Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Kamar yang hangat


__ADS_3

dengan segera Rian menyalakan motor bergaya sport itu. aku dan Natasya entah kenapa kompak melihat Rian yang berangsur pergi meninggalkan rumah.


setelah sudah tidak terdengar lagi suara motor Rian, kak Nadia kembali masuk ke dalam rumah dan sedikit bermuka masam.


" pacarnya kak Nadia Nat..?" tanya ku sambil melihat ke arah Natasya.


" iyaa.., tapi playboy banget..!" jawab Natasya dengan sedikit kesal.


" muka pas-pasan, tapi pacarnya di mana-mana..!" sambung Natasya sambil tertawa geli.


" apanya yang pas-pasan..?!" sambung suara dari belakang yang ternyata kak Nadia sudah ikut nimbrung aja di teras.


dengan reflek kami berdua melihat suara itu berasal. kak Nadia langsung saja menindih tubuh Natasya yang duduk disamping ku.


" kau ya Nat...!!"


" banyak bacot..!!" sambung kak Nadia sambil menggelitik tubuh Natasya dengan kuat, sehingga Natasya hanya tertawa keras saat mendapat kan gelitikan dari kakaknya.


aku tertawa melihat keakraban kakak beradik itu, mereka berdua terlihat seakan tidak ada batasan umur dalam keseharian nya.


" ammpuunn kak Nadia..!!" teriak Natasya sambil tertawa terbahak-bahak.


tak selang beberapa lama kak Nadia melepaskan pelukan nya ke Natasya dan mengambil tempat duduk di belakang Natasya.


" kenapa gak kalian makan martabak nya..?" sambung kak Nadia sambil melihat kotak martabak manis yang ada di samping kami.


" nanti lah..."


" masih kenyang aku.." jawab Natasya sedikit ketus ke arah kak Nadia. aku pun tersenyum melihat tingkah Natasya.


" masih kenyang apa gak mau gendut..?!" ejek kak Nadia sambil mendorong pelan Natasya.


" dua-duanya sih kak.."


hehehe..


" dasar..!!" sambung kak Nadia sambil tersenyum kecut ke arah Natasya. kini kak Nadia melihat martabak manis yang masih banyak didepannya dengan sedikit malu-malu.


" kalau kakak mau, makan aja.." sambung Natasya dengan tatapan mata yang terlihat menyindir.


kak Nadia terlihat melirik ke arah Natasya yang melihat nya dengan sedikit mengejek, namun Natasya hanya pura-pura tidak memperhatikan.


" oke..., aku gak akan sungkan lagi..!!" jawab kak Nadia sambil bergegas mengambil potongan martabak manis yang paling besar.


aku tersenyum melihat kak Nadia melahap martabak manis itu dengan cepatnya. Natasya pun hanya geleng-geleng kepala melihat nafsu makan kakak perempuan nya yang besar.


" Nat..., siapa nama temen mu..??" tanya kak Nadia sambil melihat ke arah ku dan dengan mulut masih penuh dengan martabak tadi.


" Marischka kak..!" jawab ku dengan cepat sambil tersenyum ke arah kak Nadia.


" owwhh..."

__ADS_1


" teman sekelas..??" sambung kak Nadia yang kini minum air mineral botol yang Natasya beli di warung dekat rumahnya.


" iya kak..," jawab ku singkat. kak Nadia hanya mengangguk saja.


tak selang berapa saat, kak Nadia berdiri kembali dan memutuskan untuk kembali masuk ke dalam rumah.


" ya udah...!"


" kalau gitu aku masuk kamar dulu, kalian nikmatilah obrolan kalian..!" sambung kak Nadia sambil melihat ke arah kami berdua yang masih duduk santai di lantai.


" asal jangan gosipin aku..!!" seru kak Nadia yang sudah masuk kedalam rumah. aku dan Natasya saling bertatap muka sambil tertawa mendengar kata-kata kak Nadia.


" yeee...!!"


" siapa yang gosipin situ..!!" sambung Natasya sambil teriak ke dalam rumahnya.


aku tertawa melihat kelakuan Natasya. tak selang berapa lama kulihat jam tangan sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. aku pun berinisiatif untuk mengajak Natasya masuk kedalam kamar.


" Nat.., sudah malam nih..!" seruku sambil melihat ke arah Natasya.


" masuk yuk..!!" ajak ku sambil mulai berdiri dengan perlahan. melihat aku yang sudah mulai berdiri dengan segera Natasya membereskan kotak martabak tadi sambil ikut berdiri di sampingku.


