Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Pacar...??!!


__ADS_3

bagai disambar petir disiang bolong, aku tak percaya kalau Roby begitu nekat nya memperkenalkan ku sebagai pacar nya.


pacar dari Hongkong...!!???


😡🤬


dengan segera aku melepaskan pegangan tangan dan mulai menyapa keluarga besar tuan Sugara.


" selamat malam.." sambung ku sambil tersenyum manis.


padahal di dalam hati aku mengumpat habis pernyataan Roby yang seenaknya sendiri memperkenalkan ku sebagai pacarnya.


" owhhh...??"


" cantiknya calon mama...?!!" seru mamanya Roby sambil berdiri ke arahku mencium kedua pipiku. dengan pasrah aku pun menyambut beliau dengan ramah.


situasi macam apa ini..???!!


😵😵


" terima kasih tante..." sambung ku.


" jangan panggil tante lah..."


" mama aja..." seru beliau sambil memeluk pundak ku dan tertawa kecil untuk kehadiran ku.


" baik ma..." sambung ku pasrah.


kalau begitu ayok duduk samping mama..." ajak beliau sambil meminta tolong kakaknya Roby yang sedang duduk untuk berdiri dan geser ke tempat lainnya.


" nak Marischka sendiri datang nya...??" tanya mamanya Roby sambil tersenyum ramah.


" iya ma.." jawab ku singkat dan ramah.


" owhh..." seru beliau ramah.


" tadi saya kesini nya dari Bogor bersama Roby ma.. " sambung ku basa-basi.


" emm.."


" pantas dari tadi pagi dia pamit ke Bogor sebentar..." seru mama nya Roby sambil tersenyum.


" ternyata Roby ambil bidadari..." sambung beliau sambil tertawa kecil. candaan mama Roby membuat suasana semakin hidup di meja utama.


" mama bisa aja..." sambung Roby yang kali ini hanya menatap ku dengan tatapan sok cool nya.


" nak Marischka sudah makan...??" tanya mamanya Roby dengan ramah.


" sudah tadi ma.." jawab ku ramah sambil tersenyum manis.


duh, harus pakai mode kesayangan mertua nihh..


😑


" nak Marischka berada di sekolah yang sama dengan Roby ya..??" tanya mama Roby lagi-lagi dengan ramah. kali ini beliau memegang tangan ku dengan pelan.


" iya ma..."


" kebetulan kami satu kelas juga..." sambung Roby dengan cepat. aku pun melihat Roby dengan tatapan mata tajam.


" owhh begitu..."


" kalau sudah jodoh memang tidak bisa dilawan..." sambung mama Roby dengan senang.


haahhhh...???


🙄

__ADS_1


tak terasa acara selanjutnya akan dimulai, kedua orang tua Roby pun segera mengambil tempat di mana dia harusnya berada.


" kalau gitu mama kedepan dulu ya sayang..." seru mamanya Roby sambil tersenyum manis dan mulai berdiri dari tempat duduknya.


" owhh iyaa mama..." jawab ku ramah.


" sebentar mama kembali..." sambung mamanya Roby dengan ramah, aku pun hanya tersenyum manis ke arah beliau.


setelah kedua orang tua Roby kembali ke tempatnya bersama sang besan nya. kini ku alihkan perhatian ku mencari keberadaan Roby yang membuat ku berada di situasi aneh ini.


kini aku dan Roby saling pandang, dia pun hanya tersenyum seakan dia jadi pemenang nya kali ini. aku pun mendengus kesal dan geleng-geleng tak percaya dengan situasi kali ini. dan dengan segera aku kirim chat ke Roby.


📨 " awas kau ya...!!" ketik ku sambil mendengus kesal dan sedikit gemas ingin mencakar mukanya Roby.


📨 " hehehe..." jawab nya singkat. aku pun mengutuknya dari dalam hatiku.


sialan..


😑


...* * *...


tak terasa rangkaian acara pernikahan akan segera berakhir. seperti tadi, aku masih terjebak dalam meja makan keluarga Sugara. mama Roby seakan tak ingin aku pergi dari meja makan ini.


banyak hal-hal yang beliau tanyakan ke aku, entah tentang sekolah, tentang kehidupan pribadi ku, serta keluarga ku.


namun tak semuanya informasi yang sebenarnya kuberikan ke beliau, banyak informasi yang kubelokkan supaya tidak terekspose semuanya, terutama tentang keluarga Kartika.


tak terasa kami mengobrol, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. para tamu undangan pun sudah mulai sedikit, tinggal beberapa tamu yang baru datang itupun teman dan kolega dari kedua mempelai.


krinngg...


tiba-tiba gawai ku pun berbunyi, biasanya ku mode getar namun kali ini sengaja aku bunyi kan supaya jadi alasan jika aku ada kesibukan.


" maaf ma.." sambung ku sambil mengangkat gawai yang ku letakkan di mejaku.


