Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Cerita lain


__ADS_3

" lhaa kan memang kamu yang ngebet sama Mario Nat.." seruku sambil menyipitkan mataku sambil melihat kearah nya.


Natasya hanya diam saja menatapku sambil nyengir mengangkat sisi kiri bibir atasnya seakan mirip mulut kuda. melihat ekspresi Natasya aku pun tersenyum dan sedikit tertawa kecil melihat tingkah Natasya.


" sudahlah..." seru Natasya dengan cepat dan terlihat memasukan bermacam rebusan di mangkok nya.


" cepat kita habiskan yang di meja..."


" aku mau nambah lagi nihh.." seru Natasya semangat, mulutnya masih penuh makanan yang dia ambil.


" astaga Natasyaa..." seru kami hampir bersamaan melihat kerakusan Natasya.


" kau kesurupan apa sih...??" seru Winda sambil geleng-geleng kepala. aku dan Winda saling tatap saja sambil nyengir.


" bukan main..." seru ku sambil melihat Natasya yang sedang asyik menyantap rebusan.


" kau tadi kesini sama siapa Win..??" tanyaku ke Winda yang memainkan gawai nya sambil senyum-senyum sendiri.


" hmmm..??" tanya Winda lagi.


" heisssttt..."


" kamu kesini diantar siapa...??" tanyaku memasang ekspresi wajah kesal.


" owh..."


" diantar nyokap gue tadi.." seru Winda sambil kembali fokus ke arah meja makannya. Natasya pun sudah berdiri dari tempat duduknya dan sudah siap untuk ronde kedua.


" huffttt..."


" lanjoott...!!" seru Natasya sambil tersenyum puas dan bahagia.


" gelaaa...!!" jawab ku sambil berdiri karena Natasya akan lewat di depan ku.


" permisi...?!" sambung Natasya sambil berjalan di depan ku. aku pun gak habis pikir dengan kelakuan Natasya.


😑


saat aku berbincang dengan Winda, tiba-tiba handphone Natasya berdering. nah berhubung si empunya sedang khilaf dan sedang mengambil daging.


" Nat...!!"


" wooiii ada telpon nihh..!!" seru Winda sambil melambaikan tangan kearah Natasya. dengan segera dia pun meletakkan daging yang dipilih nya tadi di meja.


" bentar ya mbak.." seru Natasya ke karyawan restoran sambil tersenyum dan terlihat panik.


dengan sedikit berlari Natasya segera berlari ke tempat duduk kami, namun setelah dia datang, gawai nya pun sudah tak berdering lagi.


" tolong Win..." seru Natasya sambil meminta bantuan Winda untuk mengambil kan tas miliknya. segera setelah menerima tas miliknya dari Winda, Natasya pun segera mengecek panggilan tadi.


" duh..."


" si Ega telpon lagi..." seru Natasya sambil melihat lagi gawai itu dengan sedikit panik.


" kenapa Ega...??" tanya ku sambil meletakkan sumpit yang kupakai untuk mengaduk daging.


" gak tau kenapa..." sambung Natasya sambil mengangkat bahunya. sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Natasya pun berinisiatif untuk menelpon kembali Ega.

__ADS_1


" haloo...??"


" ada apa Ga...??" tanya Natasya dengan ekspresi wajah yang sedikit jengkel. Natasya pun menjauh dari tempat kami duduk supaya pembicaraan nya tidak kami dengar.


" Ega..??" tanya Winda sambil mendekatkan wajahnya ke arah ku.


" iyaa pacar nya Natasya kan..?!" jawab ku sambil melihat ke arah Natasya yang sedang menelepon.


" bukannya pacar Natasya itu namanya Rian..??" sambung Winda dengan berbisik dan meletakkan tangan nya di dekat mulutnya.


" haahh...!??"


" dari mana kamu dengar..??" tanyaku sambil melotot tak percaya. soalnya si Rian itu adalah cowok kak Nadia.


" dari dia laahh.." sambung Winda sambil menunjuk ke arah Natasya dengan kepala nya.


" masak sihhh...??" tanyaku penasaran.


" iyaa...."


" buat apa sih aku bohong.." sambung Winda sambil mengangguk. aku melihat Natasya yang masih sibuk dengan urusan nya dengan Ega, kelihatan nya mereka berdua sedang berdebat satu sama lain.


" gila tuh anak..." seru ku sambil menggelengkan kepalaku.


" kenapa-kenapa...??" tanya Winda penasaran melihat ekspresi ku yang berubah dan sedikit kecewa.


" gak apa-apa kok.." jawab ku pelan dan terlihat masih tak percaya dengan situasi Natasya.


" udahlah Win..."


" biarin aja dia.." sambung ku lagi sambil menunduk dan mulai mengambil sumpit lagi.