" ayolah.." seru Natasya yang mulai berjalan kedalam rumah nya.


setelah aku masuk kedalam rumah, dengan segera Natasya memberi tau ke bapaknya jika pintu gerbang belum dikunci.


" pakk..!! gerbang depan belum ditutup..!!" seru Natasya yang kini berada di depan pintu kamarnya.


aku dan Natasya mulai masuk kedalam kamar dan segera mengunci pintu kamarnya. dengan segera ku rebahkan tubuhku di kasur tarik yang berada di kamarnya.


Natasya tidur diatas sedangkan aku memilih tidur dibawah saja. awalnya Natasya menolak, namun karena akunya yang ngotot makanya Natasya tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


...* * *...


malam ini terasa spesial untuk ku, karena untuk pertama kalinya aku tidur di tempat sahabat ku.


entah kenapa mataku malam ini susah untuk di pejamkan, rasa antusias saat berada di rumah sederhana Natasya membuat pikiran ku melayang.


" Nat..??" tanyaku ke Natasya yang tampak sudah tidur.


hmmm..


jawab Natasya membuat ku kaget dan mendongak ke arah kasur Natasya yang berada di atas ku.


" belum tidur..?!" tanyaku pelan sambil melihat nya lebih jelas.


" kenapa..?!" jawab Natasya sambil berbalik ke arah ku yang melihat nya.


aku pun duduk kembali ke kasur ku yang berada di bawah kasur Natasya. akhirnya Natasya pun mulai bangun dari tempat tidur nya, namun dengan segera dia mencari gawai.


" ishh..!! hape teruuss..!!" seru ku jengkel sambil memukul pantat Natasya dengan sedikit keras.

__ADS_1


" biarin.." jawab Natasya sambil menjulurkan lidahnya dan duduk kembali di kasur nya.


aku yang sedikit jengkel akhirnya membaringkan tubuhku lagi di kasur tempat ku tidur.


" Nat..??" seru ku sambil melihat Natasya yang kini duduk dan bersandar di tembok kamar nya.


" hmmmmm..!" jawab nya sambil fokus ke gawainya.


" kamu masih pacaran sama Ega..??" tanyaku sambil masih berbaring di kasur.


" sudah enggak..!!" jawab Natasya dengan dingin.


" hhaaa..?!" seruku kaget, kini aku kembali bangun dari posisi tidur ku. Natasya hanya melihat ku dengan sedikit kaget.


" kok aku gak tau..?!" sambung ku lagi sambil mendekat ke arah Natasya duduk di tembok. dengan segera aku duduk di samping Natasya.


Natasya kembali melihatku dengan tatapan mata yang sedikit tajam.


" kamu sihh..!!"


" waktu kamu masih di Bali, aku kan minta tolong dengan mu..!" jawab Natasya dengan dingin.


jawaban Natasya membuat ku tak berkutik, memang sih waktu aku diminta tolong sama Natasya aku sangat mengantuk, sehingga membuat ku tidak fokus dan malah ketiduran.


" maaf.., maaf..!!" seruku sambil menempelkan kedua tangan ku sebagai tanda minta maaf.


" kemarin aku sibuk banget di Bali, sehingga membuat ku kecapean.." jawab ku sambil tersenyum ke arah Natasya.


" telat..!!" sambung Natasya dengan sedikit dingin.


" maaf ya Natasya sayang..!" seruku sambil kembali tersenyum manis ke arah Natasya yang masih melihat ku dengan tatapan dingin.


sedikit demi sedikit Natasya mulai tersenyum saat melihat ku bermuka centil ke arah nya.


" dasar...,gak jelas..!!" seru Natasya sambil memeluk ku dan menggelitik tubuh ku dengan keras, sehingga aku tertawa terbahak-bahak menerima gelitikan Natasya.


tidak cukup itu saja, kini Natasya mengambil bantal tidur nya dan memukuli ku dengan sedikit keras.


" perang bantal..!!!" teriak ku sambil mengambil bantal yang ada di samping ku.


kami berdua pun larut dengan perang bantal yang Natasya mulai sehingga membuat kami berdua baring di ranjang yang sama


disini Natasya mulai bercerita banyak tentang hubungan nya dengan Ega dan hubungan nya sekarang dengan teman cowok kakaknya.


tak terasa Natasya yang tadi semangat dalam bercerita akhirnya membuat dia tertidur duluan. aku tersenyum melihat tidur Natasya yang aneh, sehingga membuat ku teringat asisten Liu waktu di Nusa Lembongan.


tak terasa aku pun mulai berbaring dan memutuskan untuk kembali tidur.


# Author


_ to be continued

__ADS_1


__ADS_2