Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Bertemu dengan Roby


__ADS_3

banyak siswa yang memperhatikan Roby di bangku cadangan, termasuk Natasya yang super duper antusias seperti anak kecil.


Roby memang membuat siapapun yang memperhatikan nya pasti akan terkesima, apalagi paras nya mirip dengan artis Korea yang terkenal kegantengan nya.


" ihhhh..., ganteng banget tuh cowok.."


" mirip banget sama Jungkook.." seru Natasya dengan antusias.


astaga nih cewek..,semua lah ditaksir nya


" biasa aja mukanya..." sambung ku ketus


sebenarnya saat kulihat lagi wajah Roby mengingat kan ku kembali saat di Nusa Lembongan, wajahnya yang tampan telah berhasil membuat ku dag-dig-dug gak jelas waktu itu..


aku tersenyum saat melihat Natasya sangat antusias gak jelas, apalagi dengan murid cewek lain..


entah teriak 'saranghaeyo' lah, 'love you' lah, 'aku padamu' lah, duh gak jelas deh..


aku kembali memainkan gawai ku, sedangkan Natasya sudah kembali mood nya ke mode yang biasanya.


quarter kedua sudah selesai, hiruk-pikuk suara gemuruh siswa tadi sudah tidak ada.


kulihat semua pemain sudah berada di tempat duduk team masing-masing, Roby memperhatikan sekeliling tribun lapangan, entah apa yang dicari nya.


tanpa sengaja ku lihat Roby dan dia pun melihat ku, Roby tersenyum dan fokus melihat ke arahku.


sialan dia melihat ku.


aku hanya berdiri mematung sambil melihat Roby, aku berharap jika dia gak melihat jika ada aku di tribun.


" Nat aku keluar dulu ya.." seru ku sambil berdiri dan melihat Roby yang kini mengalihkan perhatian nya ke teman team basket nya.


" aduh kenapa sihh nih anak.." jawab Natasya dengan gemas.


" aku mau ke toilet dulu..," sambung ku dengan sedikit panik, namun tangan ku masih di pegang oleh Natasya seakan tidak memperbolehkan ku untuk pergi.


ku lihat Roby mulai berjalan ke arah tribun penonton yang berada di sisi sebelah lapangan basket.


seisi aula basket seakan antusias saat melihat Roby berjalan ke arah tribun penonton..


" Marischka coba kau lihat..."


" kenapa si ganteng itu melihat ke arah kita terus..??" seru Natasya dengan sedikit keheranan.


" gak tau.." kulihat memang Roby berjalan ke terus menuju tempat duduk ku.


kulihat Roby memang berjalan lurus ke tempat tribun penonton, entah kenapa saat melihat Roby berjalan yang berjalan ke arah ku.


hati kecil ku merasa dag-dig-dug...


banyak siswa yang melihat Roby mendekati tribun penonton dan merasa aneh, banyak pertanyaan keluar dari mulut mereka sehingga aula lapangan basket menjadi gemuruh.


aku diam mematung saat Roby mulai naik tangga tribun.


" ternyata kamu sekolah di sini ya...," seru Roby sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan ku.


aku hanya diam saja, sedangkan Natasya sedang memegang lenganku dengan kuat.

__ADS_1


" ii..iya.." jawab ku dengan terbata-bata.


entah kenapa aku menjadi kagok begini, seakan membeku tidak karuan.


untuk menghilangkan rasa malu, aku kembali duduk di bangku dan tidak melihat mata Roby dengan langsung.


" owh..."


" boleh aku duduk disamping mu..??" sambung Roby dengan melihat tajam ke arah ku.


semua siswa yang menonton pertandingan persahabatan ini menjadi hiruk-pikuk dan tidak percaya ada cowok yang berada di depan ku.


" terserah...,"


" lagian masih banyak tempat kosong di sana.." jawab ku dengan nada yang dingin.


namun jawaban ku tidak bisa menutup rasa malu yang kurasa karena semua siswa menatap ku dengan rasa penasaran.


...* * *...


pertandingan persahabatan sudah mulai memasuki quarter ke tiga, namun entah kenapa justru aku dan Roby yang jadi pusat perhatian.


Natasya pun melihat ku dengan tatapan aneh nya, seakan ada beribu-ribu pertanyaan yang ada di otak nya.


