
aku tersenyum mendengar permintaan Winda yang tergolong sederhana. sebenarnya agak mepet sih jam nya dengan waktu pulang ku, tapi ya tidak masalah untuk ku.
" ini kunci nya Win..." seruku sambil tersenyum dan memberikan smartkey mobil ku ke arah Winda.
" beneran nihh...??" tanya Winda dengan ragu saat menerima smartkey dari ku.
" owhh..., tentu saja..." jawab ku sambil tersenyum dan mengangguk supaya Winda lebih yakin. kini Winda lebih yakin setelah menerima kunci mobil dari ku.
"makasih ya sayang..." seru Winda sambil tersenyum.
" oke..." balas ku ke Winda, dia berjalan menuju ke kakak nya yang sudah menunggu di depan pintu kamar Winda.
saat Winda berbincang sejenak dengan kakaknya aku pun kembali duduk di spring bed Winda. rasanya tubuh ku sangat letih semua setelah hari ini berjalan dengan lancar dan sukses.
huffttt....
capeknya...
😩
Winda ternyata sudah menutup pintu kamar nya, aku pun membaringkan diri di kasur Winda. sambil tiduran aku pun memainkan gawai di atas wajahku.
" awas lho jatuh kena muka mu..!" seru Winda sambil tersenyum melihat ke arah ku yang sedang berbaring.
" hmmm..." gumam ku santai. aku lebih fokus membaca artikel dari tuan Alfred sehingga mengabaikan Winda yang kali ini sudah duduk di meja belajar nya.
" kamu gak mau mandi Marischka...?" tanya Winda sambil memegang gawai nya, tampaknya dia ingin mandi dulu sebelum tidur.
" nanti lah Win..." jawab ku sambil merubah posisi tidur. kulihat Winda membuka bukunya nya dan mulai memeriksa kembali tugas dari guru sejarah.
" kau sudah kerjakan tugas sejarah...??" tanya Winda sambil membuka lembaran buku sejarah yang tebal.
" udah donk..." jawab ku sambil duduk kembali setelah merenggangkan badan ku.
" dari kemarin-kemarin sudah ku kerjakan..." sambung ku yang kali ini berdiri dari kasur Winda.
" masa sih..??" tanya Winda penasaran. aku melihat ke tempat belajar Winda yang sudah siap untuk mengerjakan tugas sejarah.
" ihh..."
" curang..." seru Winda sambil tersenyum melihat ku. aku pun memegang pundak Winda sambil membalas senyuman nya
" pantaslah kamu jadi favorit di sekolah kita Marischka..." sambung Winda sambil melihat ku dan meletakkan tangannya di atas tangan ku yang berada di pundak nya.
" kau memang hebat Marischka..." sambung nya lagi, aku tersenyum mendengar pujian Winda.
kami berdua pun saling bercerita tentang banyak hal, aku pun sedikit mencurahkan keluh kesah ku sama Winda. tak semua ku bagikan cerita kehidupan keluarga ku ke Winda, namun hal itu cukup melegakan hati ku.
__ADS_1
...* * *...
jam dinding menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, namun mobil ku yang dipinjam oleh kakaknya Winda belum kembali juga. Winda terlihat panik karena kakaknya belum kembali sampai sekarang, berkali-kali Winda menelpon pun tidak membuahkan hasil.
" maaahhhh...!!"
" mana kakak nih...?!!" tanya Winda kepada mama nya yang ikut panik juga karena merasa gak enak dengan ku.
" gimana sih kakak...!!" hardik Winda marah-marah ke mamanya yang tidak tau apa-apa. aku sebenarnya tak mempermasalahkan hal ini, toh ya tinggal panggil sopir selesai sudah semua urusan.
namun mamanya Winda melarang ku untuk memanggil sopir dari rumah, beliau beranggapan jika keluarga Winda yang gak enak dengan keluarga ku, dan takut membuat nama keluarga tercoreng karena hal sepele.
" terus gimana Win...??" tanyaku basa-basi lagi sambil tersenyum, kali ini aku duduk di meja belajar Winda.
" maaf ya Marischka..."
" kakak ku membuat mu kesusahan..." seru Winda sambil menutup mukanya dengan bantal tidur nya.
" ahhh..., santai aja Win..." seru ku sambil berjalan ke kasur Winda dan segera duduk di samping Winda yang sedang menutup wajahnya dengan bantal.
" kita ambil positifnya aja lah..." seru ku sambil perlahan membuka bantal di muka Winda.
" maksud nya...??" tanya Winda yang kali ini memperbaiki posisi duduk nya.
" ya kan kita bisa bercerita banyak tentang kehidupan masing-masing..." seru ku sambil tersenyum. Winda pun tersenyum melihat ku yang sepertinya tidak terganggu dengan kondisi sekarang.
