
bagaikan mendapat bahan gosip terbaik, Winda dan Natasya pun terlihat senang yang seakan mengamini kata-katanya Natasya tadi.
shiit....
hati kecilku seakan ingin mengutuk kedua sahabat ku ini, namun apa dayaku melihat mereka berdua yang sedang gembira mendapatkan kesempatan untuk membully ku.
dasar..., next lah ku balas...
...* * *...
back to the game...
permainan kembali dimainkan lagi, Mario dengan segera mulai mengobrak-abrik pertahanan kelas kami. namun tetap saja Roby lebih tenang dalam menyusun rencana untuk kembali mencetak poin lewat fast break.
" Fitra...!!" teriak Roby sambil memberi kode anggukan kepala ke arah Fitra yang berada di kanan Roby.
" Roby...?!" seru Fitra sambil mengacungkan jempolnya tanda mengerti instruksi dari Roby.
kali ini Roby yang meminta untuk berada di depan mereka supaya bisa mengcover gerakan Mario. pertahanan kami kali ini terbilang cukup kuat, jadi Roby memutuskan untuk merotasi pemain supaya dia juga bisa mencetak poin.
" steall...!!!" seru Roby setelah berhasil merebut bola dari lawan kami.
dengan kecepatan dan kemampuan dribling yang Roby punya, segera saja Roby sudah di daerah pertahanan lawan. tanpa ragu dia menceploskan bola basket itu ke ring kelas Mario.
para pendukung kelas pun bersorak gembira dengan aksi Roby. aku pun hanya tersenyum saja melihat sisi lain dari permainan Roby, namun beda halnya dengan Winda dan Natasya.
seakan penuh kemenangan mereka berdua justru gembira melihat ku tersenyum untuk aksi Roby barusan.
ngapain sih mereka berdua cekikikan...
aku pun seakan mengeluarkan aura jengkel dan alis yang berkedut saat melihat kedua sahabat ku ini bertingkah aneh.
tak terasa waktu berlalu dengan cepat. quarter ketiga akan segera berakhir, perolehan poin kami mulai menjauh dari kejaran poin kelas Mario, pertahanan berlapis kami jauh lebih efektif.
nampak permainan Mario pun mulai terlihat berantakan. harga diri Mario yang notabene adalah kapten team basket sekolah kali ini benar-benar dipertaruhkan, apalagi lawan kali ini adalah Roby Sugara yang pernah menjadi kapten team basket sekolah negeri di Jakarta.
yupz...
nama Roby cukup terkenal di kalangan pecinta basket Jabodetabek sehingga tak heran jika dia berhasil menyudutkan Mario dengan permainan dan taktik nya.
" steall...!!!"
lagi-lagi Roby berhasil melakukan counter attack, kali ini dia menutupnya dengan aksi Slam dunk cantik yang berhasil membuat semua penonton berdecak kagum.
" woaaahhh...!!"
" aksi sang pangeran putih dari kelas IPS 2..!!!!"
host menyambut aksi Roby dengan penuh semangat dan kekaguman.
priiittt .. !!!
__ADS_1
quarter ketiga pun ditutup dengan aksi Roby tadi, semua pemain pun mulai berjalan menuju ke bangku cadangan team masing-masing dengan teriakan dukungan suporter dari arah tribun.
" nicee...!!!"
" great play everybody..!!"
semuanya pemain pun menyambut Roby dan kawan-kawan yang berjalan ke arah bangku cadangan. Roby pun mengambil tempat duduk sambil mencari minuman di dalam tas olahraga yang dia bawa.
" nih..!!" seru ku sambil menyodorkan lagi minum isotonik dari dalam tas ku.
" makasih..." seru Roby sambil mengangkat botol minuman isotonik yang ku berikan saat break quarter kedua tadi.
" yang tadi masih ada.." sambung nya lagi dengan suara ngebassnya.
" oke.." seruku santai. tak habis pikir, minuman isotonik tadi ku berikan ke Fitra yang berada di ujung bangku cadangan.
" Fitraaa...!!" seru ku sambil melempar ke udara botol minuman isotonik itu ke arah Fitra. dengan cepat dia menangkap botol isotonik dari ku.
" tengkyu...!!" seru Fitra sambil mengangkat botol minuman isotonik itu ke arah ku. aku pun hanya mengacungkan jempol ku.
" jadii...?!"
" apa rencana kalian selanjutnya..??" tanyaku ke arah Roby yang duduk di bangku cadangan tepat di depan ku.
" hmmm...??"
" seperti biasa..., ngandelin counter aja.." seru Roby sambil menutup botol minuman isotonik yang baru saja dia minum dan meletakkan botol itu di samping kirinya.
" mau kemana...??" tanya Roby dengan suara ngebass khas dirinya. aku pun berhenti setelah mendengar perkataan Roby.
