
setelah hari yang cukup menyenangkan di sekolah, banyak siswa yang memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. atau kemana lah supaya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang.
aku pun memutuskan untuk kembali ke mansion keluarga Kartika. seperti biasanya, hari-hari ku diisi dengan berbagai kesibukan sebagai seorang putri dari Kartika.
seringkali aku berhubungan dengan beberapa pejabat penting di negara kita untuk sekedar meminta bantuan kami. bahkan sering juga mereka menawarkan kemudahan untuk ku dalam menjalankan tugas dari keluarga Kartika.
" tuan Alfred...??" tanyaku ke beliau yang berada di sisi kanan ku.
" iyaa nona muda..??" jawab tuan Alfred sambil mendekatkan diri nya ke arah ku. aku pun menoleh ke beliau sambil tersenyum dan meminta sesuatu.
" pesan saya tadi siang sudah tuan infokan ke hanamasa kan..??" tanyaku lagi, kali ini aku mulai memusatkan perhatian ke makan malam yang tersaji di mejaku.
" sudah nona muda..."
" besok sesuai instruksi anda, tepat jam empat sore hanamasa akan dibooking total untuk acara anda nona muda..." jawab tuan Alfred dengan yakin. aku hanya mengangguk tanda mengerti apa yang disampaikan oleh tuan Alfred.
" terima kasih banyak tuan Alfred..." seruku sambil meletakkan garpu dan sendok di piring keramik di depanku.
" tentu nona muda..."
" sudah kewajiban saya membantu keluarga Kartika..." seru beliau dengan ramah dan penuh senyuman.
aku pun tersenyum dan mulai berdiri dari tempat duduk ku, dengan cepat salah satu asisten rumah tangga yang lainnya membantu menggeser kursi yang ku tempati.
" terima kasih..." ucapku ramah.
" kalau begitu aku pamit dulu ke kamar tuan Alfred..." sambung ku sambil tersenyum dan mulai berjalan meninggalkan ruang makan keluarga kami.
" baik nona muda..."
suasana tenang dari ruangan makan begitu terasa, mansion besar keluarga Kartika seperti biasa terasa sepi dan penuh misteri. langkah kaki setiap individu yang melewati nya akan terdengar dengan jelas.
sesampainya di kamar aku pun membuka beberapa file yang ada di laptop ku, file yang begitu banyak sehingga kadang aku perlu menghubungi beberapa staf khusus dari nenek ku di Jerman sana.
setelah selesai dengan kepentingan keluarga ku, kini aku memfokuskan diri untuk memberi tahu ke teman-teman jika acara besok dimulai jam empat sore. dengan segera notifikasi masuk dengan cepat kedalam gawai ku, rata-rata mereka menyambut antusias acara besok.
namun banyak dari mereka yang tidak mengerti tempat acara besok diadakan, ya sih tidak semua anak kelas kami dari kalangan berada, sehingga untuk menikmati makanan yang cukup berharga pun mereka pun akan berfikir untuk ke dua kali.
setelah memastikan jika semua sudah paham dan mengerti, aku pun ijin untuk istirahat terlebih dahulu ke mereka. dengan cepat mereka pun mengiyakan permintaan ku tadi.
tok..,tok...,tokk....
" nona muda...??" seru tuan Alfred dari balik pintu, aku yang sudah siap untuk menarik selimut pun dibuat sedikit jengkel dengan ketokan tuan Alfred.
huffttt...
padahal aku mau istirahat...
__ADS_1
😓
" iyaa tuan Alfred..." seruku sambil berjalan ke arah pintu kamar. dengan segera aku membuka pintu dan menemui tuan Alfred, dengan ramah beliau memberikan informasi berupa dokumen yang diperlukan tadi.
" ini yang anda minta nona muda.." sambung tuan Alfred sambil tersenyum dan memberikan dokumen yang ku minta dari Jerman tadi.
" terima kasih banyak tuan Alfred..." jawab ku sambil menerima dokumen dari beliau.
" saya ijin pamit dulu nona muda..." sambung tuan Alfred sambil membantu ku menutup pintu kamar, aku pun mengunci pintu kamarku dan berjalan ke arah meja kerja lagi..
duh..., padahal rencana mau istirahat..
😓
...* * *...
pagi menyingsing dengan cepat nya pada hari ini, aku yang biasanya sudah terbangun dari tidurku kali ini entah kenapa kelopak mata ku susah untuk ku buka.
nanti lah...
five minutes again...
