Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Mempercantik tampilan.


__ADS_3

" ayok Win..." ajak ku sambil menggandeng tangan Winda yang masih terlihat ragu dengan situasi nya.


" beneran nihh Marischka..??" tanya Winda lagi karena masih belum percaya jika dia berada di dalam salon terbaik.


" tentu lah..." jawab ku sambil tersenyum melihat Winda yang malah bengong dan masih tak percaya.


" ayookk..."


sambil melangkah pelan, Winda mulai berjalan mengikuti ku yang berjalan di depan nya. kami berdua mulai mengikuti arahan dari pegawai salon.


" Winn...??" tanyaku pelan. kulihat tatapan Winda kosong seakan melamun kan sesuatu.


" wooyy..??" sambung ku sambil menjentikkan jari tepat di hadapannya. seakan terkejut dia pun sedikit kebingungan dan mulai sadar dari lamunannya.


" kenapa..??" tanyaku sambil mengangkat salah satu alisku tanda bertanya. Winda yang mengetahui maksud ku pun hanya tersenyum dan melingkarkan tangannya di lengan ku.


" sorry.., sorry..." jawab Winda sambil tersenyum manja ke arahku. aku pun mendengus kesal karena sikap Winda yang gak wajar.


" gak jelas..." sambung ku sambil tersenyum kecut ke arah Winda. melihat ekspresi ku, Winda pun mencubit kedua pipiku dengan gemas supaya ekspresi ku berubah.


" ihhh..., gemaas akuu..." seru Winda dengan semangat.


" duh gak jelas..." protes ku sambil mengelus kedua pipiku yang masih sakit karena cubitan Winda cukup keras.


tapi ya mau gimana lagi, sebenarnya aku pun tahu jika Winda masih belum nyaman dengan situasi nya. karena pada dasarnya Winda termasuk orang yang simpel dan tidak suka menonjol, ya memang karakter Winda yang apa adanya sih.


kami berdua sudah sampai di tempat private yang sudah dipersiapkan untuk kami berdua.


" silahkan..." sambut pegawai lainnya yang sudah menunggu di depan pintu dengan ramah.


" terima kasih..." jawab kami sambil tersenyum manis.


karena sudah terbiasa dengan kehadiran ku, sang pegawai pun mulai mempersiapkan segala sesuatunya. segera saja aku dan Winda di persilahkan untuk menikmati servis dari pegawai itu.


it's my me time...


😁


...* * *...


tak terasa tiga jam sudah kami habiskan bersama di salon kecantikan itu, kulihat Winda pun tampak enjoy dengan cara mereka menservis dirinya. aku cukup senang dengan ekspresi Winda yang terlihat senang dengan servis dari pegawai salon kecantikan langganan ku.


" gimana..??" tanyaku sambil melihat kearah Winda yang nampak sedang sibuk bercermin di depan kasir.


" hmmm..."


" amazing banget sis..." seru nya bahagia sambil membentuk tanda love dengan kedua jarinya.


" really..??"


" syukurlah kalau begitu.." jawab ku sambil mengedipkan sebelah mataku tersenyum senang.


setelah melihat Winda yang puas dengan hasil nya, aku pun bergegas untuk melunasi pembayaran semuanya. sekali lagi ku lihat Winda yang tampak senang dengan hasilnya.

__ADS_1


" memang pada dasarnya kamu cantik kok Win.." seru ku sambil melihat kearah Winda yang masih sibuk dengan cermin.


" ah masak...??" sambung Winda tersipu malu.


" heem..."


" tinggal outfit nya aja yang sedikit dirubah.." seruku sambil melihat dari bawah sampai keatas baju yang Winda kenakan.


" next ajalah.." seru Winda sambil tersenyum kearah ku.


tampaknya dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, namun Winda dengan cepat segera ingin menolak ajakan ku sebelum aku utarakan keinginan ku.


" aku tau maumu jeng..."


" tapi lain kali saja..." sambung nya sambil memeluk pinggang ku.


hehehe...


" silahkan nona Marischka..." seru sang kasir sambil memberikan lembaran kertas dan credits card milikku.


" terima kasih kak..." seru ku sambil mengambil kembali kartu ku dan lembaran kertas itu. segera setelah selesai aku pun mengajak Winda untuk melanjutkan lagi perjalanan kami.


" ayok..??" ajak ku sambil melingkarkan tangan ku ke lengan Winda.


" yuk..."


kami berdua pun segera meninggalkan kasir dan mulai masuk ke halaman parkir mobil depan salon kecantikan itu.


sekali lagi mobil Ferrari ku menjadi pusat perhatian di jalan raya, apalagi yang naik cewek cantik yang habis nyalon. behh makin berdamage aja..


