Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Tidak semudah itu


__ADS_3

aura persaingan antara kelas kami dan lawan kami selanjutnya begitu terasa. ku lihat mereka semua menjadi lawan yang tangguh kali ini.


yupz...


kelas 3 IPS2..


tahun lalu kami berhasil menumbangkan mereka di semifinal dengan susah payah, kali ini kami pun berfikir akan demikian. raut wajah bahagia kami tadi berubah menjadi lebih serius, aura permusuhan jadi lebih terasa kali ini.


" kita harus fokus girls...!!" seru Winda yang terlihat gugup tak seperti biasanya.


" siipp..!!"


" pokoknya kali ini kita main lepas saja..!!" seru Winda serius dan menatap ke arah kami semua.


" kami percaya kamu capt..!!" sambung Natasya dengan antusias dan juga terlihat gugup.


terdengar suara panitia dari pengurus OSIS memanggil kami untuk segera mengambil tempat dan pemanasan.


" ayo girls..!!" ajak Winda sambil berwajah serius dan terlihat gugup.


melihat wajah mereka yang gugup dan tidak fokus, aku pun berusaha untuk menghibur mereka. aku berjanji jika menang kali ini, aku akan membelikan mereka seragam baru dari bahan terbaik.


mendengar janji ku, dengan semangat mereka maju ke medan laga. seperti biasa sebelum pertandingan dimulai, kami mulai pemanasan dulu. kali ini Roby membantu untuk pemanasan team basket cewek.


dengan sikap pemimpin nya yang khas, Roby membuat pemanasan kami lebih baik. peluit panjang tanda pertandingan basket kelas kami segera dimulai.


seperti biasa, aku yang berada di posisi center harus merebut dan menyusun serangan dari garis pertahanan kami.


" Marischka...!!"


setelah bola berhasil ku rebut, dengan segera aku memberikan nya ke Winda.


" oke girls...!!"


" stay focus..!!" seru Winda sambil melihat posisi teman yang kosong. aku yang notabene menjadi center harus mencari celah untuk memanfaatkan bola rebound.


Natasya segera melakukan penetrasi ke dalam jantung pertahanan lawan, dengan mudah dia melewati dua pemain lawan yang diam saja seakan tersihir oleh permainan Natasya.


dengan alley oop yang sempurna dia berhasil memasukkan bola ke dalam keranjang lawan.


" nice...!!" seru ku sambil menepuk tangan nya. kami pun segera kembali ke pertahanan kami, kata-kata defense terdengar di gedung olahraga tempat pertandingan berlangsung.


" oke girls...!!"

__ADS_1


" keep focus..!!!" seru Winda sambil mengatur posisi kami supaya maksimal dalam bertahan.


ada dua pemain dari kelas lawan kami yang mempunyai permainan yang cepat dan cenderung keras. sehingga teman ku yang tomboi menjaga dia dengan ketat, sedang Natasya lebih fokus menjaga pemain yang satunya.


tak ayal mereka sering terjadi kontak fisik yang cukup keras. terutama temanku yang tomboi saat dia menjaga pemain inti lawan kami, terdengar kata-kata yang cenderung memprovokasi teman ku yang tomboi supaya dia emosi dan membuat permainan kami berantakan.


" Nyaakkk...!!!"


" gak usah emosi..!!" seru Winda yang memanggil teman sekelas ku yang tomboi.


sebenarnya sih nama aslinya Muslikhah, namun karena perawakannya yang tomboi dan penampilan nya yang lebih kelaki-lakian kami pun dikelas memanggil nya 'Mak Nyak'.


kemampuan Mak Nyak dalam bidang olahraga tidak perlu diragukan lagi, apalagi dia menjadi kapten tim sepak bola puteri sekolah kami. beda dengan kemampuan akademis nya yang sedikit dibawah rata-rata anak cewek di kelas kami.


mendengar kata-kata Winda yang sedikit emosi karena Mak Nyak terlihat sudah terpancing, aku pun meminta untuk time out sebentar ke Roby yang jadi pelatih sementara kami.


setelah Roby meminta time out ke wasit, dengan segera kami berkumpul di bench pemain cadangan.


" Nyak..."


" gak usah kepancing emosi lah...!!" seru Winda yang terdengar kesal, aku pun mengamini kata-katanya Winda.


mendengar keluhan dari kami Mak Nyak hanya diam saja dan sedikit menyesali perbuatannya tadi. dia pun tidak mau merugikan semua yang telah berusaha untuk kelas kami.


