Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Kembali ke Nusa Dua


__ADS_3

setelah selesai kuluapkan segala kekecewaan uneg-uneg ku pada semua staf dan karyawan hotel, kini ku memutuskan untuk kembali ke Nusa Dua lagi.


mengingat waktu nya sudah mulai mepet dengan agenda kegiatan ku selanjutnya.


" asisten Liu.." panggil ku, aku pun berjalan menuju asisten Liu yang berdiri di pintu masuk ruang rapat.


" kita nanti ada meeting sama Dubes Australia dan Selandia Baru jam berapa...??" sambung ku sambil berbisik ke arah asisten Liu.


" setengah dua siang nona muda..." jawab asisten Liu dengan cepat.


" baik..."


" segera kita selesaikan urusan disini.." sambung ku dengan nada lebih serius ke asisten Liu.


dengan segera aku pamit ke para karyawan yang dari tadi melihat dan menunggu ku.


namun sebelum pamit tidak lupa aku minta ke pak Freddy dan Bu Tika untuk menemui ku di kantor lantai bawah.


" mohon perhatian nya..." seru Bu Tika sambil mulai mengambil alih microphone yang terdapat di meja tempat meeting.


"dikarenakan kesibukan beliau yang sangat padat.."


" dengan berat hati Bu Marischka ijin untuk kembali ke Nusa dua dan meninggalkan rapat kita hari ini.." sambung Bu Tika dengan nada yang masih terlihat sedikit takut.


" ya..." jawab mereka dengan kompak dan dengan nada kecewa.


" maaf ya gaes..."


" lain kali lah kita sambung lagi.." jawab ku sambil tersenyum ke arah karyawan yang mulai berdiri dari bangku nya masing-masing.


" terima kasih Bu.." seru mereka kompak, aku pun hanya tersenyum melihat respect mereka ke diriku, walaupun dari tadi aku sudah memarahi dan menasehati mereka dengan sedikit kejam.


...* * * ...


dengan segera aku berangsur meninggalkan ruang rapat itu, tak lupa ku bawa lagi tas jinjing merah kesayangan ku.


nampak pak Freddy dan Bu Tika mengikuti ku dari belakang.


aku sengaja meminta kedua pimpinan itu untuk rapat secara pribadi di kantor manajemen di lantai dasar.


pak Freddy berjalan di belakang ku, dan Bu Tika memilih untuk jalan disamping ku.


" ternyata karyawan disini unik-unik ya..??" sambung ku basa-basi ke Bu Tika yang berada di samping ku.


" yaa..., begitulah mereka Bu Marischka.."


" banyak orang yang baru ikut kita bulan ini.." sambung nya dengan lebih serius,


aku hanya tersenyum saat mendengarkan kata-kata Bu Tika, tak terasa kami bertiga sudah mendekati ruang rapat di lantai satu.


di depan pintu masuk kantor sudah berdiri asisten Liu yang mempersiapkan segala keperluan ku untuk rapat sendiri dengan Bu Tika dan pak Freddy.

__ADS_1


asisten Liu membuka kan pintu untuk kami bertiga masuk ke dalam ruangan kantor itu.


" silahkan duduk.." seruku sambil mempersilahkan mereka berdua untuk duduk.


Bu Tika dan pak Freddy terlihat masih ragu dan saling beradu pandang,


" silahkan duduk pak Freddy, Bu Tika, ada yang ingin saya tanyakan kepada kalian " sambung ku sambil duduk di kursi terdepan.


" Baik Bu.." sahut mereka berdua sambil menarik kursi dan duduk di sana.


" baik.. sebelum ku lanjutkan..."


" adakah diantara kalian berdua yang tahu maksud tujuan ku memanggil kalian kesini..." sambung ku sambil meletakkan tangan dan tas jinjing merah ku di atas meja.


" tidak.." sahut mereka berdua kompak


aku melihat pak Freddy dan Bu Tika dengan wajah serius.


" begini...."


" sebenarnya tujuan ku kesini adalah untuk bertanya mengenai laporan keuangan yang terlihat ganjal dan aneh... "


" mungkin kalian berdua bertanya-tanya dalam hati mengenai apa maksud perkataan ku barusan.." sambung ku dengan nada lebih tegas.


aku mulai berdiri dan mengambil spidol hitam yang telah siap sebelumnya.


mulai ku menulis angka-angka yang ku dapatkan dari kertas laporan yang diberikan kepada ku sebelumnya.


pak Freddy dan Bu Tika mulai mengecek laporan itu, mereka memperhatikan angka-angka yang menurutku mencurigakan dan ku beri tanda supaya mereka bisa lebih cepat memahami.


