Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Intens


__ADS_3

" ayo girls.."


" kita balas mereka..!!" sambung Winda dengan mendribel bola basket di tangannya. sambil mengatur pergerakan tanpa bola Natasya dan Mak Nyak, Winda dan aku pun sudah berada di jantung pertahanan mereka.


kali ini kami cukup sulit membuka ruang untuk menembus pertahanan kelas Giselle. mereka pun mengepress pergerakan Natasya dan diriku.


" Winda..!!" seruku sambil meminta bola Winda untuk melakukan tembakan tiga angka.


dengan segera Winda melemparkan bola itu dari luar garis tiga angka, tembakannya hanya membentur ring lawan, sehingga memantul keluar. dengan cepat aku melompat dan melakukan rebound untuk merebut bola kembali dan segera memasukan bola itu di ring basket lawan.


" nice..!!" seru Natasya sambil berlari kembali ke pertahanan kami.


" Win..?!" seru ku ke Winda yang ada di samping kiri ku. dengan segera dia mendekat ke arah ku.


" jika memang stag, kau lakukan shoot aja.."


" nanti aku rebound.." sambung ku sambil berbisik ke arah nya. Winda pun mengerti permintaan ku dan mengangguk.


Giselle lagi-lagi memulai serangan ke arah pertahanan kami, dribelnya memang tak sebaik Winda dan Natasya. namun cukup merepotkan untuk pertahanan kami.


" dapat...!!!" seru Natasya sambil berlari setelah berhasil merebut bola dari Giselle. larinya yang cukup kencang membuat Natasya berhasil memasukkan bola ke ring lawan.


dengan cukup emosi Giselle berjalan kembali ke pertahanan nya. namun saat berjalan kembali dia dengan sengaja menabrak bahu Natasya.


sadar jika Giselle dengan sengaja menabrak bahu nya, Natasya hanya melihatnya dan tersenyum mengejek kearah Giselle.


" kenapa..??" seru Giselle dengan raut muka emosi dan tak terima. Natasya hanya diam dan terlihat mulai terpancing emosi nya.


" sudahlah..." seruku sambil memegang perutnya Natasya supaya kembali ke area pertahanan kami. sambil manggut-manggut Natasya mundur ke garis pertahanan, namun mukanya terus melihat ke arah Giselle berdiri.


" kenapa..??" tanya Winda ke arah ku yang melihat kejadian tadi.


" biasaa..., mereka sudah mulai kepancing..!" sambung ku sambil melihat ke arah Winda yang sudah kembali ke pertahanan kami.


" owhh.."


" tetap fokus girls..!!" seru Winda sambil bertepuk tangan dengan keras. aku hanya melihat ke arah Winda dan Natasya, kali ini aku mau permainan ku tak terganggu oleh emosi sesaat.


permainan kembali dibuka oleh serangan Giselle. kali ini dia terlihat lebih waspada dalam memimpin dan men-drive bola ke jantung pertahanan kami.


kewaspadaan Giselle membuahkan hasil saat dia dan temannya berhasil membuat poin untuk team nya.


" main tenang Win..." seru ku sambil memberikan bola itu kepada Winda. dengan pelan Winda mengatur tempo supaya serangan kami lebih efektif.

__ADS_1


saat mendribel bola dan mengatur posisi kami, Winda tak menyadari adanya lawan yang telah dekat dengan dia.


" fast break..!!" seru ku sambil berlari kembali ke arah pertahanan kami dan mengejar pemain lawan yang berhasil men-steal bola Winda.


dengan cepat lawanku akan melakukan alley-oop dan memasukkan bola ke dalam keranjang kami. dengan cepat aku berhasil berlari kencang dan mengeblok bola alley-oop lawan.


namun karena kencang nya aku berlari sambil melompat dan meraih bola tembakan lawan, saat aku turun dari lompatan dengan keras aku menghantam tiang penyangga ring basket.


dengan reflek aku memasang bahu kiri untuk melindungi tubuh ku. benturan keras membuat ku terjatuh di lantai, teman-teman ku yang melihat kejadian itu, segera saja berlarian ke arah aku jatuh.


" Marischka..!!" seru mereka kompak sambil berlarian ke arahku. aku pun memperbaiki posisi ku, sekarang aku duduk dilantai sambil berusaha merenggangkan ototku.


" kamu tak apa-apa..?!" seru Winda sambil melihat ku dengan tatapan khawatir. melihat perhatian mereka aku pun tersenyum supaya mereka tidak khawatir lagi.


