Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Menuju Semifinal


__ADS_3

kami pun saling bercanda satu sama lain saat membahas lagi pertandingan tadi, kami pun kompak membully Mak Nyak, terutama saat dia terpancing emosi tadi.


bukannya meminta maaf, Mak Nyak malah makin ngeyel ke kami. semua pun tertawa lepas melihat maskot kelas kami ini pun berhasil terpancing emosinya.


" yeee..., siapa yang emosian..!!" seru Mak Nyak dengan jengkel dan bermuka masam. aku pun tersenyum melihat mereka saling bercanda satu sama lain.


kebetulan hari ini kelas kami terdapat dua pertandingan sekaligus, jadi kami memutuskan untuk istirahat dulu di kelas. semua pendukung kelas kami pun mulai meninggalkan tribun penonton yang menjadi home base tadi.


sebelum kami pergi ke kelas kami, aku pun meminta tolong salah satu teman cowok kelasku untuk membeli beberapa snack dan minuman untuk dinikmati bersama-sama.


saat kami berjalan menuju ke kelas kami, tak sengaja kami bertemu dengan kelas Giselle yang akan bertanding. tatapan penuh permusuhan mulai nampak saat kami berhadapan di lorong sekolah.


" setelah ini kita hancurkan kelas Giselle..!!" seru Natasya dengan penuh dendam melihat ke arah Dian dan gengnya.


" pastinya...!!" sambung Winda dengan penuh semangat. tak ku sangka jika Winda pun memiliki dendam kesumat sama gengnya Giselle.


kedua kelas yang penuh aura permusuhan akan saling bertemu jika kami semua berhasil menumbangkan lawan kami selanjutnya.


" kalau ketemu mereka bakal seru nih...!!" seru Mak Nyak dengan senyum yang terlihat sinis. aku pun merasakan jika mereka tak sabar untuk melawan kelas Giselle, sepertinya mereka punya motivasi tersendiri.


sambil berjalan menuju ke kelas, kami bercanda lagi tentang banyak hal. terutama lebih ke pembicaraan perempuan, entah itu fashion, atau pun tentang cowok yang menurut mereka paling ganteng di sekolah.


kami pun sampai di kelas dan segera beristirahat di bangku kelas masing-masing, aku memilih menggabungkan beberapa meja sehingga jadi tempat tidur yang cukup luas untuk bisa membaringkan tubuhku di atas nya.


" enakk nya...!!" seruku sambil tiduran di atas meja yang ku susun tadi.


Natasya dan Winda lebih memilih untuk duduk saja dan mengobrol di samping ku, sedang aku hanya diam saja sambil mendengarkan obrolan Winda dan Natasya.


sekali-kali aku melihat gawai yang ku pegang dan kadang ku letakkan di dada. notifikasi yang masuk hanya sesuatu yang tidak terlalu penting, aku lebih suka menghabiskan waktu istirahat bersama Winda, Natasya dan yang lainnya.


tak terasa kami mengobrol banyak hal, camilan yang kami beli pun sudah hampir habis. namun keseruan cerita Winda dan yang lainnya membuat waktu berlalu dengan cepat.


tepat pukul dua siang kami dihubungi oleh pengurus OSIS dari kelas kami untuk segera meluncur ke gedung olahraga. karena pertandingan perempat final selanjutnya akan kami jalani.


" oke girls...!!"


" kita hancurkan mereka...!!" seru Winda dengan penuh semangat. kami pun kompak berdiri dari tempat nyamannya masing-masing.


dengan segera kami kembali berjalan menuju ke gedung olahraga, karena jarak pertandingan yang kami mainkan cukup jauh, banyak teman sekelas kami yang sibuk dengan urusan masing-masing. sehingga pendukung kami banyak yang berkurang, namun mereka janji untuk kembali mendukung saat pertandingan dimulai.


rombongan kami berjalan dengan penuh semangat menuju gedung olahraga, kebetulan lawan kami selanjutnya dari kelas satu, jadi kami makin optimis saat akan bermain.

__ADS_1


candaan demi candaan mengiringi langkah kami menuju ke gedung olahraga, kali ini kami full team saat akan memainkan pertandingan perempat final.


" taruhan yuk Nat..?!" seruku sambil melihat ke arah Natasya yang berada di samping ku.


" taruhan..??"


" gak ah.., nanti kita kalah kalau main taruhan..." seru Natasya sambil mendorong tubuh ku pelan.


" hmmmmm..., bilang aja gak berani.." seru ku sambil mengejek Natasya.


" yee.."


