Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Keluarga Natasya


__ADS_3

diparkiran distro terdapat penjual martabak manis dan beberapa lapak jajanan lain.


" tunggu Nat, aku mau belikan camilan dulu buat adekmu.." sambung ku sambil menunjuk ke arah lapak jajanan di parkiran mobil.


" buat apa...?!" seru Natasya dengan suara sedikit lebih tinggi.


" gak usah lah Marischka.." sambung Natasya lagi.


" yeee..."


" aku belikan buat adekmu kok, bukan untuk mu ya..!?" sambung ku sambil tersenyum ke Natasya.


dengan segera ku langkahkan kaki menuju lapak jualan yang berjejer rapi di parkiran mobil. sesampainya di lapak itu, aku membeli martabak telor beserta martabak manis yang spesial untuk keluarga Natasya.


keluarga Natasya termasuk banyak, dia merupakan anak ke tiga dari lima bersaudara.


" kamu belum coba menu yang mana Nat??" tanyaku sambil melihat beberapa menu yang ada di lapak itu.


" yang mahal lah.." jawab Natasya cepat.


" kalau begitu pilihlah yang kami pingin.." sambung ku sambil melihat ke Natasya yang ada disamping ku.


" oke kalau begitu..!!"


" aku gak akan menahan lagi.." seru Natasya sambil tersenyum.


" terserah kamu aja.." sambung ku santai. Natasya dengan cepat memilih rasa yang menurut nya enak dan belum pernah dia coba.


" Nat..., kamu hubungi keluarga mu lah kalau aku mau menginap..!" seru ku sambil melihat Natasya yang sedang memainkan gawai nya.


" oke boss.." jawab Natasya cepat.


dengan segera Natasya menghubungi keluarga yang ada di rumah nya untuk memberi tahu tentang rencana ku untuk menginap di rumah nya.


tak selang berapa lama, gawai ku yang bergetar tanda ada panggilan masuk. ternyata dari asisten Liu yang menghubungi ku.


📞 " ya hallo.., asisten Liu..??" jawab ku dengan santai.


📞 " Anda dimana nona muda..??" tanya asisten Liu dengan panik.


📞 " aku masih dijalan menuju rumah Natasya.." sambung ku cepat.


📞 " owh.., masih lama kah nona muda..??" tanya asisten Liu dengan sedikit lebih santai.


📞 " iyaa.., aku mau menginap di rumahnya.." jawab ku dengan santai.


📞 " hhaaa...???" seru asisten Liu kini dengan intonasi yang lebih tinggi.


📞 " iya aku mau menginap semalam saja.." belum selesai aku bicara asisten Liu dengan segera memotong pembicaraan ku.


📞 " gak boleh...!!"


📞 " keamanan anda adalah prioritas utama ku nona muda.." seru asisten Liu dengan lebih tegas.


📞 " gak apa-apa asisten Liu, jika ada sesuatu nanti aku yang tanggung jawab.." jawab ku dengan tegas.


📞 " tapi nona.." belum selesai asisten Liu bicara, dengan segera aku potong balik kata-katanya.

__ADS_1


📞 " sudahlah percaya sama aku..!!" sambung ku singkat.


Asisten Liu tampak diam saja dari balik telpon, mungkin sedang berfikir untuk mencari alasan supaya aku batal menginap di rumahnya Natasya.


📞 " baiklah..., saya percaya nona..!" sambung asisten Liu dengan sedikit ragu.


📞 " nah..., gitu..!!" seru ku lega.


saat aku sedang asyik menelpon asisten Liu pesanan yang ku pilih tadi sudah siap untuk segera dibawa pulang.


📞 " tapi dengan satu syarat..!!" belum selesai asisten Liu melanjutkan pembicaraan dengan segera aku tutup telpon ku.


📞 " sudah ya asisten Liu.., bye...!!"


ku tutup telpon ku dan segera mematikan handphone ku supaya asisten Liu tidak menelpon ku lagi.


kuletakkan gawai ku di dalam kantong seragam sekolah di dadaku. kini ku fokuskan pandangan ke bapak penjual martabak yang sudah mempersiapkan pesanan ku


" berapa semuanya bang..??" tanyaku sambil mengeluarkan dompet dari tas ku.


" semuanya seratus dua belas ribu rupiah mbak.." jawab penjual martabak dengan cepat.


" oke.."


kuambil uang ratusan ribu dua lembar dari dalam dompet dan memberikan ke abang penjual martabak. dengan segera abang penjual martabak memberikan pesanan kami dan menerima uang dari ku.


" maaf mbak gak ada uang kecil kah..??" tanya abang penjual martabak itu.


