
dua bulan berlalu setelah pertemuan dengan keluarga Sugara di Pullman Ciawi Hotel. sikap Roby mulai berubah menjadi lebih baik, padahal awalnya dia hanya cowok arogan yang seenaknya sendiri.
dasar..
seperti biasa, pagi itu siswa di sekolah kami masuk kelas dengan sedikit antusias. entah kenapa tiba-tiba banyak yang antusias minggu-minggu ini.
" jadi kau siap Marischka..??" tanya Natasya yang duduk di sampingku sambil memakan camilan kacang koro kesukaannya.
" ishhh..., males banget tau..." jawab ku sambil merebahkan tubuhku di meja.
yupz...
hari Selasa depan ada perlombaan olahraga antar kelas atau yang lazim disebut class meeting di sekolah kami. pada kali ini banyak perlombaan olahraga yang dipertandingkan disekolah kami.
ada basket, voli, futsal, tenis meja, dan masih ada cabang lain, pokoknya dalam pekan ini full kegiatan di luar kelas.
seperti biasa, aku pun masuk ke team basket kelas kami. memang tinggi ku di atas rata-rata teman kelas ku, sehingga aku mesti ikut perlombaan yang mengandalkan tinggi badan.
back to story..
" memang kenapa kau malas Marischka..?!"
" padahal kan berkat ada kamu kelas kita berhasil masuk ke final tahun lalu..!" seru Natasya dengan antusias dan melihat ke arahku.
aku hanya diam sejenak, sedikit melamun kan kejadian tahun kemarin. saat kelas kami yang notabene bukan unggulan berhasil masuk ke final. namun di final justru dibantai oleh team kelasnya asisten Liu yang sangat superior.
" malas ah inget pertandingan yang kemarin.."
" paling ya kena bantai lagi Nat kalau ketemu.." jawab ku lemas, sambil mengingat pembantaian oleh kelasnya asisten Liu.
" duh kok pesimis banget sih...?!" seru Natasya sambil mendorong tubuh ku dengan tangannya.
" jadi..??" sambung ku dengan malas dan masih dengan tiduran di mejaku.
" harus optimis dong...!!"
" kelas kita kan termasuk unggulan lho kali ini..!" seru Natasya dengan antusias dan penuh semangat.
" unggulan dari mana..?" jawab ku sambil kembali memperbaiki posisi duduk ku lagi, kali ini sambil kembali melihat ke arah Natasya.
" lhoo kan ada Roby di kelas kita..!?" seru Natasya sambil melihat ke arah Roby yang duduk di bangku ujung dekat jendela sambil melihat keluar kelas.
idiiihh...
" apa hubungannya..??" sambung ku lagi. kali ini sedikit serius tatapan ku ke Natasya.
" kau tau sendiri kan Roby kemarin main bagus saat melawan sekolah kita..!?"
" kamu juga lihat kan..??" seru Natasya, lagi-lagi dengan semangat 45-nya.
" duuhhh...!!"
" gak usah diingat-ingat..., tar ke ge-eran dia.." sambung ku lagi. aku pun merebahkan diri lagi di meja tempat duduk ku.
__ADS_1
" ihhhh dasar jomblo...!!" sindir Natasya sambil mendorong tubuh ku lagi.
" gak ada hubungannya keless..." seruku dingin dan masih tiduran di mejaku.
tak terasa disaat kami berdua berbicara, guru mata pelajaran yang selanjutnya sudah masuk ke dalam kelas kami. dengan segera aku pun memperbaiki posisi duduk ku dengan baik.
...* * *...
hari festival olahraga yang ditunggu-tunggu pun datang, banyak siswa disekolah kami antusias untuk unjuk gigi dalam menjaga nama baik kelas. yah tidak salah sih kegiatan ini, namun entah kenapa akhir-akhir ini seakan class meeting kami menjadi pertaruhan gengsi nama baik kelas masing-masing.
hari pertama class meeting diisi pertandingan individual dari masing-masing perwakilan kelas. pertandingan hari pertama diisi perlombaan tenis meja, baik perempuan maupun laki-laki. setelah itu ada pertandingan penyisihan bola voli pria dan wanita, dan juga perlombaan catur.
iiuuhh...,catur...