" aku malas aja Marischka.., lagian kamu kan sudah punya segalanya..." seru Natasya yang membuat ku terdiam saja. seakan kena skak aku pun hanya diam dan tersenyum kecut ke arah Natasya.


kami semua sudah sampai di gedung olahraga, dengan segera kami membuat home base untuk pendukung kelas kami. pertandingan masih berlangsung antara kelas asisten Liu melawan kelas tiga, mungkin bagi asisten Liu kelas ini lawan terberat setelah kelas kami.


kita semua memperhatikan pertandingan asisten Liu dengan serius, permainan asisten Liu berhasil mereka kunci, sehingga membuat poin mereka tidak terpaut terlalu jauh.


" jadi..., kuncinya harus ngepress asisten mu ya..?!" seru Natasya sambil melihat ke arah ku yang fokus melihat pertandingan.


" sepertinya begitu.." sambung ku santai.


" mereka terlihat kesusahan ya..!?" tanya Winda dari bangku diatas ku. aku hanya mengangguk dan diam saja sambil terus melihat pergerakan asisten Liu.


" gak..!!"


" asisten Liu biar aku yang akan menghadapi nya..!" sambung ku sambil melihat ke arah mereka di belakangku.


aura yang ku keluarkan membuat mereka hanya diam saja, kali ini mereka ingin mengikuti permainan ku.


pertandingan asisten Liu telah usai, walaupun sempat kesulitan namun seperti biasa, team asisten Liu berhasil mengalahkan mereka dengan mudah.


...* * *...


kami semua turun di lapangan basket untuk pemanasan dulu, aku pun mencoba berbagai variasi tembakan ke ring basket.


lawan kami yang notabene kelas satu terlihat segan dan sedikit terintimidasi oleh kehadiran ku dan team basket kelas kami.


" kok bisa ya mereka maju sampai sini..??" tanya Mak Nyak dengan penuh tanda tanya sambil melihat ke arah lawan kami.


" bisalah..."

__ADS_1


" kamu gak ingat apa yang kita lakukan tahun lalu kah..??" seru Winda sambil membawa bola basket di pinggangnya.


" iya juga sih..!!" jawab Natasya yang ikut nimbrung bersama Winda. aku pun akhirnya mendekati mereka yang sedang berghibah gak jelas.


saat kami mulai bercanda, tiba-tiba wasit meniup peluit tanda pertandingan akan segera dimulai. kami pun mempersiapkan diri di bench pemain cadangan, disana Roby sudah siap untuk kembali memimpin kami menuju semifinal.


" yookk...!!"


" kita tunjukkan kekuatan kita..!!" seru Winda sambil bertepuk tangan supaya kami makin semangat.


gemuruh penonton dari kelas kami memang tak seperti pertandingan pertama tadi, namun suara genderang yang berukuran besar mengiringi perjuangan kami.


permainan dari lawan kami cukup mengejutkan, bola cepat khas mereka peragakan dengan mudah. awalnya kami memang kesulitan untuk mengontrol jalannya pertandingan. namun berkat pengalaman yang kami miliki serta beberapa pemain yang cukup baik, dengan mudah kami berhasil mengontrol jalannya pertandingan.


" oke girls...!!"


" saat nya kasih tau siapa kita sebenarnya...!!" seru Winda dengan aura yang kuat dan penuh intimidasi.


dribel Natasya dan Winda benar-benar membuat mereka kocar-kacir, serangan kombinasi antara aku dan Winda serta Natasya dan Mak Nyak membuat pertahanan tim kelas satu kewalahan.


poin yang tadinya ketat, makin lama makin menjauh dari poin kami. melihat kami mulai unggul di segi permainan dan kekompakan, kami pun mulai merolling Winda dan Natasya.


hal ini supaya mereka berdua bisa menjaga stamina untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.


pengganti Winda dan Natasya pun bermain cukup baik, berkat instruksi dari Roby kami mulai menerapkan pertahanan berlapis.


" Marischka...!!!"


" fokus bertahan saja..!!" seru Winda yang ikut mengatur posisi kami di lapangan. aku mengikuti arahan Winda untuk fokus membangun pertahanan saja.


karena pertahanan kami yang kokoh, dan counter attack yang cepat dari Mak Nyak, dengan mudah kami memenangkan pertandingan perempat final kali ini.


priiittt...!!!


suara peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan pun dibunyikan, kami menang dengan telak kali ini.


" yoshaa...!!" seru ku sambil menepuk tangan semua teman kelas ku. kami pun berkumpul kembali ke tempat pemain cadangan berada.


" great game nona muda..!" seru asisten Liu dari atas tribun dengan aura penuh permusuhan.


# Author.

__ADS_1


_ to be continued


__ADS_2