
kantin sekolah seakan menjadi lebih hidup, sontak semua lapak seakan kami sewa semuanya. aku pun meminta untuk ibu kantin masing-masing lapak untuk mencatatkan menu yang teman-teman ku pesan.
" beneran gak papa nih Marischka..??" seru salah satu teman ku dengan penuh keraguan.
" sudahlah santai aja...!" jawab ku sambil mengemil kacang koro pedas. walaupun mereka terlihat ragu, namun tetap saja mereka lahap dalam menyantap makanan yang mereka pesan sendiri.
" kalau kita bisa juara kali ini..."
" ku traktir kalian makan di Hanamasa..!" seruku serius sambil tersenyum melihat ke arah mereka semua.
" beneran...???" tanya salah temanku dengan serius dan penuh semangat. mereka seakan tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
" gak mau..??" tanyaku sedikit basa-basi dan meyakinkan mereka.
" whooiii...!!"
" kalian dengar gak.., kalau menang kita makan-makan di Hanamasa..!!" seru temanku cewek yang sedikit tomboi. teman sekelas lainnya yang tak mendengar ucapan ku hanya penasaran saja, mereka tidak yakin jika hadiahnya begitu besar.
" beneran nih...??!" tanya yang lain dengan muka yang lebih serius dan cukup aneh.
" yupz..."
" jika kita sampai di final dan bisa mengalahkan lawan kita.." seru ku sambil tersenyum dan melihat ke arah mereka yang memasang wajah tidak percaya.
setelah mendapat persetujuan dari ku, sontak saja membuat mereka terlihat senang dan penuh dengan optimis.
suasana penuh kegembiraan di kantin sekolah membuat ku sejenak melupakan kesibukan di luar sekolah. entah itu mengatur perusahaan ayah, bertemu dengan diplomat, bertemu dengan pejabat dan sebagainya.
kantin sekolah yang tadinya rame oleh pendukung kelas kami, kini mulai penuh sesak karena siswa lain mulai menjejali kantin sekolah.
" ayolah yookk...?!" seru kapten Winda sambil mulai berdiri kembali. kami pun mulai berdiri semua mengikuti arahan kapten tim.
saat teman-teman ku mulai berdiri, aku pun segera menyelesaikan pembayaran ke lapak yang mereka pesan. aku memang meminta ibu kantin untuk mencatat semua makanan dan minuman yang di pesan semuanya.
setelah selesai dengan urusan pembayaran, aku pun ikut berkumpul ke teman-teman yang lain, ternyata mereka melihat sambil menunggu ku menyelesaikan pembayaran pesanan kami.
" aman Marischka..?!" tanya kapten Winda sambil tersenyum dan terlihat sedikit tidak enak.
" tenang aja...!"
__ADS_1
" tinggal gesek kartu aja.." sambar Natasya dengan enteng. aku pun hanya pasrah saat juru bicara ku yang satu ini bicara.
hahaha...
" okelah yukk.., kita kemana nih selanjutnya..??" tanya temanku yang lainnya. kami pun saling melihat satu sama lain seperti kali ini mereka ada urusan masing-masing, toh ya pertandingan yang melibatkan kelas kami sudah selesai.
" kita bubar aja lah dulu...!" seru teman cowok dengan santai.
" toh iya pertandingan kelas kita baru besok ada lagi..." sambung salah seorang teman cowok yang lainnya.
mendengar usulan, itu kami pun menyetujuinya. lagian banyak siswa cewek yang kurang nyaman jika ada cowok yang ikut bergosip bersama para cewek-cewek.
" ya udahlah terserah kalian..." seru Natasya dengan santai. mendengar kata-kata Natasya yang terkesan acuh, mereka pun dengan kompak langsung bubar jalan.
" kalau gitu..,?!"
" kita kemana lagi nih selanjutnya..??" tanya temanku yang lainnya. mereka pun seakan ada agenda lain dan ingin bebas jalan-jalan.
" Nat..., aku lihat game nya asisten Liu ya..?!" seruku sambil menunjuk ke arah gedung olahraga. mendengar keinginan ku untuk melihat pertandingan basket dari kelas lain. mereka pun mengiyakan saja permintaan ku.
" okelah..." seru mereka kompak.