(~.~)
pada pertandingan tenis meja kali ini aku ditunjuk menjadi perwakilan kelas. yah untuk kali ini aku cukup pede, karena kebetulan tahun lalu masih bisa melaju sampai semifinal. walaupun lagi-lagi aku ditumbangkan oleh asisten Liu, dan pada akhirnya memang asisten Liu lah yang menjadi juaranya.
kali ini panitia sengaja membuat aku dan asisten Liu tidak akan bertemu di semifinal, mungkin mereka berfikir jika aku dan asisten Liu memang layak bermain di final nanti.
hmmmmm...
pemikiran yang brilian...
akhirnya pertandingan penyisihan tenis meja pun dimulai, seperti biasa aku dan Natasya datang ke lapangan tanding sendirian. karena memang cabang perlombaan yang tidak terlalu populer. biasanya pas nanti pertandingan cowok yang akan ramai oleh gemuruh penonton, terutama para cewek-cewek.
" kau yakin bisa menang kali ini Marischka..??" tanya Natasya sambil menerima jaket yang ku kenakan.
" tentu..."
" good..!!" sambung Natasya antusias. tampak Natasya kali ini menjadi asisten selama aku bertanding tenis meja.
aku pun melanjutkan lagi pemanasan sebelum pertandingan, tidak lupa aku mengecek lagi bet tenis mejaku sebelum menghadapi lawan.
" game selanjutnya.."
" pertandingan antara Marischka kelas 2 IPS2 melawan Vania dari kelas 1B, untuk keduanya silahkan mengambil tempat.." seru salah satu host yang bertugas jadi voice over.
yups.., akhirnya giliran ku untuk menggila..
" doakan ya..." seruku ke arah Natasya yang duduk di bangku penonton.
" so pasti..." sambung Natasya sambil mengacungkan jempolnya.
tampak gemuruh penonton pria mulai terdengar saat aku mulai masuk di tempat pertandingan. mungkin penampilan ku kali ini yang agak mencolok membuat mereka bertingkah aneh layaknya serigala.
dasar cowok...
...* * *...
akhirnya pertandingan penyisihan pertama ku pun dimulai, jalan menuju ke final aku lalui dengan cukup mudah dan tidak menemui banyak rintangan.
" seperti biasa..."
__ADS_1
" easy game.." seruku ke Natasya sambil meminum air isotonik favorit ku.
setelah berhasil mengalahkan lawan ku di quarter final dan mencapai semifinal dengan mudah, aku pun memilih untuk istirahat sebentar di kantin sekolah.
selama berjalan menuju ke kantin sekolah, lagi-lagi aku menjadi pusat perhatian di sana. entah kenapa para siswa terlihat kagum akan penampilan ku kali ini.
" kenapa sih mereka..??"
" bikin risih aja..!" gerutu ku sambil berbisik ke Natasya yang berada tepat disamping ku.
Natasya pun tersenyum saat mendengar komplain ku yang terdengar risih. sambil berjalan ke arah kantin sekolah, aku pun membetulkan beberapa bagian bajuku yang menurut ku tidak pas.
" itu karena kau menawan, sayang ku...!" goda Natasya sambil mendorong tubuh ku.
idiiihh..., gak jelas...
aku pun makin cemberut mendengar kata-kata Natasya yang gak jelas. sesampainya di kantin aku memutuskan untuk duduk sebentar di lapak langganan ku untuk istirahat.
" wah-wah..."
" ternyata ada tuan putri nih disini..!?" seru salah satu cewek yang dari nada suaranya aku kenal.
yupz...
Dian and the geng...
" dah lah gak usah ganggu Marischka dulu kali ini Dian.." seru Natasya dengan berani.
aku pun sempat terkejut saat mendengar kata-kata Natasya yang terdengar emosi. kali ini aku pun memelototi Dian dengan segera, terlihat dia sedikit segan saat melihat tatapan ku.
" pergi kau...!!" gertak ku sambil melihat tajam kearah nya. terlihat Dian mulai segan dan mengurungkan niatnya untuk mengganggu ku kali ini.
" kau..!!" seru Dian.
" kenapa..?!!" balas Natasya yang kali ini berani pasang badan untuk melindungi ku. Dian tampak ragu kali ini, dengan segera dia membalikkan badannya dan pergi menjauh dari ku.
" kita tunggu di pertandingan basket nanti..!!" seru Dian setengah berteriak saat menjauh dari tempat duduk ku.
aku melihat ke arah Natasya yang masih berada di depanku, rasa kagum ku padanya semakin besar.
" terima kasih cantik...!" seruku sambil tersenyum dan memegang tangan Natasya.
" apaan sih...!?" sambung Natasya dengan sedikit malu-malu. aku pun tertawa kecil melihat tingkah Natasya.
" sudahlah..."
" kembali ke aula yuukk...!!" ajak ku sambil mulai berdiri dan membereskan lagi barang bawaan ku.
" ayooo...!!" seru Natasya antusias.
kami berdua pun berjalan kembali menyusuri lorong menuju ke tempat pertandingan.
# Author
__ADS_1
_to be continued