" owhh iya silahkan sayang..." seru beliau ramah.


📞 " syukurlah tuan Alfred telpon..." seru ku pelan sambil melihat ke arah meja utama tempat keluarga Sugara berkumpul.


📞 " hampir saja aku disidang sama tuan Sugara..." sambung ku lega.


📞 " hahaha..."


📞 " jika nona memang tidak nyaman dengan situasi nya.."


📞 " kenapa tidak langsung pamit saja nona.." sambung tuan Alfred dengan ramah. walaupun sedang menelpon, beliau tetap terdengar ramah.


📞 " gak enak lah tuan Alfred..." jawab ku sedikit ngegas.


📞 " nanti malah akan mencoreng nama keluarga kita..." sambung ku lagi.


📞 " baiklah.., saya mengerti..." jawab tuan Alfred ramah.


📞 " nanti lah aku ceritakan semuanya tuan Alfred..." sambung ku sambil menoleh kiri-kanan.


📞 " baik nona muda..." seru tuan Alfred.


📞 " owh iya gimana laporan tadi..??" tanyaku sedikit tegang karena laporan tadi belum sepenuhnya selesai.


📞 " sudah tidak ada masalah nona muda..." jawab nya dengan ramah.


entah kenapa mendengar ucapan tuan Alfred aku bisa membayangkan saat beliau menerima laporan ku sambil tersenyum ramah ke arahku.


📞 " syukurlah..." sambung ku dengan ekspresi lega.


📞 " okelah kalau begitu tuan Alfred..."

__ADS_1


📞 " aku mau pamit pulang dulu ke tuan Sugara.." seru ku yang kali ini terdengar tenang.


📞 " baik nona muda..." jawab tuan Alfred dengan ramah. segera setelah itu aku menutup telpon dari tuan Alfred.


setelah selesai aku melihat ke arah meja utama keluarga Sugara dan besannya. kulihat ternyata sudah duduk beberapa tamu penting dari pemerintahan. salah satunya menteri yang sangat familiar dengan keluarga kami.


" maaf ma.." sambung ku saat akan kembali ke tempat duduk ku tadi.


" owhh iyaa sayang..."


" sudah telpon nya..??" tanya mama Roby dengan ramah.


" sudah ma..." jawab ku sambil tersenyum ramah.


saat aku memalingkan wajah ku untuk melihat beberapa tamu penting lainnya, pandangan ku langsung teralihkan oleh menteri luar negeri yang memenuhi undangan dari tuan Sugara.


" ibu Retno...??" sapa ku ramah ke beliau yang nampak sedikit terkejut dengan kehadiran ku di meja makan.


" nak Kartika...??" sambung beliau ramah. sambil mulai berdiri dari kursi nya, beliau tersenyum ramah seakan ingin menghampiri ku.


aku pun reflek berdiri dan berinisiatif untuk menghampiri beliau, yah mengingat jika beliau lebih senior dari ku. kami pun bertemu di tengah-tengah jarak kursi kami berdua.


" ya ampun..."


" lama gak ketemu yaa...??" sambut beliau dengan mencium pipi kanan-kiri ku.


" iya nih Bu..."


" ibu Retno sibuk banget sihhh..." jawab ku sambil tersenyum senang dan memegang erat lengan beliau.


" gimana kabar nenek..??" tanya Bu Retno dengan ramah.


" baik Bu..."


" sekarang beliau ada di Perancis.." sambung ku dengan semangat.


" owhh..."


" kasih tau jangan terlalu capek-capek..." seru beliau ramah dan terdengar khawatir dengan kondisi fisik nenek ku


" tentu Bu..."


" selalu ku ingat kan untuk jaga kondisi beliau..." sambung ku sambil tersenyum senang.


" iyaa..."


" waktu nya yang muda seharusnya mengganti kan peran beliau..." sambung Bu Retno dengan sedikit bercanda ke arah ku.


" itulah Bu..."


" akan ku pastikan jika nanti lebih baik saat aku sudah siap semuanya..." sambung ku lagi dengan tersenyum manis.


" bagus..."


" aku yakin masa depan keluarga Kartika akan cerah jika kamu yang memegang semuanya..." sambut beliau dengan semangat.


" lho benar pak..."


" gadis di depan ku ini suatu saat akan jadi luar biasa lhoo..." sambung Bu Retno sambil melihat ke arah tamu undangan yang duduk di meja utama yang sedari tadi memperhatikan kami berdua.


" ah ibu Retno terlalu melebih-lebihkan..."


" saya cuma anak bau kencur..." sambung ku merendah dan sesekali menunduk ke arah tamu undangan yang sudah senior.


" nahh kann....?!"


" rasa rendah diri nya itu lho..., jadi daya tarik tersendiri..." sambung Bu Retno dengan ramah dan menepuk tangan ku yang masih beliau pegang.

__ADS_1


#Author.


_to be continued.


__ADS_2