Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Meja Bundar


__ADS_3

entah kenapa aku merasa senang aja saat melihat penampilan pengantin yang berhasil membuat ku terkagum.


lamunan dipikiran ku pun tanpa sadar Roby yang menunggu ku di depan sana.


duuhhh....


😣😣


kamu kenapa sih Marischka..!!


lupakan...!


lupakan lah...!!


" huffttt hampir aja...??" gumam ku pelan sambil melirik ke arah Roby.


" hmmm...??" tanya Roby dengan suara ngebass nya yang malah membuat dia makin berwibawa.


" owhh gak apa-apa kok..." jawab ku salah tingkah. namun tetap bisa ku sembunyikan ekspresi ku supaya Roby gak berfikir aneh-aneh.


prosesi acara makin menuju ke arah serius, sambutan dari para orang penting pun disampaikan di mimbar dekat dengan kursi kedua pengantin.


acara menjadi khidmat saat pemuka agama menyampaikan beberapa doa supaya pernikahan mereka lancar hingga di kehidupan kedua nanti.


...* * *...


rangkaian acara panjang pun sudah hampir tuntas, kini sang tuan rumah mempersilahkan para tamu undangan untuk mengambil hidangan yang disajikan di tempat yang disediakan.


" ayok makan..?" ajak Mutia yang duduk di sampingku.


" hmm...??" gumam ku sambil melihat ke arah Mutia


" Marischka gak makan kah..??" tanya Mutia yang kini sudah berdiri dari tempat duduknya.


" aku nanti saja lahh.."


" masih belum lapar..." jawab ku sambil tersenyum manis ke arah Mutia yang sedang berdiri.


" okelah..." sambung Mutia. dengan segera dia pun mengajak teman yang di sisi satunya untuk mengambil makanan.


" aku kesana dulu ya..." seru Mutia dengan ramah.


" heem.." jawab ku sambil tersenyum manis ke arah Mutia.


hampir semua orang di meja bundar yang ku duduki sudah pergi untuk mengambil kudapan yang mereka inginkan. kini tinggal aku, Felia, dan Anthony.


" ku pikir kamu gak akan datang...?" tanya Anthony sambil menatap ku dengan sedikit serius.


" jika bukan karena ijin nenek ku..."


" mungkin aku gak akan datang..." sambung ku santai sambil melihat ke arah gawai yang ku letakkan di meja.


" owhh..."


" memang nenek mu sedang dimana..??" tanya Anthony lagi.


" sedang di luar..." jawab ku santai.


ku lihat Felia terus memperhatikan ku dengan tatapan tidak suka. entah kenapa dia melihat ku dengan seperti itu, padahal kenal pun tidak.

__ADS_1


tak selang berapa saat Roby datang membawa makanan kecil. dia tau jika aku tidak makan malam karena memang aku sedang tidak mood untuk makan makanan berat.


" makan dulu yaa..?!" sambung Roby sambil meletakkan piring yang diatasnya ada beberapa kue basah yang cukup menggoda perut ku.


" heem..." jawab ku sambil tersenyum manis ke Roby. dia pun segera duduk disampingku dan mulai menyantap makanan yang dia bawa juga.


melihat Roby yang lahap dalam menyantap makanan yang dia bawa, perutku pun jadi bergejolak ingin makan juga. dengan pelan aku mulai makan kue basah yang Roby bawakan untuk ku.


tak selang berapa lama kemudian Samuel dan Dani pun datang di meja kami. ketiga sahabat itu pun mulai bercanda tentang antrian panjang saat mereka mau mengambil makanan.


" Roby gimana di Bogor...?" tanya Samuel sambil mulai menikmati makanan nya.


" enak aja.." jawab Roby dengan berwibawa. entah kenapa setiap dia berbicara enak aja jika didengar telinga.


" berapa pacar mu sudah Rob..??" tanya Dani dari belakang Roby, dia masih berdiri dan memegang piring nya.


" baru satu.." seru Roby sambil melihat ke arah ku yang sedang minum air putih.


kata-kata Roby sontak membuat ku tersedak dan batuk. semua orang yang ada di meja pun ikut memperhatikan ku.


" kamu tidak apa-apa..??" seru Roby sambil berdiri di dekat ku sambil membawa minuman di tangannya.


" gak apa-apa kok..." sambung ku sambil mengambil tisu di meja kami dan mengelap beberapa air yang sedikit keluar dari mulut ku tadi.


" duh orang kaya..."


" kalau batuk aja elegan ya..?" sindir Samuel yang terlihat cukup antipati terhadap diriku.


" Sam...!!" sahut Dani pelan, sambil memukul pelan pundak Samuel.