" buat mas aja lah kembali nya.." sambung ku sambil tersenyum ke arah abang penjual martabak itu.


" sudah mas ambil aja..!" sambung Natasya sambil tersenyum dan mulai berjalan lagi.


" ayo...!!" ajak Natasya sambil mengambil bungkusan martabak yang ku pegang tadi. aku dan Natasya kembali lagi ke mobil Rolls-Royce yang kini telah parkir di ujung sebelah kanan parkiran mobil.


...* * *...


dalam perjalanan pulang ke rumah, Natasya tampak senang saat aku berniat untuk menginap di rumah nya.


kuambil lagi gawai di dalam tas ku dan menyalakan kembali setelah tadi sempat ku matikan.


nampak chat dari asisten Liu masuk dengan bertubi-tubi ke kotak masuk email ku, aku hanya tersenyum kecut melihat asisten Liu yang terlihat marah karena ku abaikan.


duh gak jelas banget nih Liu..


aku pun sebenarnya agak jengkel karena privasi ku sedikit diganggu, padahal menginap di rumah Natasya memang sudah lama ingin ku rencanakan.


" duh resek bener nih asisten Liu..!!" seru ku sedikit kesal karena chat-chat dari asisten Liu.


mobil kami sudah memasuki gerbang perumahan yang cukup sederhana di pinggiran kota Bogor.


awalnya sopir kami sedikit binggung saat mencari alamat Natasya, namun dengan arahan yang baik dari yang punya rumah, akhirnya kami sampai juga di rumah Natasya.


" akhirnyaa...," seru Natasya dengan sedikit lega.


kulihat rumah Natasya cukup sederhana dan minimalis, tampak beberapa motor terparkir di halaman rumah Natasya.


" ayo turun Marischka..!!" ajak Natasya sambil membuka pintu mobil sebelah kanan.

__ADS_1


tampak dua anak kecil keluar dari dalam rumah Natasya dan menyambut kepulangan kami. satunya cewek seumuran anak SMP dan satunya anak cowok yang terlihat masih duduk di jenjang pendidikan SD.


" kakak pulaanngg..!!" sambut anak cewek dengan antusias.


aku dan Natasya segera turun dari mobil dan berjalan ke arah kedua anak yang menyambut kami berdua.


" yeeiii...!!!" teriak Natasya dengan antusias. aku melihat Natasya dengan sedikit aneh karena antusias yang ditunjukkan nya.


" heboh betul ya Nat adikmu...?!" tanyaku sambil berbisik ke kuping Natasya.


" ya..., begitulah keluarga ku Marischka.." jawab nya sambil tersenyum saat melihat ku.


" nih..., kakak bawakan camilan..!!" sambung Natasya dengan memberikan bungkusan martabak yang kami beli tadi.


" waahh...!!"


" makasih kak...!!" sambung adik Natasya yang cewek dengan antusias.


" makasihnya ke kak Marischka.., dia boss nya hari ini.." jawab Natasya sambil melihat kearah ku.


" makasih banyak ya kak Marischka..!" seru adik perempuan Natasya.


" sama-sama..!" jawab ku sambil tersenyum manis ke arah adik Natasya.


" siapa nama mereka Nat..??" tanyaku ke Natasya yang melihat adiknya mulai masuk kedalam rumah lagi.


" yang cewek Diana, dan yang cowok Ferdian.." jawab Natasya. kami berdua mulai berjalan perlahan ke dalam rumah Natasya.


" nona muda..!!"


" ada yang ketinggalan..!!" seru sopir mobil keluarga ku dari belakang kami berdua.


" astaga..!"


" bajuku tadi lupa.." sambung ku sambil menepuk jidat.


" dasar pelupa..!!" seru Natasya sambil tertawa melihat ku yang sedikit berlari ke arah si sopir.


sesampainya di pintu mobil dengan segera aku membuka pintu dan mengambil bajuku tadi, tidak lupa juga aku memberi tahu jika akan menginap di rumah Natasya. jadi sekalian sopir itu ku minta tolong untuk pulang dulu ke rumah.


" pak..! malam ini saya menginap di rumah Natasya.."


" jadi nanti tolong sampaikan ke tuan Alfred ya..!!" sambung ku dengan sedikit serius.


sang sopir pun mengangguk tanda mengerti perintah nona muda nya itu.


" baik nona muda..." sambung sopir ku.


kulihat Natasya masih menunggu ku di tangga masuk teras rumahnya. dengan sedikit berlari aku menghampiri Natasya.


" ayo..!!" ajak ku sambil menatap Natasya yang sudah menunggu ku.


kami berdua mulai masuk kedalam rumah yang sederhana dan minimalis itu.


# Author.


_ to be continued.

__ADS_1


__ADS_2