" sepertinya kamu letih...?!"
" sebaiknya aku gak ganggu kamu dulu...!" sambung ku sambil melihat ke arah Roby yang sedang duduk sambil mengelap keringat diwajahnya dengan handuk kering.
" gak usah...!!"
" kau disini saja..!" sambung Roby dengan nada ngebass dan terkesan memerintah. aku yang mendengar kata-kata Roby pun sedikit terkejut dan merasakan ketidaknyamanan.
" apa sihhh...!!"
" gak usah sok jadi boss deh..." jawab ku sambil bermuka masam dan terdengar gak terima.
" jangan mentang-mentang aku perhatian sama kamu, terus membuat mu berlaku seenaknya kepadaku..!!" ancaman ku dengan sedikit keras seakan memperingatkan Roby.
" lhoo kok emosi..??" seru Roby dengan nada yang mengejek.
namun untuk kali ini aku benar-benar tidak terima dengan gaya Roby yang menurut ku terlalu ngelunjak dan mulai memperlihatkan aslinya.
" sebaiknya kau lihat siapa dirimu..."
" sebelum memerintah dan mempermainkan ku...!!" sambung ku dingin. kali ini teman-teman cowok yang berada di bangku cadangan mendengar kata-kata ku dengan jelas.
__ADS_1
mereka pun hanya bengong saja dan melihat satu sama lain, mereka tidak menyangka jika aku akan bereaksi dengan dinginnya ke Roby.
" Marischka..??" seru Natasya yang juga melihat ke arah ku dengan tatapan sedikit terkejut dan takut.
" ada apaa...??" tanya Natasya penuh perhatian dan menghampiri ku.
" ayoo pergi...!"
" kehadiran kita hanya akan mengganggu mereka saja.." jawab ku dengan nada penuh kekesalan. kedua sahabat ku pun hanya bisa diam saja melihat mood ku sudah berubah total.
dengan segera aku berjalan menuju ke tribun atas penonton dan kembali ke tempat ku duduk tadi. Natasya dan Winda pun mengikuti ku dari belakang, namun tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut mereka.
aku pun memilih untuk duduk di samping Mak Nyak yang berada di jajaran tribun teratas, dengan segera aku mengambil posisi di sebelah kiri Mak Nyak. sementara itu Natasya dan Winda duduk tepat di atas ku.
Mak Nyak memperhatikan wajah ku dengan seksama, dia pun terlihat sedikit heran saat melihat ekspresi wajah ku terlihat muram.
" kau kenapa..??"
" seperti orang yang habis kesambar petir aja..?!" seru Mak Nyak dengan ceplas-ceplos. yah memang sih teman ku yang satu ini terkenal dengan gaya nyablak nya.
Winda yang duduk tepat di bangku belakang Mak Nyak pun ikut mendengar kata-kata Mak Nyak tadi. dengan segera dia mendorong kedepan tubuh Mak Nyak dengan sedikit keras.
" apaan sih..??" seru Mak Nyak yang sedikit jengkel karena ulah Winda. namun Winda hanya memberi isyarat untuk diam dan melotot ke arah Mak Nyak.
" udahlah..."
" santai aja keles..." seru ku sambil tersenyum kecil ke arah mereka berdua.
" sebaiknya kita dukung perjuangan mereka yang ada di lapangan..." sambung ku sambil kembali melihat ke arah lapangan basket. namun pernyataan ku berbanding terbalik dengan suasana hatiku.
aku masih tak habis pikir dengan kelakuan Roby yang terkesan merendahkan ku. mungkin bagi mereka sikap ku sedikit berlebihan, namun bagiku kelakuan Roby tadi tidak bisa di tolerir dengan alasan apapun.
priiittt...!!!!
pertandingan penentuan di quarter terakhir pun dimulai, nampak kedua team basket sudah siap untuk kembali bertanding. ku lihat wajah Roby yang masuk ke lapangan tidak merasa bersalah sama sekali.
aku diam saja saat mereka mulai meneriakkan nama Roby dan bersiap untuk mendukung kelas kami.
" aku cao dulu lah...?!" seru ku sambil berdiri dan mempersiapkan tas jinjing merah ku. Winda dan Natasya yang mengetahui kejadian tadi hanya bisa diam saja.
" nggak nunggu sampai ini selesai..??" tanya Natasya sambil melihat ku berdiri.
" lagi seru-serunya lhoo.." sambung Mak Nyak yang ikut melihat ke arah ku. aku pun hanya tersenyum ke arah mereka yang sedang duduk.
" next laahh.." sambung ku sambil tersenyum lagi.
" bye nya...?!" seru ku sambil mulai berjalan turun ke bawah dan menuju pintu keluar gedung olahraga.
# Author.
_to be continued.
__ADS_1