" ayoo girls...!!" seru ku sambil bertepuk tangan dengan keras. hari ini aku ingin tampil semaksimal mungkin untuk membantu teman-teman ku yang juga sudah berjuang.


permainan pun berlanjut, dengan cepat bola kami dapatkan setelah merebutnya dari lawan. permainan pun berada di tangan kami, namun pressure ketat membuat Natasya dan Winda kesulitan mengembangkan permainannya.


" Windaaa...!!!" seru ku sambil mencari posisi yang kosong. dengan cekatan Winda mempasing bola itu ke arah ku, setelah menerima bola aku pun mundur beberapa langkah untuk berada di garis tiga poin dan segera ku lemparkan.


three points...


dengan girang aku pun tertawa tak percaya jika aku ternyata bisa juga melemparkan bola tiga angka.


" nice shoot Marischka...!!" seru Natasya sambil berlari kearah ku yang kembali ke garis pertahanan kami.


poin kami makin lama menjauh dari poin lawan kami, memasuki akhir quarter ketiga lagi-lagi kami berhasil menjauhkan poin kami dari lawan. peluit panjang akhir pertandingan pun dibunyikan wasit yang memimpin pertandingan kami.


" hufftt...!!"


" capeknya...!!" seru Natasya sambil berjalan disamping ku.


" tapi cukup puas kan sama permainan kita...??" sambung Winda dari samping kiri ku.

__ADS_1


" lumayan..."


" itu semua gara-gara Marischka mau traktir kita lagi sih...!" sambung Natasya sambil mendorong tubuh ku dengan pelan.


" haahhh...??"


" lagiii..??" seru ku protes ke Natasya. mendengar protes ku Natasya pun tertawa puas karena berhasil menggoda ku.


kami bertiga pun tertawa kecil sambil berjalan ke arah bench pemain cadangan kelas kami. sesampainya di bench pemain cadangan, kami kembali berdiskusi dengan yang lainnya.


Roby kembali melihat ke arah ku dan mulai berbicara tentang cara defense yang benar, aku hanya mendengar saja kata-katanya yang terkesan menggurui ku.


" iya..., iyaaa...!!" seru ku menggerutu kesal sambil menghentakkan kaki dan berdiri. segera aku berjalan menjauh dan mengambil air isotonik yang berada di tas ku.


tak terasa peluit panjang dibunyikan wasit, kami pun harus memulai pertandingan lagi di quarter terakhir. permainan berlanjut dengan tempo yang pelan dan tidak banyak pressure di kedua belah pihak.


seperti biasa Roby memberikan isyarat untuk bermain lebih tenang dan memanfaatkan pertahanan dari ku yang terbilang cukup kokoh.


Natasya sesekali melakukan dribel yang membuat pertahanan lawan kocar-kacir, permainan individu dari Natasya memang cukup baik, namun jika dibandingkan dengan permainan asisten Liu sangat jauh level nya.


" Winn...!!"


" kita jaga stamina aja di quarter ini..!!" seru ku ke arah Winda yang berada di samping kiri. dengan tetap fokus dia mengangguk tanda setuju dengan pendapat ku.


" Nat...!!"


" kamu ganti dulu lah..!!" seru Winda sambil melihat ke arah Natasya yang ada di sisi sebelah kanan lapangan.


sambil melihat ke arah Roby, Winda mengisyaratkan untuk pemain cadangan supaya siap untuk menggantikan sementara Natasya.


" Natasya...!!" teriak Roby dari pinggir lapangan. tampak sudah siap pemain pengganti yang akan menggantikan Natasya.


setelah masuk ke lapangan, teman kami pun mengambil tempat di posisi yang Natasya tinggalkan. untuk mengisi kekosongan karena Natasya keluar, aku Winda dan Mak Nyak pun lebih memilih untuk bertahan.


tak terasa strategi bertahan kami di quarter keempat membuat kami memenangkan game kali ini dengan selisih poin yang terbilang cukup jauh.


priiittt...!!!


peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan telah dibunyikan, segera setelah itu kami bersalaman dengan ramah ke lawan kami sebagai bentuk respek karena bermain dengan gigih.


kami pun berkumpul kembali ke home base pendukung kelas kami di tribun penonton, semua mengucapkan selamat atas kemenangan kami yang cukup berat kali ini.


# Author.

__ADS_1


_ to be continued


__ADS_2