😁


saat dalam perjalanan menuju ke rumah Winda, kami pun bercerita banyak tentang keluarga Sugara. aku pun tak menyangka jika ayah Winda adalah salah satu petinggi di perusahaan keluarga Sugara itu.


Winda pun sedikit kenal dengan keluarga Sugara, karena memang papanya sering bercerita tentang keluarga Sugara saat dimeja makan. aku pun mendengarkan cerita tentang keluarga Sugara dengan cukup memahami nya.


" jadi sebenarnya Roby itu sudah dijodohkan..??" tanyaku sedikit tak percaya dengan perkataan Winda.


" iyaa..." jawab ku dengan melihat ke arah Winda yang sedang asyik menikmati keripik kentang yang dia beli di minimarket pinggir jalan.


" kalau gak salah sama anak group Hartanto.." sambung Winda santai sambil melihat jalanan padat yang penuh dengan motor. saat ini kami sedang terjebak di lampu merah yang sangat padat.


" haahh...??"


" Felia Hartanto maksud mu...?!" tanyaku sedikit tak percaya dengan perkataan Winda.


" kok tau...??" sambung Winda yang melihat ku dengan ekspresi wajah tak percaya. aku pun hanya tersenyum kecil melihat ekspresi Winda.


" iyaa..."


" kemarin pas aku di Singapura ketemu dengan Felia Hartanto sih.." seru ku sambil tersenyum kecut ke sambil melihat lurus ke arah jalanan.


" ah masak...??" tanya Winda seakan tak percaya.

__ADS_1


" cerita dong...!!" sambung nya sambil melihat ke arah ku yang sedang fokus melihat ke arah jalan.


" gak ah..."


" malas ingat nya..." jawab ku jutek. mendengar jawaban ku Winda kembali ke mode anak-anak yang merengek meminta sesuatu dari ku.


" aisshhh...."


melihat ekspresi Winda yang sedang dongkol pun aku hanya bisa tertawa kecil. karena tumben-tumbenan Winda bersikap seperti anak kecil dihadapan ku, biasanya sih yang bersikap seperti ini Natasya.


" iyaa, iyaa..." sambung ku sambil tersenyum dan melihat ke arah Winda.


sambil mengemudi aku pun perlahan mulai menceritakan tentang pertemuan ku kembali dengan rombongan Roby di Nusa Lembongan dulu, serta cerita tentang pertemuan kembali dengan rombongan Samuel di Singapura kemarin.


...* * *...


kami pun sudah sampai di rumah Winda, mamanya Winda dengan antusias menyambut kedatangan kami di depan pintu. sebelumnya memang Winda akan di beritahu jika akan ada acara lain, sehingga mamanya pun sudah siap menyambut kami berdua.


" maaf ya nak.."


" papanya Winda kasih tau nya mendadak.." seru mamanya Winda dengan ramah. terlihat Winda sudah berjalan menaiki tangga menuju ke mamanya.


" owhh iya tante..."


" lagian sudah selesai kok..." sambung ku sambil tersenyum ramah ke mamanya Winda.


dengan tersenyum ramah aku pun segera kembali ke dalam mobil ku dan menyalakan mesin nya. sambil mengklakson, aku pun mulai berjalan meninggalkan rumah Winda.


" hati-hati ya..." seru Winda sambil melambaikan tangan kearah ku.


dengan cepat aku sudah berada di jalan raya, jalanan pun makin ramai saat jam mendekati sore hari. banyaknya mobil dan motor membuat mobil Ferrari ku sedikit terhambat jalannya.


perjalanan yang biasanya kutempuh dengan cepat pun kini harus terhambat oleh padatnya lalu lintas.


sesampainya di mansion keluarga Kartika, kulihat mobil Porsche milik Roby sudah berada di sana. memang sebelumnya Roby menghubungi ku supaya dia menjemput ku di mansion saja.


pada awalnya aku menolak, tapi setelah dia mengingatkan ku tentang taruhan tempo hari, aku pun tak bisa berdebat lagi dengan nya.


setelah aku parkir mobil ku di samping Porsche nya, aku pun disambut tuan Alfred.


" selamat datang nona muda..." sambut tuan Alfred dengan ramah. kali ini dia didampingi oleh asisten lain dengan membawa tas kantor di tangan nya.


" terima kasih tuan Alfred.." sambung ku sambil tersenyum manis, aku yang terbiasa dengan map yang akan aku periksa hanya bisa tersenyum saja.


" lagi...??" tanyaku sambil tersenyum seakan menggoda tuan Alfred, dan beliau pun paham maksud ku.


" silahkan nona..."


sambil tersenyum ramah beliau memberikan tas itu kepada ku, aku pun menerima nya dan mulai berjalan masuk ke dalam mansion keluarga Kartika.


_to be continued.


#Author

__ADS_1


__ADS_2