😴
hal itu wajar menurut ku, karena kemarin ku putuskan untuk menyelesaikan laporan dari tuan Alfred. sehingga jam setengah empat dini hari baru aku selesai menuntaskan semua tugas dari beliau.
kutarik lagi selimut ku yang terbuat dari bahan terbaik itu, alarm gawai yang biasanya membuat ku terbangun, kini dia gagal memenuhi tugasnya. hehe..
sambil menyantap makanan yang sudah ada, aku juga meminta beberapa majalah dalam maupun luar negeri. kali ini aku ingin bersantai di taman bunga dan menikmati hari Minggu ku sebelum memulai aktivitas yang padat.
jam dua belas siang aku memutuskan untuk keluar sebentar menikmati jalanan kota Bogor sambil menghabiskan waktu sebelum menuju ke hanamasa jam empat sore nanti.
📞 " kamu dimana..??" tanyaku ke Natasya dari balik telpon.
📞 " di rumah aja kok.."
📞 " kenapa...??" tanya Natasya balik kepada ku dari balik telpon.
📞 " boleh aku main ke rumah mu..??" jawab ku sambil mempersiapkan tas jinjing merah kesukaan ku
📞 " owh ayookk..." seru Natasya santai.
📞 " oke..., tunggu setengah jam lagi..." jawabku sambil melihat kearah layar gawai ku.
📞 " iyaa.." sambung Natasya. tak selang berapa saat telpon dariku dimatikannya.
setelah aku mendapat ijin dari empunya rumah, aku pun meminta tuan Alfred untuk mempersiapkan mobil Aston Martin Vantage S milik ayah ku.
__ADS_1
aku pun meminta ijin tuan Alfred untuk jalan ke rumah Natasya, dengan baik hati beliau pun mengijinkan permintaan ku. pada awalnya beliau sedikit melarang dan menyarankan untuk mengantarkan dengan mobil keluarga, namun aku menolak saran beliau.
setelah mendapat persetujuan dari tuan Alfred, aku pun mulai memacu mobil ayahku itu keluar dari mansion keluarga Kartika. jalanan hari ini cukup padat karena memang hari Minggu, aku pun memacu mobil dengan santai menuju rumah Natasya yang tak terlalu jauh dari sekolah kami.
saat memasuki kompleks perumahan tempat Natasya tinggal, banyak mata memandang kagum melihat mobil berwarna silver metalik yang ku kendarai ini.
coba aku bawa Lambo atau McLaren..
pasti lebih heboh lagi..
😁
📞 " rumahmu dimana Nat..."
📞 " aku sudah dekat...!!" seruku dari balik telpon. sebenarnya aku sedikit lupa letak rumah Natasya, makanya aku berusaha menelpon dia dan memintanya untuk keluar rumah.
📞 " yee...!!"
📞 " okelah aku keluar rumah...!" jawab Natasya sambil menutup panggilan ku. tak selang berapa saat kulihat dia melambaikan tangan dari depan rumah nya, aku pun segera menuju ke arah dia melambaikan tangan.
mobil segera berhenti di depan rumah Natasya, ternyata di sana ada motor dari pacar kak Nadia yaitu si Rian yang playboy dan membuat Natasya gak nyaman.
" masukkan kedalam aja mobil mu Marischka.." seru Natasya sambil menggaruk kepalanya.
" oke.." jawab ku sambil berusaha mencari haluan untuk memasukkan mobil ku supaya tidak menabrak sesuatu di rumah Natasya.
Natasya terlihat cukup kesusahan saat akan memindahkan motor Rian yang berada di depan pintu gerbang rumah nya.
" kak Rian..!!"
" motor mu kupindah..!!" teriak Natasya dari luar pagar. setelah berhasil memindahkan motor Rian, mobil ku segera masuk ke dalam garasi rumah Natasya. dengan segera ku pastikan semua panel sudah mati dan aman untuk ku tinggalkan.
" bisa kan...??" tanya Natasya balik pintu mobil ku.
" bisalaahh..." seruku santai.
" ayo kalau gitu..." sambung Natasya sambil membuka pintu mobil ku, sebelum aku keluar aku pun membawa tas jinjing merah.
" ayookk..." jawab ku sambil menutup pintu mobil dan membereskan baju kemeja ku supaya terlihat rapi nantinya.
" assalamu'alaikum...!!" seru ku pelan dan malu-malu.
" wa'allaikumsalam...!!" sambut ibu Natasya ramah. beliau pun menunggu kedatangan ku dari tadi, adik Natasya pun menyambut ku dengan ramah.
tak lupa aku mencium punggung tangan dari ibu Natasya.
" mari masuk nak Marischka.."
__ADS_1
# Author.
_ to be continued