" kau kenapa diam..??" bisik ku ke Natasya yang duduk di sebelah kiri ku.


namun Natasya hanya melirikku dan tidak menjawab pertanyaan dariku.


Roby yang duduk di samping kananku hanya melirik dan tersenyum saja, seakan mengerti perasaan yang kurasakan.


" Nat...!!"


" tumben gak berisik lagi..??" sindir ku sambil berbisik ke Natasya.


" mumpung ada cowok ganteng nihh.." sambung ku sambil melirik ke muka Natasya.


" berisik tau..." seru Natasya, sebenarnya Natasya hanya menggodaku supaya aku mau bercerita tentang Roby kepada nya.


" gak mau kenalan Nat..??" sambung ku sambil berbisik ke kuping nya..


" geli Marischka..!" seru dia sambil tertawa cekikikan.


kini Natasya sudah tidak berdiam diri gak jelas lagi.


...* * *...


quarter ketiga sudah berjalan lima menit, namun poin yang dihasilkan kedua team sangat ketat,


memang tidak adanya Roby di team sekolah lawan membuat permainan team sekolah lawan jadi tidak teratur,


poin-poin yang seharusnya bisa didapat team sekolah lawan dengan mudah namun bisa dipatahkan dengan baik oleh Mario dan kawan-kawan.


kini ku lirik lagi Roby yang berada disebelah kanan ku, nampak dia hanya santai saja dan hanya mengamati temannya bermain.


" kau gak main..??" tanyaku ke Roby,


namun dia hanya diam dan hanya mengamati team nya.

__ADS_1


ih.. nih anak bisu kah ya..., diajak bicara malah senyum-senyum gak jelas.. gerutu ku dalam hati.


ah... biarkan aja Marischka..,jaga image mu, seru setan dalam diriku..


kini kualihkan perhatian ku ke lapangan basket lagi, kulihat Mario tampak tidak senang saat ada cowok lain yang ada di samping ku.


" itu cowok mu..??" seru Roby sambil melihat Mario yang terus memperhatikan ku yang berada di tribun.


aku dan Natasya kaget mendengar pertanyaan Roby, dengan cepat aku menjawab pertanyaan gak jelas dari Roby.


" hah..??"


" bukan.., bukan cowok ku.." jawab ku cepat.


" terus kenapa dia menatap ke arah kita dengan tatapan mata yang tajam..?"


bingo..., aku hanya diam saja.


" dia cuma teman ku di kelas satu..," jawab ku dengan sedikit lebih santai.


" owh.." jawaban yang singkat namun bermakna banyak.


" memang bukan cowok nya Marischka.."


" tapi suatu saat pasti dia akan membuka hatinya untuk Mario.." sambung Natasya dengan yakin.


idih..


nih anak ngomong nya gak jelas banget..,


ku lihat dengan tatapan aneh ke Natasya, seakan-akan aku tidak nyaman dengan perkataan dari Natasya barusan.


sebenarnya aku selalu berfikir jika Natasya terlalu 'nyomblangin' aku dan Mario, padahal dia tau jika aku orang yang paling tidak suka kehidupan pribadi ku diumbar, terutama di depan orang baru yang gak ku kenal.


ku cubit lengan Natasya keras, ku peringatkan untuk hati-hati dalam berbicara.


Natasya pun menyadari kode yang ku berikan, kini dia pun hanya diam dan berubah mood nya lagi.


mungkin Natasya tau jika dia sudah melewati batas.


kini ku pegang lagi tangan Natasya supaya mood nya kembali lagi, ku lihat lagi Natasya dan tersenyum manis ke dia.


" yaahh..."


" tampaknya team membutuhkan kehadiran ku disana.." seru Roby, aku melihat Roby pun hanya tersenyum.


" ya.., jika kau gak segera ke sana..,"


" team mu akan mudah kami kalah kan.." seru ku dengan nada sedikit memprovokasi nya.


kini Roby berdiri lagi dan melihat ku dengan senyum dan tatapan yang tajam.


" itu hanya dalam mimpi.." seru nya lagi, dengan segera Roby bergabung lagi bersama team nya.


namun benar seperti yang dikatakan oleh Roby.


permainan team basket yang kini dikomandoi Roby berjalan dengan sangat baik, dengan sangat mudah mereka mencetak angka setelah Roby kembali ke team utama.

__ADS_1


# Author


_ to be continued


__ADS_2