" amann...!!" seruku sambil berdiri kembali setelah meregangkan otot tadi. sebenarnya aku terhempas ke tiang itu dengan cukup keras, namun entah kengapa aku merasa tidak ada yang sakit atau pun cedera.


permainan kembali dilanjutkan, kali ini lawan yang mendapat throw in, namun dengan mudahnya kami berhasil merebut kembali bola itu.


priiittt...!!!


tak terasa waktu berlalu dengan cukup cepat, permainan quarter pertama berakhir dengan keunggulan tipis antara team kami dan team Giselle.


" kau gak apa-apa..??" tanya Natasya ke arahku yang sedang memegang lengan bagian atas.


dengan segera kami kembali ke bench pemain cadangan, mereka yang tidak bermain dan duduk di bangku cadangan team segera berdiri dan memberikan tempat untuk kami yang sudah bermain dulu.


" kamu tak apa-apa..??" tanya Roby dengan suara ngebassnya dan terdengar perhatian ke diriku. aku hanya mengangguk saja dan terlihat cuek dengan perhatian Roby.


dengan segera aku duduk di bangku cadangan yang telah kosong, kuambil minuman isotonik dari dalam tas olahraga yang kubawa.


Winda menghampiri ku yang sedang duduk dan bertanya tentang kondisi ku sekarang. aku hanya tersenyum dan melihat ke arah Winda untuk tidak mengkhawatirkan kondisi ku.


" tumben Mak Nyak gak keliatan tadi...??" seru Natasya sambil melihat ke arah Mak Nyak yang sedang duduk disamping ku.


" aku dipress ketat banget.." jawab Mak Nyak sambil melihat ke arah Natasya.


" Win kita perlu ganti formasinya..?!" seru ku sambil melihat ke arah Winda yang masih berdiri di depan ku.


" Mak Nyak main nya bergantian aja.."


" maksud mu..??" tanya Winda dengan cepat.


" permainan Mak Nyak kan gak berkembang gara-gara dipress ketat Win.."

__ADS_1


" jadi kita rolling sama Natasya, biar permainan mereka tetap bugar..." seru ku memberi saran supaya permainan tetap pada tempo cepat khas permainan team kelas kami


Winda hanya diam saja mendengar saran ku, dia berpikir kembali segala kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.


" okee..."


" tapi kita lihat dulu permainan mereka di quarter kedua..!!" sambung Winda dengan penuh keyakinan. kami pun mengangguk saja mendengar penjelasan kapten tim basket kami ini.


priiittt..!!!


quarter kedua pun segera dimulai, bola diberikan kepada team kami, karena sebelumnya kami yang ada di posisi menyerang.


" Winda...!!" seru Natasya sambil meminta bola dari Winda. dengan cepat bola Natasya mendribel bola melewati beberapa pemain lawan.


setelah berhasil melewati beberapa pemain, Natasya melihat ku dalam posisi yang kosong dan tanpa penjagaan.


" Nat..!!" seru ku sambil mencari posisi kosong supaya Natasya melihat posisi ku berdiri. dengan segera Natasya mempasing bola itu kepada ku, mudah bagi ku untuk alley-oop dan mencetak poin untuk team kami.


" nice shoot Marischka...!!" seru Natasya sambil menepuk tangan ku.


" gocekan mu makin gila Nat..!?" sambung ku sambil kembali ke garis pertahanan kami.


lawan kami dengan cepat membangun serangan dari belakang, dengan waspada kami berusaha menutup pergerakan Giselle dan kawan-kawannya.


dengan sombongnya mereka mulai bermain-main bola di depan kami, namun pancingan itu sudah biasa buat kami dan yang lainnya.


" fast break...!!!"


saat mereka lengah dan ada kesempatan untuk merebut bola dari Giselle, dengan cepat Natasya berlari kencang sambil mendribel bola tadi. dengan alley-oop cantik Natasya kembali mencetak poin.


" yeesss...!!!" seru Winda yang sudah ada di belakang Natasya. mereka berdua dengan kompak saling menepuk tangan.


" nice play Nat..!!" sambung ku sambil menyambut kedatangan mereka dari garis pertahanan team kami.


" harus tetap fokus girls.."


" tunggu kesempatan yang bagus untuk fast break lagi...!!" seru Winda sambil mengatur posisi kami di lapangan.


tampaknya strategi Roby yang menyarankan kami untuk lebih bertahan dan menunggu kesempatan untuk fast break berjalan lancar. kali ini quarter kedua akan jadi pertaruhan strategi Mario dan Roby.


# Author.


_to be continued

__ADS_1


__ADS_2