" sama-sama..!!" seruku sambil melihat ke arah kumpulan teman-teman ku. Natasya yang biasanya ikut bersamaku, kali ini memilih untuk kumpul bersama dengan kapten Winda dan yang lainnya.
aku harus bergegas kembali ke gedung olahraga, apalagi kali ini pertandingan yang seru tengah terjadi. dengan setengah berlari aku menuju ke gedung olahraga, sekali lagi siswa yang lain pun memperhatikan dan bertanya-tanya kenapa aku tergesa-gesa.
sesampainya di gedung olahraga, pertandingan penyisihan masih berjalan di quarter kedua. dengan sedikit lega, aku pun segera mencari tempat duduk di tribun penonton yang sedang kosong.
baru saja aku duduk dan memposisikan diri supaya nyaman, ternyata tanda peluit pertandingan quarter kedua sudah selesai.
(~.~)
sialan...
sembari aku menunggu pertandingan dimulai, aku memainkan gawai kesayangan ku. ku lihat lagi beberapa notifikasi yang masuk ke gawai berwarna emas kesayangan ku.
beberapa notifikasi yang masuk dari nenek ku yang masih sibuk di luar negeri bersama ayahku. entah kenapa keluarga kami makin sibuk akhir-akhir ini, seperti akan ada agenda besar yang akan melibatkan keluarga Kartika sepenuhnya.
karena aku masih mengenakan seragam basket tadi, aku pun memutuskan untuk turun dan berganti baju dulu. lagian bau keringat begitu kurasakan walaupun sudah kututup dengan parfum mahal milikku.
__ADS_1
iiuuhh.., bau banget...
(~.~)
dalam perjalanan menuju ruang ganti aku bertemu dengan Mario dan kawan-kawannya. tadinya aku berniat mengurungkan niatku untuk ganti baju, namun setelah ku cium lagi baju yang ku kenakan, akhirnya aku memilih opsi ganti baju saja.
aku berjalan menuju ke tempat ganti baju, awalnya Mario tak memperhatikan. namun setelah melihat kedatangan ku, dia mulai menyapa dengan ramah. aku hanya sai hai saja sama Mario, tak ada percakapan yang terjadi antara kami berdua.
namun sial bagiku, setelah berhasil melewati Mario dan kawan-kawan. kali ini aku bertemu dengan Giselle dan geng norak nya,
tidaaaaakkkkk.....!!!!!
(>.<)
sontak kehadiran ku membuat mereka yang tadinya saling bercanda menyombongkan diri, langsung jadi diam setelah melihat ku ada di depan pintu masuk ruang ganti.
" kau..?!!" seru Dian dengan mata melotot. Giselle yang melihat Dian sudah jengkel, kali ini dia dengan bijak menenangkan dia untuk tidak marah.
fiuuuhhh...
padahal aku ingin tenang dan enjoy menikmati hari ini, namun entah ada saja yang terjadi. dengan santai aku lewati saja gerombolan siswa cewek yang terdiam melihat ku.
nampak muka mereka yang awalnya terlihat gembira, kali ini terlihat beringas seperti serigala kelaparan.
dengan cepat aku masuk ke dalam kamar mandi dan segera mempersiapkan baju yang akan ku kenakan. suasana jadi hening saat aku datang tadi, mengetahui atmosfer yang kurang enak. Giselle pun memutuskan untuk mengajak mereka pergi ke tribun penonton dan bersiap-siap disana.
dengan diam aku mendengar percakapan mereka, memang sih rata-rata percakapannya tentang hal yang tidak bermutu dan cenderung membanggakan diri sendiri. sebelum pergi pun mereka sempat-sempatnya mengebrak pintu kamar mandi ku.
" what the f*ck...!!"
mendengar aku mengumpat, bukanya mereka marah namun mereka hanya tertawa saja. setelah selesai semuanya, segera setelah itu aku keluar dari dalam kamar mandi. ku perhatikan lagi mereka semua sudah pergi, aku pun memutuskan untuk kembali ke tempat duduk tadi.
tak lama kemudian setelah aku duduk pertandingan asisten Liu dimulai, aku pun bersyukur karena telah kembali ke tribun penonton dengan tepat waktu. aku pun menikmati pertandingan penyisihan yang melibatkan asisten Liu.
kelas asisten Liu memainkan pertandingan penyisihan yang epic, lawan kali ini tidak mudah. bisa dikatakan pertandingan kali ini merupakan game final dini. jual beli serangan pun tersaji di lapangan.
penonton pun sangat menikmati permainan dari kedua team, namun dengan adanya asisten Liu seakan menjadi pembeda jalannya pertandingan. kelas permainan asisten Liu berada di level yang berbeda.
# Author
__ADS_1
_ to be continued