"kenapa perjalanan pribadi pak Asril ada di laporan keuangan hotel.? " tanyaku lagi


" apakah kalian tahu ada pengeluaran itu..??"


" apakah kalian tahu jika laporan yang pak Asril tulis sering tidak terlihat transparan.." lanjut ku dengan nada yang sedikit kuat dan marah.


" main seenaknya sendiri dalam membuat laporan keuangan.." hardik ku lagi.


kini ku perhatikan muka Bu Tika dan pak Freddy maki pucat dan tertunduk lesu


" ingat pak Freddy.., Bu Tika.., anda adalah pimpinan di tempat ini "


" jadi harusnya anda tau tentang semua hal yang ada di dalam tubuh perusahaan yang anda jalankan...." sambung ku sambil duduk kembali ke kursi hitam.


" aku mau kalian selidiki masalah ini.."


" atau kalian berdua aku pindah ke cabang lain..!" ancam ku sambil memukul meja kaca.


" baik Bu Marischka.." sahut pak Freddy dan Bu Tika bersamaan, tampak mereka berdua masih sedikit ragu dan takut.


atmosfer dalam ruangan rapat terasa berat bagi mereka berdua, tampak Bu Tika semakin pucat pasi mendengar kata-kata ku.

__ADS_1


"baik.., ku percayakan semua pada kalian "


" bulan depan aku mau semua ini clear..."


" dan tidak ada lagi hal semacam ini ku temukan di laporan kalian " sambung ku dengan tegas.


mereka berdua hanya diam seribu bahasa, tidak ada yang berani melihat wajah ku.


ku perhatikan jam tangan ku lagi tak terasa sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, ku ingat jika ada agenda penting yang akan ku hadiri selanjutnya.


segera setelah aku ingat aku berdiri dan kuambil lagi lembaran kertas di atas meja kantor.


Bu Tika dan pak Freddy memberikan kertas-kertas tadi tanpa ada sepatah kata pun terucap.


" pokok nya aku mau semua ini segera selesai,"


"entah itu bagaimana aku mau pak Asril mendapatkan teguran, biar tidak makin seenaknya sendiri.." sambungku sambil memasukkan kertas-kertas itu kedalam tas kerja berwarna hitam dan memberikan tas itu ke asisten Liu


" Bu Tika..., pak Freddy..., aku pamit dulu.." sambung ku,


kini aku mulai berjalan keluar dari kantor untuk melanjutkan agenda ku selanjutnya.


" Kami mengerti Bu..." jawab Bu Tika dan pak Freddy dengan kompak.


ku ulur kan tangan kanan ku ke arah mereka dan di sambut oleh Bu Tika dan pak Freddy, tampak muka mereka berubah lebih tenang daripada tadi saat aku marahi.


" aku titipkan hotel ini ke kalian " sambung ku, aku tersenyum ke arah mereka.


" baik..,Bu Marischka.." sambung pak Freddy dan Bu Tika.


kini aku mulai berjalan lagi menuju lobby hotel, setelah melihat ku datang asisten Liu langsung membukakan pintu mobil dan mempersilahkan diriku untuk masuk.


...* * *...


di dalam mobil kami bertiga mulai berjalan meninggalkan lobi hotel dan segera menuju kembali ke Nusa Dua


" gimana menurutmu asisten Liu ??" tanyaku ke asisten Liu yang berada di bangku depan.


" menurut saya pak Freddy dan Bu Tika memang layak mendapat teguran dengan sedikit keras.. " jawab asisten Liu dengan nada yang tegas.


" dan sebaiknya kita lebih hati-hati dengan pak Asril nona muda..." sambung asisten Liu


" kita lihat saja..."


" dalam satu bulan nanti ada perubahan atau tidak.. " sambung ku lagi dengan nada yang lebih serius.


perjalanan kali ini ku tempuh dengan waktu satu jam saja, didalam mobil ku habiskan waktu dengan mengecek gawai ku.


sesampainya di hotel, ku putuskan untuk langsung masuk ke kamar dan membersihkan diri terlebih dahulu sebelum pertemuan selanjutnya dengan perwakilan Dubes Australia dan Selandia baru.


# Author

__ADS_1


_ti be continued


__ADS_2