit keraguan.


📞 " *ohh..,"


📞 " terus bagaimana pertemuan mu dengan Dubes Australia dan Selandia Baru kemarin*..??"


📞 " ku dengar pertemuan kalian terjadi kendala..??" tanya ayah ku dengan nada lebih serius. aku pun hanya diam saja tanpa ada sepatah kata pun terucap.


dalam hati ku, beliau pasti sudah mendapat informasi tentang pertemuan dengan para diplomat tersebut.


📞 " *Marischka...?!"


📞" kenapa kau mengecewakan ayah untuk kali ini..??" sambung ayah lagi, kali ini dengan to the poin*


📞 " ayah meminta mu untuk mengganti kan peran ayah karena ayah percaya pada kapabilitas mu..!!"


" kenapa kau bersikap seperti layaknya anak kecil dan mengecewakan ayah.." sambung ayah kini dengan nada yang lebih tinggi dan terkesan sedikit kecewa.


aku hanya terdiam dan memandang dengan tatapan kosong ke depan. sedangkan asisten Liu hanya diam melihat ekspresi wajah ku yang datar dan berubah drastis.


📞 " maaf kan saya ayah..."


📞 " semua karena keegoisan ku dalam bertindak.." sambung ku dengan nada penyesalan dan terkesan tidak tau harus berbuat apa lagi.


ayah ku hanya diam dan tidak melanjutkan lagi omelan nya tadi kepada ku. mungkin dia tau jika anaknya belum terlalu siap dengan segala tekanan yang ada.


📞 " ayaahh..??" sambung ku lagi dengan nada penuh keraguan. namun sebelum ku utarakan isi hatiku beliau sudah bicara lagi.


📞 " cepatlah kau pulang...!!"


📞 " kita bicarakan ini di rumah..!!" sambung ayah dengan bernada penuh ketenangan dan terdengar berwibawa.


📞 " baik ayah.." jawab ku dengan ekspresi yang kosong dan seperti anak yang penurut dan takut akan berbuat kesalahan.


tak terasa air mata ku menetes lagi.


" kenapa nona muda..?" tanya asisten Liu dengan penuh rasa penasaran.


" tidak apa-apa Liu.." jawab ku sambil tersenyum ke arah asisten Liu, walaupun dia tahu jika senyum ku kali ini terlihat palsu.


" sudah lah Liu ayo kita lanjut lagi.." seru ku sambil mulai berdiri dan membersihkan kaki ku yang penuh dengan pasir pantai.


" ayookk...?!" ajak ku sambil mulai berjalan lagi ke arah bibir pantai.


asisten Liu hanya berdiam diri dan melihat ku dengan mata yang khawatir.


" wooii... kenapa kau diam saja seperti monyet..?!" seru ku sambil menyiramkan air laut ke arah asisten Liu.


asisten Liu yang tadinya merasa iba melihat keadaan ku, kini ikut tersenyum saat melihat mood ku sudah membaik.


" awas kau ya..!!" seru nya sambil berlari ke arah ku dan memeluk ku.


" kyyaa..." seruku pasrah saat asisten Liu memeluk ku, kami berdua hampir jatuh ke dalam air laut.


gelak tawa dan perhatian asisten Liu membuat mood kembali. tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.


" kita kembali yuuk Marischka.." tanya asisten Liu.


" sebentar lagi...!!" jawabku sambil menyandarkan kepala ku ke bahu asisten Liu.


" aku masih mau menikmati senja disini.." seru ku santai dan tenang. dengan tersenyum ku lihat senja terindah yang pernah ada dan aku yakin tak akan pernah ku lalui lagi.

__ADS_1


asisten Liu yang menyadari perasaan ku terlihat diam saja.


" Liu...??"


" bisakah aku berharap jika hari ini tidak usah berlalu.."


asisten Liu hanya diam saja dan ikut. memandangi langit senja yang indah. kami berdua hanya terdiam menikmati senja itu.


" asisten Liu.., kita pulang yuk.." seru ku sambil tersenyum ke asisten Liu.


" ayookk.." jawab asisten Liu sambil tersenyum manis.


kami berdua mulai berdiri dengan bersamaan, setelah membereskan semua barang, kami berdua pun berjalan menuju ke atas yellow bridge


dengan pelan aku berlari dan diikuti asisten Liu dari belakang.


" tangkap aku Liu..!!" seru ku sambil berlari ke arah sisi seberang jembatan.


" tunggu Marischka.." teriak asisten Liu dari belakang.


" ayo cepat..!!" teriak ku ke asisten Liu yang berada di belakang ku.


ditengah jembatan kulihat asisten Liu kepayahan dan aku berhenti untuk menunggu nya.


" ah kau lambat Liu..!!" seru ku sambil tersenyum melihat ke arah asisten Liu.


" kau yang terlalu gesit Marischka.." sambung nya sambil menarik nafas dalam-dalam dan terlihat ngos-ngosan.


" ah tidak.., 'itu' mu saja yang terlalu besar jadi kamu kesusahan mengejar ku " seru ku sambil tertawa lagi.


" kau ini ya...," seru asisten Liu sambil menggelitik tubuh ku.


" ampuun.., ampun.., ampun..," pinta ku dengan rasa geli yang luar biasa. setelah menghentikan gelitikan nya, asisten Liu pun tersenyum ke arahku.


" sudah lah ayo pulang.." seru asisten Liu dengan wajah yang terasa bijak dan menenangkan.


" let's go..!!.." sambung ku sambil merangkul lengan asisten Liu. kami berdua berjalan beriringan menuju arah ujung jembatan.


" Liu.."


" kita pulang ke Bogor besok aja ya..??" seru ku ke asisten Liu.


" baik Marischka.." sambung asisten Liu.


" Liu..."


" ya Marischka.." jawab asisten Liu


" besok kita jalan-jalan lagi yuukk.."


" baik.., kau mau kemana..??" seru asisten Liu sambil melihat ke arah ku.


" teman ku meminta oleh-oleh kepada ku.." sambung ku sambil tersenyum dan tetap memegang lengan asisten Liu.


" tentu.., kita carikan oleh-oleh yang terbaik di pulau Bali.." jawab asisten Liu dengan tersenyum.


"sekalian kau juga lah, untuk teman-teman mu disana.." sambung ku


" tentu.." jawab asisten Liu.


tak terasa kami sudah berada di sisi jembatan yang lain. segera aku dan asisten Liu berjalan ke tempat parkiran sepeda kami di dekat yellow Bridge.


senja sudah berganti malam, kami berdua pun berjalan beriringan menuju ke hotel kami menginap.

__ADS_1


#Author.


_to be continued.


__ADS_2