" makasih ya Marischka..." sambung Winda sambil memeluk tubuh ku,
" jangan dipikirkan..." seru ku sambil menepuk pelan punggung nya. kami pun larut dalam kegembiraan karena sudah saling mengerti satu sama lain.
" by the way..."
" kenapa kamu gak menginap di sini aja Marischka..??" tanya Winda dengan antusias. tampak nya Winda benar-benar berharap agar permintaan kecilnya ku turuti.
" kita liat aja nanti ya...!" jawab ku sambil tersenyum, walaupun aku sedikit berat, namun keadaan sudah tak memungkinkan untuk ku pulang ke mansion. waktu sudah sangat larut jika aku memaksa kan untuk pulang.
" okeyy..."
" aku akan menginap bersama mu Win..." seru ku.
Winda dengan antusias segera saja bersikap kegirangan, dengan segera dia pun memberi tahu ke kedua orang tua Winda supaya mempersiapkan kasur cadangan untuk ku menginap.
aku pun segera menghubungi tuan Alfred tentang keadaan ku, beliau sebenarnya menawarkan untuk menjemput ku dari rumah Winda, namun aku merasa tak enak karena sudah menerima tawaran dari Winda.
" ayok Marischka..." seru Winda yang sudah mempersiapkan segalanya untukku.
" makasih yaaahhh..." jawab ku sambil duduk di atas spring bed yang Winda siapkan.
__ADS_1
Winda pun mulai bercerita tentang banyak hal, hari ini Winda yang terkenal berwibawa di sekolah sekarang berubah menjadi pribadi yang lebih periang dan penuh semangat.
aku dan Winda larut dalam percakapan yang cukup menyenangkan, sampai tak terasa waktu menunjukkan pukul setengah dua belas malam. aku pun ijin untuk istirahat terlebih dahulu, apa lagi hari ini cukup melelahkan untuk ku.
" good night Winda..." seru ku sambil menarik selimut untuk lebih ke bagian atas tubuh ku.
" good night Marischka..." jawab Winda dengan ramah. tak terasa aku pun sudah melayang di atas lautan kapas, rasa letih benar-benar membuat ku terbuai.
...* * *...
tepat pukul tiga dini hari aku di bangunkan oleh Winda, aku yang sedikit terkejut karena Winda tiba-tiba membangunkan ku pun hanya bisa mengucek mata ku dan sedikit sadar akan apa yang terjadi.
" kenapa Win...??" tanya ku sambil mengernyitkan mataku yang masih terasa berat untuk ku buka.
" eh mobil mu sudah balik..." seru Winda sambil tersenyum membangunkan ku yang masih tertidur dengan pulas. ternyata Winda sudah duduk di samping kasur ku.
" hmmm...??" tanya ku ke arah Winda yang sedang mengamati ku.
" sudah balik yaa...??" tanya ku yang masih belum sadar sepenuhnya.
" iyaa.., sudah balik kok kakak..." jawab Winda sambil tersenyum melihat ku yang masih belum sadar sepenuhnya.
" kunci nya ku taruh sini yaa..." sambung Winda sambil meletakkan smartkey mobil ku di dalam tas jinjing merah ku.
" heem..." jawab ku sambil melihat Winda memasukkan smartkey mobil ku ke dalam tas jinjing merah ku.
sebelum aku kembali tidur, aku memeriksa kembali jam di gawai ku. aku menyetel alarm di gawai ku supaya bisa membangunkan ku tepat pukul setengah lima subuh.
...* * *...
tepat pukul setengah lima, alarm di gawai ku sudah berbunyi cukup keras. aku pun segera bangun dan mematikan alarm di gawai ku, Winda pun cukup terkejut dengan suara alarm ku.
" kau mau kemana...??" tanya Winda sambil mengucek matanya dan menguap tanda dia masih mengantuk.
" aku mau pulang dulu Win..." jawab ku sambil berdiri dan mempersiapkan diri.
" jam segini mau pulang...??" tanya Winda sambil melihat ke arah jam di dinding kamarnya.
" iyaa..."
" lagian seragamku di mansion..." sambung ku sambil mengambil tas jinjing merah ku di meja belajar Winda.
" owhh..." serunya yang sudah berada di posisi duduk.
" ehh antar aku ke depan ya..." seru ku sambil melihat Winda yang sudah terbangun dan cukup sadar sepenuhnya.
" ayookk..." ajak Winda sambil berdiri dari kasur nya, sebelum aku pergi, aku pun merapikan kasur dan rambut ku supaya tidak terkesan jorok.
__ADS_1
# Author.
_to be continued