
tanpa sadar aku melirik kearah kedua pria yang duduk di belakang ku.
" kenapa kau..? " tanya pemuda yang bernama Samuel dengan nada tidak senang.
asisten Liu dengan refleks ikut melihat ke arah belakang.
haah...
" dasar gak jelas.." sambung asisten Liu sambil kembali pandangan nya ke arah depan.
aku hanya tersenyum kecut, namun akujuga mulai tertarik sama sosok pria yang duduk belakang ku ini.
menurut ku sih sosok itu paras nya cakep juga, nampak juga kalau dia bukan orang yang sembarangan.
semua pakaian yang dikenakannya masuk dalam jajaran barang-barang branded yang tidak lah murah harga nya.
mukanya pun tampan, seakan-akan dia artis idol dari Korea.
dengan masih penasaran ku beranikan diri untuk melihat ke belakang lagi,
" kenapa..??" sahut nya ketus.
aku yang kepergok melihat cowok dibelakang hanya tersenyum malu.
" gak papa.." jawab ku sambil dengan pelan ku balikkan lagi badanku.
aduh mati lah aku...
" tumben aku sekepo ini..??" gumam ku dengan suara pelan.
untuk menghilangkan rasa malu yang kurasakan aku dengan segera membuka kembali gawai yang berada di tas jinjing merah ku.
" heh non...."
" gak akan kau bisa meraih cowok disamping ku ini." sambung Samuel dengan nada yang merendahkan.
" nih cowok apa cewek sihh..??"
" mulut nya kok gak bisa dijaga.." sambung asisten Liu dengan ketus.
ternyata asisten Liu memperhatikan gerak-gerik ku dan sekarang berusaha melindungi ku saat aku terlihat malu.
" heh non, asal kau tau ya.."
" Roby itu anak konglomerat..,"
" ayahnya itu taipan terkenal di negeri ini.." jawab Samuel lagi-lagi dengan nada merendahkan.
" kau tau Sugara group gak non..??" sambung Samuel sambil mendekatkan dirinya ke arah bangku depan
" temen ku ini putranya..." sambung Samuel dengan lebih jelas.
owwhh jadi dia itu salah satu pewaris dari Sugara group...
lagi-lagi aku hanya tersenyum dan diam saja saat mendengar penjelasan tentang Roby dari Samuel.
" tumben kau banyak bicara Sam??" sambung Roby dengan nada kesal.
" ahh.. biar aja bro..."
" lagian cewek mana sih yang gak suka sama uang..," sambung Samuel.
" siapa tau cewek depan lu naksir kamu..."
idih..., gak jelas..
" soalnya dari tadi ku perhatikan cewek depan lo itu curi-curi pandang ke arah lu bro.." sahut nya dengan ketus.
"terus apa masalah mu..?? " sambar asisten Liu dengan nada kesal.
" owh ya ada lah..."
" siapapun yang tau asal-usul keluarga Roby pasti akan berusaha mendekatinya.." seru Samuel dengan sedikit lebih serius.
__ADS_1
" semua cewek kan sama saja.."
" kalau ada cowok tajir, pasti jadi hijau matanya.." sambung Samuel dengan nada menyindir.
" jaga mulutmu ya..," sambar asisten Liu dengan nada marah.
" kau pikir orang disamping ku cewek matre seperti yang ada di pikiran mu..?" sambung asisten Liu yang sudah mulai terprovokasi lagi.
mulai dehh...
" dia itu juga kaya raya..." sambung nya dengan nada yang makin ditekan.
" sudahlah lah Liu, biarin aja.." potong ku sambil menenangkan asisten Liu yang terlihat makin emosi.
" tapi nona muda...," sambung asisten Liu.
dengan segera ku pukul pelan paha asisten Liu, dan memelototi nya supaya dia tidak melanjutkan nya lagi.
" kaya dari mana..??"
" kok aku gak kenal..??" sambung Samuel dengan nada mengejek.
" kaya..? maksudnya kaya monkey kali bro.." sahut Dani dari depan.
" hahaha...betul..," sambung Samuel, Dani dan Samuel tertawa ngakak..
sialan nih cowok..
ku lihat asisten Liu sudah bermuka masam, seakan dia tidak terima majikan yang dihormati nya menjadi bahan olokan para pemuda yang gak jelas itu.
" awas saja ya..."
