
Giselle melihat ku dengan pandangan penuh kebencian, namun dengan pandai dia menyembunyikan emosi yang dimilikinya.
aku dan Giselle saling bertatap muka dengan saling mengintimidasi, entah kenapa aku merasa jika Giselle tidak suka dengan ku selama ini.
padahal kami tidak pernah terlibat konfrontasi sebelum nya, yang ada kami berdua selalu mendengar kata-kata dan gosip yang tidak enak tentang satu sama lain.
aku sendiri sih termasuk orang yang tidak terlalu memperdulikan gosip yang beredar selama ini.
" apa mau mu Giselle..??" tanyaku dengan serius.
Giselle hanya diam saja, namun matanya semakin tajam melihat ku seakan memperlihatkan kebencian nya.
" sebenarnya dari dulu aku penasaran kenapa Mario mengejar kamu.."
" padahal kau selalu menjadi si nomor 'dua' dibawah ku.." sambung Giselle yang mulai berbicara tentang perasaan nya.
ku lihat Giselle dengan sedikit aneh dan keheranan, tidak biasanya hari ini dia banyak bicara.
aku hanya tersenyum kecut dan diam saja saat Giselle semakin memprovokasi ku.
" ku akui jika tampangmu lumayan..."
" dan kulihat kau juga dari keluarga kaya..."
" jadi tidak heran jika banyak yang mengidolakan dirimu.." sambung Giselle dengan nada yang sedikit merendahkan ku
aku diam saja saat mendengar kata-kata Giselle, entah itu terdengar seperti pujian atau hinaan kepada ku.
" maksud mu..??" tanyaku dengan nada sedikit heran.
" ya lah..."
" cewek mana sih di sekolah ini yang gak tau kalau Mario mengejar dirimu..?!" sambung Dian dengan nada geram dan judes.
" terus..?!" sambung ku tidak kalah judes.
Natasya hanya diam saja dan terlihat sedikit ketakutan saat melihat ku beradu argumen dengan cewek-cewek cheers yang mencegat jalan kami.
" ku peringatkan kau ya..!!"
" Mario itu harus nya milik Giselle..!!" sambung Dian dengan nada yang lebih tinggi dan tampak mengintimidasi ku.
" teruss..??!" ejek ku
" dan lagi kulihat kau disamperin cowok ganteng dari team basket lawan kita tadi..?!" sambung salah satu cewek dari gerombolan Giselle.
" hhaaa...??!" seru mereka kompak seakan tak percaya apa yang mereka dengar.
" maksudmu Ik..??" tanya Dian ke teman gengnya yang bernama Ika.
" iyaa.., tadi sih kulihat cowok ganteng kapten tim basket yang dari Jakarta mendatanginya di tribun..??"
" masak kalian gak tau.??" tanya Ika dengan sedikit penasaran.
geng mereka hanya saling menatap satu sama lain dengan raut wajah tidak percaya, sedangkan Giselle hanya melihat Dian dengan tatapan yang sama.
" oh pantas tadi Mario pergi meninggalkan kita..!?" sambung salah satu cewek dari belakang gerombolan mereka.
__ADS_1
" kau ya Marischka...!"
" sudah kamu didekati Mario, masih belum puas juga ya caper ke cowok lain..!!" kini giliran Dian yang bicara, dan seperti biasa, kata-katanya itu lho..
bikin jengkel..!!
" kalian tuh ya..., gak jelas banget..!!" seruku balik dengan nada yang sedikit membentak. tampak Dian seakan kaget melihat ku yang sedikit naik pitam dan melawan.
" lagian siapa juga yang naksir sama tuh cowok-cowok..!!" sambung ku lebih tegas.
ku lirik Giselle dan terlihat dia sudah tidak mood lagi saat mendengar kata-kata ku tentang Mario.
gak jelas...
" sudahlah..., capek aku meladeni kalian..!!" seru ku sambil melihat mereka dengan tatapan penuh kebencian.
" ayo pulang Nat..!" seru ku sambil melihat Natasya yang melamun gak jelas.
"A_aayoo.., Marischka.." jawab Natasya cepat, dengan segera aku menarik tangan Natasya yang dari tadi melamun dan hanya terdiam saja.
"minggir...!!" seru ku ketus ke salah satu cewek yang berada di gerombolan paling belakang dan menghalangi jalanku.
gerombolan Giselle seakan diam saja melihat ku mulai meninggalkan mereka. entah kenapa mereka tampak sedang merencanakan sesuatu untuk ku suatu saat nanti.
" kita lihat saja nanti..!!" sambung Giselle yang sedang melihat ku dengan tatapan sinis. mereka pun melihat Giselle dengan sedikit antusias dan penuh pertanyaan saat melihat ekspresi wajah nya.