" tau ahhh..." sambung ku dengan nada penuh kekecewaan. sambil tersenyum kecut penuh kekecewaan


" ada apa sih..??" tanya Winda penasaran, gawai yang sedari tadi dipegangnya pun diletakkan di atas meja.


" nanti kamu tanya Natasya sendiri aja..."


" aku gak mau ikutan..." sambung ku sambil mengambil rebusan di depan Winda. tampaknya Winda pun mengerti sikapku yang sudah berubah dari saat kita kumpul tadi.


" Marischka...??" tanya Winda penasaran melihat ku terlihat berbeda.


" kenapa...??" tanyaku sambil menikmati rebusan yang ku ambil tadi. Winda pun menggelengkan kepalanya dan tak mau tanya lebih jauh.


tak selang berapa lama Natasya datang setelah menyelesaikan panggilan nya dengan Ega. aku pun melihat Natasya dengan pura-pura tak tau apa-apa, padahal aku yakin Natasya menyembunyikan sesuatu dari ku.


" ada apa...??" tanyaku sambil melihat kearah Natasya.


" Ega nihh.."


" nanti kalau pulang mau jemput aku.." serunya kesal dan jengkel. sambil meletakkan tangan kirinya di pinggang, Natasya pun berfikir sejenak tentang tawaran Ega.


" lhoo itu bagus kann...??" tanya ku yang kali ini mengunyah bakso.


" ishhh..."


" gak suka lah akuu..." seru Natasya sambil menghentakkan kakinya. aku sedikit terkejut dengan reaksi Natasya kali ini, sebab kali ini dia memang terlihat gak nyaman.

__ADS_1


" teruss...??" tanyaku sambil melihat kearah Natasya dan sesekali memperhatikan reaksi Winda.


" iyaa aku malas aja ketemu lagi sama dia..."


" tuh kan liat..."


" dia maksa terus...!!" jawab nya sambil memperlihatkan chat yang masuk ke gawai nya.


" terima aja lah Nat..." seru ku sambil mengangkat kedua alisku berkali-kali seakan menggoda nya. Winda pun tersenyum melihat tingkah ku yang sedang menggoda Natasya.


" ishhh..."


" maleesss..." seru Natasya sambil meminta jalan kepada ku, supaya bisa duduk di tempatnya lagi.


" aduhh..., duhh...!!" protes ku saat Natasya berusaha masuk lewat depan ku tadi, padahal aku belum berdiri untuk memberinya jalan.


" kurang ajar nih anak..." seru ku sambil menepuk keras pantat Natasya yang cukup berisi.


" aduuhh..." seru Natasya sambil memegang pantat nya yang ku tepuk tadi. Winda terkekeh melihat kami berdua bersikap aneh.


" dasaarr..." protes ku sambil tertawa kecil karena kelakuan Natasya yang aneh. Winda pun hanya tertawa.


suasana hati ku pun mulai cair saat Natasya lagi-lagi melontarkan beberapa candaan receh yang membuat suasana hidup kembali.


memang lah Natasya itu mood maker...


😇


...* * *...


acara pun selesai dengan baik, tak terasa waktu dua jam kami habiskan menikmati jamuan dari ku, semua pun pulang dengan puas, tak sedikit yang meminta ijin untuk membungkus daging yang tersisa untuk dibawa ke rumah.


aku sih tak terlalu mempersalahkan nya, toh ya semua makanan hari ini gratis. semua teman kelas ku terlihat senang hari ini.


kami berkumpul bersama di tempat parkiran mobil yang luas, banyak siswa sebelum pulang mereka pun bercerita masing-masing. ada yang berencana untuk jalan lagi, ada yang mau pulang saja kerumahnya masing-masing. banyak laahh.


" girls...."


" sepertinya aku dijemput Ega deh..." sambung Natasya sambil melihat sebuah mobil keluarga silver metalik di parkiran mobil.


kulihat sesosok pria seumuran kami berada di dalam mobil keluarga itu, terlihat samar-samar wajah nya, sehingga aku dan Winda sedikit penasaran dengan wajah Ega.


" okelah Nat..."


" hati-hati dijalan..." seruku sambil tersenyum ke Natasya yang membawa bungkusan daging untuk keluarga nya.


" penasaran sih aku sama Ega..." celetuk Winda sambil melipat kedua lengannya.


" iya juga sihhh..."


" aku malah belum pernah ketemuan..." sambung ku sambil tersenyum kecut ke arah Winda.


" haahh...??"


" masak sihhh...??" seru Winda penasaran.


" sudahlah ayok pulang Win..." ajak ku sambil berjalan ke arah mobil Aston Martin Vantage silver metalik ku.

__ADS_1


# Author.


_to be continued


__ADS_2