" jika tiba-tiba bisnis keluarga kalian collapse..." sahut asisten Liu dengan nada yang mengancam.
aku pun tersenyum puas saat mendengar kata-kata dan melihat ke arah asisten Liu.
ya...
sedikit mengobati rasa jengkel yang ku rasa saat mereka berdua bergantian menyindir ku.
suara cowok dibelakang ku terasa lebih ngebass dan lebih berwibawa.
tak terasa tubuhku tanpa di komando membalikkan badan dengan sendiri nya, entah kenapa aku tersenyum saat melihat pria yang bernama Roby itu.
namun dengan dinginnya dia membalas tatapan ku, dan seakan mengamini apa yang dikatakan teman-temannya.
sialan..
kenapa juga aku membalikkan badan..
...* * *...
entah kenapa aku mulai terdiam, muka ku kelihatan pucat dan seakan perut ku diaduk-aduk tidak karuan, dengan refleks aku menahan mulut.
aku merasa seakan ada yang mau keluar dari dalam mulut ku.
asisten Liu yang melihat wajah ku pucat pasi tampak mulai heran dan ikut panik juga.
" Marischka..?"
" nona Marischka..??" sahut nya dengan panik dan mulai memegang tangan ku ya
ooeekkk....
entah kenapa ada sesuatu yang terus mendorong dari mulut ku, dengan refleks aku meminta sopir untuk segera berhenti.
" berhenti pak..!!" teriak ku panik.
sopir pun dengan kagetnya langsung memberhentikan mobilnya.
sesaat kemudian ku buka pintu mobil itu dan segera turun dan berjalan ke arah selokan air yang tepat berada di samping jalan.
" nona..!!" seru asisten Liu dengan paniknya.
__ADS_1
segera dia ikut turun dan menghampiri ku.
" nona kenapa..?" sambung nya dengan panik, asisten Liu hanya mengelus bagian belakang leher ku dan sesekali memijit nya.
sambil berjongkok, aku hanya bisa mengeluarkan banyak muntahan dari dalam perut ku dan membuat ku semakin pucat.
" ah.., naik mobil ber- AC aja sudah muntah, dasar cewek kampung..!!"
mendengar itu asisten Liu melihat asal suara itu, dan dengan murka dia menghampiri asal suara itu.
dengan cepat dia menarik baju cowok yang bernama Dani itu, dan membuat si cowok tertarik keluar hampir setengah badan.
" sialan kau..!!" sahut asisten Liu dengan emosi yang sudah memuncak.
ku lihat asisten Liu sudah mengepalkan tangannya dan bersiap untuk menghajar muka Dani.
" asisten Liu berhenti..!!! " teriak ku dari arah belakang nya.
dengan spontan dia menghentikan kepalan tangannya, namun ekspresi marah nya masih terlihat jelas di mukanya.
cowok yang bernama Dani itu hanya bisa memejamkan matanya seakan pasrah menerima pukulan dari asisten Liu.
" hentikan amarah mu Liu..,!!"
" kamu tidak perlu menggubrisnya..!" perintah ku.
dengan sedikit lebih tenang asisten Liu melepaskan tangannya dari kerah baju Dani
" kamu beruntung.." seru asisten Liu.
...* * *...
" waoowww...,waoowww..."
"ada apa ini.. ??" sambung Samuel dari bangku belakang.
kini semua yang ada di dalam mobil sudah keluar melihat kondisi ku, asisten Liu pun sudah kembali berada di dekat ku,
" nona sudah tidak apa-apa..?" tanya asisten Liu kepada ku.
" sudah nggak gak apa-apa..." jawab ku sambil berdiri kembali.
" kamu tidak apa-apa..?" tanya Roby.
sambil menyodorkan sebuah air mineral, kini Samuel dan Roby sudah berada di depan ku yang masih terlihat pucat.
" terima kasih.." jawabku, sambil aku terima air mineral yang diberikan oleh Roby kepada ku.
kuludah kan sisa muntahan ku di mulut dan mulai meminum air mineral yang diberikan Roby.
sialan...
tumben-t**umbennya aku muntah naik mobil..
sesaat kemudian aku menghela nafas panjang sambil menenangkan diri ku.
" nona ini ada minyak kayu putih..."
" oleskan dulu di perut supaya lebih enakan.." seru pak sopir sambil menyodorkan minyak kayu putih.
" sudah tidak apa-apa.." jawabku dengan nada yang lebih rileks.
" pak sopir masih jauh kah hotel nya??" tanyaku lagi.
" sudah dekat kok nona.." jawab pak sopir dengan cepat.
" ya udah langsung saja kita lanjutkan perjalanan..." sambung asisten Liu.
" ya.. mari..mari..!!" sambung pak sopir sambil mengangguk.
" ya udah ayo.." sambung Roby dan Samuel secara kompak.
akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan lagi ke hotel yang dituju.
__ADS_1
# Author
_ to be continued