...* * *...
aku dan Natasya sudah menjauh dari gerbang sekolah dan terutama dari gerombolan cewek gak jelas tadi.
" Marischka pelan jalannya..!!" seru Natasya yang tampak kurang nyaman saat tangan nya ku tarik dengan sedikit keras saat menjauhi gerbang sekolah.
aku menghembuskan nafas panjang saat kami mulai berhenti di halte bus tempat biasa aku dan Natasya bertemu.
" jengkel nya aku hari ini...!!!" seru ku dengan nada kesal, ku taruh tangan di pinggangku dan mendengus seakan ingin melepaskan amarah yang ku rasa.
" ada apa sih hari ini..?!!"
" sial banget..!!" sambung lagi.
Natasya mulai tertawa saat melihat ku jengkel dan marah. kulihat Natasya yang menertawakan sikap ku, membuat diriku bukanya jengkel malah bertanya-tanya ke dia.
" kau kenapa Nat..?!!" sambung ku dengan sedikit memukul pelan lengan Natasya. hal itu malah membuat Natasya semakin tertawa.
dasar gak jelas...
" maaf..., maaf....!"
" habis nya untuk pertama kali kulihat kau marah Marischka..!" sambung Natasya sambil mengusap air mata yang keluar saat menertawakan ku tadi.
" sudah lah.., dasar gak jelas..!?" sambung ku yang kini sudah terasa lebih tenang. Natasya juga sudah mulai berhenti tertawa nya.
kulihat jam tangan sudah menunjukkan pukul setengah enam sore, segera saja ku ambil gawai yang berada di dalam tas sekolah ku dan menghubungi sopir keluarga.
" halo...!!"
" pak tolong jemput..!!" sambung ku cepat ke suara yang berada di balik telpon itu.
__ADS_1
kulihat Natasya tampak kebingungan melihat kiri kanan halte bus itu seakan mencari sesuatu.
" ayah mu belum jemput Nat..??" tanyaku ke Natasya yang tampak kebingungan.
" belum nih..!!" jawab Natasya cepat.
" duh dimana ya itu orang tua ku..?? biasanya jam segini sudah ada disini sih ayahku..!!" sambung nya sedikit panik.
kulihat Natasya semakin panik tatkala dia menelpon nomor ayah nya namun tidak diangkat-angkat nya.
" paling masih sibuk Nat.." seruku sambil menenangkan Natasya yang tampak sedikit pucat.
mood ku kembali lagi saat melihat Natasya kebingungan, aku menjadi iba saat melihat sahabat ku terlihat bingung.
tak selang begitu lama mobil jemputan ku datang, aku melihat Natasya masih kebingungan dan sesekali melihat gawai nya yang selalu dia pegang.
tak selang beberapa lama gawai Natasya yang dipegangnya mulai bergetar tanda ada panggilan masuk. mengetahui ada panggilan masuk dari orang tua nya, dengan segera Natasya mengangkat panggilan itu.
📞" hallo ayah..?!!" angkat Natasya dengan cepat.
📞 " ayah dimana..??!" sambung Natasya lagi, kini dengan ekspresi yang lebih lega.
📞 " maaf nak ayah masih di tempat kerja..!!" sambung ayah Natasya dari balik telpon.
📞 " owwhh..."
📞 " masih lama kah yah..??" sambung Natasya dengan ekspresi yang agak kecewa.
📞 " sepertinya masih lama nak.." seru suara ayah Natasya dari balik telpon.
📞 " untuk hari ini sepertinya Natasya naik angkot dulu ya..!?" sambung ayah Natasya.
Natasya yang mendengar kata-kata ayahnya hanya terdiam dan melihat sedikit kecewa. kulihat ekspresi muka Natasya yang sudah berubah kini berinisiatif menanyakan ke sahabat ku itu
" ada apa Nat..??" tanyaku ke Natasya sambil melihat wajah nya yang tampak murung.
" gak apa-apa Marischka.." jawab nya dengan sedikit lemas.
" ayah ku cuma gak bisa jemput nih Marischka.." sambung Natasya sambil kembali menatap wajah ku.
" owwhh...!?"
" kupikir apa.., kalau begitu biar ku antar pulang ke rumah Nat..!?" sambung ku dengan tersenyum.
" gak ah..!"
" rumah mu kan beda arah sama rumah ku.." seru Natasya dengan sedikit menolak
" sudahlah...!!" sambung ku cepat sambil menarik tangan Natasya untuk segera masuk ke dalam mobil Rolls-Royce ku.
" aduh Marischka..!!"
" penculikan ini namanya...!!!" sambung Natasya dengan sedikit memberontak.
" berisik...!!" seruku dengan sedikit memaksa Natasya.
akhirnya Natasya dan aku berhasil masuk ke dalam mobil yang menjemput ku tadi.
__ADS_1
# Author
_to be continued