" apaan sih...??" sambung Samuel, mendengar perdebatan kecil yang terjadi diantara keduanya, Roby pun melihat tajam ke arah Samuel yang memulai pertama.


" kamu tidak apa-apa...??" tanya Roby sambil duduk bersimpuh di samping kiri ku.


" gak apa-apa kok..." jawab ku sambil tersenyum. aku pun masih terbatuk-batuk sedikit, Roby pun memberikan minuman di mejanya untuk ku.


aku pun meminum air yang Roby berikan, dengan pelan aku rasakan air itu mengalir di tenggorokan ku dengan segar nya.


" gimana..??" tanya Roby dengan suara ngebass nya.


" lumayan..." jawab ku sambil meletakkan gelas kaca itu di depan ku.


" owh ya papa mengundang mu untuk duduk dimeja keluarga kami.." seru Roby sambil melihat ke arah ku dengan tatapan sok cool seperti biasanya.


" okee..." jawab ku santai. aku mengiyakan karena memang mau ikut alurnya dulu, lagian juga di momen spesial seperti ini aku gak mau terlihat konyol nantinya.


" kalau begitu lanjut lah makan..."


" biar kamu gak sakit.." seru Roby sok perhatian. yang ada kok malah membuat ku sedikit jengkel ya.


😑


" oke..."


" kamu juga makan yaa..." sambung ku sambil tersenyum melihat ke arah Roby.


haduh kenapa aku kek gini yaa..


😣

__ADS_1


" heem..."


Roby pun segera kembali ke tempat duduk nya, aku pun sudah meletakkan kue basah tadi di depan ku. kini hanya memainkan gawai dan membalas beberapa chat dari tuan Alfred yang memberikan ku info tentang lembaran kertas yang diberikan tadi sebelum aku ke Jakarta.


akhirnya mereka semua berkumpul di meja bundar yang kami duduki, tak lama kemudian mereka bercerita tentang kehidupan sekolah sebelum Roby pindah ke Bogor.


ternyata mereka adalah teman baik Roby waktu masih bersekolah di Jakarta. jadi tak heran mereka tertawa cukup keras dan saling sindir menyindir satu sama lain, aku pun hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang cukup riang.


tak selang berapa saat kemudian ponsel Roby berdering, mengetahui jika telpon dari papanya, Roby segera mengangkat panggilan itu.


📞 " iya pah...??" sambut Roby dengan berwibawa.


📞 " owhh..., iya baik pah..." jawab Roby singkat sambil manggut-manggut tanda mengerti. aku yang masih bercerita dengan Mutia yang berada di samping ku pun diketuk oleh Roby karena ingin berbicara.


" ada apa...??" tanya ku yang menyadari Roby ingin berbicara dengan ku


" papa mengundang mu untuk duduk di mejanya..." jawab Roby dengan berbisik ke arah ku.


" owhhh...??" sambung ku santai.


" sekarang..." sambung Roby sambil mengangguk.


" sekarang...??" tanya ku balik.


" iya sekarang.." jawab Roby lagi, aku pun mengerti maksud nya Roby.


" ayookk..." sambung ku sambil mulai berdiri dari kursi ku. Roby pun ikut berdiri dari kursi nya.


sebelum ke meja papanya Roby, aku pun memasukkan gawai ku kedalam dompet yang ku bawa tadi. saat aku dan Roby kompak berdiri, semua mata di meja kami melihat ke arah kami berdua.


" mau kemana kalian...??" tanya Samuel.


" dipanggil papa..." jawab Roby singkat dan tetap berwibawa.


" owh..., kupikir..."


" kamu pikir apa...??!!" sambung Roby dengan nada yang cukup tinggi, bahkan terdengar lebih berat tone suara nya.


semua terdiam mendengar Roby yang terdengar sedang marah karena perubahan suara tone begitu terasa.


" ayok..." ajak Roby sambil menggandeng tanganku dengan erat. aku hanya mengikuti kemauan nya saja tanpa melawan.


kami berdua berjalan ke arah meja keluarga utama dengan saling bergandengan tangan dengan erat, kali ini aku hanya bisa pasrah dengan keadaan. terlihat semua mata yang mejanya kami lewati memandang kami berdua yang bergandengan tangan.


dengan cepat kami berdua sudah sampai meja utama keluarga besar Sugara. bahkan disana ada besan dari tuan Michael Sugara yang anaknya disunting oleh putra pertama dari tuan Sugara.


" papa mama..."


" perkenalkan Marischka Kartika.." seru Roby dengan serius. aku pun sambil tersenyum menyapa keluarga besar itu.


" pacar ku..."


hhaaahhhh....??!!!


🙄


#Author.


_to be continued..

__ADS_1


__ADS_2